The Scholars 儒林外史 (作者:吴敬梓)Chapter 2: Provincial Graduate Wang meets a fellow candidate in a village school.

Bab oleh Hokijaya ditulis sejam lalu

Chapter 2: Provincial Graduate Wang meets a fellow candidate in a village school.
Chou Chin passes the examination in his old Cage.

In Hsueh Market, a village of Wenshang County, Shantung, there lived over a hundred families, all of whom worked on the land. At the entrance to the village was


The Scholars 儒林外史 (作者:吴敬梓)Chapter 1: In which an introductory story of a good scholar points the moral of the book.

Bab oleh Hokijaya ditulis 2 jam lalu

Chapter 1: In which an introductory story of a good scholar points the moral of the book.

“Men in their lives go on different ways;
Generals, statesmen, saints and even immortals begin as ordinary people.
Dynasties rise and fall, mornings change to evenings;
winds from the river bring down old trees from a


THE SICILIANBab 20

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 2 jam lalu

PEMILIHAN umum bulan April tahun 1948 untuk memilih anggota legislatif Sisilia merupakan bencana bagi partai Demokrat Kristen di Roma. "Blok Rakyat", kombinasi partai-partai sayap kiri Komunis Sosialis, mengumpulkan 600.000 suara, sementara Demokrat Kristen hanya 330.000. Sisanya sebanyak 500.000 suara terbagi antara Monarki dan dua partai pecahan lainnya. Panik mencekam Roma.


The Scholars 儒林外史 (作者:吴敬梓)

Bacaan oleh Hokijaya ditulis 2 jam lalu

The Scholars (Chinese: 儒林外史; pinyin: Rúlínwàishǐ; literally: "The Unofficial History of the Forest (ie. World) of the Literati") is a Chinese novel authored by Wu Jingzi (吳敬梓) and completed in 1750 during the Qing Dynasty.

Set in the Ming period, the novel describes and often satirizes Chinese scholars in a vernacular


Pendekar Sejati06.24. Teka-teki Pembunuhan Keluarga Han

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

06.24. Teka-teki Pembunuhan Keluarga Han

Cu Kiu-bok benar-benar jago kawakan, meski terkejut oleh suara orang itu, namun sedikit pun ia tidak bingung. “Cring”, ia berhasil menyentik pedang Pwe-eng ke samping, menyusul sebelah tangannya lantas memukul ke belakang sambil membentak, “Gelinding turun saja kau!” Pukulan ini telah dikerahkan tenaga Siu-lo-im-sat-kang tingkat kesembilan.

Benar


Pendekar Sejati06.23. Kehancuran Kediaman Keluarga Han

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

06.23. Kehancuran Kediaman Keluarga Han

“Kita telah mencuri barang orang, betapa pun aku merasa tidak enak di hati,” kata Kong-sun Bok.

“Hi, hi, selama setahun ini entah sudah berapa banyak barang orang yang kucuri, kalau tidak, mungkin aku sudah lama mati kelaparan,” kata Kim-hun dengan mengikik tawa.

Maklumlah, ayah-ibunya terkenal sebagai gembong iblis


Pendekar Sejati06.22. Kegagalan Siasat Hi-siocia

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

06.22. Kegagalan Siasat Hi-siocia

Kiranya pukulan Siu-lo-im-sat-kang itu bila sudah mencapai tingkat kedelapan, tenaga pukulan yang dilontarkan takkan mengeluarkan suara apa-apa sehingga sukar diduga.

Dalam pada itu tampak Hi Giok-hoan menubruk maju lagi sambil membentak, “Coba saja kau punya Siu-lo-im-sat-kang bisa mengapakan diriku?” Berbareng pedangnya berkelebat, kembali ia menusuk pula.

“Hm, dengan minum


Pendekar Sejati06.21. Pencurian Arak Pek-hoa-ciu

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

06.21. Pencurian Arak Pek-hoa-ciu

“Dari sini ke Lok-yang hanya makan waktu lima-enam hari saja, pergi-datang juga tidak lebih setengah bulan,” kata Kong-sun Bok.

Kiong Kim-hun menjadi girang, katanya, “Tapi engkau sudah banyak membantu aku, mana boleh engkau menghadapi bahaya lagi.”

“Tenagamu belum pulih, tidakkah terlebih bahaya menempur gembong iblis itu?”

“Ya, aku pun menyadari


Pendekar Sejati05.20. Tahukah Kong-sun Bok tentang Perjodohan?

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

05.20. Tahukah Kong-sun Bok tentang Perjodohan?

Penolongnya itu terang ialah Kong-sun Bok, dengan menuding Pok Yang-kian segera pemuda itu membentak, “Lekas pulang saja buat berlatih lagi! Jika ingin menuntut balas, boleh suruh gurumu datang ke Kim-keh-nia untuk mencari aku!”

Telapak tangan Pok Yang-kian ditembus batu kecil tadi tempatnya tepat pada Lau-kiong-hiat, suatu


Pendekar Sejati05.19. Perjodohan “Tunjuk Perut”

Bab oleh alysa ditulis 17 jam lalu

05.19. Perjodohan “Tunjuk Perut”

Dalam pada itu Coh Tay-peng dan Ang Kin lantas mengiakan berbareng, “Benar, memang begitulah harapan kami, sudilah nona memberi pertolongan.”

“Tapi sejak kemarin dia sudah pergi, kemana lagi aku harus mencarinya?” ujar Kiong Kim-hun.

“Kami sudah mendapatkan beritanya, jalan yang ditempuh Kong-sun Siau-hiap itu adalah jalan raya, kalau kita


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik