Balada Padang Pasir (大漠谣/ Da Mo Yao) Karya Tong HuaBuku Pertama Bab VII Identitas

Bab oleh gpp1971 ditulis 7 jam lalu

Aku mempermainkan kuas tulis dalam genggamanku, namun setelah berpikir sejenak, aku belum juga mengambil keputusan. Xiao Tao mendadak menerjang masuk dari jendela dan langsung hinggap di tanganku, aku segera melepaskan kuas tulis dan menarik tanganku, namun aku masih terkena cipratan tinta hitam hingga lengan bajuku basah. Dengan hati-hati Xiao Qian


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT16.32. Dua Jenderal Besar - TAMAT

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

16.32. Dua Jenderal Besar

"Kita tangkap dia hidup-hidup,” kata Cu Sui In kepada Akim. Akim maklum bahwa calon ibu mertua tirinya ini hendak menangkap sang pangeran Mongol hidup-hidup agar dapat diseret ke depan suaminya dan agar seluruh jaringan mata-mata itu dapat dibongkar. Maka, Akim lalu mendesak dengan pedangnya, membuat pangeran itu


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT16.31. Jaringan Mata-mata Mongol

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

16.31. Jaringan Mata-mata Mongol

"Paman Bhok, pedang pemberian mendiang ayah ini adalah pedang pusaka. Coba paman lihat keampuhannya!" Gadis itu lalu meloncat ke sudut ruangan itu di mana terdapat sebuah rak besi dan sekali pedangnya menyambar, ujung rak besi itu putus seperti terbuat dari kayu lunak saja!

Ketika semua orang memandang masih


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT15.30. Perut Gendut Yang Mencurigai

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

15.30. Perut Gendut Yang Mencurigai

Akhirnya, menjelang pagi ia mengubah arah pencariannya sambil menyusul suaminya dan pada pagi hari itu, ia melihat suaminya sedang bertanding mati-matian melawan seorang wanita tua yang masih cantik, yang berpakaian serba putih dan bermuka pucat seperti mayat. Sebagai bekas tokoh kangouw, tentu saja ia segera mengenal


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT15.29. Penculik . . . Ya Pelindung

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

15.29. Penculik . . . Ya Pelindung

"Dukk!" Akhirnya, sebuah pukulan mengenai dada kanan Ci Han, membuat pemuda itu terpelanting.

"Suheng, tahan!" Akim membentak dan meloncat ke depan, melerai.

"Sumoi, biar kubunuh jahanam ini! Dia tetap tidak mau menulis surat. Biar kusiksa dia sampai dia mau menulisnya!"

Maniyoko melompat ke depan lagi


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT14.28. Ancaman Terhadap Bhok-Ciangkun

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

14.28. Ancaman Terhadap Bhok-Ciangkun

"Aku harus membuat perhitungan dengan Si Kedok Hitam si jahanam itu!" Tung-hai-liong Ouwyang Cin mengepal tinju. "Tidak saja dia hendak memperalat aku dengan menawanmu, akan tetapi juga dia kurang ajar sekali, menguasai orang-orang kangouw yang dahulu tunduk kepadaku. Kita harus menyelidiki dan menangkap dia!"

Datuk para bajak laut


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT14.27. Dua Buah Hati Bersatu Kembali

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

14.27. Dua Buah Hati Bersatu Kembali

“MENGINGAT keadaan Pangeran Mahkota yang lemah dan agaknya perlu dirawat setelah mengalami kekagetan tadi, hamba mohon agar beliau ini dapat hamba antar kembali ke kota raja lebih dahulu. Membiarkan beliau mendengarkan tentang usaha pembunuhan itu yang menimbulkan kenangan menakutkan, hamba kira tidak baik untuk kesehatan


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT13.26. Pelindung Putera Kaisar Beng

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

13.26. Pelindung Putera Kaisar Beng

Lili menghela napas panjang. Tidak mudah mengelabuhi seorang yang cerdik seperti Sin Wan ini. "Sudahlah, memang nasibku yang buruk harus bertemu denganmu dan bekerja sama denganmu. Kalau bukan ayah yang menyuruh, aku tidak sudi bertemu dan bekerja sama denganmu!"

Melihat gadis itu masih marah kepadanya, Sin Wan


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT13.25. Rombongan Penghibur Pangeran

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

13.25. Rombongan Penghibur Pangeran

MENDENGAR ini, Tung-hai-liong Ouwyang Cin dan puterinya memutar pedang, membuat para pengeroyok mundur, lalu mereka meneriaki Maniyoko untuk melarikan diri pula. Mereka bertiga segera meloncat keluar dari perahu yang masih terbakar hebat karena usaha pemadaman dari anak buah Si Kedok Hitam tidak berhasil sama sekali. Tung-hai-liong dan


Asmara Si Pedang Tumpul - TAMAT12.24. Siasat Pembunuhan Putera Kaisar

Bab oleh andu0396 ditulis 11 jam lalu

12.24. Siasat Pembunuhan Putera Kaisar

Sebetulnya, tingkat kepandaian Ouwyang Kim sudah cukup tinggi sehingga walaupun ia masih belum mampu mengatasi kepandaian Si Kedok Hitam, akan tekapi agaknya tidak terlalu mudah bagi Si Kedok Hitam untuk merobohkannya. Akan tetapi, hati gadis ini masih terkejut dan agak gentar melihat kehebatan lawan. Ia mengenal


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik