Tikam SamuraiAkan kemanakah lagi...

Bab oleh oki2577 ditulis 3 jam lalu

Disamping Polisi ini, adalah seorang
lelaki yang dikenal si Bungsu sebagai
seorang staf konsulat!
Ya, dia adalah orang Indonesia yang
menduduki tempat penting pada
staf konsulat itu.
Lelaki itu tersenyum. Kedua
tangannya berada dalam kantong.
Senyumnya lebih mirip seringai.
“Tetap sajalah duduk di sana
tenang-tenang nyonya…” lelaki itu
bicara sopan dan masih tersenyum
pada Salma yang akan bangkit.
Suaranya terdengar perlahan
ketelinga si Bungsu.
Salma


Tikam SamuraiPindah hotel dan mulai mengintai gedung konsulat

Bab oleh oki2577 ditulis 3 jam lalu

Tendangan dengan jurus silat ini
menerpa dada tentara tersebut. Dan
tubuhnya besar terjajar kedinding. Sebelum dia sadar sepenuhnya si Bungsu melompat turun. Kini mereka tegak berhadapan. Bekas tentara itu maju lagi dan cepat mengirimkan sebuah pukulan beruntun ke kepala dan ke dada si Bungsu.
Secara reflek, si Bungsu menjatuhkan tangannya ke lantai.
Dan secara


Tikam SamuraiTiga bekas tentara Raider berulah

Bab oleh oki2577 ditulis 3 jam lalu

Si Bungsu tak dapat menjawab
sekalimatpun. Dia menatap gadis itu
dengan tatapan tak menentu. Gadis itu bangkit. Mengambil sebuah tablet berwarna coklat di meja.
“Nah, minumlah ini, tablet ini bisa
menenangkan anda. Degup jantung
begitu bisa membuat anda sakit
jantung…” gadis itu berkata sambil
menoyongkan tablet itu kedekat
mulut si Bungsu.
Busyet!
Si Bungsu menggeleng.
“Saya memang telah sakit jantung
nona. Kalimat-kalimat


Tikam SamuraiMei-mei ?!?

Bab oleh oki2577 ditulis 3 jam lalu

Anak muda itu terguling untuk
keduakalinya. Empat kali tembakan.
Berarti kini masih tersisa satu peluru lagi.
“Bangkitlah. Kau seorang jagoan
bukan? Dan seorang jagoan
biasanya sok perkasa. Kalau akan
ditembak suka tegak lurus dan
menantang dengan dada terbuka
dengan mata menatap tegas seperti
mata anjing. Kau tegaklah dan
cobakanlah sikap gagah perkasa
konyolmu itu…! Kalau tidak
kepalamu akan keremukkan ketika
menelungkup itu….”
Orang itu


3 Naga Sakti (Cerita Lepas)Jilid 21

Bab oleh Roony ditulis 15 jam lalu

menggerakkan kedua tangan menangkis dan tahu-tahu tubuh
tokoh Beng-kauw itu telah terlempar seperti terbang ke atas!
Kalau semua orang bengong memandang ke atas genteng,
adalah Hek-bin Sai-kong sendiri yang juga kelihatan kaget,
matanya terbelalak, mulutnya mengeluarkan suara ah ah uh
uh dan mukanya pucat sekali.
"Sute, mengapa kau di sana? Lekas turun!� Ui-bin Sai-kong
menghardik karena merasa


Tikam SamuraiBayangan melintas di kepala

Bab oleh oki2577 ditulis kemarin jam 7:40pm

Meski dia tak ditugaskan untuk turun
tanga langsung, namun dia ikut
bertanggungjawab. Maka kalau si
gemuk itu kalah nanti, dia akan
ikut jadi korban. Harapannya
tinggal satu kini, yaitu agar si
gendut itu menang.
Perkelahian berlanjut lagi. Suatu
saat si gemuk berhasil mendekap
tubuh Belanda itu. Dia dekap
dengan kuat ke tubuhnya seperti
memeluk kekasih. Dengan kedua
tangannya yang masih bebas.
Belanda besar


Tikam SamuraiKuntau master

Bab oleh oki2577 ditulis kemarin jam 7:27pm

Tamu itu tersenyum padanya. Dan
tak salah lagi, memang
anak muda tadi! Tapi demi
perutnya yang gendut, kenapa anak
muda itu bisa berada disini?
Dan saat itu gadis anak pemilik
hotel itu sampai pula di sana. Dia
menatap pada anak muda yang
tegak menghadang di tengah pintu.
Kedua orang itu mirip seperti
perbandingan kerbau dengan
kambing!
Tapi nampaknya Cina gemuk itu
memiliki saraf


Tikam SamuraiGelut-gelut

Bab oleh oki2577 ditulis kemarin jam 7:18pm

Gadis kecil itu menoleh ke
pembaringan ayahnya. Menatap ayahnya yang masih
diam tak bergerak. Ketika dia
menoleh pada si Bungsu, dimatanya
kelihatan linangan air.
“Ayah Eka orang baik kan
Paman..?”
“Ya. Ayah Eka orang baik…”
“Lalu, kenapa ada orang yang
melukainya?”
“Yang melukai orang jahat..”
“Kenapa ayah tak membalas,
bukankah ayah juga punya pistol?”
Si Bungsu hampir kehilangan jawab.
Anak ini ternyata cerdas sekali.
“Ayah


Tikam SamuraiMelanjutkan tugas sahabat

Bab oleh oki2577 ditulis kemarin jam 6:27pm

Meja kursi dan tempat tidur bertempetasan. Kain-kain
dan laci-laci semua terbongkar
habis. Dan lebih kaget lagi, diruang tengah, seorang polisi Singapura yang
bertugas menjaga rumah itu
kelihatan terbaring berlumur
darah.
Salma terpekik dan memeluk si
Bungsu.
“Tenanglah. Tenang. Dimana
engkau simpan dokumen itu?”
Namun Salma tak bisa segera
tenang. Keadaan suaminya dan
ditambah dengan situasi rumah ini
menambah kesan yang amat kuat
dihatinya. Betapa


Tikam SamuraiMencari dokumen

Bab oleh oki2577 ditulis kemarin jam 6:16pm

Gedung yang dijadikan untuk Kantor
Konsulat Republik Indonesia itu tak
lebih dari sebuah bangunan
bertingkat yang sudah tua. Seorang
penjaga dari kepolisian Singapura
bergegas membukakan pintu. Dan
dia kaget ketika melihat bahagian
kanan taksi itu remuk dimakan
peluru. Dan makin terkejut lagi dia.
Ketika diketahuinya bahwa atase
militer dari konsulat yang dia jaga
terluka parah.
Dia segera berlari ke pintu
konsulat. Memijit sebuah


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik