Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [132]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:27pm

Tengkorak Iblis XII [132]

“Mengapa terkedjut? Bukankah tadi kalian berdua telah berulang kali menjebutku sebagai botjah setan? Anggap sadja botjah setan!!” dan setelah berkata begitu si-botjah tertawa gelak-gelak, dia menganggap lutju telah memperrnainkan kedua pernuda ini.
"Djangan main-main .....!” bentak Sung Pie dengan suara jang bengis.
''Kalau memang aku ingin bergurau, apakah


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [131]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:26pm

Tengkorak Iblis XII [131]

Kedua pemuda ini tidak mau melajani djago wanita ini, mereka telah memutar tubuh mereka dan dengan tjepat berlari-lari meninggalkan tempat itu.
Si nenek berambut putih itu masih berdiri ditempatnja dan dia tertawa hihihi tidak hentinja, dia mengeluarkan Siephoa (alat menghitung Tionghoa), diambil dua bidji Siephoa itu dan dimasukkan


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [131]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:26pm

Tengkorak Iblis XII [131]

Kedua pemuda ini tidak mau melajani djago wanita ini, mereka telah memutar tubuh mereka dan dengan tjepat berlari-lari meninggalkan tempat itu.
Si nenek berambut putih itu masih berdiri ditempatnja dan dia tertawa hihihi tidak hentinja, dia mengeluarkan Siephoa (alat menghitung Tionghoa), diambil dua bidji Siephoa itu dan dimasukkan


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [130]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:25pm

Tengkorak Iblis XII [130]

Didalam waktu jang sangat dingkat mereka telah berlari-lari sampai diluar perkampungan tersebut.
Tetapi kedua sosok bajangan itu masih berlari-lari sedangkan hudjan turun semakin deas.
Angin djuga bertiup keras, tetapi tidak dipedulikan oleh kedua orang itu.
Mereka rupanja sedang berkedjaran dengan waktu dan tidak mengatjuhkan tjuatja jang buruk itu.
Ketika sampai di


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XIII [129]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:24pm

Tengkorak Iblis XIII [129]

Lama djuga Tjing San memeriksa gedung tersebut, tidak ditemukannja seorang manusiapun djuga.
Tetapi waktu sampai di ruangan belakang, tiba-tiba berkelebat sesosok bajangan diantara semak belukar.
Tjepat luar biasa Tjing San mendjedjakkan kakinja, bagaikan seekor burung elang jang menjambar seekor kelintji, Tjing San telah mentjekuk leher orang itu, dibantingnja keras


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [128]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:24pm

Tengkorak Iblis XII [128]

Tjing San tidak menjahuti, dia melangkah terus dengan tindakan kaki jang perlahan-lahan, mukanja tetap kaku tidak memperlihatkan perasaan apapun djuga, dia hanja memandang penuh kemarahan dan kegusaran jang amat sangat, perasaan ingin membasmi dan membunuh seluruh orang-orang Giok Kiam Pay tersebut.
Maka dari itu, walaupun Tjing San melihat


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [127]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:22pm

Tengkorak Iblis XII [127]

Dan arus tenaga jang keluar dari telapak tangannja itu malah telah menggempur kelima orang penjerangnja.
Hebat sekali kesudahannja dari bergeraknja kedua tangan Tjing San.
Dengan mengeluarkan suara “plak, plok” berulang kali jang amat keras, segera disusul oleh suara djeritan jang beruntun. Tampak kelima penjerang Tjing San telah terpental keras


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [126]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:21pm

Tengkorak Iblis XII [126]

Bulu tengkuk si botjah djadi berdiri kaget bukan main, rupanja dibawah lubang itu terdapat suatu alat jang bisa mematikan, karena suara djeritan jang terdengar saling susul itu berasal dari suara Siauw Kim Liong , Yo Sun Miang, Sung Su Lung dan Ong Sui Giok.
Belum lagi Tjing San


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [125]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:21pm

Tengkorak Iblis XII [125]

TJAHAJA matahari pagi memantjiarkan sinarnja jang hangat.
Tampak Siauw Kim Liong dan jang lain-lainnja telah bersiap-siap untuk berangkat menjatroni markas Giok Kiam Pay itu.
Serelah sarapan pagi, merekapun telah berangkat menudju kemarkas Giok Kiam Pay.
Pintu depan dari gedung jang didjadikan markas Giok Kiam Pay tampak tertutup rapat".
Sung Su Lung


Tengkorak IblisTengkorak Iblis XII [124]

Bab oleh Goldy ditulis kemarin jam 3:19pm

Tengkorak Iblis XII [124]

“Djangan sentuh tubuhku! Djangan sentuh tubuhku tua bangka!!” teriak An Tjiang Tjindjin dengan gugup.
Siauw Kim Liong heran sekali melihat ketakutan jang hinggap pada diri Todjin itu, mereka djadi memandangi sadja.
Sedangkan Sung Su Lung telah bekerdja tjepat, dia telah mengulurkan tangannja.
Dan ….. breeettt!” lengan djubah pendeta ini


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik