Sinopsis
Walmiki si penyair itu menjelaskan kepada Rama sendiri: "Berkat kebesaran namamu, aku menjadi seorang resi, yang mampu melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan sebagai satu. Dulu aku belum tahu kisahmu. Suatu hari Resi Narada mengunjungiku, aku bertanya kepadanya, ´Siapakah lelaki sempurna—yang memiliki kekuatan, sadar akan kewajiban, jujur sejujur-jujurnya, teguh melaksanakan sumpah, penuh kasih sayang, terpelajar, menawan hati, percaya diri, kuat, tidak terpengaruh oleh amarah dan iri hati, namun amat mengerikan kalau terbangkitkan amarahnya?´ Narada menjawab, ´Kombinasi semacam itu dalam diri satu orang biasanya jarang sekali, tetapi seperti itulah orang yang namanya sudah kaukuasai, yakni, Rama. Ia lahir dalam ras Ikshwahu, putra Raja Dasarata…´" Dan Narada menceritakan kisah Rama.
PRAKATA
Epik India, Ramayana, menurut beberapa sarjana zaman dulu, sudah dikenal sejak tahun 1500 Sebelum Masehi. Studi terbaru telah mengubah awal dikenalnya kisah itu menjadi sekitar empat abad Sebelum Masehi. Tetapi semua waktu itu, dalam hal ini, hanya bersifat spekulatif, dan penetapan waktu yang terakhir, bagaimanapun juga, tidak menghapuskan nilai intrinsik dari epik agung itu. Epik ini disusun oleh Walmiki dalam bahasa klasik Sanskerta—India. Ia menyusun seluruh karya itu, panjangnya dua puluh empat ribu stanza, dalam suatu keadaan murni terilhami. Mungkin hal ini terdengar hiperbolis, namun saya berani menyatakan bahwa hampir setiap individu di antara lima ratus juta penduduk India sampai taraf tertentu mengenal cerita Ramayana itu. Setiap orang, tidak peduli berapa umurnya, pandangan hidupnya, pendidikannya, atau kedudukannya, mengenal bagian penting kisah kepahlawanan ini dan memuja tokoh utamanya-Rama dan Sita. Setiap anak didongengi kisah itu sebelum tidur. Ada yang mempelajarinya sebagai bagian dari pengalaman religius, dengan menyelesaikan sejumlah tertentu stanza setiap hari, membaca buku itu berulang kali dalam hidup mereka. Kisah Ramayana dalam satu atau lain cara merembesi kehidupan budaya kami sepanjang waktu, sebagai wacana ilmiah di suatu gedung pertemuan, cerita seorang pendongeng di lapangan terbuka, suatu lakon atau drama tari di atas panggung. Apa pun medianya, penonton selalu bersemangat. Setiap orang tahu ceritanya tetapi senang mendengarkan cerita itu lagi. Orang menerima karya ini dengan berbagai level: sebagai sekadar dongeng dengan kajian karakter yang mengesankan; sebagai suatu karya sastra besar; atau bahkan sebagai sebuah kitab suci. Seiring berkembangnya pemahaman seseorang, semakin ia mampu melihat makna-makna yang lebih subtil; simbolisme menjadi lebih tegas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kisah Ramayana dalam maknanya yang paling penuh dapat disebut sebuah buku "filsafat perennial".
Dalam penyajian motif, aksi dan reaksinya, kisah Ramayana menyajikan pelajaran-pelajaran yang bisa diterapkan sepanjang waktu dan untuk semua kondisi hidup. Kita melihat Rahwana-Rahwana—para antagonis jahat—tidak hanya di kalangan militer, politik, atau penguasa ekonomi zaman ini; tetapi juga pada level yang tak terlalu mencolok dan dengan beragam derajat, dalam keluarga atau satuan sosial yang paling sederhana, kita bisa mendeteksi seorang Rama tengah berusaha keras menegakkan keadilan dan perdamaian dalam menentang seorang Rahwana.
Bagaimanapun juga, dampak kisah Ramayana terhadap seorang penyair, lebih dari sekadar manfaat rohaniah pribadi; kisah ini mengilhami penyair untuk menuliskan lagi epik tersebut dalam bahasanya sendiri, dengan cap kepribadiannya sendiri di atasnya. Jadi kisah Ramayana selama ini merupakan sumber inspirasi terbesar bagi para penyair India selama berabad-abad. India adalah suatu negeri dengan banyak bahasa, masing-masing menonjol dalam suatu wilayah tertentu, dan dalam masing-masing bahasa itu ada satu versi Ramayana, asli dan brilian, dan memesona berjuta-juta pembaca yang menguasai bahasa itu. Demikianlah, kami memiliki kisah Ramayana yang usianya sudah berabad-abad dalam berbagai bahasa, antara lain Hindi, Bengali, Asam, Oriya, Tamil, Kannada, Kashmir, Telugu, Malayalam.
Tulisan dalam buku ini berdasar pada suatu versi epik tersebut dalam bahasa Tamil yang ditulis oleh seorang penyair bernama Kamban pada abad ke-11 Masehi. Tamil adalah sebuah bahasa suku Dravida yang amat purba, dengan nilai-nilai sastra dan budayanya sendiri, digunakan oleh lebih dari empat puluh juta orang yang tinggal di India Selatan.
Konon, Kamban menghabiskan setiap malam untuk mempelajari cerita asli dalam bahasa Sanskerta karya Walmiki, secara analitis, dengan bantuan para ilmuwan, dan siang harinya menulis beberapa ribu baris puisi versinya sendiri. Tentang tugasnya mengasimilasi cerita asli Walmiki, dan menginterpretasi lagi karya itu ke dalam puisi Tamil, Kamban berkata, "Aku sungguh-sungguh seperti kucing yang sedang duduk di tepi sebuah lautan susu, berharap menghirup semuanya sampai habis."
Dietsa di atas daun palma, karya Kamban, panjangnya sampai sepuluh ribu lima ratus stanza, sudah tentu merupakan tumpukan daun yang amat tinggi, karena salinannya dalam edisi modern yang saya miliki berjumlah enam bagian, masing-masing seribu halaman (dengan anotasi dan komentar).
Untuk cerita saya, saya sudah mengambil beberapa bagian yang berdekatan dari karya Kamban. Cerita saya sama sekali bukan terjemahan, juga bukan suatu studi ilmiah, melainkan bisa disebut suatu produk sastra yang dihasilkan dari dampak Kamban terhadap pikiran saya sebagai seorang penulis. Sebagai seorang penulis fiksi, saya amat suka membaca karya Kamban, merasakan stimulasi puisi dan ketepatan bahasanya. Saya mengagumi kedalaman pikir, pandangan, karakterisasi dan rasa dramanya. Di atas semuanya ia berhasil membangkitkan rasa cinta dan hormat dalam hati pembaca kepada tokoh utamanya, Rama—yang disajikan kepada kita sebagai seorang pemuda, murid, saudara, kekasih, petapa, dan kesatria; dan dalam setiap peran kita mengamatinya dengan rasa kagum dan heran. Dalam lembar-lembar berikut ini, saya berusaha membagi kegembiraan yang telah saya alami dalam menikmati karya Kamban.
R.K. Narayan
Mysore, 1971
Pengarang | R.K. Narayan |
---|---|
Tamat | Ya |
HitCount | 2.818 |
Nilai total | ![]() |
1 |
PROLOG
dody212 3 Juli 2014 jam 3:55am |
|
2 |
1. INISIASI RAMA
dody212 2 Juli 2014 jam 8:58pm |
|
3 |
2. PERNIKAHAN
dody212 2 Juli 2014 jam 9:01pm |
|
4 |
3. KEKAYI MENAGIH JANJI
dody212 3 Juli 2014 jam 3:43am |
|
5 |
4. COBAAN-COBAAN DI PENGASINGAN
dody212 3 Juli 2014 jam 3:45am |
|
6 |
5. SANG PENYIKSA
dody212 4 Juli 2014 jam 4:39am |
|
7 |
6. SUBALI
dody212 4 Juli 2014 jam 4:44am |
|
8 |
7. KETIKA MUSIM HUJAN BERAKHIR
dody212 6 Juli 2014 jam 4:40am |
|
9 |
8. CINDERAMATA DARI RAMA
dody212 6 Juli 2014 jam 4:48am |
|
10 |
9. RAHWANA RAJA
dody212 7 Juli 2014 jam 9:48pm |
|
11 |
10. MENYEBERANG LAUTAN
dody212 7 Juli 2014 jam 9:50pm |
|
12 |
11. ALENGKA DIKEPUNG
dody212 20 Juli 2014 jam 1:17pm |
|
13 |
12. RAMA LAWAN RAHWANA
dody212 20 Juli 2014 jam 1:19pm |
|
14 |
13. SELINGAN KELANJUTAN KISAH ITU, RINGKASAN DARI "VALMIKI"
dody212 20 Juli 2014 jam 1:22pm |
|
15 |
14. PENOBATAN
dody212 20 Juli 2014 jam 1:24pm |
|
16 |
TENTANG PENULIS
dody212 20 Juli 2014 jam 1:28pm |
Baca semua komentar (2)
Tulis Komentar
#1 | ![]() |
Idur1705
3 Juli 2014 jam 2:07am
 
Terus di lanjoooooootttt suhu..... cerita yang baggoosss...... |
#2 | ![]() |
kurotagusu
3 Juli 2014 jam 11:12am
 
Wah blm ada update an yak |