sang rajawalibidadari negeri kabut bagian pertama

Bab oleh si_hina ditulis 2 jam lalu

"hehh..."
Peramal Sinting menghela nafas berat.
"boleh dikata akulah orang paling dekat dengan dirinya..." ujarnya kemudian.
"bagaimana bisa demikian kek... apakah... maaf... kakek ini adalah sanak kandang dari Satria???"
"meskipun bukan sanak kandang, namun bagiku dia sudah seperti cucuku sendiri..."
"oooh... berarti kakek mempunyai hubungan khusus dengan keluarga Satria???"
pertanyaan ini mengingatkan Peramal


I Shall Seal the HeavensDitakdirkan bertemu kembali !

Bab oleh zinandy ditulis 2 jam lalu

Rainy, apa yang Anda pikir sedang terjadi?" Gumam orang tua terhadap gadis itu saat ia lesu mengipasi dupa. "Mengapa Patriark tiba-tiba memiliki perasaan bahwa sesuatu yang besar akan terjadi?" Orang tua itu jelas tidak nyaman, dan tidak berminat untuk meditasi.

"Mungkin Anda melakukan terlalu banyak hal-hal buruk?" Jawab gadis itu, melirik


I Shall Seal the HeavensSiapa yang Gelisah ?

Bab oleh zinandy ditulis 2 jam lalu

Instan suaranya terdengar, itu memunculkan gema pertama. Riak muncul yang mengarah ke arah murid-murid Liu Clan Qi Kondensasi yang hendak menyerang anak-anak. Mereka mulai gemetar, maka darah disemprotkan dari mulut mereka karena mereka dikirim jatuh ke belakang. Kemudian, tubuh mereka hanya meledak di udara pertengahan, yang tak terhitung jumlahnya potongan


DRAGONS OF TANG DYNASTY (Da Tang Xuang Long Zhuan)Book 10 Chapter 8 – Night Talk by the Creek

Bab oleh holistik ditulis 2 jam lalu

Just like a goddess from Heaven descending into the world, Shang Xiuxun’s sleeves were fluttering in the night breeze as she stood proudly with her hands behind her back. Tranquil and calm, she said, "The dumpling oil rice you made tonight was of an extremely high level of achievement; it


DEMAM PENDEKARHalaman.2

Bab oleh Barha ditulis 3 jam lalu

"Ya, pada2 kang lebod, la terus sampean mengendi garian kang, apa due dulur nang kene?,, kata pak kusir.
"Haha, dolan2 ya, nek dulur sih ora due, gampang engko lah, nginep nang hotel kan beres,,
"Oh kaya kue, ya wis aku tek mlaku sit ya, mbok sinawane ana penumpang kaya kue,,
"Ya pak, muga2


Wajah Imut, Tangan MautBAB 1. Kebangkitan Mang Wira

Bab oleh anak6medan ditulis 6 jam lalu

Pelajar tersebut adalah putra pertama dari seorang bangsawan di Kerajaan Omkhulu (Negeri antah berantah dengan tahun tidak diketahui). Sebuah negeri yang sangat besar dengan penduduk lebih dari 550 juta jiwa. Di negeri ini tumbuh subur berbagai perguruan kungfu. Terdapat puluhan hingga ratusan perguruan kecil dengan murid sekitar 50 sampai 200


DEMAM PENDEKARHalaman.1

Bab oleh Barha ditulis 18 jam lalu

Seorang lelaki umur 30an berjubah hijau daun turun dari sebuah kereta roda dua yang terbuat dari kayu yg di tarik oleh seekor kuda jempolan, orang2 menyebut kereta itu dengan nama Dokar atau Delman.
"Pira pak,, kata si lelaki menanyakan harga ongkos kepada pak kusir.
"Biasa kang, telung gelo,, jawab pak kusir.
"Matur newun


Tanding Para JawaraBAB 10 : Pertempuran

Bab oleh Ahmadrruss ditulis 18 jam lalu

BAB 10 : Pertempuran
“Jika ada hal lain, aku tak mengerti. Mungkin kau dapat memberikan penjelasan!”

“Setan! Kau berpura tolol atau memang kelewat tolol?” Rara Laksmi tambah jengkel menghadapi tingkah Prana Anggaraksa yang sok pilon. “Asal kau tahu, aku suka membunuh orang yang berpura tolol. Dan orang yang kelewat tolol pantas


Tanding Para JawaraBAB 09 : Kemunculan Prana Anggaraksa

Bab oleh Ahmadrruss ditulis 18 jam lalu

BAB 09 : Kemunculan Prana Anggaraksa

Rupanya ketua Laskar Arak Kahyangan ini tidak memandang mata kepada wakil ketua Parang Mirja ini. Entah karena ia memang tidak kenal orang atau karena memang sifatnya yang selalu menganggap enteng orang lain.

Purwoto segara menggunakan telapak tangannya menahan pukulan orang. Tubuhnya tergetar hingga tersurut mundur satu


Tanding Para JawaraBAB 08 : Jelmaan Rara Laksmi

Bab oleh Ahmadrruss ditulis 18 jam lalu

BAB 08 : Jelmaan Rara Laksmi

“Target kita empat orang. Siapa yang kita cari lebih dulu?” Parisya seolah tidak sabaran.

“Tidak. Target kita hanya dua orang.” Purwoto segera meluruskan.

“Mengapa?” Parisya benar tidak mengerti. “Apakah kita tidak boleh menangkap dua orang lainnya."

“Bukan begitu. Karena yang tersisa memang hanya dua orang.” Purwoto memberikan jawaban


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik