AGUNG KLUWUNG (SADA 3)Mohon Pendapat Para Suhu. Lewat Mana Si Kluwung Keluar?

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 9:25pm

Hamil di luar nikah adalah aib memalukan bagi pihak wanita. Cermin kegagalan orangtua dalam mendidik dan mengawasi anak gadisnya. Nama baik keluarga tercoreng dan tercemar. Hal itu kini dialami Prabu Rakesanjaya yang merasa kecolongan. Tembok tebal keputren setinggi empat meter dan area dalam keputren yang terlarang bagi laki-laki tidak menjamin


pendengkar pendekar negeri tayli

Bacaan oleh buditaslim ditulis Minggu jam 12:31pm


AGUNG KLUWUNG (SADA 3)Siapa yang Sudah Menghamilimu, Nduk? Jawab!!

Bab oleh Nurslamet ditulis Sabtu jam 8:21pm

Kolam pemandian keputren airnya sangat jernih dan sebening embun hingga tidak bisa menyembunyikan keindahan lekuk tubuh Dewi Parwati. Diusianya yang baru memasuki tujuh belas tahun, sang putri bagai sekuntum bunga mawar yang sedang mekar-mekarnya.Kecantikan wajahnya dan keindahan tubuhnya telah mengundang beberapa pangeran negeri tetangga untuk mempersuntingnya. Namun Dewi Parwati yang


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 072

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:52am

MurunPasir 1 09 072

Apa sebenarnya yang telah terjadi diselat Bu-ceng-hiap?

Mari kita balik kepada Heng-hay Kouw-loan. Malam itu, setelah rebut mulut dengan Lim Tiang Hong, kemudian pemuda ini berhadapan musuh-musuh kuat, malam itu sebenarnya si nona sudah tahu kalau Lim Tiang Hong sedang menghadapi banyak kawanan tangguh.

Semula memang maksudnya


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 071

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:51am

MurunPasir 1 09 071

Selagi ketiga pihak masih dalam ragu dan sangsi-sangsi, sedang berjaga-jaga untuk kepentingan masing-masing, tiba-tiba dari belakang kelenteng terdengar suara bentakan keras dan seorang tinggi besar telah melayang dan menerjang Liong-hoaw Koancu.

Tangannya menyerang cepat laksana kilat. Dalam waktu sekejapan telah melancarkan serangan beruntun sampai delapanbelas kali.

Perbuatan yang


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 070

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:50am

MurunPasir 1 09 070

“Lekas minggir! Aku tak mengijinkan kalian mengacau lagi!” Kemudian ia sendiri sudah bangkit berdiri dan kepada Lim Tiang Hong, sambil anggukkan kepala, berkata.

“Ada urusan apakah Siauw sicu sampai memerlukan datang ke mari?”

Lim Tiang Hong sambil membalas hormat lantas menjawab. “Aku yang rendah sengaja datang untuk menengoki


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 069

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:49am

MurunPasir 1 09 069

Kini barulah sadar Lim Tiang Hong kalau dirinya telah masuk perangkap. Tetapi tak takut ia, sambil menenangkan pikiranya, mengawasi keadaan sekitarnya.

Kamar itu ternyata terbuat dari batu alam seluruhnya. Satu-satunya lubang untuk meloloskan diri adalah itu pintu yang telah tertutup besi tebal.

Ketika dicobanya menghampiri dan mengetuk pintu


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 068

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:48am

MurunPasir 1 09 068

Lim Tiang Hong dalam cemas dan gusarnya, lantas menggunakan ilmu Siauw-yang It-ku-sin-kangnya dikedua belah tangannya, sambil ketawa menyeringai balas mengadakan penyerangan.

“Blung! Blung!”

Suara nyaring berkali-kali lantas terdengar. Dua-dua pihak terpental mundur.

Ho-siu Ciat-liong berdiri alis dan rambutnya, matanya yang sipit dibuka lebar-lebar. Dengan wajah beringas menakutkan ditatapnya wajah


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 067

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:47am

MurunPasir 1 09 067

“Dia sendiri yang mengatakan? Tentu dia berkata seenaknya dan kau lantas percaya betul karena dia cantik bukan? Dan andaikata aku juga berkata begitu........?”

Bicara sampai pada kalimat itu si nona merasa telah kelepasan omong. Wajahnya dirasakan panas dan ucapan selanjutnya tak dapat dilanjutkan lagi.

“Tidak perduli dia benar atau


Tamu Dari Gurun Pasir, Bagian I ~ MurunPasir 1 09 066

Bab oleh andu0396 ditulis Sabtu jam 9:46am

MurunPasir 1 09 066

“Dan mengenai kabur dan terlolosnya Tiat-hie Sie-seng, itu suatu kejadian di luar dugaan, tidak dengan sengaja boanpwee lepaskan dia. Berkali-kali Cianpwee menegur dengan kekerasan, karena boanpwee junjung kau sebagai orang dari tingkatan tua, maka setiap seranganmu tak pernah kubalas.

“Sekarang lagi-lagi Cianpwee hendak turunkan tangan keji. Boanpwee


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik