SadaAlam Biru

Bab oleh Nurslamet ditulis 10 jam lalu

Nilam, Roro dan Kinanti bertarung bagai singa terluka. Mengamuk. Perasaan cemburu, kesal dan marah yang berkecamuk dan bergelora di dalam dada ditumpahkan dan dilampiaskan dengan menghajar makhluk-makhluk astral penghuni Bukit tengkorak.
Alam biru menyambut amarah trio dara dengan masuknya unsur api ke tangan mereka. Kedua tangan trio dara merah membara bagai

Bab 43 dari 43 dalam Sada

SadaJurus Berdua Satu Tujuan

Bab oleh Nurslamet ditulis 22 jam lalu

"Dewi dan Panglima, sepertinya kita akan bertempur sampai titik darah penghabisan agar bisa keluar dari tempat ini." kata Sada pada Dewi Rembulan dan Panglima Braja Sena.
"Senopati Sada, apakah ada lagi musuh yang datang?" tanya Panglima Braja Sena.
"Sepertinya kesabaran mereka sudah habis atau ingin menghabisi kita secepatnya. Bersiaplah. Pasukan mereka dengan

Bab 42 dari 43 dalam Sada

Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 20

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 9:12pm

Jam setengah satu siang, berarti ada setengah jam waktu aku berada di tempat Mbak Lina, dan aku sudah duduk di kursi rotan yang ada di ruangan belakang Butik, ruangan dengan luas 5 meter persegi, ditata dengan artistik, setidaknya menurut pandanganku, dinding satu tembok dilapis wallpaper bermotif kembang, dipadu dengan warna


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 19

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 9:08pm

“Tadi aku melihat, tapi sekarang aku tak melihat,” jawab Ikrom.

“Ya udah, ntar bilangin ya kalau aku nyari dia.”

“Kenapa ndak bilang sendiri aja.” jelas Ikrom.

“Iya deh…” kata Lina sambil berlalu.

“Sst… sst..! orangnya dah pergi..” kata Ikrom setelah Lina berlalu.

Pas kebetulan Edy pun datang membawa celana, dan akupun lekas memakainya, lalu cepat-cepat


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 18

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 9:03pm

Setiap manusia itu selalu merasa cepat bosan bila berdiri dalam dunia yang tidak disukainya atau dunia yang bukan sama sekali dunianya, begitu juga aku, walaupun di dunia baruku itu semua materi selalu ada dan tercukupi, tapi hati yang dalam pencarian selalu cepat bosan dan seakan semuanya hambar sama sekali tak


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 17

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 8:59pm

Acara makan-makan pun cepat berlalu, apa yang dipesan tidak sampai seperempat jam telah pindah ke perut kami bertiga, dan terakhir ku sruput es kelapa muda, ah memang restoran memang kebanyakan cuma gengsinya doang, kelapa mudanya juga enakan yang bikinan pinggir jalan, bukannya aku ndak terima dengan apa yang telah aku


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 16

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 8:53pm

Karena tidak merasakan sakit, aku ya tetap diam saja, cuma suara cambuk ikat pinggang yang terus menghujaniku, bak-buk, bak-buk, “Sudah-sudah…!” teriak orang yang ada di ruangan itu, sementara orang yang ikut jum’atan pun sudah pada berdatangan memenuhi kaca, menatapku, juga dari pintu, dan segala lubang yang ada, aku seperti pencuri


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 15

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 8:44pm

Malam itu kembali aku menginap di setasiun, besoknya aku ikut kereta api KRD ke Surabaya, setelah dapat tempat duduk, aku pun tenggelam dalam wiridku, kereta belum juga berangkat, walau jam telah melewati waktu jadwal keberangkatan, di sebelahku kursi kosong, datang seorang pemuda kurus ceking dan duduk di sebelahku,

“Assalamualaikum mas…” sapa


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 14

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 8:35pm

Dua hari perjalanan, akhirnya aku sampai di kota Bojonegoro, selama dua hari ini aku tidur di alam bebas, juga hanya makan jambu hutan dan pisang yang tumbuh di hutan, jadi perut kempes, tapi aku berusaha untuk tawakal berserah pada yang memberi hidup, sore hari ketiga setelah keluar dari tempat pak


SadaKi Buyut Juringkang

Bab oleh Nurslamet ditulis Sabtu jam 6:43pm

Kita mundur beberapa menit ke belakang...

Kilas balik satu:

Roro Andini berhadapan dengan genderuwo. Serangan mematikan Roro Andini bisa dibendung genderuwo. Jurus-jurus mautnya pun bisa dihindari, bahkan serangan balik genderuwo membuat Roro Andini terdesak. Ketika terdesak itulah Roro Andini melihat Kinanti menggenggam tangan Sada. Hati Roro Andini menjadi panas. Api cemburu

Bab 41 dari 43 dalam Sada

Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik