Singa Emas ~Singamas 07.56

Bab oleh andu0396 ditulis 12 jam lalu

Singamas 07.56

Cepat sekali hari telah berlalu. Luka dibahu Hui-liong pun sudah rapat. Hanya tinggal pahanya yang masih belum sembuh. Tetapi kalau berjalan dengan menggunakan tongkat, ia sudah tak merasa sakit.

Hari itu Beng Wan mendukung keranjang isi telur untuk dijual ke kota. Pulang dari kota, ia membelikan untuk Hui-liong dua helai


Singa Emas ~Singamas 07.55

Bab oleh andu0396 ditulis 12 jam lalu

Singamas 07.55

Hui-liong terkejut. “Engkau maksud beruang besar, Orang-utan dan Anjing itu?”

“Ya!” kata si nona, “Beruang itu bernama Kim-kong Hitam, orangutan kupanggil Pengasuh Rumah dan anjing itu kunamakan si Kuning.”

“Darimana engkau mendapat Beruang dan Orang-utan itu?”

“Seorang sahabat dari ayah yang memberi. Tatkala hari lahirku yang ke 10, dia bertanya apa yang


Singa Emas ~Singamas 07.54

Bab oleh andu0396 ditulis 12 jam lalu

Singamas 07.54

“Aku sudah pernah beberapa kali bertemu Lian Thian-bik. Sungguh tak nyana kalau dia tokoh macam begitu. Sungguh hati orang tak dapat diduga!” kata Beng Sam-jan.

Hui-liong menuturkan tentang ganjelan partai Hoa-san-pay kepada Kong-tong-pay.

“Sungguh patut disayangkan sekali bahwa sekalipun bukti sudah nyata, tetapi Hoa-san-pay tetap menyangkal,” kata Hui-liong mengakkiri penuturannya.

“Apakah engkau


Singa Emas ~Singamas 07.53

Bab oleh andu0396 ditulis 12 jam lalu

Singamas 07.53

Entah berapa lama Hui-liong tak sadarkan diri itu. Ia gelagapan bangun karena mendengar suara anjing menggonggong. Alangkah kejutnya ketika ia dapatkan dirinya berada dalam sebuah kamar dan terbaring di atas sebuah ranjang. Cepat ia menggeliat duduk.

Kamar itu agak gelap. Perkakas perabotnya pun sederhana. Mirip dengan kamar seorang petani. Dan


Singa Emas ~Singamas 07.52

Bab oleh andu0396 ditulis 12 jam lalu

Singamas 07.52

Saking takutnya, Gu Tiang-an terus loncat turun dari kuda dan cepat-cepat mencabut golok lalu memaki sekuat-kuatnya. “Hai, siapakah pengecut yang melepas anak panah secara gelap itu? Hayo, keluarlah dan berhadapanlah dengan tuan besarmu Gu Tiang-an ini!”

Habis mengucap, matanya silau dan wajahnya meregang tegang. Ia memperhitungkan orang itu tentu tak


Singa Emas ~Singamas 07.51

Bab oleh andu0396 ditulis 13 jam lalu

Singamas 07.51

“Tempo hari yang menyaksikan Malaekat Hitam mengoceh, tak kurang dari 23 orang. Asal kita umumkan maksud kita, tentulah banyak yang tampil menjadi saksi,” seletuk Seng Swat-hong.

“Benar, pada saat itu barulah kalian mengetahui benar kalau aku tak bohong!” Gu Tiang-an tertawa.

“Bukan aku menyangsikan perkataan saudara tetapi hanya kuatir kalau saudara


Singa Emas ~Singamas 07.50

Bab oleh andu0396 ditulis 13 jam lalu

Singamas 07.50

Marah Malaekat Hitam bukan kepalang. Serentak ia memaki.

“Keparat! Jangan ngaco belo! Sudah setengah tahun aku tak turun gunung. Mana aku berkunjung ke rumah makan Hwe-ing-khek? Mengapa aku bisa menyiarkan berita hilangnya Arca Singa Emas?”

“Su-hui, jangan bicara kurang sopan!” bentak Lian Thian-bik.

Karena ketua Hoa-san-pay sudah mendamprat, Hui-liong pun tak


Singa Emas ~Singamas 07.49

Bab oleh andu0396 ditulis 13 jam lalu

Singamas 07.49

13. LOLOS DARI LUBANG JARUM.

“Nona Seng, harap kembali! Awas, mungkin musuh menggunakan siasat ‘memikat harimau ke luar dari sarang’,” Hui-liong berseru gopoh.

Seng Swat-hong sudah beberapa tombak jauhnya. Mendengar peringatan Hui-liong, ia berhenti. Iapun anggap, lebih penting melindungi jiwa Gu Tiang-an.

Dan kemunculan orang bertubuh emas itu mungkin memang hendak


Singa Emas ~Singamas 06.48

Bab oleh andu0396 ditulis 13 jam lalu

Singamas 06.48

“Kalau begitu malam ini nanti baiklah saudara ikut tidur dalam hotel bersama kami. Besok pagi kita terus bisa naik ke Hoa-san, setuju?” tanya Seng Swat-hong.
Gu Tiang-an mengiakan.

Ketika Kembali ke hotel, haripun sudah petang. Hui-liong pesan sebuah kamar kelas satu untuk Gu Tiang-an. Karena banyak minum arak, begitu naik pembaringan,


Singa Emas ~Singamas 06.47

Bab oleh andu0396 ditulis 13 jam lalu

Singamas 06.47

Cepat lelaki itu berbangkit dan terus menghampiri ke tempat Hui-liong. Dengan tertawa-tawa ia menegur. “Hm, bukankah engkau ini pemuda Bik Hui-liong yang berhasil merenggut 6 buah piala dalam pertandingan besar itu?”

Hui-liong berbangkit memberi hormat. “Benar, saudara ini........?”

“Aku orang she Gu, nama Tiang-an,” orang itu perkenalkan diri, “Orang persilatan memberi


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik