Balada Padang Pasir (大漠谣/ Da Mo Yao) Karya Tong HuaBuku Kedua Bab XIX Kepercayaan

Bab oleh gpp1971 ditulis 4 jam lalu

Hadiah yang digambarkan Huo Qubing dengan enteng sebagai 'kekuasaan, kedudukan dan kekayaan' ternyata membuat segenap pejabat sipil dan militer di istana serta seluruh negeri tercengang. Hanya untuk pertempuran kali ini, Han Wudi menghadiahinya lima ribu delapan ratus keluarga. Namun yang penting adalah bahwa semua perwira yang ikut Huo Qubing berperang


Lembah Selaksa Bunga ~ 03.09. Hadangan Keluarga Ibu Tiri

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

03.09. Hadangan Keluarga Ibu Tiri

“Baik, Enci. Aku berjanji.”

“Aku adalah seorang yatim piatu. Ayah Ibuku meninggal dunia ketika aku masih kecil. Namaku adalah Nyo Siang Lan.”

“Sejak berusia sepuluh tahun aku di rawat dan dididik oleh mendiang Guruku yaitu Pat-jiu Kiam-ong Ong Han Cu. Guruku mempunyai seorang puteri bernama Ong Lian Hong


Lembah Selaksa Bunga ~ 03.08. Jatuh, Ditimpa Tangga Pula!

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

03.08. Jatuh, Ditimpa Tangga Pula!

Setelah membunuh dua orang tosu itu, Siang Lan merasa kepalanya pening. Pedang itu terlepas dari tangannya, tubuhnya terasa lunglai dan ia masih dapat melihat wajah seorang laki-laki berpakaian sederhana, berwajah lembut dan tampan, berusia sekitar empatpuluh tahun.

Ia masih teringat akan pertolongan tadi dan dapat menduga


Lembah Selaksa Bunga ~ 03.07. Akhir Pendeta Berbulu Domba

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

03.07. Akhir Pendeta Berbulu Domba

Hwe-thian Mo-li masih hendak membela Kui Ciang-kun, akan tetapi Kui Seng berkata. “Aku telah bersalah dan sudah sepatutnya dihukum mati sebagai pengkhianat. Biarlah aku menghukum diri sendiri sebagai pertanggungan-jawabku terhadap negara!”

Tiba-tiba dia mencabut dan menikamkan pedangnya ke dadanya sendiri. Dia roboh terkulai dan Hwe-thian Mo-li yang


Lembah Selaksa Bunga ~ 02.06. Apakah Panglima Kui Pengkhianat?

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

02.06. Apakah Panglima Kui Pengkhianat?

Nyonya Kui terkejut dan keduanya terdiam, tenggelam ke dalam lamunan dan bayangan masing-masing yang amat menggelisahkan. Akhirnya Nyonya Kui bertanya.

“Suamiku, apakah engkau tidak bisa membebaskan tiga orang itu?”

“Hemm, kepala penjara itu termasuk anak buahku, tentu saja aku bisa mengusahakan agar mereka dapat dibebaskan, akan tetapi......”

“Akan tetapi


Lembah Selaksa Bunga ~ 02.05. Siasat Mencegah Bunuh Diri

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

02.05. Siasat Mencegah Bunuh Diri

Bukan saja orang ini mengaku sebagai orang yang memperkosanya tadi malam, bahkan kini menghinanya dan mengatakan ia takut! Cepat seperti kilat menyambar ia menyerang dengan Lui-kong-kiam. Akan tetapi dengan gerakan ringan sekali sambil mengeluarkan suara tawa mengejek, orang bertopeng itu mengelak dan dengan lompatan tinggi dia


Lembah Selaksa Bunga ~ 02.04. Penyesalan Seorang Pendekar

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

02.04. Penyesalan Seorang Pendekar

“Sie Bun Liong, jahanam busuk kau! Apa yang telah kau lakuan......? Kau layak mampus......!” Sepuluh jari tangannya menjambak-jambak rambutnya sendiri sampai gelungnya terlepas awut-awutan, kemudian kedua tangannya menampari kedua pipinya dari kanan kiri.

“Plak-plak-plak-plak-plak-plak! Kau layak mampus, layak mampus huu-huu-huuhh......!” Dia menangis sambil menahan suaranya, air matanya bercucuran,


Lembah Selaksa Bunga ~ 01.03. Pembantaian Laki-laki Ban-hwa-pang

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

01.03. Pembantaian Laki-laki Ban-hwa-pang

Tiba-tiba ia menjerit, akan tetapi tidak ada suara keluar dari mulutnya. Jerit itu terjadi di dalam hatinya saking kaget dan ngerinya karena ada tangan yang dengan lembut melepaskan pakaiannya dan menanggalkan pakaian itu dari tubuhnya! Dan tangan-tangan yang gerakannya lembut namun kuat sekali itu bahkan membuka ikatan


Lembah Selaksa Bunga ~ 01.02. Siapa Pemerkosa Misterius itu?

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

01.02. Siapa Pemerkosa Misterius itu?

“Ban-hwa-pang kami telah berdiri selama puluhan tahun, pendirinya adalah mendiang Siangkoan Lo-cianpwe, setelah beliau meninggal perkumpulan dipimpin Pang-cu Siangkoan Leng sejak belasan tahun yang lalu. Perkumpulan kami mempunyai anak buah sebanyak limapuluh orang lebih yang tinggal di lembah ini bersama anak isteri mereka. Pang-cu belum pernah


Lembah Selaksa Bunga ~ 01.01. Kegalauan Gadis Pendekar

Bab oleh andu0396 ditulis 5 jam lalu

01.01. Kegalauan Gadis Pendekar

Pagi itu masih gelap kelam, remang-remang karena sinar matahari masih lemah sekali. Mataharinya sendiri belum tampak, agaknya masih jauh di balik bukit itu, baru mengintai dengan sinarnya yang masih lemah.

Dari kaki bukit tampak bayangan seorang gadis berjalan mendaki bukit memasuki hutan. Agaknya ia sakit karena jalannya mulai


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik