Nilai dan Pesan Dalam Sebuah Cerita Silat.

HomeArticlesEntertainmentNilai dan Pesan Dalam Sebuah Cerita Silat.

Han1977
6 January at 1:54pm

Dulu saya termasuk pembaca Khoo Ping Ho yang suka sekali melompati bagian-bagian, di mana pengarang menuturkan falsafah hidupnya tentang ke-aku-an, kebahagiaan, dan hal-hal lain yang ada di benaknya, dalam cerita silat yang ditulisnya.

Tapi akhir-akhir ini saya sering berpikir, bahwa sebenarnya cerita silat bukan hanya cerita tentang dunia persilatan. Memang, jurus yang dahsyat, intrik keji dan misterius, pertarungan berdarah dan kisah asmara yang menggoda adalah daya pikat dari sebuah cerita silat. Tapi semua itu adalah bagian dari kulit luar sebuah tulisan.

Seperti gadis yang cantik molek, membuat kita tergoda untuk mendekatinya, jika kemudian setelah kita mulai kenal, ternyata gadis yang cantik molek ini, berotak kosong, berlidah tajam dengan kosa kata yang mendekati isi tong sampah, masihkah kita tertarik untuk lebih dekat lagi kenal dengannya?

Sebuah cerita silat, tidak ada bedanya dengan karya tulisan yang lain. Di dalamnya harus ada sesuatu yang hendak disampaikan oleh penulisnya. Di balik ribuan kata, ada suatu semangat atau roh, yang berada di sana, yang menghubungkan penulis dengan pembacanya. Seorang penulis cerita silat, harus menulis ceritanya karena mempunyai sesuatu yang ingin disampaikan pada pembacanya. Sesuatu di sini tidak harus berupa nilai-nilai atau wejangan, seperti yang sering kita dapati dalam cerita silat karangan Khoo Ping Ho.

Sesuatu di sini, bisa juga merupakan kegalauan dari penulis terhadap dunia di sekitarnya. Bisa juga berupa utopia yang dicita-citakan oleh si penulis. Yang pasti harus ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh penulis lewat karyanya.

Jika sebuah cerita silat hanya berisi permainan kata dan kesenangan dangkal dari sebuah petualangan yang mendebarkan tapi tanpa arti. Maka seusai membacanya pembaca pun ditinggalkan dalam kehampaan.

Pembaca Gu Long tentu bisa membayangkan nilai-nilai apa yang dia utamakan dalam hidup, antara lain, persahabatan, kerelaan untuk berkorban, kesetiaan, kasih dan pengampunan.

Nilai-nilai itu mungkin tidak secara langsung disampaikan berupa wejangan atau pesan. Tapi nilai-nilai itu dibawa oleh tokoh-tokoh utama dalam ceritanya.

Siapa yang tidak tergerak oleh persahabatan Fu Hong Xue dan Yap Kai? Atau si pisau terbang Li pada kekasihnya?

Bagaimana dengan semangat patriotisme dan sifat-sifat jantan yang dibawa oleh pendekar-pendekar dalam kisah Pendekar Rajawali karangan Chin Yung?

Atau kisah-kisah perjuangan dalam hidup yang tertulis dalam Taiko dan Musashi, dua karangan Eiji Yoshikawa yang membuat saya ikut terlecut untuk hidup dan berjuang, berusaha menggapai kesempurnaan hidup sebagai manusia.

Membaca sebuah karya membuat pembacanya merasa lebih dekat pada penulis? Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena lewat karya tulisnya, para penulis itu telah membuka dirinya, menuangkan isi benak dan hatinya dalam bentuk karya tulis. Tersembunyi di balik petualangan dan pertarungan, tersembunyi di balik kisah tentang asmara dan dendam, tertuang pribadi penulisnya.

Cerita silat, tidak ada bedanya dengan karya sastra atau karya seni yang lain. Dia menjadi berbobot dan hidup ketika penulisnya, menuangkan sebagian dari rohnya ke dalam karyanya.

Mungkin mirip dengan pembuat keris di jaman dulu yang dalam proses pembuatannya mengucurkan sebagian dari darahnya sendiri ke atas besi yang sedang dia tempa.

Dengan demikian sebuah cerita silat menjadi lebih berarti, menjadi lebih hidup, bukan hanya menjadi teman bacaan di kala kita berjongkok, melepaskan sisa-sisa buangan sumber energi yang sudah terserap habis di dalam perut. Tapi cerita silat juga jadi bahan bacaan yang menambah wawasan dan perbendaharaan rasa dalam kehidupan kita sebagai manusia.

Sekilas tulisan ini, cuma sedikit bayangan dari seseorang yang ingin bisa menjadi penulis. Sebuah usaha untuk memahami sebuah dunia yang masih tampak remang-remang bagi dirinya sendiri. Sebuah usaha untuk saling berbagi pemikiran dan pengalaman.

Buat para penulis-penulis di Indozone, pesan saya,

Lanjutkan !!!

:p

Category Entertainment

165 people have read
avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar avatar


2 comments

icon_comment Read all comments icon_add Add Comment

#1 avatar
rduyk 6 January at 2:13pm  

:) inipun sebuah karya sela yang bagus, tentang lompat melompat he he aku juga gitu tetapi pedang berbisiknya tentunya akan dilanjut sehingga akupun tidak harus melompat ketempat lain lagi :) selamat berkarya

#2
Han1977 6 January at 2:29pm  

Jgn kuatir mas rduyk, niat hati memang menulis PAB sampai tamat, bahkan begitu tamat mungkin akan segera lanjut pada sekuelnya.

Kalaupun tidak mampu, sedikitnya saya akan berusaha berhenti menulis, tepat pada saat-saat cerita mencapai puncaknya, hehehehe.