JOKO BOLORterima kasih

Bab oleh tovanhelsing ditulis 28 menit lalu

si..si..siapa kalian.." ujar lirih wanita setengah baya tersebut tercenung keheranan atas keberadaan kedua orang di hadapanya yang sangat tiba tiba tanpa dia menyadari sebelumnya.

masih terbias dari raut mukanya yg tampak kusut dan kuyu betapa duka masih bergelayut dalam dirinya.
entah sudah berapa lama dia menangis.

IBU..." ujar pelan wanita d hadapannya langsung


PENDEKAR 100 HARI12.60. Tiga Jurus Jin Kian Pah-cu

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

12.60. Tiga Jurus Jin Kian Pah-cu

Dua tokoh serempak melancarkan serangan, sudah tentu bukan kepalang dahsyatnya. Angin menderu menghamburkan tenaga yang mampu merobohkan bukit.

Tetapi orang yang merampas Keng-hun-pit itu bagaikan segumpal kapas yang mengikuti damparan tenaga pukulan dahsyat, melayang sampai lima-enam tombak lalu dengan gerak yang amat indah, bergeliatan meluncur turun


PENDEKAR 100 HARI12.59. Pembuktian Kakek Berwajah Dingin

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

12.59. Pembuktian Kakek Berwajah Dingin

Melihat Cu-ing gelisah, Tay Hui Sin-ni tak sampai hati. Pada saat Siau Lo-seng hendak menghadapi bahaya maut, cepat rahib itu loncat ke tengah mereka dan berseru:

“Omitohud! Salah dan benar, tulen dan aseli, hanya selintas angan-angan belaka. Keng-hun-pit memang sebuah benda pusaka yang jarang terdapat di dunia,


PENDEKAR 100 HARI12.58. Pendeta Sakti, Tay Hui Sin-ni

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

12.58. Pendeta Sakti, Tay Hui Sin-ni

Sahut Leng Tiong-siang dengan dingin,

“Mengapa tidak?”

“Bagus!” seru Ban Jin-hoan dengan nada sarat, “Sekarang aku hendak bertanya kepadamu. Menurut perjanjian itu cara bagaimanakah aku akan mengembalikan Keng hun-pit?

“Setelah delapanbelas tahun, akan minta kepadamu,” sahut Leng Tiong-siang,

“Kalau sudah tahu harus minta kembali kepadaku, mengapa engkau menggunakan kekerasan


PENDEKAR 100 HARI12.57. Momok Ban Jin Kiong-cu

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

12.57. Momok Ban Jin Kiong-cu

Dalam alam pikiran Siau Lo-seng, Jin Kian Pah-cu itu tentu seorang momok yang ganas, seorang durjana yang berwajah seram. Sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya, bahwa ketua Lembah Kumandang yang termasyhur ganas itu ternyata seorang wanita yang secantik bidadari.

Saat itu tampak Jin Kian Pah-cu masih


PENDEKAR 100 HARI12.56. Wanita Cantik, Jin Kian Pah-cu

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

12.56. Wanita Cantik, Jin Kian Pah-cu

Karena lengannya ditutuk ujung Keng-hun-pit, menjeritlah Cu-ing kesakitan. Sedemikian kesakitan sampai tubuhnya gemetar.

Melihat itu barulah Siau Lo-seng hentikan langkah. Dia mengertek gigi tetapi tak berani turun tangan. Hanya sepasang biji matanya yang makin menyala merah.

“Berani menyerang lagi, jangan sesalkan kalau aku bertindak kejam……,” Li


PENDEKAR 100 HARI11.55. Rahasia Kesaktian Pit Sakti

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

11.55. Rahasia Kesaktian Pit Sakti

Siau Lo-seng mendesuh geram. Dengan menggembor keras ia taburkan pedangnya, dan berturut-turut telah melancarkan tiga buah serangan yang dahsyat.

Heng-ka-kim-liang atau Menyanggah melintang tiang emas, Hang-soh-ciang-kun atau Menyapu ribuan pasukan, Ngo-gak-ya-ting atau Lima gunung menindih puncak. Tiga jurus serangan itu merupakan ilmu pedang yang keras untuk menangkis


PENDEKAR 100 HARI11.54. Keng-hun-pit

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

11.54. Keng-hun-pit

Siau Lo-seng mencodongkan ujung pedang mengarah pergelangan tangan orang. Maksudnya hendak memaksa lawan mundur, setelah itu baru ia akan susuli dengan serangan.

Memang rencana Siau Lo-seng itu tepat. Terapi Ang Piau itu seorang jago yang nekad dan kaya akan pengalaman bertempur.

Cepat ia geliatkan tangan kanannya menghindar ke samping lalu secepat


PENDEKAR 100 HARI11.53. Rasa Sayang Seorang Kesatria

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

11.53. Rasa Sayang Seorang Kesatria

Kata Lo-seng, “Orang yang menyaru sebagai Nyo Jong-ho itu tentulah orang Ban-jin-kiong. Mengapa Ban-jin-kiong mengirim orang untuk menyaru sebagai Nyo Jong-ho, sudah tentu tujuannya hendak merampas Keng-hun-pit yang asli.”

“Ah, tidaklah sesederhana seperti yang engkau duga,” kata orang tua buntung, “tindakan pihak Ban-jin-kiong itu jelas suatu siasat


PENDEKAR 100 HARI11.52. Rahasia Seruling

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

11.52. Rahasia Seruling

Tiba-tiba dari luar terdengar suara Pek Wan Taysu berseru gembira: “Selamat, selamat. Kalian ayah dan anak sungguh bahagia sekali dapat berkumpul di sini. Aku tak mempunyai rejeki seperti kalian.”

Serentak masuklah Pek Wan Taysu ke dalam ruangan. Tiba-tiba cahaya muka orang tua buntung itu berobah dan tubuhnya agak gemetar.


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik