Satria WilwatiktaEpisode 6 ( Mendung Di Atas Singgasana 2 )

Bab oleh amur ditulis 2 jam lalu

Raden Cakradara telah berada di kediaman Mahapatih Arya Tadah, disana juga telah hadir Dyah Tribhuawana , Pranayam, Ayu Wandira Dan Patih Gajah Mada. Raden Cakradara diminta datang memenuhi penggilan Dyah Tribhuwanna, gadis cantik itu yang jika tak ada halangan purnama depan akan menjadi istrinya..
‘’ Adinda, purnama depan kita akan melansungkan


Menertawakan Dunia Persilatan(93) Kejutan di Upacara Pelantikan

Bab oleh antapurwa ditulis 4 jam lalu

Keduanya mempercepat langkah menjauhi keenam orang tua konyol yang masih berdebat persoalan tidak penting itu. Sayup-sayup terdengar Dewa Dahan Persik berkata, “Tentu saja namanya Lisuo Dangran Bukebujie, artinya ‘Tanpa Membantah Tanpa Ragu Tidak Boleh Tanpa Pantangan’.”

Dewa Bunga Persik bertanya, “Lantas, kalau Lisuo Dangran Bukebujie memiliki murid, diberi gelar apa?”

Dewa Ranting


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 100 “(TAMAT) KEMATIAN MAHARAJA SEMBILAN DEWA DAN AKHIR DARI KEKISRUHAN”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

ARAM jejakan kakinya hingga ia berada diudara, dan bagai gasing berkecepatan kilat tubuhnya berputar dahsyat. itulah jurus bumi berhenti berputar.

Maharaja Sembilan Dewa tertawa latah. segera iapun memutarkan tubuhnya dan dengan dahsyatnya dua buah pusingan dahsyat manusia yang berseliweran dengan tenaga dalam dan angin.

Beradu....beradu diudara.

“Blaaarrrrrr”

“Jdarrrrr”

Ledakan dahsyat bak nuklir yang meledak


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 99 “BALA BANTUAN”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

Tubuh Aram jatuh kebumi dengan bantuan saypnya yang di kuncupkann. perlahan tubuhnya berubah menjadi kemerahan terkena gesekan udara.

“Wungggg”

Pertarungan berhenti dan menatap langit, dan mereka melihat sebuah meteor berwarna merah menyala jatuh kebumi menuju dimana Maharaja Sembilan Dewa berada.

Jarak duapuluh tombak dari bumi, Aram menarik kedua tangannya secara perlahan seakan menarik


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 98 “PERANG DUNIA RIMBA HIJAU KE-DUA”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

“Sepertinya persiapanmu kurang matang Maharaja sembilan Dewa!” Aram mengejek sambil tertawa sinis.

“Ya, Aku telah melakukan hal yang sama dengan pendahuluku, tergelapkan oleh kejayaan” Jujur sekali ucapan Maharaja sembilan Dewa.

“Aku suka akan kejujuranmu Maharaja sembilan Dewa” Aram mangut-mangut.

“Terimakasih atas pujianmu itu, tapi maaf... aku akan mengambil nyawamu itu!” halus sekali ucapan


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 97 “PENGKHIANATAN YANG BERTUBI-TUBI”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

tok..tok, suara langkah kaki orang berjalan dalam lorong, tak lama kemudian keluarlah seorang pemuda berwajah pucat berseragam Nawa Awatara, ditangannya terjinjing sebuah Pedang panjang berlumuran darah.

“Ragid.! kemanakah saja kau, mana anak buahmu, mengapa kau tak menuruti perintahku!” teriak Maharaja Sembilan Dewa marah.

“Maafkan aku Maharaja Sembilan Dewa, sejak dahulu aku selalu


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 96 “KEMATIAN KI JALAK DAN SI PEMABUK DARI SELATAN”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

Plok...Plokkkk...Plokk.....

Seseorang menepuk tangannnya beberapa kali, Ki Jalak dan yang lain berpaling, dilihatnya seseorang yang memberikan tepuk tangan itu. ternyata adalah seorang pemuda berusia sekitar duapuluh sembilan tahunan, wajahnya cakap dengan tahi lalat di atas alis sebelah kiri, hidungnya mancung, bibirnya tipis seperti perempuan. rambutnya sebatas pundak memakai baju merah darah,


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 95 “PERTARUNGAN PARA DATUK”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

Di malam yang benderang itu angin bertiup cukup kencang. bulan yang bulat bersinar dengan indahnya, udara begitu dingin membekukan tulang. Namun keadaan alam yang nampak bersahabat itu tidak sebanding dengan keadaan dibawahnya, tampak beberapa sosok malah berhadapan disebuah halaman, sementara di sekelilingnya juga tampak berkeliling beberapa manusia berpakaian hitam.

Rupa-Rupanya


PENDEKAR SERIBU DIRIBAB 94 “SEMBILAN BENIH CALON PEMBAWA PETAKA”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

“Tik....Tik...Tik..!”

Suara Air yang jatuh dari ketinggian mengiringi bagai musik yang berdentang seperti irama lagu, “Ketua,...!” sapa seorang pemuda berpakaian hitam, Rambutnya gondrong sebatas bahu.

“Ya, Ada apa Sangkoro?”

“Emch. Semuanya sudah berkumpul..!”

“Baik... Antarkan aku kesana!” Keduanyapun segera pergi kesebuah tempat lapang didekat batu cadas berwarna hitam selaras dengan keadaan


PENDEKAR SERIBU DIRI93 “BERKUMPULNYA PASUKAN BENDERA AWAN LANGIT”

Bab oleh aone ditulis 10 jam lalu

Pagi baru saja menyingsing. Matahari masih enggan menampakkan dirinya. Hanya rona merah jingga yang membias dari balik gunung sebelah Timur. Namun di pagi yang masih tertutup kabut itu terlihat Suatu rombongan berjumlah enam orang berkuda berpacu cepat meninggalkan debu yang mengepul di udara. Dilihat dari ciri-cirinya, enam orang berkuda itu


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik