Pedang Sakti Tongkat Mustika

HomeBacaanPedang Sakti Tongkat Mustika

jisokam
8 April 2011 jam 8:13am

Tirai Kasih Web Site

====Present====

Pedang Sakti Tongkat Mustika
Karya : Herman Pratikto

Ebook : Tarai Kasih Dewi_kz
http://kangzusi.com/ http://dewi-kz.info/

Suatu kisah hasil racikan Herman Pratikto yang bahan bakunya dari rimba kang ouw Tionggoan .

Kita mengikuti kepiawaian seorang Herman Pratikto , mengolah , menyusun hingga menjadi bacaan siap baca .

Tanpa banyak koment ......

Silahkan mengikuti .

Salam .

Pengarang Herman Pratikto
Tamat Ya
HitCount 16.579
Nilai total rating_4

Bab

1 Bab - 01. Perburuan
jisokam 8 April 2011 jam 8:15am
2 Bab - 02. Lonceng Tändä Bähäyä
jisokam 9 April 2011 jam 12:58am
3 Bab - 03. Orang Yang Bersembunyi Dibalik Dinding
jisokam 9 April 2011 jam 10:32am
4 Bab - 04. Pertempuran Disepanjang Sungai
jisokam 9 April 2011 jam 1:37pm
5 Bab - 05. Mendaki Gunung Merapi
jisokam 10 April 2011 jam 1:54am
6 Bab - 06. Nyala Lentera Dimalam Hari
jisokam 10 April 2011 jam 1:58am
7 Bab - 07. Membongkar Rumah Aneh
jisokam 10 April 2011 jam 2:03pm
8 Bab - 08. Mimpi Lingga Wisnu
jisokam 10 April 2011 jam 2:07pm
9 Bab - 09. Persiapan Balas Dendam - I
jisokam 11 April 2011 jam 3:13pm
10 Bab - 09. Persiapan Balas Dendam - II
jisokam 12 April 2011 jam 3:49am
11 Bab - 10. Warisan Aneh
jisokam 12 April 2011 jam 5:57am
12 Bab - 11. Bondan Sekar Prabasini - I
jisokam 12 April 2011 jam 1:58pm
13 Bab - 11. Bondan Sekar Prabasini - II
jisokam 13 April 2011 jam 4:08pm
14 Bab - 11. Bondan Sekar Prabasini - III
jisokam 13 April 2011 jam 11:04pm
15 Bab - 12. BONDAN SEJIWAN
jisokam 14 April 2011 jam 6:42am
16 Bab - 13. Pecahnya llmu Panca Sakti
jisokam 15 April 2011 jam 3:46am
17 Bab - 14. Mencari Harta Warisan - I
jisokam 15 April 2011 jam 3:51am
18 Bab - 14. Mencari Harta Warisan - II
jisokam 15 April 2011 jam 9:43am
19 Bab - 15. Adu Kepandaian - I
jisokam 16 April 2011 jam 4:13am
20 Bab - 15. Adu Kepandaian - II
jisokam 17 April 2011 jam 3:48pm
21 Bab - 16. Pertempuran Kacau
jisokam 17 April 2011 jam 3:58pm
22 Bab - 17. PEREMPUAN PENUNGGU KEDAI
jisokam 18 April 2011 jam 8:42am
23 Bab - 18. TONGKAT MUSTIKA - I
jisokam 19 April 2011 jam 11:21am
24 Bab - 18. TONGKAT MUSTIKA - II
jisokam 19 April 2011 jam 11:31am
25 Bab - 19. ILMU SAKTI GUNTUR DAN BADAI
jisokam 19 April 2011 jam 12:01pm
26 Bab - 20. SELAMAT TINGGAL SEMUANYA . ( t a m a t )
jisokam 19 April 2011 jam 12:05pm

23 komentar

icon_comment Baca semua komentar (23) icon_add Tulis Komentar

#19 avatar
Riansyah 19 April 2011 jam 7:26pm  

Mantap, di tunggu kelanjutan prawan lembah wilisnya (sepasang garuda putih) kpn di lanjutnya...

#20 avatar
yangkung 20 April 2011 jam 12:31pm  

Dengan tanpa mengalami kesulitan Lingga mengubur abu ibundanya Prabasini disamping makam pendekar Bondan. Selesai mengubur kemudian melakukan samadi semala suntuk untuk memohon kepada Yang Maha Pencipta kiranya memberikan tempat yang baik bagi jiwa kedua calon mertuanya. Slanjutnya ia menyambangi Palupi. Didapatinya Palupi semakin kurus bahkan hampir renta seperti nenek-nenek. Air mata Palupi mengalir deras namun air mukanya berseri saat mengetahui yang dihadapinya adalah Lingga.
"Lingga baiklah adik trut berjuang bersama para pendekar mengenyahkan kekuasaan orang Belanda, dan membangun kembali Mataram yang kuat dan melindungi para kawula. Setiap candra purnama kirimlah utusan untuk mengambil obat obatan kesini, itulah darmaku dalam perjuangan ini" demikian katanya mengiringi perpisahan mereka. Lingga melanjutkan perjalanan ke daerah kekuasaan Raden Mas Said untuk bergabung melawan kekuasaan Belanda.

#21
jisokam 20 April 2011 jam 10:02pm  

yangkung menulis:
Dengan tanpa mengalami kesulitan Lingga mengubur abu ibundanya Prabasini disamping makam pendekar Bondan. Selesai mengubur kemudian melakukan samadi semala suntuk untuk memohon kepada Yang Maha Pencipta kiranya memberikan tempat yang baik bagi jiwa kedua calon mertuanya.

Slanjutnya ia menyambangi Palupi. Didapatinya Palupi semakin kurus bahkan hampir renta seperti nenek-nenek. Air mata Palupi mengalir deras namun air mukanya berseri saat mengetahui yang dihadapinya adalah Lingga.

"Lingga baiklah adik trut berjuang bersama para pendekar mengenyahkan kekuasaan orang Belanda, dan membangun kembali Mataram yang kuat dan melindungi para kawula. Setiap candra purnama kirimlah utusan untuk mengambil obat obatan kesini, itulah darmaku dalam perjuangan ini" demikian katanya mengiringi perpisahan mereka.

Lingga melanjutkan perjalanan ke daerah kekuasaan Raden Mas Said untuk bergabung melawan kekuasaan Belanda.

Perlu dipikirkan kelanjutannye neh .... barangkali diibawah Judul "Asamaradana Lingga Wisnu"
Hu ... hu ... hu .... :aha: ban ban kamsia komen nye nyang baek :oops:

#22
hay2 18 Mei 2012 jam 7:26am  

mirip derita Thio Bu Kie?

#23
negi 10 Mei jam 1:37am  

Pedang dan golok yg menggetarkan