SUMPAH BERDARAHBab Tigabelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 7 jam lalu

TIGA BELAS

UPACARA pemakaman jauh dari suasana berkabung. Tidak sebagaimana lazimnya, yang terasa justru suasana gelisah yang kemudian berkembang memanas. Keadaan ini sudah mulai terasa semenjak jenazah akan diberangkatkan dari rumah. Di sana-sini orang pada berbisik resah setelah Juragan Bajuri mengajukan diri sebagai salah seorang pembicara pada akhir pemakaman. Lumrah,
mengingat ia


SUMPAH BERDARAHBab Duabelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 17 jam lalu

DUA BELAS

BAJURI duduk gelisah di atas mobil landrovernya.

la sedang dilanda perasaan gundah, ketika terasa suatu denyut aneh dan menyakitkan di ubun-ubunnya. Hanya sebentar dan ia tidak terlalu menanggapi. Pikiran Bajuri lebih tercurah pada kematian berturut-turut dua orang sahabat lamanya: Jukardi, dan tadi malam Sobara.

Bajuri menunggu sampai dua orang centeng-centengnya mendekati


SUMPAH BERDARAHBab Sebelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 19 jam lalu

SEBELAS

IJANG terpesona menyaksikan apa yang tampak didepan mata. Halaman rumah yang berantakan, dan bekas lubang galian yang telah berubah menjadi semacam tempat kerbau berkubang. Tak tampak lagi rerumputan yang subur dengan taman bunga mini yang menyedapkan pandang itu. Apa yang tersisa hanyalah sampah. Potongan cabang atau ranting patah pepohonan di


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)44b (T.A.M.A.T)

Bab oleh Roony ditulis 19 jam lalu

"Heh, celaka! Ada suara wanita di sini ! Aku harus cepat- cepat pergi......!" mendadak seperti orang kebakaran jenggot kakek bertubuh pendek itu menjerit, lalu bergegas mengambil daun teratainya dan....... ambles ke dalam air! Dan yang tampak kemudian hanyalah daun itu saja yang hanyut menjauhi perahu Chin Yang Kun. "Ah, makanya


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)44a

Bab oleh Roony ditulis 19 jam lalu

Jilid 44 DAN pertempuran itu menjadi semakin kejam dan ganas tatkala orang-orang seperti Siang-hou Nio-nio, Siangkoan Ciangkun dan para pengawal mereka ikut pula terjun dalam kancah perebutan harta karun tersebut. Korbanpun segera berjatuhan. Darah segera mengalir membasahi lantai pendapa yang licin itu. Keh-sim Siau-hiap sudah tidak bisa mencegah orang-orang itu


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)43b

Bab oleh Roony ditulis 20 jam lalu

Tampaknya Hek-eng-cu juga dapat membaca pikiran Chin Yang Kun. Tetapi karena sudah tidak punya banyak waktu lagi, maka iblis yang pada saat-saat terakhirnya telah menyadari kesalahannya kembali itu tidak bertanya lebih lanjut. Sebaliknya iblis itu malah meneruskan kata-katanya. “Yang Kun, anakku.....! Ketahuilah! Sebelumnya sudah kauketahui pula, bahwa sifat dan watak


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)43a

Bab oleh Roony ditulis 20 jam lalu

Jilid 43 DEMIKIANLAH, pertemuan itu sungguh-sungguh sebuah pertemuan yang tak mereka sangka sebelumnya. Semuanya benar-benar tak mengira bahwa Keh-sim Siau-hiap yang tersohor dan amat terkenal di dunia persilatan itu adalah Kwee Tiong Li, sahabat lama mereka sendiri (baca Darah Pendekar). Sahabat lama yang telah delapan tahun tak pernah berjumpa. Dan


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)42b

Bab oleh Roony ditulis 20 jam lalu

Dapat dibayangkan betapa merahnya muka di balik kerudung hitam itu. Namun karena perkataan lawannya itu memang terbukti dan masuk akal, maka iblis yang banyak akalnya itu tak bisa membantah atau menyanggahnya lagi. Dan untuk menutupi perasaan malunya, iblis itu segera mengerahkan tenaga sakti Pat-hong-sin-kangnya. Yang bergejolak di dalam benak iblis


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)42a

Bab oleh Roony ditulis 20 jam lalu

Jilid 42 KEPALA yang tersembunyi di dalam kerudung itu cepat berpaling kepada Chin Yang Kun. Bola matanya tampak mencorong seakan-akan bisa menembus tirai kerudung tersebut. "Apa katamu? Kau telah membunuh Hek-mou-sai Wan lt? Huh.......! Jangan mengigau di depanku! Aku tahu dengan pasti siapa Wan It dan siapa...... engkau! Jangankan membunuhnya,


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)41b

Bab oleh Roony ditulis 20 jam lalu

Hmmh…..tak kusangka kau yang telah bertahun-tahun mengabdi kepada Keluarga Chin ini sekarang telah berbalik memihak musuh.” Chin Yang Kun menggeram dengan hebat. Lalu,”apa maksudmu membunuh orang tua ini secara licik?” “Hahaha……sungguh garang sekali! Lagaknya masih juga seperti seorang pangeran……” Hek-mou-sai Wan It tertawa dengan lagak yang sangat meremehkan. “Diam kau,


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik