Cersil Sang Maha Sakti Raja GendengEpisode 7 : Pecinta Dari Alam Kematian (Sumpah Seribu Tahun)

Bab oleh rajagendeng ditulis Senin jam 8:33pm

Bab 1

Malam Sabtu Kliwon Seribu tahun setelah runtuhnya Istana Dewa Ruci.

Pulau Rakata tempat dimana Istana Suci itu dulunya berdiri diselimuti kabut tebal. Keindahan pulau dengan latar belakang gunung Krakatau yang menakjubkan lenyap ditelan kegelapan. Angin menderu. Langit gelap tanpa bintang dan rembulan. Ombak bergulung-gulung menyapu pedataran di pantai sepanjang


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 048

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:05am

SerulingUsrah 06 048

“Malah pada akhir-akhir ini, kalau piuw-ang diantar itu tak meliputi jumlah yang besar Ciong Piauw-tauw malah tak ikut serta. Dia hanya mewakilkan beberapa orang wakilnya dengan membawa kartu namanya..........

“Dan Piauw akan tiba di tempat dalam keadaan selamat, karena tak akan ada orang yang berani mengganggunya.......!!”

Pada saat itu


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 047

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:04am

SerulingUsrah 06 047

Selama mendengarkan cerita si bocah she Han itu, Jiauw-pie-jie-lay Khu Sin Hoo jadi heran. Dia juga tak mengerti mengapa sekali didorong saja Tie-jie terbinasakan?!

Maka dari itu, setelah Han Han menuturkan habis segalanya pada Sin Hoo, maka si paderi she Khu ini memeriksa keadaan si bocah Tie-jie.

Untuk kagetnya,


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 046

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:03am

SerulingUsrah 06 046

Ketika dia berbangkit, dari hidungnya telah mengucur darah segar..........!

Tie-jie telah ketawa mengiringi suara ketawa tabib, wajah mereka luar biasa, sangat bengis. Walaupun masih kecil sekali, tapi wajah Tie-jie membayangkan hawa pembunuhan. Sikapnya juga mengancam sekali.

“Dibunuh saja, Suhu?” tanyanya kemudian dengan suara riang.

Si tabib yang ternyata Suhunya, guru, dari


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 045

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:02am

SerulingUsrah 06 045

Lalu tanpa mengatakan apa-apa lagi, dia menuntun tangan si bocah she Han ini mengikuti tabib itu.

Han Han jadi tak tenang, dia terharu melihat paderi ini telah membela dirinya sampai begitu macam. Maka dari itu, walaupun tabib itu telah menjanjikan dirinya akan disembuhkan, tokh bocah ini telah mengambil keputusan


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 044

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:00am

SerulingUsrah 06 044

Dan si bocah berusaha untuk tersenyum, walaupun dengan bibir tergetar. Dia bermaksud untuk menghibur si paderi yang baik hati ini.

Tapi, bukannya terhibur hati Sin Hoo malah jadi tambah berduka. Hatinya seperti tersayat-sayat mendengar perkataan bocah itu.

“Ya.......... kau pasti akan sembuh!!” dia menyahuti cepat. “Loolap akan mencarikan obat untukmu!”


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 043

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 8:00am

SerulingUsrah 06 043

“Dia malah akan menggunakan akal busuk, akan membobolkan perahu kami ini dan akan menghujankan kami dengan panah-panah beracun!! Apakah orang-orang semacam dia ini patut diberi hidup?”

Miauw Siu, si kate gundul menoleh sekilas pada Ciu Wie, kawannya yang masih menggeletak tertotok itu. Kemudian dia menoleh kepada Thian-san-sian-eng. Si kate


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 042

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 7:59am

SerulingUsrah 06 042

Pada saat itu kapal yang besar yang meluncur perlahan sekali sudah semakin mendekat. Orang-orang Mo-in-shia yang berada di kedua perahu telah mendekatkan kendaraan air mereka itu pada kapal besar yang baru datang dan seorang demi seorang tampak, pindah ke kapal besar tersebut.

Wajah Thian-san-sian-eng semakin lama jadi semakin pucat


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 06 041

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 7:57am

SerulingUsrah 06 041

PADA saat itu perahu masih meluncur terus dengan diikuti oleh dua perahunya orang-orang Mo-in-shia. Biarpun menguntit terus, tokh kedua perahu Mo-in-shia tak berani datang dekat, mereka hanya mengikuti dari jarak yang cukup jauh.

Coa Wie Sie, si juragan perahu masih dag-dig-dug hatinya. Dia sering melirik ke arah kedua perahu


Seruling Haus Darah ~SerulingUsrah 05 040

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 7:26am

SerulingUsrah 05 040

Muka Thian-san-sian-eng jadi berubah merah, tapi mereka tak marah dan tak berani berlaku ceroboh. Karena tadi mereka telah melihat kegesitan orang, yang diduganya tentunya berkepandaian tinggi sekali. Mereka menyingkir ke tepi perahu.

Khu Sin Hoo telah menuju ke buritan perahu, dia menghadapi kawannya Ciu Wie.

“Dengarlah!!” teriaknya dengan suara yang


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik