JOKO BOLORdua kekuatan besar

Bab oleh tovanhelsing ditulis 6 jam lalu

ku kibaskan tangan tanganku ke depan cepat saling susul bersaut sautan melontarkan bebatuan bebatuan kecil dan besar bercampur dgn pasir dan tanah yang ada d sekitarku melesat berhamburan ke depan menghadang ratusan bola bola api kecil yg juga saling susul menyusul bertubi tubi menhajar ke arahku..
BLAR..BLAR..DUMMM. BLAR..BLAR..DUMMMM.. ledakan dahsyat berganti


JOKO BOLORdua kala

Bab oleh tovanhelsing ditulis 19 jam lalu

semilir angin lembut menerpa wajahku memainkan rambut panjangku menari nari sekali waktu menutupi mataku menjadi penghalang keindahan d depan mataku.. betapa hamparan luas warna hijau dedaunan pohon pohon hutan terpampang kira kira dua meter d bawahku.
masih berdiri tegak aku seraya memandang jauh lurus ke depan tangan bersedakep d depan dada.
diamku


TARIAN LIAR NAGA SAKTI (Kisah Para Naga Bag. III)Episode 51 (TAMAT): Formasi Api Langit (3)

Bab oleh marshall ditulis kemarin jam 3:34pm

Episode 51: Formasi Api Langit (3)

Perlahan-lahan tubuh Asha Vahista terlihat seperti terhalangi semacam tirai kekuatan atau hawa mujijat yang berpijar dan berwarna kombinasi merah dan putih. Sesekali terlihat dominan putih, sesekali dominan merah, bahkan sesekali hawa mujijat berpijar itu mengelilingi tubuhnya. Itulah puncak kekuatan Asha Vahista dalam sebuah ilmu yang


JOKO BOLORyang sudah di tetapkan

Bab oleh tovanhelsing ditulis kemarin jam 12:49pm

pagi yg sangat cerah gumamku menengadahkan mukaku ke langit yg tampak membiru di atas sana..
d kawal dua orang penjaga d kanan kiriku layaknya seorang begal kambuhan aku berjalan agak tergesa gesa menyusuri jalan kecil menuju aula kerajaan d mana aku sudah d tunggu gusti prabu kalapati dan nimas niken di


JOKO BOLORbunga hati nikensari

Bab oleh tovanhelsing ditulis kemarin jam 1:02am

betapa kagetnya diriku dan mungkin semua orang orang yg berada di tempat ini merasakan hal yg sama..
untuk sebagian orang mungkin sudah maklum adanya.
betapa alam sedang menyambut kata kata suci yang terlontar dari mulut gusti prabu.. hyang wenang dan segala isi maya padapun mengamininya.

suasanapun hening..

...&&&&&&&&&...

atas titah gusti prabu akupun d


JOKO BOLORsumpah kalapati

Bab oleh tovanhelsing ditulis Minggu jam 6:28am

PLETAR...PLETAR..PLETAR....BLAAAR..BLAARRR..BLAR.

delapan kali petir menyambar nyambar tanpa ampun menghantam tanah kira kira tiga meter dari tempatku berdiri melontarkan kedua penjaga yg sejak tadi melongo diam terpaku melihat diriku dan keadaan d sekitar.. benar benar memekakkan telinga seakan murka kepadaku tak terima jika keris pusaka itu keluar dari warangkanya.
ganasnya petir menyambar nyambar..


JOKO BOLORkerajaan alas kalapati

Bab oleh tovanhelsing ditulis Sabtu jam 1:26pm

di mana aku.. ramai sekali pikirku dahikupun langsung mengkerut.

HOOAAM.. kugeliatkan tubuhku yg terasa pegal pegal mengendorkan urat urat sarafku tak lepas mataku dari pemandangan d depanku.
bukankah tadi aku tidur di tengah tengah hutan..
tapi sekarang kenapa berada di tempat ini.

di depan mataku yg masih dalam keheranan banyak orang berlalu lalang


JOKO BOLORpengabdian.

Bab oleh tovanhelsing ditulis Jumjam jam 12:22pm

ku seka butiran butiran keringat yang menempel d sekeliling leherku.. hari ini terasa sangatlah panas dan melelahkan sekali pikirku.. sementara ini aku mengistirahatkan badanku duduk di bawah pohon beringin tua d tepi jalan menuju desaku.. sudah sampai separo hari aku berjalan kaki dari pring anom
sebenarnya ki lurah dan paman seto


Ang Lian Lihiap06.18. Dampak Cinta Tak Terbalas.

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:14am

06.18. Dampak Cinta Tak Terbalas.

Wajah Siu Lan memerah. “Ah, jangan memuji, kakakku yang baik. Apakah kau tidak mempunyai saudara kandung?”

Ong Lun menggelengkan kepala.

“Nah, itulah sebabnya maka kau suka sekali mendapat seorang adik. Dan akupun senang mempunyai seorang kakak seperti kau. Kalau saja dari dulu kita bersama, tentu kawan-kawanku tidak


Ang Lian Lihiap06.17. Musuh Sasterawan Tua Cacat!

Bab oleh alysa ditulis Jumjam jam 6:12am

06.17. Musuh Sasterawan Tua Cacat!

Ia kaget sekali karena suara itu demikian perlahan yang menunjukkan betapa tingginya ilmu meringankan tubuh tamu malam itu. Dengan tenang Cin Han memadamkan lampu dan mencabut pedang Kong-hwa-kiam yang selama ini disembunyikan saja dalam bungkusan pakaiannya, kemudian ia meloncat keluar jendela terus mengayun tubuh ke atas


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik