Legenda Lamafa79 - Putih dan Putih

Bab oleh adwiyudi ditulis 11 jam lalu

Sumber: www.ceritera.net
.
.

Pepohonan besar-besar menjulang tinggi seperti hendak menggapai langit. Saking besarnya ukuran pepohonan, maka diperlukan setidaknya dua puluh orang dewasa yang bergandengan tangan untuk dapat mengelilingi setiap satu pohon. Tinggi pepohonan pun tak tanggung-tanggung, dibutuhkan ratusan orang yang bergendongan untuk pencapai pucuk teratas.

Tidak hanya satu, namun ada ratusan bahkan mungkin


Cling-I-Sin-HiapluKembali vs pak centeng

Bab oleh Barha ditulis 21 jam lalu

Sie Go-beng lalu menulisi papan nisan dengan tanah liat. Tulisan itu berbunyi.

"Makam Keramat Blangkon Lojin"

"Setiap orang yang melihat persemayamanmu ini pasti akan berdoa meminta berkah kakek tua hahaha...,, kata Sie Go-beng lantas terkial kial.

"Xexexe... Anak sinting. Bagus.. Bagus.. Karyamu cukup menyenangkan hati kakekmu. Oke.. Kakekmu akan segera pergi kelangit. Semoga


karya bagus tapi tidak tamat , o

Bab oleh hariz ditulis kemarin jam 5:10am

o


Cling-I-Sin-HiapluMenyemayamkan

Bab oleh Barha ditulis kemarin jam 9:58pm

Meski sudah keluar dari raganya yang sudah kering kerontang namun roh si kakek tua aneh bertopi belangkon masih bercokol di tempat itu tak kunjuang jua terbang kelangit.

"Hhhmm.. Lohu mau lihat apa yang akan di lakukan si bocah malang dengan jasadku yang sudah mampus..,, Kata roh si kakek tua aneh dalam


Legenda Lamafa78 - Lampir Marapi

Bab oleh adwiyudi ditulis kemarin jam 6:58pm

Sumber: www.ceritera.net
.
.

Bintang Tenggara sedang duduk di atas sebilah tombak panjang. Kedua kakinya bergelayutan. Ia tak baik-baik saja. Siapa yang menyangka bahwa di balik semak belukar yang ia tuju untuk melarikan diri, malah terdapat jurang terjal nan dalam. Akan tetapi, ia sengaja membiarkan dirinya yang terluka terjatuh. Setelah melempar beberapa Segel


ANAK RAJAWALI ~Anakrawali 38.190.

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 4:07pm

Anakrawali 38.190.

Si Tabib telah tersenyum.

“Berhasil.....!” katanya kemudian.

Sedangkan Ko Tie telah pingsan lagi tidak sadarkan diri, dia rebah dengan mata yang terpejamkan.

Sedangkan Ang Lotoa dan kawan-kawannya ketika melihat keadaan Ko Tie seperti itu, jadi kaget tidak terkira.

“Sin-se.....!” kata mereka serentak dengan hati yang berkuatir sekali.

“Tidak apa-apa..... kalian jangan gugup.....!” katanya


ANAK RAJAWALI ~Anakrawali 38.189.

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 4:06pm

Anakrawali 38.189.

Tapi Ang Lotoa tidak melayani kata-kata tabib itu, karena dia telah membawa tabib tersebut ke dalam rumahnya, memberitahukan di mana Ko Tie berada.

“Tunggu dulu!” kata tabib itu kemudian.

“Apalagi?!” tanya Ang Lotoa melihat tabib itu bukannya memeriksa Ko Tie, malah telah berdiri dengan tegak.

“Bukankah telah kukatakan tadi, bahwa aku meminta


ANAK RAJAWALI ~Anakrawali 38.188.

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 4:04pm

Anakrawali 38.188.

Yang Sin-se menghela napas, kemudian katanya: “Sayangnya lukanya memang benar-benar sangat parah sekali, sehingga sulit buat menyembuhkannya.....

“Coba, aku ganti saja obat yang kuberikan kepadanya dengan obat yang lebih keras daya kerjanya. Siapa tahu obat itu baru cocok buat dia mempertahankan diri dalam beberapa hari!

“Terus terang saja kukatakan


ANAK RAJAWALI ~Anakrawali 38.187.

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 4:00pm

Anakrawali 38.187.

Yang lainnya terdiam, mereka tampaknya memang membenarkan juga kata-kata kawannya.

Waktu itu salah seorang di antara mereka berkata: “Atau kita mencari tabib lainnya?”

“Tabib lain?” tanya kawannya.

Orang itu mengangguk.

“Ya!” sahutnya.

“Tabib mana lagi? Sedangkan Yang Sin-se merupakan tabib yang paling pandai di kampung ini!”

“Tapi kita bisa mencari tabib lain di tempat


ANAK RAJAWALI ~Anakrawali 38.186.

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 3:59pm

Anakrawali 38.186.

Akhirnya dia berpikir sesuatu. Dari berdiam diri saja di situ, bukankah lebih baik dia meminta burung rajawali tersebut agar membawa terbang ke sebuah tempat, yang sekiranya ada manusianya dan di sana nanti bisa dimintai pertolongannya?

Karena berpikir begitu, segera juga Ko Tie bersiul, yang berarti dia meminta agar burung rajawali


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik