satria wilwatikta

Bacaan oleh delfi ditulis Selasa jam 10:32am


Semara Tungga 2Cerita Sisipan

Bab oleh Nurslamet ditulis Senin jam 4:16pm

Ini cerita sisipan, bukan bab aslinya. Yah, anggaplah sebagai bab bonus. Hehehe.

*****

Sesosok ninja berlutut di depan Prabu Kudungga. Wajahnya tertutup kain hitam. Hanya matanya saja yang terlihat.

"Bagaimana keadaan putriku, Ki Bayang?" tanya Prabu Kudungga pada sosok ninja yang berlutut di depannya.

"Awalnya tidak ada yang terjadi, Gusti Prabu, sampai suatu hari


Semara Tungga 2Kabur

Bab oleh Nurslamet ditulis Minggu jam 1:12pm

Matahari baru saja terbit. Penduduk desa Pohaci dikejutkan dengan bunyi kentongan tanda harus berkumpul di balai desa. Di desa Pohaci memang ada kebiasaan memukul kentongan bila ada hal penting yang harus segera diketahui warga. Yang ditugaskan memukul kentongan biasanya carik atau juru tulis desa. Bunyi kentongan yang dipukul berbeda-beda sesuai


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.129

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:37pm

Dusunpawan 11.129

Darah di seluruh tubuhnya seperti mengalir keras, membuatnya semakin segar. Karena pengerahan tenaga luar biasa itu dilain saat ia mendadak bermandikan peluh.

Boleh dibilang sekejab setelah itu, habislah pengaruh racun di dalam tubuhnya, di dalam sekejab juga pulihlah kesehatannya, maka ia menjadi segar seperti sedia kala!

Tepat waktu itu maka


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.128

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:36pm

Dusunpawan 11.128

Ay Lan menangis saja, tak ia menghiraukan permintaan orang itu.

Hoay Giok menghela napas masgul. Ia tahu, percuma ia bicara Iebih jauh. Maka ia bertindak ke dinding, untuk mencoba pula mencari jalan keluar.

Tengah ia mencari itu, sekonyong-konyong terlihat sinar terang berkelebat. Lantas setabung rumput kering terlemparkan masuk ke dalam


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.127

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:35pm

Dusunpawan 11.127

Suara itu sama dengan suaranya Bu Kim Hong dan datangnya seperti dari pojok timur. Hoay Giok dengan sebat berlompat sambil ia menyerang dengan telunjuknya ke arah itu, tetapi kesudahannya ia kecele, sebab ia kena menotok tembok. Ia kembali dengan masgul.

Un Ay Lan tertawa dingin, “Dan sekarang kau toh bukannya


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.126

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:34pm

Dusunpawan 11.126

Lantas keduanya mencari tempat duduk.

“Apa yang bakal aku tuturkan ini tak dapat dikatakan yang mengenai urusan kaum Rimba persilatan,” si nona mulai. “Itulah suatu peristiwa yang terjadi belum terlalu lama dan terjadinya di Cee-thian-chung.”

“Oh, begitu!” kata Hoay Giok, terperanjat. Tapi segera ia insyaf yang ia telah berbuat keliru maka


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.125

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:33pm

Dusunpawan 11.125

“Hm!”' anak muda kita memperdengarkan suaranya. Ia memutar pedangnya dengan cepat, ia menyapu setiap serangan, maka juga bukannya ia mundur, ia justeru maju, hingga ia adalah pihak yang seperti memegang kendali.

Liauw Lip Wie membuat perlawanan baik. Habis menghalau ancaman bahaya, berseru dengan isyaratnya, terus ia merangsak pula. Nampaknya baik


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.124

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:32pm

Dusunpawan 11.124

Tapi walaupun demikian, tak sudi ia berlaku alpa. Hanya dilain saat, ia mulai merasa heran. Mereka belum juga tiba di tempat tujuan…….

“Eh, eh,” katanya. “Kenapa kita masih belum sampai juga?”

“Segera kita akan sampai!” sahut pengantar itu, tetapi suaranya tawar…... Dan dia berjalan terus dengan kepala tunduk.

Di dalam chung-ih itu


Dusun Tanpa Lawan, Bu-tek-po ~Dusunpawan 11.123

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:31pm

Dusunpawan 11.123

32

“KAU MUNDUR!” mendadak terdengar suara keras, yang memerintah, disaat si orang she Lauw mau menerjang orang di depannya itu.
“Susiok!” berkata Tay Goan. “Aku percaya dalam tiga gebrakan dapat aku menghajar mampus bocah ini!”

“Kau bermimpi!” kata orang, yang berada ditempat gelap itu. “Sekalipun tenagamu tambah lagi satu lipat, kau masih


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik