SUMPAH BERDARAHBab Delapanbelas (TAMAT)

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 12 jam lalu

DELAPAN BELAS

DENGAN menahan rasa sakit yang timbul, Sukri menggigit pergelangan lengan kanannya. Ia lakukan tidak sepenuh hati, karena alam bawah sadarnya terus menentang. Ketika Sukri menjauhkan mulutnya, memang tampak Iuka berdarah. Darah itu pun menetes jatuh. Kemudian lenyap di sela-sela belulang kerangka di liang kubur. Nyaris tidak meninggalkan bekas apa-apa!

Suparta


Dewata Raya (ep21-30)Bab 4

Bab oleh padi ditulis 18 jam lalu

Hati Harimau Hitam seperti dihiris sembilu apabila melihat kejadian itu. sementara itu satu lagi Bebola Cahaya Uranium meluncur laju ke arah kepala patung Zeus. kepala patung Zeus pun meletup dan mengegarkan bumi.

'ha ha ha. agaknya aku sudah berhasil menghapuskan ayah dan anaknya. ha ha ha'

'binatang. kau memang tidak punya perikemanusiaan


Dewata Raya (ep21-30)Bab 3

Bab oleh padi ditulis 18 jam lalu

Sementara itu, kilat dan petir kelihatan sabung menyabung di atas kepala patung Zeus.

Harimau Hitam kelihatan amat sengsara dan menderita. dia meronta ronta kerana ingin melepaskan diri daripada jaringan kilat dan petir itu.

'cis Guruh Perang. aku akan menghapuskan kau setelah aku selesai menghisap daya tempur Zeus'
gumam Harimau Hitam di dalam


Dewata Raya (ep21-30)Bab 2

Bab oleh padi ditulis 19 jam lalu

'si tua keparat. kononnya kau ini jaguh nombor 2 yang terkuat di dunia ini. namun baru sekarang aku sedar bahawa kau bukanlah apa2'

'Perang, jika kau masih menganggap aku ini ibu kau, maka kau harus hentikan pertempuran ini'

'tidak ibu, aku harus menghapuskan Dewa Durjana'

kemarahan Dewa Durjana benar2 sudah berada di kemuncaknya


SUMPAH BERDARAHBab Tujuhbelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 22 jam lalu

TUJUH BELAS

SUKRI melihat berkeliling. Ketakutan.

Bayangan-bayangan apa itu yang membungkuk-bungkuk mendekat. Mengintip dari balik kegelapan malam?

Oh... oh... hanya bongkah-bongkah batu dan gundukan semak belukar. Tetapi yang berdiri diam, dengan kaki-kakinya yang besar-besar dan tinggi? Ah, batang-batang pepohonan raksasa, kiranya. Lalu suara bisikan-bislkan lirih mencekam itu....

Ada suara terkekeh-kekeh. Seperti orang merasa geli.

Sukri


SUMPAH BERDARAHBab Enambelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis kemarin jam 12:50am

[b[ENAGMGBELAS

SUNGGUH suatu pengalaman menakjubkan. Andaikata hanya mendengar dari mulut orang lain, pastilah Zuraida menuduhnya seorang gombal, pembual besar. Atau penggemar karatan buku komik picisan. Lain halnya jika sudah dialami sendiri.

Tadi semasih di rumah, semangat Zuraida meluap-luap. la akan pergi menolong suaminya dari ancaman bahaya! Tetapi begitu ke luar rumah, dan


SUMPAH BERDARAHBab Limabelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis kemarin jam 10:36pm

LIMA BELAS

SUKRI terhenyak duduk di tepi jalan setapak. Nafasnya tersengal-sengal kelelahan. Hati-hati sekali, kardus pembungkus kepala Suparta ia letakkan di sebelah ia duduk. Sejak berangkat dari rumah, Suparta tak sekali pun menunjukkan pertanda ia masih ada di dalam kardus. Dan masih hidup, tentu. Yang ada cuma bobotnya yang semakin memberat


SUMPAH BERDARAHBab Empatbelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis kemarin jam 2:31pm

EMPAT BELAS

BAJURI juga menunggu cukup lama. Namun baik putri, maupun menantunya, tak iuga pulang-pulang ke rumah. ltu menggelisahkan. Apalagi anak dan menantunya akhir-akhir ini terlihat perang dingin. Tadi malam, Asgar tidur di luar rumah. Dan pagi ini, menurut pelayan, Sukaesih tampak sangat berang dan menyetir sendiri mobilnya ke pabrik, untuk


SUMPAH BERDARAHBab Tigabelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis Selasa jam 12:12am

TIGA BELAS

UPACARA pemakaman jauh dari suasana berkabung. Tidak sebagaimana lazimnya, yang terasa justru suasana gelisah yang kemudian berkembang memanas. Keadaan ini sudah mulai terasa semenjak jenazah akan diberangkatkan dari rumah. Di sana-sini orang pada berbisik resah setelah Juragan Bajuri mengajukan diri sebagai salah seorang pembicara pada akhir pemakaman. Lumrah, mengingat


SUMPAH BERDARAHBab Duabelas

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis Senin jam 1:52pm

DUA BELAS

BAJURI duduk gelisah di atas mobil landrovernya.

la sedang dilanda perasaan gundah, ketika terasa suatu denyut aneh dan menyakitkan di ubun-ubunnya. Hanya sebentar dan ia tidak terlalu menanggapi. Pikiran Bajuri lebih tercurah pada kematian berturut-turut dua orang sahabat lamanya: Jukardi, dan tadi malam Sobara.

Bajuri menunggu sampai dua orang centeng-centengnya mendekati


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik