Kisah Sepasang Naga/Ji Liong Jio Cu (Seri ke 02 - Serial Jago Pedang Tak Bernama)Kisah Sepasang Naga (Ji Liong Jio Cu) - Jilid 03

Bab oleh ragilcitra ditulis 22 jam lalu

Kisah Sepasang Naga/Ji Liong Jio Cu (Seri ke 02 - Serial Jago Pedang Tak Bernama)
Karya : Asmarainan S. Kho Ping Hoo

Jilid 03
“Bagaimana pendapatmu tentang anak perempuan itu, Sin Wan?” dengan cepat Ibunya bertanya hingga anak muda itu cepat memandang Ibunya.

“Apakah maksudmu, Ibu? Ia pandai silat, berwatak baik, dan pandai... masak.”


Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas)Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas) Jilid 20

Bab oleh ragilcitra ditulis 22 jam lalu

Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas)
Karya : Asmaraman S. Kho Ping Hoo

Jilid 20
“Demi Tuhan! Nyanyianmu seperti nyanyian para bidadari di sorga, Hui-Ji.”

“Aduh, enci Hui! Kukira tadi mimpi mendengar nyanyian indah, tidak tahunya ketika aku terbangun, engkau yang bernyanyi! Ayah benar, suaramu seperti suara bidadari sorga!” kata Li Hong sambil memegangi tangan


SadaBelum

Bab oleh Nurslamet ditulis kemarin jam 3:44pm

Sada - Belum

Bulir-bulir padi yang telah menguning dan beberapa hari lagi siap dipanen bergoyang ditiup angin. Suara daunnya yang beradu karena tiupan angin bergemerisik. Sekawanan burung pipit terbang dan mendarat di tangkai padi dan siap menikmati bulir-bulir padi yang bernas dan sangat menggodanya. Namun belum sempat kawanan burung pipit

Bab 80 dari 80 dalam Sada

KETIK2 SEBELUM TIDUR

Bacaan oleh Barha ditulis kemarin jam 2:15pm

telolet

Tian Thie It Butek Sinkang


Puing-Puing Dinasti Jilid 9

Bab oleh Sifa ditulis kemarin jam 12:46pm

Puing-Puing Dinasti
Karya : Stevanus SP.

Jilid 09

Tiba-tiba dari kegelapan terdengar suara yang berat, "Tidak! Arwah Baginda Tiong-ong tidak akan puas, melainkan meratap melihat negeri leluhurnya diinjak-injak bangsa Manchu. Arwah Baginda akan mengutuk kalian!"
Orang-orang itu terkejut, serempak mereka bersiaga dengan senjata masing-masing dan menghadap ke asal suara itu. Jumlah


SadaAku Kutuk Kau Menjadi Burung Pipit

Bab oleh Nurslamet ditulis Senin jam 4:43pm

Sada - Aku Kutuk Kau Menjadi Burung Pipit

Arya Sada, Endang Kinanti dan Resi Maniksutra sedang mengobrol di ruang tengah wisma pertapaan Arga Kencana. Dari keterangan resi Maniksutra, Arya Sada dan Endang Kinanti mendapat keterangan bahwa di Mamenang dulu memang ada seorang pertapa bernama Manikmaya. Namun sudah belasan tahun namanya

Bab 79 dari 80 dalam Sada

Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas)Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas) Jilid 19

Bab oleh ragilcitra ditulis Minggu jam 5:37pm

Sepasang Rajah Naga (Cerita Lepas)
Karya : Asmaraman S. Kho Ping Hoo

Jilid 19
“Suhu memang kejam sekali. Bahkan Subo Sim Kui Hwa ketika itu, beberapa hari setelah diculik juga kembali ke Pulau Naga diantar seorang pendekar Siauw-Lim-Pai. Akan tetapi Suhu bahkan berkeras hendak membunuhnya. Untung ada pendekar Siauw-Lim-Pai yang membela dan mengalahkan


SadaPutih (Bertemu Batik Madrim)

Bab oleh Nurslamet ditulis Minggu jam 5:11pm

Sada - Putih

Beberapa hari kemudian. Sada membawa orang tua Nilam ke Sewupulo. Selama ditinggalkan, roda pemerintahan dijalankan patih Raksa Bumi. Sada berencana secepatnya membangun dan menata Sewupulo. Selama ini dirinya banyak di luar. Sada juga sering disindir pengarang, "Mengurus cewek terus, kapan membangun negaranya." kata pengarang pada Sada. Sindiran

Bab 78 dari 80 dalam Sada

SadaThe Power of Love

Bab oleh Nurslamet ditulis Minggu jam 10:30am

Sada - The Power of Love

Perang dua genk telah berakhir. Ra Tapan dan seluruh anggota genk-nya tewas. (Hanya Kania yang tersisa dan sudah dikirim Sada kembali ke desanya).

Di pihak Ken Arok hanya tersisa empat orang. Ken Arok dan istrinya serta Cucupuranti dan suaminya. Selain mereka tewas semua.

Ken Arok berdiri

Bab 77 dari 80 dalam Sada

THIAN LIONG KOAY HIAPJILID 6.2

Bab oleh marshall ditulis Sabtu jam 5:42pm

JILID 6.2

Kematangan Khong Yan ditunjukkan secara jelas, dalam hal, baik saat menghindar maupun menyerang, dia akan selalu memiliki jalan untuk mundur. Dan jika diserang, ataupun segera menyerang balik dengan langkah kaki yang tertata dan terukur. Karena itu, setelah seratusan jurus mereka bertarung, wajah Khong Yan semakin serius namun tetap segar


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik