JOKO BOLORbunga hati nikensari

Bab oleh tovanhelsing ditulis 11 jam lalu

betapa kagetnya diriku dan mungkin semua orang orang yg berada di tempat ini merasakan hal yg sama..
untuk sebagian orang mungkin sudah maklum adanya.
betapa alam sedang menyambut kata kata suci yang terlontar dari mulut gusti prabu.. hyang wenang dan segala isi maya padapun mengamininya.

suasanapun hening..

...&&&&&&&&&...

atas titah gusti prabu akupun d


JOKO BOLORsumpah kalapati

Bab oleh tovanhelsing ditulis kemarin jam 6:28am

PLETAR...PLETAR..PLETAR....BLAAAR..BLAARRR..BLAR.

delapan kali petir menyambar nyambar tanpa ampun menghantam tanah kira kira tiga meter dari tempatku berdiri melontarkan kedua penjaga yg sejak tadi melongo diam terpaku melihat diriku dan keadaan d sekitar.. benar benar memekakkan telinga seakan murka kepadaku tak terima jika keris pusaka itu keluar dari warangkanya.
ganasnya petir menyambar nyambar..


JOKO BOLORkerajaan alas kalapati

Bab oleh tovanhelsing ditulis kemarin jam 1:26pm

di mana aku.. ramai sekali pikirku dahikupun langsung mengkerut.

HOOAAM.. kugeliatkan tubuhku yg terasa pegal pegal mengendorkan urat urat sarafku tak lepas mataku dari pemandangan d depanku.
bukankah tadi aku tidur di tengah tengah hutan..
tapi sekarang kenapa berada di tempat ini.

di depan mataku yg masih dalam keheranan banyak orang berlalu lalang


JOKO BOLORpengabdian.

Bab oleh tovanhelsing ditulis Jumjam jam 12:22pm

ku seka butiran butiran keringat yang menempel d sekeliling leherku.. hari ini terasa sangatlah panas dan melelahkan sekali pikirku.. sementara ini aku mengistirahatkan badanku duduk di bawah pohon beringin tua d tepi jalan menuju desaku.. sudah sampai separo hari aku berjalan kaki dari pring anom
sebenarnya ki lurah dan paman seto


Ang Lian Lihiap06.18. Dampak Cinta Tak Terbalas.

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:14am

06.18. Dampak Cinta Tak Terbalas.

Wajah Siu Lan memerah. “Ah, jangan memuji, kakakku yang baik. Apakah kau tidak mempunyai saudara kandung?”

Ong Lun menggelengkan kepala.

“Nah, itulah sebabnya maka kau suka sekali mendapat seorang adik. Dan akupun senang mempunyai seorang kakak seperti kau. Kalau saja dari dulu kita bersama, tentu kawan-kawanku tidak


Ang Lian Lihiap06.17. Musuh Sasterawan Tua Cacat!

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:12am

06.17. Musuh Sasterawan Tua Cacat!

Ia kaget sekali karena suara itu demikian perlahan yang menunjukkan betapa tingginya ilmu meringankan tubuh tamu malam itu. Dengan tenang Cin Han memadamkan lampu dan mencabut pedang Kong-hwa-kiam yang selama ini disembunyikan saja dalam bungkusan pakaiannya, kemudian ia meloncat keluar jendela terus mengayun tubuh ke atas


Ang Lian Lihiap06.16. Lolos Dari Hadangan Kepala Bajak

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:10am

06.16. Lolos Dari Hadangan Kepala Bajak

Cin Han tertawa geli dan dengan gembira ia mendayung perahunya menurut aliran air Sungai Yan-ce, tak memperdulikan teriakan-teriakan kaum bajak. Tapi kembali ia terkejut.

Ternyata Lie Thung tak mau menyerah kalah demikian saja. Kepala bajak yang cerdik ini segera memerintah perahu-perahunya untuk bergerak mengejar di


Ang Lian Lihiap05.15. Peninggalan Luhur Ayah-ibu

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:06am

05.15. Peninggalan Luhur Ayah-ibu

Gwat Liang Tojin sebenarnya adalah seorang tokoh Kun-lun-pai yang di masa mudanya telah membuat nama besar. Setelah berusia lanjut, ia lebih banyak mencurahkan perhatiannya tentang ilmu batin dan mempelajari ilmu Tao yang tiada batasnya. Di samping bertapa membersihkan batin, ia akan merangkai ilmu silat dan ilmu pedang


Ang Lian Lihiap05.14. Pertarungan Dua Sasterawan Muda

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:03am

05.14. Pertarungan Dua Sasterawan Muda

Lian Hwa menyerang kembali dengan menggunakan ilmu pedang Sian-liong-kiam-hoat yang lihai, mula-mula ia menyerang dengan tipu Sian-liong-chut-tong (Naga Sakti Keluar dari Gua). Ia tidak menyerang secara sungguh-sungguh, karena sedikitpun tidak ada maksudnya hendak melukai pemuda itu, hanya akan memperlihatkan kelihaiannya saja untuk menundukkan “anak sekolahan” ini!


Ang Lian Lihiap05.13. Pembalasan Dendam Orang Tua

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:01am

05.13. Pembalasan Dendam Orang Tua

Bong Wan-gwe mengangguk, “Ya, akulah orang she Bong itu.” Hatinya agak tenang melihat bahwa tamu malamnya itu hanya seorang gadis tanggung. Ia tidak jadi berteriak, bahkan dengan cepatnya menyambar sebatang pedang yang tergantung di dinding.

“Kau berani sekali masuk ke sini mau apa?” bentaknya.

Mata Lian Hwa yang


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik