MAHABARATASERI 6

Bab oleh palastra ditulis 7 jam lalu

Seri 6

Terkisahlah bagaimana asal mulanya hingga para wasu itu menerima kutuk-pastu dari Resi Wasistha. Pada suatu hari, kedelapan wasu itu berjalan-jalan di pegunungan bersama istri-istri mereka.
Di pegunungan itu terdapat pertapaan Resi Wasistha. Mereka masuk ke pertapaan itu, tetapi sang Resi tidak ada. Di pelatarannya, seorang wasu melihat Nandini, sapi


Pendekar Sejati02.04. Apakah Hukum Karma?

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

02.04. Apakah Hukum Karma?

“Urusan yang sudah lalu tidak perlu disebut-sebut lagi,” kata Yim Thian-ngo. “Siau-yang-toh-kay itu diberikan ayah sebagai emas kawinmu, sekali pun orang yang kau nikahi bukan pilihan ayah sendiri, namun aku pun tidak peduli lagi soal ini. Sam-moay, kau tidak perlu marah-marah dulu, aku tidak akan mengincar Siau-yang-toh-kay


Pendekar Sejati02.03. Kesembuhan Melalui Pengorbanan

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

02.03. Kesembuhan Melalui Pengorbanan

Lalu Giok-hoan bicara pula, “Sesudah pulang dari tempatmu, adikku pernah berguru selama lebih setahun kepada Bu-siang Sin-ni di Go-bi-san dan mohon Nikoh tua itu mengajarkan ilmu penawar racun dengan jarum emas (ilmu tusuk jarum). Sebenarnya melulu penyembuhan dengan tusuk jarum saja belum dapat menyembuhkan penyakitmu ini, untung


Pendekar Sejati02.02. Perjodohan Puteri Keluargaan Han

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

02.02. Perjodohan Puteri Keluargaan Han

“Minggir Siau Hong!” seru Hi Giok-kun yang sudah berduduk di dalam kereta, berbareng lengan bajunya mengebas pula keluar kereta sambil berkata pula, “Tian-toasiok dan Liok-toasiok, jika kalian ingin ikut ke Pek-hoa-kok, sudah tentu akan kusambut dengan senang hati. Cuma untuk ini kalian perlu minta izin dulu


Pendekar Sejati02.01. Persahabatan Hi-siocia dengan Han-siocia

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

02.01. Persahabatan Hi-siocia dengan Han-siocia

Sesudah Ciu Tiong-gak dan Ciu Hong pergi, di padang sunyi itu hanya tertinggal orang-orang Piau-kiok saja. Dengan perasaan malu Beng Ting mendekati penumpang puterinya dan berkata sambil memberi hormat, “Maaf, aku punya mata, tapi tak dapat melihat sehingga tidak tahu kalau nona Han memiliki kepandaian tinggi.


Pendekar Sejati01.04. Punya Mata Tetapi Buta Melek

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

01.04. Punya Mata Tetapi Buta Melek

“Mereka benar-benar hebat, yang satu mahir Kim-na-jiu-hoat yang tinggi, yang lain ahli Tay-lik-eng-jiau yang lihai,” sahut Beng Ting. “Tampaknya mereka adalah tokoh terkemuka dari ilmu Gwakang. Tapi setahuku, di antara ahli-ahli Gwakang pada zaman ini toh tiada seorang pun yang dapat dibandingkan dengan mereka. Sungguh


Pendekar Sejati01.03. Amukan Kedua Pelayan Lemah

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

01.03. Amukan Kedua Pelayan Lemah

Pada saat demikian itu orang-orang kedua pihak sama-sama menjerit kuatir. Berbareng itu pula dari pihak Piau-kiok dan rombongan Lo-long-ko sama-sama tampil seorang memburu ke tengah kalangan.

Orang yang tampil dari rombongan Piau-kiok itu adalah Cong-piauthau mereka, Beng Ting. Selain kuat tenaganya, Ginkang Beng Ting juga tinggi, dengan


Pendekar Sejati01.02. Lima Srigala Menghadang Harimau

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

01.02. Lima Srigala Menghadang Harimau

Kebetulan waktu itu ada angin meniup sehingga kerai kereta tersingkap sedikit, sekilas semua orang dapat melihat pengantin perempuan yang dimaksud duduk tegak di dalam kereta dengan wajah kepucat-pucatan sebagaimana lazimnya orang sakit, tapi tidak nampak sikap kuatir atau kaget. Tampaknya apa yang sedang terjadi di luar


Pendekar Sejati01.01. Siocia Sakit, Calon Pengantin

Bab oleh alysa ditulis 9 jam lalu

01.01. Siocia Sakit, Calon Pengantin

Angin meniup, awan berarak, di padang ilalang di lembah sungai Hway pada saat itu tampak duapuluh-tigapuluh penunggang kuda mengiringi sebuah kereta keledai sedang dilarikan cepat menuju ke selatan menyusuri padang rumput yang hijau kemerah-merahan. Itulah suatu rombongan Piau-kiok, perusahaan pengawalan. Empat orang yang berada di depan


Pendekar Sejati

Bacaan oleh alysa ditulis 9 jam lalu

Kalau melihat alur cerita, Cersil Pendekar Sejati ini, yang diterbitkan pada tahun 1977, merupakan kelanjutan dari Cersil Pendekar Latah yang disadur oleh Gan K.H yang diterbitkan pada tahun 1973, meskipun Cersil ini tidak disebut sebagai satu serial.

Dalam Kisah Pendekar Sejati, pembaca akan bertemu kembali dengan tokoh-tokoh utama pada Cersil Pendekar


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik