JOKO BOLORbunga cinta retno anjani.

Bab oleh tovanhelsing ditulis 11 jam lalu

suara gemericik air sungai mengalun lembut membelai telinga permana yg tengah duduk termangu sendirian di atas sebuah batu besar di pinggiran sungai yg letaknya tak jauh dari gubuk kecil d mana ia selama ini tinggal.
tiada berkedip apalagi menoleh sorot matanya menatap sesosok tubuh yg berada d dalam air yg ketinggianya


PENDEKAR 100 HARI10.50. Elahan Napas Panglima Kalah Perang

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

10.50. Elahan Napas Panglima Kalah Perang

Melihat itu Pek Wan Taysu terkejut dan cepat-cepat gerakkan kedua tangannya untuk melepaskan ilmu jari Lo-han-ci-keng.

“Dar…….”

Terdengar letupan keras dan ketiga paderi itupun muntah darah, tubuhnya terlempar sampai tiga tombak jauhnya. “Bum......” jatuhlah mereka terbanting ke tanah untuk tak bangun selama-lamanya.

Terbukanya sebuah lubang pada barisan Tat-mo-coat-ci-tin


PENDEKAR 100 HARI10.49. Pertempuran Dua Barisan Sakti

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

10.49. Pertempuran Dua Barisan Sakti

“Aku ingin bertanya tentang kabar dan tempat dari suhuku Ko Bok Siansu,” seru paderi itu.

Ternyata setelah bertempur dengan Kim-pou-sat Ang Siong-pik, Ko Bok Siansu menghilang tiada kabar beritanya.

“Jika begitu engkau ini murid pewaris dari Ko Bok?”tanya Kim-pou-sat.

“Benar,” sahut Pek Wan Taysu, “berpuluh tahun aku telah berusaha


PENDEKAR 100 HARI10.48. Barisan Tat-mo-coat-ci-tin Siau-lim-pay

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

10.48. Barisan Tat-mo-coat-ci-tin Siau-lim-pay

“Hai, hendak kemana engkau!” bentak Cu-ing seraya lintangkan pedangnya menghadang.

Ciong Pek-to tertawa hina.

“Apakah harimau yang datang ke Lok-yang akan digigit oleh kawanan anjing kecil? Masakan budak-budak perempuan macam kalian berani menghadang aku?” serunya. Tiba-tiba ia ayunkan tangannya menghantam.

Cu-ing pernah bertempur dengan Ciong Pek-to dan tahu bagaimana kelihayan


PENDEKAR 100 HARI10.47. Orang Tua Cacad Peniup Seruling

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

10.47. Orang Tua Cacad Peniup Seruling

“Berpaling dan pandanglah ke belakang agar engkau segera tahu mengapa dengan kumandang irama seruling, aku mengejar jejak Siau Lo-seng,” katanya.

“Locianpwe tentu mendengar bahwa Siau Lo Seng; memiliki ilmu untuk menciptakan mayat hidup. Dan locianpwe tentu tak sampai hati melihat seorang pemuda yang begitu berbakat bagus


PENDEKAR 100 HARI10.46. Panggilan Suara Seruling Aneh

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

10.46. Panggilan Suara Seruling Aneh

Keadaan yang sunyi senyap di pos yang penting dari istana Ban-jin-kiong, menyebabkan Cu-ing dan Hun-ing heran.

“Karena Siau toako sudah datang lebih dulu ke sini, kemungkinan para penjaga tentu sudah dibasmi,” akhirnya Hun-ing menarik kesimpulan.

Mendengar itu Siau Lo-seng terkejut. Diam-diam ia kagum atas kecerdasan Hun-ing yang dapat


PENDEKAR 100 HARI09.45. Mayat Hidup

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

09.45. Mayat Hidup

“Hanya sesosok mayat yang dibalut dengan kain putih. Sudah tentu dia tak menderita luka apa-apa,” jawab Hun-ing.

“Kita buka lagi sebuah peti lain,” kata Cu-ing. Ia segera menghampiri ke sebuah peti lagi dan mendorong tutupnya. “Brak……” tutup peti terbuka tetapi mayat tetap rebah dan tidak duduk seperti yang tadi.

Cu-ing


PENDEKAR 100 HARI09.44. Tempat Rahasia Istana Ban-jin-kiong

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

09.44. Tempat Rahasia Istana Ban-jin-kiong

Dengan dingin dan tegas, Leng Tiong-siang pun berkata, “Jika tidak aku tentu engkau yang akan mati di sini.”

Ketua Ban-jin-kiong tertawa gelak-gelak.

“Leng Tiong-siang, sekarang bukanlah seperti tempo dahulu. Memang empatpuluh tahun yang lalu aku agak takut kepadamu. Delapan tahun berselang, masih gentar juga kepadamu. Tetapi sekarang, ha,


PENDEKAR 100 HARI09.43. Raja Akhirat dari Ban-jin-kiong

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

09.43. Raja Akhirat dari Ban-jin-kiong

Empatpuluh tahun yang lalu, dunia persilatan tenteram dan damai. Tetapi ternyata suasana itu hanya seperti 'api dalam sekam' di luar, tenang, di dalam menyala. Tiap-tiap partai persilatan sedang kasak kusuk untuk merencanakan langkah merebut kedudukan sebagai pemimpin dunia persilatan.

Pada waktu itu diam-diam telah timbul sebuah persekutuan


PENDEKAR 100 HARI09.42. Nyanyian iblis dari Rumah Dewa

Bab oleh andu0396 ditulis 21 jam lalu

09.42. Nyanyian iblis dari Rumah Dewa

Mendengar percakapan itu, Li Giok-hou dan anak buahnya tergetar dalam hati. Terutama Giok-hou terkejut sekali atas kesaktian Siau Lo-seng.

Setelah barisan itu menyusun pertahanan, memang diam-diam Giok-hou mengamat-amati keadaannya. Tetapi belum lagi ia mengetahui apa nama barisan itu dan bagaimana keadaannya yang sebenarnya, tahu-tahu Siau Lo-seng


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik