Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.34

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:39pm

PianSayHongin 02.34

XVIII.

Sebentar kemudian, orang itu sudah sampai di atas lauwteng, hingga Siangkoan Hiok bisa lihat tegas seluruh tubuhnya. Dia tak bertubuh tinggi, gerak-gerakannya halus sebagai anak sekolah saja. Hawa ada dingin, toh ia tak pakai kopia.

Dan bajunya, ada dari bahan sutera yang tipis. Di pinggangnya, ia ada memakai ang-kin


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.33

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:37pm

PianSayHongin 02.33

“Kawanan dari Ah-bie-ciu ini ada sangat jumawa!” ia berseru. “Bukankah selainnya sekalian kee-ciang dan serdadu, masih ada loo-suhu beramai di sini? Apa mereka bisa berbuat kalau aku kurung istana dan larang siapa juga keluar masuk? Aku mau lihat, setelah tiga hari, apa mereka bisa bikin!”

“Pikiran Ciangkun ada sempurna,” kata


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.32

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:36pm

PianSayHongin 02.32

XVII.

Dua serdadunya Thio Tek Piauw masuk ke dalam guha dengan jalan beruntun, satu di depan, satu pula di belakang, jaraknya ada sedikit jauh. Mereka berjalan di dalam terowongan yang gelap. Tiba-tiba yang pertama ada yang tubruk dan peluk, sebelum ia berdaya, lehernya dicekek, begitu keras, laksana ia lercekek besi,


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.31

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:34pm

PianSayHongin 02.31

Hek Bouw Tan seperti tak perhatikan laporan itu, hanya menoleh pada Loo-sam, ia tertawa.

“Lihat, tak salahlah dugaanku!” kata ia. “Begitu lekas sampai disini, kita sudah lantas cium baunya arak! Aku percaya, Loo-kiu juga mestinya telah tenggak tak sedikit! Percaya aku, satu kali ia mesti rubuh karena arak, atau ia


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.30

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:33pm

PianSayHongin 02.30

Apakah bisa jadi mereka tak akan datang dan datang lagi? Bencana terlebih hebat bagaimana mereka bakal terbitkan pula? Bagaimana itu semua nanti bisa dicegah teruwarnya?

Liong Cay Thian nyatakan dugaannya hertog ini cocok sama ia punya dugaan.

“Oleh karena itu,” ia nyatakan kemudian, “Daripada kita duduk diam menantikan mereka datang dan


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.29

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:32pm

PianSayHongin 02.29

Aku mendongkol melihat sikapnya itu, apa pula terang sekali, mereka pandang tak mata orang-orang di Kok-kong-hu. Aku mengerti mereka punya bahasa rahasia, tapi aku sengaja, maka aku sahuti.

“Manusia ada bahasanya manusia, binatang ada bahasanya binatang, tapi bahasamu ada bahasa negeri mana, aku tak mengerti. Di sini aku sedang menonton,


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.28

Bab oleh andu0396 ditulis Jumjam jam 8:31pm

PianSayHongin 02.28

“Celaka…...” pikir jago tua ini, apabila ia sudah mengawasi sekian lama. Maka ia lantas gunai kepandaiannya lari, akan menyusul, akan memegat dua orang itu.

Orang yang kabur itu melihat bayangan, ia menghampirkan. Nyata ia ada Tong-pek-wan Thio Kiat, yang napasnya sengal-sengal.

“Hati-hati, suhu, ini penjahat perempuan ada liehay…….!” demikian ia cuma


Cersil Sang Maha Sakti Raja Gendengepisode 17 Amanat Dari Liang Lahat

Bab oleh rajagendeng ditulis 11 September jam 9:02pm

Matahari sudah semakin meninggi ketika murid dua tokoh aneh dari pulau Es itu keluar dari balik pohon besar.

Dengan wajah membersitkan perasaan lega.

Sambil mengusap perut, Sang Maha Sakti Raja Gendeng kembali ketepi sumur tua tempat di mana dia meninggalkan Raja Pedang.

Ketika sampai ditempat itu, ternyata Raja Pedang sudah tidak berada lagi


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.27

Bab oleh andu0396 ditulis 11 September jam 6:30am

PianSayHongin 02.27

Berada dekat si penjahat, aku dapat baukan bau arak yang keras. Ia ada kecil dan kurus, tapi matanya sangat tajam. Dalam hal ilmu entengi tubuh, ia ada terlebih pandai daripada aku.

Itu waktu, rupanya, pengaruh arak Cui-cian-ang sedang bekerja, ia jongkok di atas genteng, ia berdiam, romannya mau tumpah-tumpah.


Pian Say Hong In ~PianSayHongin 02.26

Bab oleh andu0396 ditulis 11 September jam 6:28am

PianSayHongin 02.26

Ia jatuh di atas tubuhnya si penjahat, ia tertawa dan kata. “Oh, penjahat, kau sial!' ia tekan penjahat itu, hingga kita gampang ringkus padanya.

Kemudian penjahat pengemis ini ke belakangi kedua tangannya, untuk kita ikat juga. Ia jadinya telah serahkan diri. Tek Piauw ingin dengar keterangannya si penjahat pengemis


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik