Menertawakan Dunia Persilatan(116) Pesan Terakhir Sang Ibu

Bab oleh antapurwa ditulis 13 jam lalu

Tanpa pikir panjang Linghu Chong lantas membuang pedangnya dan bergegas menghampiri Ren Yingying. Di luar dugaan, tiba-tiba Yue Buqun berseru sekali, kemudian pedangnya menyambar secepat kilat mengarah ke pinggang kiri pemuda itu.

Tempat yang diincar ini sungguh berbahaya. Dalam keadaan terkejut Linghu Chong bermaksud segera memungut kembali pedangnya namun sudah terlambat.


Menertawakan Dunia Persilatan(115) Pertemuan Dua Ilmu Pedang

Bab oleh antapurwa ditulis 13 jam lalu

Linghu Chong sangat terkejut mendengar orang yang ditawan oleh para anggota Sekte Iblis itu ternyata ibu-gurunya sendiri. Ia bermaksud menerjang keluar untuk menolong, tapi segera teringat bahwa dirinya sedang tidak membawa pedang. Tanpa pedang di tangan jelas kepandaiannya tidak cukup untuk menandingi tokoh-tokoh semacam Tetua Ge dan Tetua Du itu.


Satria WilwatiktaEpisode 19 (2 Dilema Hati 2/2)

Bab oleh amur ditulis 22 jam lalu

Suasana di Padepokan Sekar Wangi di sibukan dengan kedatangan prajurit Majapahit bersama Gajah Enggon. Terlihat para cantrik dan murid berlalu lalang mempersiapkan segala sesuatunya.

Matahari pun telah condong ke arah barat, awan hitam bergulung di atasnya, sepertinya akan turun hujan. Mungkin hujan itu sengaja turun membasahi bumi membersihkan darah yang mengering


Satria WilwatiktaEpisode 19 ( Dilema Hati 1)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 10:27pm

Raut malam menapaki ujungnya, dengan semeringah sang mentari menyembul di ufuk timur. Dia datang mengabarkan sebuah harapan baru dan suasana yang baru dari hari kemarin.
Dedaunan nampak begitu segar di terpa sinar mentari yang berhasil mengeringkan embun yang telah membasahi sekujur kulit deduanan itu. Sang Elang pun menukik tajam mencari ayam


BABI NGEPET1 C

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis kemarin jam 4:54pm

SETELAH tamu-tamunya pulang, Primo lama terdiam di tempat duduknya.

Kepada isterinya yang kemudian muncul ia berkata agar jangan mengusik ketenangannya.

"Pergilah tidur. Temani anak-anak..." katanya.

Kemudian ia memasang sebatang rokok lagi di mulut, dan segera menyulutnya dengan mancis gas di tangannya yang lain. Terngiang-ngiang kembali di telinganya suara Nyi Imas ketika ia bawa


DEWATA ABHIRAMA SATRIYA15 -- MENUMPAS GUNUNG ANGKASA DI ANJUKLADANG

Bab oleh onomarp ditulis kemarin jam 10:29am

“Sudah malam, sebaiknya kita segera kembali ke Gunung Angkasa. Eyang Resi Astramayabadi pasti mencemaskanmu.” Duduk di samping Rara Apsarianung, Tanja Balwana mengajak kembali pulang. Cukup lama mereka duduk bersisihan di tepi Kedung Widas. Sesekali Rara Apsarianung mencium rambut. Ia masih merasakan bau sangit yang belum hilang dari rambutnya yang terbakar.


DIÀNYUÁN SHÍ HĒI (TENAGA BATU HITAM)21 -- BATU HITAM MULAI MERICUHKAN

Bab oleh WicaksonoWJ ditulis kemarin jam 10:26am

Kabut baru saja tersapu buyar bersama dengan mengeringnya embun oleh sinar matahari. Sejuk segar angin menyapu lereng barat Li Shān. Kupu-kupu dan kumbang sudah berebut menyerbu bunga-bunga liar yang tumbuh di sela-sela bebatuan. Duduk di pondok dengan kitab di tangan, Dēng Shàng Jiāo menenggelamkan pikiran. Aksara-aksara membawa pikirannya bekerja. Sesekali


Pendekar Sejati33.132. Keponakan Sin Cap-si-koh Yang Lain?

Bab oleh alysa ditulis Senin jam 5:49am

33.132. Keponakan Sin Cap-si-koh Yang Lain?

“Kau sendiri perempuan hina!” jawab Siau-hong. “Aku tidak tahu Beng Jit-nio berada dimana, andaikan tahu juga takkan kukatakan padamu.”

“Si budak busuk Si Bwe berada dimana kukira kau memang tidak tahu, tapi dimana beradanya keponakanku tentunya kau tahu bukan? Nah, aku ingin kau mencari keponakanku


Pendekar Sejati33.131. Terjebak Gadis Miau Cantik

Bab oleh alysa ditulis Senin jam 5:48am

33.131. Terjebak Gadis Miau Cantik

“Betul, hal ini disebabkan Sin Cap-si-koh tidak berhasil mendapatkan ayah mertuamu, dari cinta dia menjadi benci,” tutur Le Kim-liong. “Dia telah meracuni ibu mertuamu, tapi sengaja memfitnah Beng Jit-nio. Hal inipun baru kuketahui belum lama berselang ketika aku bertemu dengan Thio Tay-tian, seorang sahabat baik mertuamu,


Pendekar Sejati33.130. Kehancuran Pasukan Bajak Kik Siau-kiang

Bab oleh alysa ditulis Senin jam 5:46am

33.130. Kehancuran Pasukan Bajak Kik Siau-kiang

“Biar siapa pun pimpinan baru pasukan itu, hari ini kita harus berbuat sekuat tenaga, andaikan pasukan kerajaan itu tidak membantu juga kita mampu mengalahkan kawanan bajak,” kata Ong Ih-ting tegas.

Segera Ong Ih-ting mempercepat laju perahunya sehingga perahu-perahu di belakangnya tertinggal jauh. Tidak lama perahu Ong


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik