16 hours ago by dino
SB Chandra
Petualangan Si Manusia Harimau
Bab 1 - Cindaku
DALAM kisah kisah keluarga manusia hanmau yang telah lalu, dibawah judul "Manusia Harimau Marah" telah diceritakan, bagaimana makhluk yang dalam keadaan wajar amat baik hati ini pergi ke Ujungpandang atas permintaan sahabat karibnya Sabaruddin yang baru ditimpa kemalangan oleh kejahatan dukun-dukun yang mempergunakan ilmu hitam di sana. Manusia harimau tidak dapat menghidupkan kembali adik sahabatnya yang telah dikuburkan, tetapi ia telah dapat membalaskan dendam keluarga itu terhadap orang-orang yang menyebabkan kematian gadis rupawan itu.
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, di pesawat terbang, Erwin berkenalan dengan seorang wanita, gadis ini bernama Sabrina, asal dari [..]
16 hours ago by dino
Dino Presents
Karya : SB Chandra
Serial : Manusia Harimau
Judul : Petualangan Si Manusia Harimau
scan and created ebook by : syauqy_arr@yahoo.co.id
http:/Xhanaolci.wordpress.com
Convert to Doc By " Dino
Selamat Membaca
Dino
Sekilas tentang SB Chandra :
SB Chandra dilahirkan di Mandailing, Tapanuli Selatan dari keluarga perantau dan petualang.
S.B.CHANDRA pernah berpetualang ke pedalaman Malaysia, Aceh, Tapanuli, Sumatra Timur, Jambi dan mengikuti ilmu mistik pada guru-guru amat terkenal seperti Inyiek Angku, Inyiek Gadang, Baginda Samadun dan lain-lain. Telah pernah bekerja pada beberapa harian dan menulis sejumlah buku, antara lain yang akan terbit adalah:
* MANUSIA HARIMAU
* MANUSIA HARIMAU MERANTAU LAGI
* MANUSIA HARIMAU MARAH
* MEMBURU SI MANUSIA HARIMAU
* MANUSIA HARIMAU JATUH CINTA
* [..]
16 hours ago by lovecan
Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)
Karya : Jin Yong
Saduran : OKT
Bagian 80 : Baginda tak ingin Siau-po loyal kepada Thian-te hwee
Siau Kui Cu, Siau Kui Cu, bukankah sama saja anak si Gouw Sam Kui? Lebih baik
jabatan ini kulepas saja dan segera mencari jalan untuk memberitahukan hal ini kepada
suhu sekalian agar mereka dapat menggelinding jauh-jauh! --
Kaisar Kong Hi melihat Siau Po tidak memberikan jawaban, hatinya semakin gusar.
"Bagaimana? Apakah kau tidak sadar bahwa kau sendiri telah melakukan kesalahan
besar? Bukankah aku sudah memberi kesempatan kepadamu untuk memulai
semuanya dari awal dan menyuruhmu agar menebus kesalahanmu dengan mendirikan
jasa tapi kau masih berharap untuk mengadakan penawaran [..]
16 hours ago by lovecan
Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)
Karya : Jin Yong
Saduran : OKT
Bagian 79 : Kui Heng-su sekeluarga salah bunuh
Siau Po menganggukkan kepalanya.
"Apa yang dikatakan Sri Baginda memang tepat. Kedua kakak angkatku itu, mutunya
juga kurang begitu bagus, tidak boleh dipercaya sepenuhnya. Biar bagaimana harus
berhati-hati. Apalagi Sri Baginda sudah mengatakan bahwa di tahun-tahun pertama ini
kemungkinan kita akan kalah perang dulu. Kita harus berjaga-jaga agar kedua orang itu
tetap berpihak kepada Sri Baginda dan tahan mental."
Siau Po berkata demikian karena memikirkan kepentingan dirinya juga. seandainya
kelak terjadi pemberontakan oleh Shang Cie maupun Pangeran Kaerltan, toh
sebelumnya dia sudah menyuruh Sri Baginda untuk mawas diri. Jadi dia tidak [..]
16 hours ago by lovecan
Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)
Karya : Jin Yong
Saduran : OKT
Bagian 78 : Rencana membunuh Kaisar Kong-hi
Orang-orang yang hadir dalam ruangan itu merasa terkejut juga geli, Laki-laki itu
tampaknya seperti orang penyakitan, tapi ternyata tenaga dalamnya mahir sekali, Tapi
di dunia ini mana ada orang yang bermain dadu seperti caranya itu?
"Anakku, bukan begitu caranya," kata Kui Ji Nio sambil menggebrak meja keraskeras
sehingga keenam biji dadu itu langsung mencelat ke luar dan diraih olehnya.
Kemudian dia melemparkannya asal-asalan.
"Berapa titik yang tampak di atas, itulah angka yang kau peroleh, bukannya
mengikuti kehendakmu sendiri," kata si nenek pula.
Orang-orang yang hadir dalam ruangan itu bersorak memuji gerakan [..]
16 hours ago by lovecan
Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)
Karya : Jin Yong
Saduran : OKT
Bagian 77 : Ilmu Song-ji asal Hoa-san-pay
"Budak cilik, kemarilah!" Panggil si kakek. "llmu yang kau gunakan berasal dari Hoa
San pai, bukan?"
"Aku tidak mau ke sana!" teriak Song Ji. "Kau telah membunuh Gouw toakoku, aku
ingin membalaskan dendam baginya, Dan aku juga ti... dak tahu apa Hoa San pai...."
Ketika Ho Ie Siu menurunkan ilmunya kepada Sam nay nay dan Song Ji sekalian, dia
juga tidak benar-benar menerima mereka sebagai murid, Karena itu mereka tidak
pernah menjalani adat penyembahan guru. Karena itu pula baru pertama kali ini Song Ji
mendengar nama Hoa San pai.
Si kakek juga [..]
16 hours ago by lovecan
Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)
Karya : Jin Yong
saduran : OKT
Bagian 76 : Gouw Liok Kie terbunuh oleh Kui Heng-siu
Siau Po melihat beberapa orang wanita dari keluarga Cuang telah berdiri menunggu
di samping dengan membawa tali pada tangan mereka masing-masing, Wanita itu
sambil tertawa melanjutkan kata-katanya.
"Kalau kau yang telah memerintahkan orang-orang itu untuk mengikat paman
seperguruanku dan beberapa kawan-kawannya, lebih baik kau saja yang menarik
kembali perintah yang telah kau katakan pada mereka, Jadi tidak ada urusannya
denganku, aku hanya melihat kalian saja. Aku tidak berani mengikat paman
seperguruanku itu. Namun jika ia tidak diikat dan sadar, Wah aku tidak dapat
mengalahkannya. Adik kecil, apakah kau [..]
16 hours ago by lovecan
PEDANG PEMBUNUH NAGA
KARYA: Tan Tjeng Hun J
JILID 33
“NANTI pada waktu Persekutuan Bulan Emas mengadakan pertemuan besar untuk mendirikan perserikatannya secara resmi, kita segera bergerak. Gerakan kita ini pasti akan mendapat sambutan dari sebahagian besar partai-partai golongan kebenaran atau orang-orang yang selama ini terpaksa menyerah karena tekanan perserikatan itu. Kita dapat pastikan bahwa gerakan kita ini sekaligus pasti akan berhasil menumpas manusia jahat itu!”
“Kapankah waktunya untuk mendirikan persekutuan itu?”
“Tidak lama lagi. Kita harus sabar menantikan daangnya berita itu!”
“Di manakah sebetulnya letak pusat persekutuan tersebut?”
“Sekarang ini masih belum boleh diumumkan!”
“Mengapa?”
“Sebab takut karena menarik selembar rambut akan menggerakkan sekujur badan!”
Hui Kiam diam, sudah [..]
8 February by Icalsaru
kawannya, "Lo-ji, Lo-
sam, boleh kalian membawa keledai gundul tua itu ke puncak pagoda!"
Ke dua orang itu mengiakan, segera Boh-to dan Kiam-eng digiring ke pagoda tujuh tingkat yang terletak
di samping kiri biara.
Setelah berada di dalam pagoda, terlihat ada sebuah tangga batu melingkar ke atas. Salah seorang
penjahat mendahului mendekati tangga batu disusul ke tiga orang, menuju ke puncak pagoda.
Ternyata di dalam pagoda terawat dengan bersih, malahan tersedia sebuah meja dan sebuah bangku, di
pojok kanan lantai ada seonggok rumput kering, tampaknya di sinilah sarang kawanan begal itu.
Setelah membentak dan menyuruh Boh-to-Siang-jin dan Kiam-eng masuk ke ruang pagoda, lalu ke dua
bandit menggembok pintu kamar [..]
8 February by Icalsaru
perintah yang aku terima."
"Sudah habis?!" tanya Kiam-eng.
"Ya," jawab Tang-Jian-ciok sambil melirik Leng-Jing-jing sekejap dengan rasa takut. "Apa yang aku
katakan seluruhnya benar, tidak ada satu kata pun dusta."
Kiam-eng mengangkat pundak, ucapnya, "Jika begitu jadi meski kalian masuk menjadi anggota Thian-
ong-pang kalian justru tidak tahu menahu seluk-beluk organisasi ini, bahkan kalau ada anggota Thian-
ong-pang yang lain lewat di sebelahku juga tidak kau ketahui?"
"Memang begitulah," sahut Tang-Jian-ciok "Pui-Piu dan Ban-Hai-to adalah sahabat karibku namun sampai
saat aku diperintahkan bergabung dengan mereka baru aku tahu mereka juga sudah masuk Thian-ong-
pang."
"Ada perkataan apa lagi yang hendak kau tuturkan kepadaku?" tanya Kiam-eng.
"Tidak ada lagi, apa yang aku [..]
11,833 members, latest registered is Fuji (45 minutes ago). 234 articles. 208 reviews. 609 literatures, with 10,038 chapters. 659 production information in catalog. 2,330 forum threads, with 54,572 posts.