Rahasia Sebilah Pedang BambuNegeri Atas Awan

Bab oleh Sigiro ditulis 13 jam lalu

Perguruan Bambu Kuning, bukanlah perguruan terhebat di Negeri Atas Awan, bahkan usianya pun masih relatif muda bila dibandingkan dengan perguruan lainnya, tetapi dari perguruan inilah kisah cerita ini akan dimulai.

Perguruan Bambu Kuning didirikan dan dipimpin oleh seorang lelaki yang usianya baru saja melewati paruh baya, namun masih terlihat gagah, tubuhnya


Rahasia Sebilah Pedang Bambu

Bacaan oleh Sigiro ditulis 14 jam lalu

Sebuah pedang dari Bambu muncul di dunia persilatan. Tidak satu orang pun yang menganggapnya sebagai barang berharga apalagi sebagai sebuah senjata mustika bahkan oleh pemiliknya sendiri. Dibuat sebagai sebuah mainan pedang-pedangan, disimpan hanya dengan sebuah harapan dapat menemukan sang pemberi yang kemungkinan menjadi pembuka identitas dirinya. Andai orang – orang


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 04.020

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:07am

Pawikwanim 04.020

“Kau terimalah kembali!” Katanya dan ia ayun batu itu kembali kepada anak itu.

Dengan ketawa lebar anak itu gunakan tangan kiri untuk tolak batu itu keluar dan batu itu jatuh berdebuk ke atas tanah, mengeluarkan debu mengepul ke atas. Kedua kaki Siauw Ma ternyata juga sudah melesak ke dalam


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 04.019

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:06am

Pawikwanim 04.019

Pada saat itu, dari dalam keluarlah anak perempuan yang manis dan yang tadi menegur Hwat Kong Tosu. Melihat ramai-ramai itu, anak perempuan tadi segera lari keluar dan melihat.

Dengan beraninya ia mendekati kedua kakek yang sedang bertempur itu. Hal ini ternyata menolong Kim Bok Sianjin karena kedua orang tua


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 04.018

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:05am

Pawikwanim 04.018

Jenggot yang panjang dan putih itu mengherankan anak itu, maka tak heran pula ia berkata, “Kakek, jenggotmu bagus sekali!”

Hwat Kong Tosu tunda minumnya dan pandang anak perempuan itu lalu tertawa gembira. “Ha, ha, ha, ha!” Tapi kemudian ia tenggak lagi mulut gucinya.

“Kakek tua, kau mabok!” anak itu berkata


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 04.017

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:04am

Pawikwanim 04.017

Melihat gerakan yang menceritakan hal ini, Lian Eng tersenyum manis dan tiba-tiba ia menunjuk ke atas. Beberapa ekor burung terbang rendah di atas mereka. Lian Eng segera mengumpulkan tenaganya dan dengan pukulan Huo-mo-kang is menjatuhkan seekor burung.

Burung itu masih hidup tapi dadanya terpukul angin pukulan itu hingga menjadi biru


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 04.016

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:04am

Pawikwanim 04.016

Huo Mo-li terkejut ketika tahu bahwa yang melukai lengannya adalah Kwan-im-ciam, semacam jarum halus yang tentu saja karena runcing dan halusnya, dapat menembus lubang-lubang kecil di antara pakaian wasiatnya, dan ia tahu pula bahwa jarum itu dapat memasuki jalan darah dan berjalan perlahan dengan darah menuju ke jantung! Dan


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 03.015

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:02am

Pawikwanim 03.015

Lian Eng berdiri memandang dengan tak bergerak kepada dua pendeta wanita itu. Kedua pendeta itu ketika melihat Lian Eng segera menghampiri dan seorang di antara mereka bertanya dengan suara halus.

“Eh, nona yang baik, di manakah perginya Huo Mo-li? Apakah dia gurumu?”

Lian Eng menggeleng-gelengkan kepala, tanda bahwa ia tidak tahu


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 03.014

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:01am

Pawikwanim 03.014

Dengan menderita luka dalam dan malu sekali, anak murid Kwan-im-pai itu lari menuju pulang. Dan semenjak saat itu, maka tertanamlah bibit permusuhan di antara Kwan-im-kauw dan ke tiga tokoh Thang-la itu!

<>

Lian Eng si gadis gagu mendapat gemblengan hebat dan pelajaran silat dengan tak kenal lelah oleh Huo Mo-li. Setan


PATUNG DEWI KWAN-IM ~Pawikwanim 03.013

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 5:59am

Pawikwanim 03.013

“Dan apa taruhannya?” Beng Beng Hoatsu bertanya.

“Kau selalu hendak bertaruh! Tapi, aku teringat sesuatu. Bukankah tadi imam busuk itu menanyakan ketua Pegunungan Thang-la? Nah, siapa yang menang dalam perlombaan mencari patung Dewi Kwan-im ini, dia berhak menjadi Ketua Thang-la dan yang lain harus tunduk kepada ketua!”

Mendengar usul ini, Huo


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik