Kisah Si Tawon Merah Bukit Heng-san1.3. Si Tawon Merah

Chapter by alysa posted 17 hours ago

1.3. Si Tawon Merah

Cin Lan menghampiri dan merangkulnya. “Adik Bwee Hwa, marilah engkau ikut dengan kami ke rumah. Engkau bukan saja telah menyelamatkan kami, akan tetapi aku sudah menganggap engkau sebagai adikku sendiri. Marilah, Bwee Hwa!”

Nyonya Thio juga membujuk. “Bwee Hwa, kami mohon agar engkau suka ikut dengan kami. Kami


Kisah Si Tawon Merah Bukit Heng-san1.2. Penyelamatan Keluarga Thio-taijin

Chapter by alysa posted 17 hours ago

1.2. Penyelamatan Keluarga Thio-taijin

Beberapa orang laki-laki yang sedang berdesakan itu melotot dan mereka terbelalak memandang kepada Bwee Hwa dengan penuh kagum. Memang gadis ini mirip Thio-siocia, cantik jelita, bahkan lebih cantik ditambah gagah lagi. Mereka berseru kagum dan seruan ini membuat sebagian besar pria yang sedang menonton ke dalam menengok.


Kisah Si Tawon Merah Bukit Heng-san1.1. Hemmmm, engkau…… takut?

Chapter by alysa posted 17 hours ago

1.1. Hemmmm, engkau…… takut?

Musim dingin baru tiba. Bunga-bunga salju kecil ringan bagaikan kapas melayang-layang turun dari langit, bertebaran menutupi segala benda di permukaan bumi. Di mana-mana tampak putih, putih bersih menyedapkan penglihatan. Biasanya, pada awal musim salju, segalanya tampak indah. Warna keputih-putihan yang bersih itu diselingi warna totol-totol hitam dari


Kisah Si Tawon Merah Bukit Heng-san

Literature by alysa posted 17 hours ago

“Bwee Hwa, engkau tidak mengecewakan hati gurumu. Tidak sia-sia kiranya aku menculikmu dahulu dan mengambilmu sebagai murid. Akan tetapi engkau tidak usah merasa berhutang budi kepadaku, Bwee Hwa. Engkau tidak berhutang apapun kepadaku, karena akupun tidak merasa menghutangkan apa-apa kepadamu. Aku tidak merasa telah memberi apapun kepadamu dan kalau pelajaran


Pendekar Cengeng12.3. Permusuhan antara Keluarga Yu dan Liem

Chapter by alysa posted 17 hours ago

12.3. Permusuhan antara Keluarga Yu dan Liem

Yu Lee menggeleng kepala. “Maaf nona bukan sekali-kali saya seorang pelayan berani lancang mulut mencampuri urusan pribadi nona. Akan tetapi nona amatlah baik kepada saya, juga keluarga Yu telah menanam budi besar kepada saya. Oleh karena itu bolehkah saya mengetahui apa sebabnya nona mencari


Pendekar Cengeng12.2. Berani kau melukai pelayanku......?

Chapter by alysa posted 17 hours ago

12.2. Berani kau melukai pelayanku......?

Siok Lan meloncat bangun diturut oleh Yu Lee yang bangkit juga dengan tenang. “Wah, memang tidak salah dugaanku! Ang-kin Kai-pang hanyalah sekumpulan perampok yang menyamar sebagai pengemis kelaparan! Sungguh hal ini amat memalukan golongan liok-lim (perampok) dan kai-pang (kaum pengemis) yang tulen!”

Kakek pengemis itu mengangkat tongkatnya


Pendekar Cengeng12.1. Apa...? Kau... minta digaplok, A-liok?

Chapter by alysa posted 17 hours ago

12.1. Apa...? Kau... minta digaplok, A-liok?

Dara itu menghela napas panjang. “Engkau tidak mengerti keadaan hati wanita, Siong-koko. Aku dan Suci Lauw Ci Sian mempunyai pendapat yang sama. Kalau ada laki-laki yang melihat keadaan kami bertelanjang bulat seperti dahulu itu, dia harus kami bunuh! Itulah sebabnya mengapa kami membunuh Yang-ce Su-go.


Pendekar Cengeng11.3. Pernyataan Kasih Pendekar Perkasa

Chapter by alysa posted 17 hours ago

11.3. Pernyataan Kasih Pendekar Perkasa

Untuk menjadi seorang raja bijaksana seperti itu membutuhkan rasa cinta kasih yang mendalam kepada rakyat dan negaranya, terutama kepada rakyat kecil. Pemerintah Goan adalah pemerintah penjajah, kaisarnya pun seorang asing. Tentu saja andaikata ada perasaan kasih sayang di hatinya terhadap rakyat, maka bukanlah rakyat yang dijajahnya,


Pendekar Cengeng11.2. Dua Pasang Sejoli Pemimpin Pasukan

Chapter by alysa posted 17 hours ago

11.2. Dua Pasang Sejoli Pemimpin Pasukan

Di dalam hutan kecil itu mereka berdua duduk di bawah pohon besar, menanggalkan topi dan mengebut-ngebut leher mengeringkan keringat. Dua orang gadis ini sama sekali tidak tahu bahwa semenjak mereka memasuki hutan, banyak pasang mata mengikuti gerak gerik mereka mata yang memandang penuh gairah ke


Pendekar Cengeng11.1. Totokan Gelap Sang Pelayan

Chapter by alysa posted 18 hours ago

11.1. Totokan Gelap Sang Pelayan

Pukulan itu cepat menyambar ke arah dada Yu Lee. Pemuda ini maklum bahwa kalau ia tidak cepat-cepat mengakhiri pertandingan ini tentu rahasianya akan terbuka, maka ia sengaja seperti tidak tahu akan datangnya pukulan ini.

“A-liok, awas......!” teriak Siok Lan.

Namun terlambat, biarpun A-liok yang bingung itu menggerakkan tubuh,


Articles

Reviews

Literatures

Catalog

Statistics