KOLEKSI CERPEN DINASTI MING

HomeBacaanKOLEKSI CERPEN DINASTI MING

avatar Pahlawan
28 Januari 2008 jam 1:01pm

Dari perjalanan panjang sejarah Tiongkok, di setiap era selalu muncul Zhe-xue-jia (filsuf), Yi-shu-jia (seniman), ataupun Xue-jia (sastrawan) yang umumnya menyuarakan hati rakyat jelata dalam mereaksi situasi dan kondisi jaman di mana mereka hidup. Di jaman dinasti T’ang misalnya, muncul Tu Fu, Li Po, dan penyair-penyair besar lainnya. Dinasti Ming adalah dinasti akhir dari bangsa Han yang memerintah di atas tanah dan rakyat Tiongkok sendiri, sebelumnya Tionggoan sudah jatuh ke dalam tangan penjajah Mongol, yang mendirikan dinasti Yuan, dan setelah itu the Dragon Throne (Tiongkok) jatuh ke dalam pelukan bangsa Manchu di tahun 1644. Tidak dapat diragukan lagi, selama beberapa abad dinasti Ming memerintah, Tionggoan tidak pernah mengalami masa keemasan, tetapi justru terpuruk dalam politik kotor yang bergelimang darah rakyat karena ambisi politik kotor dari para Tai-jian (thaikam). Dalam kemelut politik dan sosial inilah banyak bermunculan cerita-cerita rakyat yang ditulis oleh para pujangga dengan tujuan-tujuan tertentu.
Sebuah sekolah seni yang terletak di Lian-An, membuat karya besar yang menceritakan kisah-kisah percintaan di jaman itu. The Lady Who was a Beggar adalah kisah cinta dari Lin-An juga. Roman ini mengisahkan Mo-Chi yang berjuang untuk mewujudkan impiannya.

Diceritakan kembali oleh Pahlawan dalam bahasa Indonesia dengan gaya prosa bertutur Bebas. Sumber asli:

Cyril Birch, Stories From A Ming Collection. Translations of Chinese Short Stories Published in the Seventeenth Century. Bloomington: Indiana University Press, 1958.
Dan lain-lain sumber.

Pengarang Pahlawan
Tamat Tidak
HitCount 1.724
Nilai total rating_0

Bab

1 THE LADY WHO WAS A BEGGAR
Pahlawan 28 Januari 2008 jam 1:04pm

6 komentar

icon_comment Baca semua komentar (6) icon_add Tulis Komentar

#2 avatar
lam_khie 29 Januari 2008 jam 8:13am  

pelajaran yang sangat menarik. mohon diteruskan

#3 avatar
tembuyun 29 Januari 2008 jam 1:14pm  

Memang dalam masa pemerintahan dinasti Ming sulit sekali mencapai puncak kejayaan. Kebanyakan memang diisi oleh perang dan tunduknya kaisar pada kekuasaan kasim2 istana. Tapi dinasti Ming pernah mencapai masa tenang dan makmur secara ekonomi koq, pada masa kaisar Xuande, walaupun pendek (cuma 10 tahun).
Kalau masa jaya (dihitung dari luas daerah), tidak ada yang bisa menandingi dinasti Qing (Manchu)dalam luas wilayah. Bahkan wilayah xinjiang dibarat dan taiwan juga ditaklukkan.
Tulisannya bagus, keep posting...

#4 avatar
asepso 21 November 2008 jam 8:45pm  

Saya tertarik dengan perkembangan sastra Tiongkok zaman dinasti Ming. Mohon infonya lebih banyak. Terima kasih.

Terjemahan ini bagus untuk dilanjutkan.

#5
Masfir 30 Januari 2010 jam 6:25pm  

sangat menarik, sayang...

#6 avatar
Jokowidjaya 5 Juni 2017 jam 5:46am  

Sambung dl lanjutan Sepasang bayangan dewa sampai tamat suhu.bikin gro gi yg menbaca.pdhl LG seru2nya sepasang bayangan dewa.