Wiro Sableng: Dewi dalam PasunganDua

Bab oleh Nurslamet ditulis 2 jam lalu

Bukit Jatipadang hanya merupakan sebuah nama karena tidak pernah dijejaki penduduk
yang tinggal sekitar hutan luas dimana bukit itu
terletak. Disitu tidak ada binatang buas, tidak terdapat sesuatu yang angker. Hanya sulitnya mencapai bukit yang ditumbuhi sejenis tanaman penuh
duri yang terpesat kesana karena mengejar rusa
buruan. Kabarnya memang terdapat


Wiro Sableng: Dewi dalam PasunganSatu

Bab oleh Nurslamet ditulis 3 jam lalu

Matahari baru saja tenggelam. Dalam
udara yang beranjak gelap itu keadaan dipekuburan
Jati anom nampak diselimuti kesunyian padahal
belum lama berselang rombongan pengantar jenazah
yang berjumlah hampir seratus orang meninggalkan
tempat itu. Di u jung kanan tanah pekuburan,
dibawah sepokok batang Kemboja kecil tampak
seungguk tanah makam yang masih merah


Wiro Sableng: Dewi dalam Pasungan

Bacaan oleh Nurslamet ditulis 3 jam lalu

Untuk para Suhu yang ingin bernostalgia dengan cerita silat lokal klasik, saya hadirkan salah satu tokoh pendekar legendaris tanah air: WIRO SABLENG!

Ketika dunia persilatan tanah air diserbu bacaan cerita silat dari luar, tokoh Wiro Sableng dan tokoh-tokoh sakti lainnya karya pengarang Nusantara hadir menyeimbangkan khazanah bacaan cerita silat dan sama-sama


DivergentSebelas

Bab oleh Nurslamet ditulis 7 jam lalu

“Mereka yang tak menyukai pamrih dan egoisme, membentuk
Abnegation.”

Aku tak menyukai pamrih dan egoisme. Sungguh aku tidak suka.

“Dan, mereka yang membenci kepengecutan adalah para Dauntless.”

Tapi, rasa egoisku masih tetap ada. Aku sudah mencoba selama enam
belas tahun dan aku tak pernah merasa benar-benar tak memiliki ego
dan


Pesanggrahan Balas BudiBAB XXX - Desa Misteri - Bangkitnya Iblis

Bab oleh Bchan ditulis 8 jam lalu

"Bagaimana jika Khitan tahu bahwa Zhu Xicai sudah tewas disini? Tadinya memang kuberdoa supaya paman tidak membunuhnya tetapi justru Ia dibunuh anak buahnya sendiri. Lantas sebaiknya bagaimana?" tanya Li Kuo dengan mengerutkan dahi.

Yide tertawa lalu berkata.
"Tadinya kubisiki Zhu Ci untuk menyamar sebagai diri Zhu Xicai terlebih dahulu. Jadi Zhu Xicai


The Legend: Alien Vairus CoronamaChapter 6

Bab oleh Nurslamet ditulis 9 jam lalu

Masih di keraton Kencana Kumala...

Ruangan pengap nan redup itu terlihat suram. Tidak ada lampu penerang. Cahaya yang masuk dan sedikit menerangi ruangan itu berasal dari ventilasi udara yang terhubung keluar. Namun pembaca jangan berpikir ventilasi udaranya sebesar jendela kamar. Itu sangat salah. Yang benar hanya sebesar lubang jarum dimana ujungnya


Pesanggrahan Balas BudiBAB XXIX - Pemberontakan Prematur Zhu Xicai

Bab oleh Bchan ditulis kemarin jam 8:06pm

Yide mengenal orang ini dengan cukup baik, setelah tertawa Ia masuk ke dalam rumah bambu dan mengeluarkan pedang Kebajikan dan menuju ke arah penduduk yang diborgol rantai. Dengan menebas ratusan kali, borgol serta rantai sudah putus kesemuanya. Penduduk ingin berterima kasih kepadanya tetapi Yide mengatakan bahwa tadinya mereka sudah berterima


DivergentSepuluh

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 6:24pm

Tapi, kemudian kakiku sakit. Aku susah bernapas. Sekali lagi pikiranku
terpecah. Kami harus menaiki dua puluh lantai untuk mencapai ruang
Upacara Pemilihan.

Ayah memegang pintu di lantai dua puluh agar tetap terbuka dan
berdiri seperti penjaga saat setiap kaum Abnegation berjalan
melewatinya. Aku ingin menunggunya, tapi kerumunan orang di
belakang


DivergentSembilan

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 3:45pm

Ibu meraih tangan ayah dan mengusapkan ibu jarinya di atas tonjolan tulang tangan ayah dengan gerakan melingkar. Aku menatap mereka yang saling berpegangan tangan. Orangtuaku saling mencintai, tapi mereka jarang menunjukkan kasih sayang seperti ini depan kami.
Mereka mengajari kami kalau kontak itu begitu kuat, jadi aku sudah
terbiasa tidak


DivergentDelapan

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 3:05pm

“Kalian berdua hari ini naik bus?” tanyaku. Aku tak peduli bagaimana
Susan dan Robert pulang dari sekolah, tapi aku harus mengganti topik.

"Ayah kami harus pulang malam,” ujar Susan, “dan ayah bilang kami
harus merenung sebentar sebelum Upacara besok.”

Hatiku melompat saat Upacara itu disebut.

“Kalian boleh mampir nanti kalau kalian


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik