Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 20

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

Jam setengah satu siang, berarti ada setengah jam waktu aku berada di tempat Mbak Lina, dan aku sudah duduk di kursi rotan yang ada di ruangan belakang Butik, ruangan dengan luas 5 meter persegi, ditata dengan artistik, setidaknya menurut pandanganku, dinding satu tembok dilapis wallpaper bermotif kembang, dipadu dengan warna


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 19

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

“Tadi aku melihat, tapi sekarang aku tak melihat,” jawab Ikrom.

“Ya udah, ntar bilangin ya kalau aku nyari dia.”

“Kenapa ndak bilang sendiri aja.” jelas Ikrom.

“Iya deh…” kata Lina sambil berlalu.

“Sst… sst..! orangnya dah pergi..” kata Ikrom setelah Lina berlalu.

Pas kebetulan Edy pun datang membawa celana, dan akupun lekas memakainya, lalu cepat-cepat


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 18

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

Setiap manusia itu selalu merasa cepat bosan bila berdiri dalam dunia yang tidak disukainya atau dunia yang bukan sama sekali dunianya, begitu juga aku, walaupun di dunia baruku itu semua materi selalu ada dan tercukupi, tapi hati yang dalam pencarian selalu cepat bosan dan seakan semuanya hambar sama sekali tak


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 17

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

Acara makan-makan pun cepat berlalu, apa yang dipesan tidak sampai seperempat jam telah pindah ke perut kami bertiga, dan terakhir ku sruput es kelapa muda, ah memang restoran memang kebanyakan cuma gengsinya doang, kelapa mudanya juga enakan yang bikinan pinggir jalan, bukannya aku ndak terima dengan apa yang telah aku


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 16

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

Karena tidak merasakan sakit, aku ya tetap diam saja, cuma suara cambuk ikat pinggang yang terus menghujaniku, bak-buk, bak-buk, “Sudah-sudah…!” teriak orang yang ada di ruangan itu, sementara orang yang ikut jum’atan pun sudah pada berdatangan memenuhi kaca, menatapku, juga dari pintu, dan segala lubang yang ada, aku seperti pencuri


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 15

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 11 jam lalu

Malam itu kembali aku menginap di setasiun, besoknya aku ikut kereta api KRD ke Surabaya, setelah dapat tempat duduk, aku pun tenggelam dalam wiridku, kereta belum juga berangkat, walau jam telah melewati waktu jadwal keberangkatan, di sebelahku kursi kosong, datang seorang pemuda kurus ceking dan duduk di sebelahku,

“Assalamualaikum mas…” sapa


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 14

Bab oleh Sabda_Langit ditulis 12 jam lalu

Dua hari perjalanan, akhirnya aku sampai di kota Bojonegoro, selama dua hari ini aku tidur di alam bebas, juga hanya makan jambu hutan dan pisang yang tumbuh di hutan, jadi perut kempes, tapi aku berusaha untuk tawakal berserah pada yang memberi hidup, sore hari ketiga setelah keluar dari tempat pak


SadaKi Buyut Juringkang

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 6:43pm

Kita mundur beberapa menit ke belakang...

Kilas balik satu:

Roro Andini berhadapan dengan genderuwo. Serangan mematikan Roro Andini bisa dibendung genderuwo. Jurus-jurus mautnya pun bisa dihindari, bahkan serangan balik genderuwo membuat Roro Andini terdesak. Ketika terdesak itulah Roro Andini melihat Kinanti menggenggam tangan Sada. Hati Roro Andini menjadi panas. Api cemburu

Bab 41 dari 41 dalam Sada

Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 13

Bab oleh Sabda_Langit ditulis kemarin jam 8:54am

“Kok diam aja?” kataku membuka pembicaraan, kalau saling menunggu, lama-lama bibir bisa kesemutan,

“Kamu juga diam.” katanya membalas. Wah kayak saling lempar kesalahan.

“Kamu tau, kenapa oleh ayah ibumu kita dipertemukan kayak gini?” tanyaku lagi.

“Ya tau, kan udah dikasih tau ama ayah ibu.” jawabnya.

“Berarti kamu setuju, dengan perjodohan ini?” wah kenapa aku


Kisah Nyata – Cerita Sang Kyai Sang Kyai 12

Bab oleh Sabda_Langit ditulis Sabtu jam 8:10am

Suasana sangat sepi, hanya satu dua orang lalu lalang, aku tak sadar telah tertidur pulas, aku terbangun dan kaget, ketika tangan hangat membelai pipiku, aku segera bangun dan melihat perempuan setengah baya, duduk di dekat kepalaku.

“Ada apa mbak?” tanyaku masih mencoba memperjelas mata yang perit,

“Tak butuh kehangatan mas?” kata perempuan


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik