JOKO BOLORsebuah akhir

Bab oleh tovanhelsing ditulis 11 jam lalu

gemuruh masih terdengar memekak bersahut sahutan d langit..
dari balik awan yg berarak pelan terus menerus tiada henti..
awan sama sekali tiada nampak adanya akan mendung..
hanya ada angin yg bertiup mengalir berhembus sangat teramat sangatlah kencang..
menderu nderu menghamburkan debu debu beterbangan serta butiran butiran tanah yg terkikis sedikit demi sedikit..
menelan


SANG KYAISANG KYAI. BAB 87

Bab oleh Febriann ditulis 11 jam lalu

Kisah murid TQNS

Ahmad Sadli

Assalamualaikum wr.wb.

Salam takdzimku kapada Guru Kyai Cilik dan Kyai Nur selaku pembimbing, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan dalam membimbing murid TQNs ini, aamiin.

Tak lupa kepada saudara saudari senior TQNS di manapun berada semoga ridho Allah selalu menyertai kita semua, aamiin.

Cerita ini baru saja terjadi


BABAD DERMAYUBab 18 ( Selesai )

Bab oleh windu ditulis kemarin jam 3:43pm

Bab 18

Arya Wiralodra terus mengejar Nyi Endang Darma, sementara Nyi Endang Darma terus berlari tanpa menghiraukan Arya Wiralodra yang mengejarnya. Pelarian Nyi Endang Darma terhenti di sebuah tempat yang cukup sepi, tempat itu di pinggir Sungai Cimanuk.
Berdiri dengan sangat perkasa Nyi Endang Darma menatap jauh ke arah Sungai Cimanuk, nampak


BABAD DERMAYUBab 17

Bab oleh windu ditulis kemarin jam 2:38pm

Bab 17

Berlawanan dengan Sang Wira yang turun hingga menginjak bumi dengan tegak, Nyi Endang jatuh terguling, kemudian sambil bangkit patrem Nyi Endang melesat dengan kekuatan penuh ke arah tubuh Sang Wira.Apa yang terlihat seperti patrem (tusuk konde) itu sebetulnya adalah rencong mini yang terbuat dari baja putih (platina). Salah satu


GATOTKACA MENCARI PANDUSeri 5

Bab oleh raden_umbaran ditulis kemarin jam 1:35pm

Seri 5

BATARA GURU menghampiri Pandu di dampingi oleh Narada, sementara Kalabuat menyingkir dari samping Pandu.
"Pandu, langsung saja tanpa banyak bicara aku ingin memberi kabar yg tidak mengenakan hatimu" bicara Batara Guru.
"Jawata, kabar apa yg ingin kau berikan untukku.?"
"saat ini ada yg sedang mencari keberadaanmu, mungkin beberapa saat lagi akan datang


JOKO BOLORdetik detik terakhir.

Bab oleh tovanhelsing ditulis kemarin jam 1:08pm

hem.. begitu rupanya.. " gumamku dalam hati setelah mengetahui apa yg tersembunyi di balik tiga sosok si raja iblis yg tlah menyerang bahkan mampu menjatuhkanku tadi.

jelas terlihat dalam kegelapanku sesosok tubuh yg hanya berwarna putih temaram buram tampak bergerak terus berlari berputar memutariku.

kini hanyalah senyum penuh ketenangan d raut wajahku..
tiada


Hitam PutihBab II. Dulu dan Sekarang. (part 1)

Bab oleh Han1977 ditulis kemarin jam 11:32am

Zhongheng berjalan mendekat dengan tombak dipanggul di pundak. Meski tadinya berlagak jagoan, melihat sikap Zhongheng yang keren, nyali mereka pun tertekan oleh semangat Zhongheng. Tanpa sadar gerombolan berandalan itu melangkah mundur dua langkah.

Alangkah malu mereka begitu sadar, tapi kaki sudah terlanjur melangkah, dari malu akhirnya berubah jadi marah.

“He! Kau berlagak


JOKO BOLORtiga raja iblis

Bab oleh tovanhelsing ditulis Kamis jam 12:42am

tepat seperti yang menjadi perkiraanku selama ini.
adalah sangat ganjil kiranya jika saja siraja iblis dapat dengan mudahnya aku kalahkan hanya dengan beberapa hantaman pukulan serta hantaman kekuatan petirku yg baru.

dari namanya saja sudah dapat d ketahui bila kekuatan yg d milikinya tentunya tak seperti kekuatan yg d miliki iblis iblis


JOKO BOLORbunga cinta retno anjani.

Bab oleh tovanhelsing ditulis Rabu jam 12:47pm

suara gemericik air sungai mengalun lembut membelai telinga permana yg tengah duduk termangu sendirian di atas sebuah batu besar di pinggiran sungai yg letaknya tak jauh dari gubuk kecil d mana ia selama ini tinggal.
tiada berkedip apalagi menoleh sorot matanya menatap sesosok tubuh yg berada d dalam air yg ketinggianya


PENDEKAR 100 HARI10.50. Elahan Napas Panglima Kalah Perang

Bab oleh andu0396 ditulis Rabu jam 2:19am

10.50. Elahan Napas Panglima Kalah Perang

Melihat itu Pek Wan Taysu terkejut dan cepat-cepat gerakkan kedua tangannya untuk melepaskan ilmu jari Lo-han-ci-keng.

“Dar…….”

Terdengar letupan keras dan ketiga paderi itupun muntah darah, tubuhnya terlempar sampai tiga tombak jauhnya. “Bum......” jatuhlah mereka terbanting ke tanah untuk tak bangun selama-lamanya.

Terbukanya sebuah lubang pada barisan Tat-mo-coat-ci-tin


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik