Satria WilwatiktaEpisode 3 ( Kemelut Kurawan 3)

Bab oleh amur ditulis 23 jam lalu

Dengan penuh kesadaran pemuda-pemuda padukuhan Kurawan bertekad akan membela tanah kelahiran mereka dari ancaman Pragolopati dan Padepokan Sekar Kecubung. Semenjak hari itu di bawah binbingan Ki Jagabaya Padukuhan Kurawan mereka mengadakan latihan-latihan, tidak ketinggalan Arya kamandanu turut serta memberikan arahan berbagai gelar perang, bagaimanapun juga dia adalah bekas Panglima Majapahit,


Satria WilwatiktaEpisode 3 (Kemelut Kurawan 2)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 9:04pm

Malam telah menggantikan siang, suara malam mulai mendendangkan lagu tentang dunia mereka, dunia yang gelap penuh dangan misteri bagi mereka yang takut akan kegelapan, sementara di sudut Langit nampak sepotong Bulan menampakan dirinya, tersenyum menyaksikan nyanyian malam yang menyambut kedatangannya. Begitu anggun sepotong Bulan itu menarikan sinarnya yang sejuk, sambil


Satria WilwatiktaEpisode 3 (Kemelut di Kurawan 1)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 2:50pm

‘’ini Ki Buyut, ingin bertemu dengan Ki Kamandanu dan Engger’’ kata Ki Jungkar
Sambil tersenyum Ki Buyut menunduk salam ‘’Selamat datang kembali Ki Kamandanu, maaf kami tidak bisa memberikan penyambutan’’ kata Ki Buyut
Kamandanu Menunduk hormat ‘’ah, kami sangat berterimakasih atas apa yang telah Ki Junkar berikan pada kami’’
‘’ini anaku, Ki Buyut’’Lanjut


Satria WilwatiktaEpisode 2 (Turun gunung 2)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 12:27pm

‘’maaf kisanak kami menggangu waktu istirahat kisanak, ‘’ kata Kamandanu ketika seorang lelaki setengah baya keluar dari dari regol rumahnya.
‘oh tidak apa-apa kisanak, mari masuk kisanak silakan singgah di pondok kami yang sederhana’ jawab lelaki setengah baya itu dengan ramah
‘’Terima kasih kisanak, sebelum nya ijinkan saya bertanya, apa disini dulu


IMAM TANPA BAYANGAN IIJilid 50

Bab oleh holistik ditulis Jumjam jam 7:32am

DALAM PERMAINAN ILMU PEDANG rupanya ia memiliki keyakinan yang lumayan, maka sekali memandang ia sudah dapat menebak rencana serta tujuan dari Jago Pedang Berdarah Dingin, oleh sebab itulah buru-buru ia peringatkan Thian Goan serta Lan Eng untuk memperketat serangannya sehingga tidak memberi kesempatan bagi lawannya untuk melancarkan serangan balasan.
Lan Eng


Satria WilwatiktaEpisode 2 (Turun gunung 1)

Bab oleh amur ditulis Kamis jam 11:30pm

Satu pekan telah berlalu setelah Jambu nada menyelesiakan Tapa Pati Geninya, Jambu Nada kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Dia pun terkesima meliahat wajahnya di sungai kecil di bawah lereng tempat biasa dia mencari ikan, dia hampir tak mengenal wajahnya, walaupun terasa asing namun ucapan sukur selalu bertasbih dari bibir tipisnya.


Satria WilwatiktaEpisode 1 (Sabda Naga Puspa Krisna 2)

Bab oleh amur ditulis Kamis jam 8:19pm

‘’ Hari ini adalah hari 39 Jambu Nada dalam laku Patigeninya, raungan Ular Krisna hitam itu semakin berbeda dari berbedanya, aku harus meningkatkan tenaga dalam ku ‘’ menggumam Kamandanu sembari meningkatkan tenaga dalamnya agar raungan itu tidak merusak organ di dalam tubuhnya
‘’oh HyangWidhi lindungi lah putera ku berikan petunjukmu,


IMAM TANPA BAYANGAN IIJilid 49

Bab oleh holistik ditulis Kamis jam 5:27pm

SAM-CIAT SIANSENG BISA MELANCARKAN tiga jurus serangan dengan mempergunakan tiga jurus serangan dari tiga partai, hal ini membuat Pek In Hoei jadi terkesiap, ia tak mampu menebak asal usul dari jago lihay yang sedang dihadapinya ini.
"Tiga jurus sudah lewat dan asal usul boleh kau tebak sendiri," ujar Sam Ciat sianseng


Satria WilwatiktaEpisode 1 (Sabda Naga Puspa Krisna 1)

Bab oleh amur ditulis Kamis jam 10:27am

Wajah tampan itu masih mendekap di guratan kulitnya, sedikit uban menghiasi rambut bekas panglima Majapahit itu, sorotan matanya yang tenang menggambarkan akan jiwanya yang telah menyatu dengan alam, ketenangan bathin itulah yang selalu menjadi dambaan nya saat ini. Sejuknya suasana pondok dengan semilir angin lembut mengibaskan kain yang melekat di


Satria Wilwatikta

Bacaan oleh amur ditulis Kamis jam 10:25am

Satria Wilwatikta
(Kelanjutan Tutur Tinular Dan Mahkota Mayangkara)
Salam hangat
Jatuh cinta itulah yang terjadi pada saya dengan berdasarkan cinta, saya berangkat dan mulai berpikir, ya sebuah karya maha besar milik S. Tidjab, seorang penulis naskah sandiwara radio yang sangat saya kagumi. Dimana masa itu beliau membuat naskah sandiwara radio yang berjudul Tutur


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik