PANJI SAKTI32. Kemurkaan Alam

Bab oleh andu0396 ditulis 8 detik lalu

32. Kemurkaan Alam

Sementara keempat tokoh yang masih bertempur dengan sengitnya di lapangan itu, tetap belum ada kesudahannya. Hanya saja perasaan mereka saling berlainan. Kalau Swat-san Lojin dan Thian-lam-ping-siu girang akan hasil dari kawannya yang lain, adalah sebaliknya Lam-hay Ji-lo menjadi gelisah.

Anak muridnya yang paling diandalkan yakni keempat thian-ong itu, sudah


PANJI SAKTI31. Penjara Air

Bab oleh andu0396 ditulis semenit lalu

31. Penjara Air

Coa Leng menghela napas, ujarnya dengan rawan: „Lebih dari sepuluh tahun aku seolah-olah sudah mati, tiada memiliki harapan hidup lagi. Tapi sayang kau yang masih muda, harus mengawani aku si wanita buta hidup dalam penjara di bawah tanah. Aku menghela napas karena memikirkan nasibmu.......”

„Mengapa harus berputus asa, kau


PANJI SAKTI30. Isteri Swat-san Lojin

Bab oleh andu0396 ditulis 2 menit lalu

30. Isteri Swat-san Lojin

Pukulannya berhasil, Bo-ang tambah bersemangat. Dia segera mencari tahu mana-mana anak buahnya yang perlu dibantu. Cepat dia melangkah kearah partai Ji-Sian-ong. Sembari maju menghantam, dia suruh kedua Sian-ong itu mundur untuk mencari Tan He Kongcu.

Karena thian-ong muka hijau yang menjadi pemimpinnya kalah, ketiga thian-ong lainnya segera pecah


PANJI SAKTI29. Adu Kekuatan

Bab oleh andu0396 ditulis 3 menit lalu

29. Adu Kekuatan

Saat itu dilapangan tersebut tengah berlangsung pertempuran sengit antara orang-orang Lam-hay-pay dan Siao-ngo-tay-san. Swat-san Lojin bertiga bersembunyi dalam hutan yang terpisah sepuluhan tombak.

Jelas kelihatan bagaimana orang-orangnya Bo-ang Sancu bertempur dengan garang melawan keempat Toa-thian-ong dari Lam-hay-bun. Disamping riuh gemuruh teriakan orang, genting gemerincing senjata beradu, pun barisan


PANJI SAKTI28. Ah, Malu. . . . . . .

Bab oleh andu0396 ditulis 4 menit lalu

28. Ah, Malu. . . . . . .

Tan He tertawa geli, sahutnya: „Tolol kau ini! Kuda memang tak dapat bicara, tapi say-cu-hoa itu seekor kuda sakti. Cici Peng penuju sekali kepada say-cu-hoa, pernah dia berkata padaku 'alam menciptakan makhluk semesta dan manusia adalah makhluk yang tertinggi, dapat menguasai seluruh


PANJI SAKTI27. Jangan lengah menjaga orang

Bab oleh andu0396 ditulis 5 menit lalu

27. Jangan lengah menjaga orang

„Apakah hal itu berbahaya sekali?" tanya Ceng Ih.

„Memang sungguh berbahaya, karena kau tak mengetahui bagaimana pribadi Lian Hoa Kaucu itu. Kelak pabila Thian-lam-ping-siu menyertai, itu tentu berlainan halnya. Betapa panjang lebar keteranganku ini, akhirnya toh kembali pada apa yang kukemukakan dimuka tadi. Itu tidak termasuk ilmu


PANJI SAKTI26. Kiranya Dia

Bab oleh andu0396 ditulis 7 menit lalu

26. Kiranya Dia

Saat itu kembali sang angin membawakan suara helaan napas itu. Dengan pusatkan perhatiannya dapatlah kini dia mengetahui arah datangnya. Dia ambil putusan hendak menjenguk orang itu.

Tapi belum lagi dia mengayun langkah, atau kembali suara bernada tua itu terdengar. Bahkan kali ini bukan melainkan menghela napas saja, tapi bernyanyi:

Duhai,


PANJI SAKTI25. Pertunjukan Yang Gagal

Bab oleh andu0396 ditulis 8 menit lalu

25. Pertunjukan Yang Gagal

„Benar, mengapa?"

Wanita itu menghela napas, serunya: „Siangkong, sungguh lucu kata-katamu itu. Telah kukatakan tadi, bahwa kita terpaksa pasrah nasib melihat Siao-kui diculik. Kami tak mengharap kau melakukan sesuatu yang berbahaya untuk kami. Ketahuilah, bahwa sejak partai agama itu berdiri, belum pernah ada seorang yang pulang selamat waktu


PANJI SAKTI24. Penganut Agama Ko-tong-kau

Bab oleh andu0396 ditulis 9 menit lalu

24. Penganut Agama Ko-tong-kau

Usia Hoa-hoa Kongcu itu hampir sebaya dengannya, tapi segala gerak geriknya telah diperhitungkan dengan tepat oleh orang muda itu. Kalau tiada si orang gaib Tian-to-kian-gun, tentu pada saat ini dia akan sudah tak bernyawa lagi. Karena bukankah menurut pesan supehnya, Panji masih, orangnya hidup, Panji hilang, orangnyapun


PANJI SAKTI23. Air Tuba Dibalas Air Susu

Bab oleh andu0396 ditulis 10 menit lalu

23. Air Tuba Dibalas Air Susu

Ada sebuah pepatah Tionghoa mengatakan „lay cia put san, san cia put lay" artinya: yang datang tentu tidak baik, yang baik tentu tidak datang. Pepatah itu bermakna, biasanya apa yang kita harapkan itu tidak datang, sebaliknya yang tidak diharap, malah datang. Pepatah itu ada hubungannya


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik