PRABU SILIWANGI: Bara di Balik Terkoyaknya Raja DigdayaBEBER LAYAR

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 18 jam lalu

BEBER LAYAR

Nurut galuring karuhun.
Mapay tata para bujangga

Menelisik hilir Kerajaan Pajajaran terutama saat mencapai zaman keemasan dibawah kepemimpinan Sri Maharaja Prabu Siliwangi, perlu mengetahui aliran dari hulunya. Dengan demikian kita yang di hilir, bisa menerima aliran air kehidupan dari hulu dengan dada penuh kebanggaan. Sikap yang akan menumbuhkan semangat untuk


PRABU SILIWANGI: Bara di Balik Terkoyaknya Raja Digdaya

Bacaan oleh Tjareuh_Boelan ditulis 19 jam lalu

Setitik cahaya membentuk bayangan

Gelap di sisi dalamnya

Tak sempurna adanya

Tapi bukankah gelap itulah yang mengakui keberadaan cahaya

______

Daftar Isi:
Beber Layar
1. Mendung di Pajajaran
2. Ke Hilir Mencari Hulu
3. Mendaki Kaki Sendiri
4. Sudut Mata Ki Nalaraya
5. Eyang Danuwarsih
6. Pesona Nini Indangayu
7. Tangkuban Parahu
8. Cincin Ampai
9. Basilat
10. Palintang
11. Gunung Cangak
12. Halimun Mengambang


Satria WilwatiktaEpisode 20 (Sumpah Sang Amangku Bumi 2)

Bab oleh amur ditulis 22 jam lalu

Semilir angin lembut membelai dedaunan, goyangan pucuk pohon seperti menari mengikuti iringan dan lambaian sang angin. Deritan pohon yang berselisih memberikan bunyi yang khas.
Teriknya matahari terihat meredup seiring semakin menurunnya sang penguasa siang. Riak sungai kecil terdengar mencari celah diantara bebatuan. Di pinggirnya nampak pohon-pohon raksasa menjuntai, akarnya bahkan


Menertawakan Dunia Persilatan(124) Antara Hidup dan Mati

Bab oleh antapurwa ditulis kemarin jam 10:34am

Kembali terdengar Zuo Lengchan berseru, “Bola mata kalian dibutakan oleh siapa, apa kalian sudah lupa?”

Serentak belasan orang buta itu menjadi murka. Mereka meraung-raung kemudian melompat ke atas sambil mengayunkan pedang serta menusuk secara serabutan.

Linghu Chong dan Ren Yingying diam saja. Serangan belasan orang buta itu sia-sia dan tidak mengenai sasaran.


Menertawakan Dunia Persilatan(123) Malapetaka di Gua Maut

Bab oleh antapurwa ditulis kemarin jam 10:13am

Jarak antara tempat Linghu Chong berdiri dengan dinding gua sebenarnya hanya belasan meter saja. Akan tetapi, karena terhalang oleh hujan sambaran senjata yang bertubi-tubi, terpaksa ia harus berhati-hati kalau tidak mau lekas-lekas kehilangan nyawa. “Jika aku mati terkena pedang seorang tokoh persilatan papan atas rasanya masih berharga,” pikirnya kemudian. “Tapi


Pendekar Sejati38.152. Serang Orang Jahat Dengan Cara Jahat

Bab oleh alysa ditulis Sabtu jam 11:36pm

38.152. Serang Orang Jahat Dengan Cara Jahat

“Aha, kiranya kau sendiri juga mengincar kitab pusaka keluarga Siang!” jengek Sebun Bok-ya.

“Terserah apa kesimpulanmu, yang jelas aku cuma menegakkan keadilan!” ujar Le Kim-liong.

Meski Sebun Bok-ya merasa jeri terhadap Le Kim-liong, tapi suruh menyerah begitu saja betapa pun ia tidak rela. Karena itu ia


Pendekar Sejati38.151. Biarpun Mati Pantang Bertekuk Lutut

Bab oleh alysa ditulis Sabtu jam 11:35pm

38.151. Biarpun Mati Pantang Bertekuk Lutut

Selain itu Kong-sun Bok mendapat tahu bahwa Oh-hong-tocu datang ke Uh-seng juga bertujuan hendak menaklukkan kawanan bajak Hong-ho sebagaimana tugas yang diembannya. Jadi dirinya harus berusaha agar musuh gagal mencapai tujuan.

Setelah ambil keputusan itu, Kong-sun Bok sengaja memberi kesempatan agar musuh dapat menyusulnya.

Sebaliknya Umong juga


Pendekar Sejati38.150. Nada Penyesalan, Tapi Hati Senang

Bab oleh alysa ditulis Sabtu jam 11:33pm

38.150. Nada Penyesalan, Tapi Hati Senang

“Siapa?” terdengar suara rada gemetar pemilik kedai bertanya di dalam.

“Tamu!” jawab Kong-sun Bok.

Nenek tadi mengintip melalui celah pintu, melihat Kong-sun Bok berdandan sebagai pemuda kampung dan membawa payung segala, tampaknya orang baik-baik, legalah hati nenek itu, katanya, “O, maaf tuan, hari ini kedai ini tidak


Pendekar Sejati38.149. Penugasan Ke Ibukota Kim

Bab oleh alysa ditulis Sabtu jam 11:31pm

38.149. Penugasan Ke Ibukota Kim

Ucapan Kok Siau-hong itu telah menyingkap kabut yang selalu menyelimuti hati Sin Liong-sing selama ini. Serentak ia tersadar, katanya, “Ya, ucapanmu memang tidak salah, orang hidup tak perlu menyesal lagi apabila mendapatkan seorang kawan sejati. Cuma aku tetap tidak tenteram.”

Dengan tegas Kok Siau-hong berkata, “Tapi pikiran


Pendekar Sejati37.148. Penderitaan Akhir Yim-hujin

Bab oleh alysa ditulis Sabtu jam 11:29pm

37.148. Penderitaan Akhir Yim-hujin.

“Teratai yang tumbuh di tengah air pecomberan takkan menjadi kotor, Yim Hong-siau tidak dapat disamakan dengan ayahnya,” tutur Giok-kun. “Dia telah minggat dari rumahnya dan kini pulang lagi ke sini bersama kami. Aha, baru dibicarakan, seketika juga orangnya datang. Lihatlah, bukankah mereka sudah datang!”

Benar juga, tertampak Kiong


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik