paraaa suhu....lanjutan crita'y mana nih??
MASA YANG BARU, MASA YANG SURAM 1
Perlahan mata itu terbuka, pandangannya masih kabur namun pemilik mata itu berusaha mengucek matanya supaya bisa segera melihat jelas, tetapi dia dikejutkan oleh sesuatu saat tangannya meraba perutnya “ aihhh…..perutku….kemana ?? kemana ??....dimana ??.....” dia berkata seolah kebingungan kehilangan sesuatu. Tetapi dia lebih terkejut
Apa yang datang dari Alloh, entah peraturan, ilmu, cara hidup, dari yang terkecil, dari masalah sepele, sampai masalah yang besar, dari cara mencari pekerjaan, sampai cara beragama, apa yang di wariskan Nabi itu sudah cukup dan sempurna untuk di ikuti, tanpa menambah atau mengurangi, kita hanya perlu tau semua apa
kwa-han-bu meninggalkan lu-eng yang sudah tidak berdaya , hanya tangan kanannya saja yang tidak patah , dia mencoba menggeser tubuhnya untuk bersandar disebuah pohon untuk melewatkan malam namun ia menderita sekali karena bajunya tidak dapat menghalang dinginnya angina malam apalagi ditengah hutan itu dan juga nyamuknya sangat banyak , karena
"Lalu solusinya bagaimana mas...?" tanya Furqon.
"Ya solusinya, taubat, lalu kembali hidup secara wajar, hidup secara jalan yang di ridhoi Alloh, kalau mau di ijabah do'anya ya mendekatkan diri pada Alloh, jangan malah melanggar dan meninggalkan-Nya, percayalah segala amalan yang tidak islam itu merugikan diri kita sendiri." jelasku.
"Saya ingin tanya mas..."
coa-kongcu pingsan dipuncak nyeri dan sakit yang tidak terperikan , sepuluh anggota lam-kek menyerang namun dengan gerakan indah dan luar biasa cepat kesepuluh orang itu mengalami nasib yang sama dengan coa-kongcu , sepuluh jasad tak berdaya telah teronggok dalam hitungan menit , dua puluh orang itu berlutut meminta ampun ,
"Ya kalau tak di larikan kan nanti uangnya di minta lagi, begitu cerita Hasim, ya Hasim sama kedua temannya dapat uang sekarung." jelas Furqon. "Siapa sih yang lagi ketimpa susah kayak aku ini kalau tak kepingin dapat uang yang banyak untuk menutupi utang, bayangkan aku ini bayar utang, dengan ngutang
Nyonya Hartowidigdo seorang wanita yang telah berumur
empat puluh enam tahun, akan tetapi pandai dan
rajin memelihara tubuh dan mukanya, hingga tampangnya
masih enak dipandang, dan jika dia berjalan sendiri,
maka anak-anak muda masih sering bersuit padanya, dan
semua ini amat menyenangkan hati Nyonya Hartowidigdo.
Mas Hartowidigdo dan Nyonya Hartowidigdo itu sahabat
baik keluarga kami. Perkenalan bertahun-tahun
Lampu-lampu di beranda dan di kamar depan telah dipadamkan.
Ayah sedang menulis di kamar kantornya.Dan
kami anak-anak berkumpul di kamar tidur ayah dan ibu,
mendengarkan cerita ibu sebelum kami disuruh tidur.
Ibu bercerita tentang seorang pelesit pemakan orang,
yang dapat menukar-nukar tubuhnya dari manusia jadi
macan, dan kemudian jadi manusia kembali, berganti-ganti.
Untuk mengenal pelesit ini orang
Mochtar Lubis (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922 – meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun) adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia.
Karya-karyanya :
Tidak Ada Esok (novel, 1951)
Si Jamal dan Cerita-Cerita Lain (kumpulan cerpen, 1950)
Teknik Mengarang (1951)
Teknik Menulis Skenario Film