Last Exile

HomeUlasanAnimasiLast Exile

Azalae
19 Mei 2004 jam 6:14pm

Digital animation mulai mengantikan teknik gambar tradisional menggunakan tangan. Baik berupa flat 2-D sprite maupun 3-D model. Salah satunya adalah Last Exile buatan Gonzo, studio yang mengeluarkan Blue Submarine #6 dan Hellsing.

Latar belakang

Last Exile adalah TV series sepanjang 26 episode yang menceritakan pengalaman dua anak muda, Claus Valca dan Lavie Head. Claus dan Lavie adalah yatim piatu dan hidup sebagai pengirim pesan menggunakan pesawat udara (van-ship, pesawat terbang bi-plane tanpa sayap) milik ayah mereka yang telah meninggal.

Di Prester, dunia di mana mereka tinggal, segala transportasi dilakukan di udara. Sepanjang series tidak terlihat adanya kereta api maupun kapal laut berlayar.

Dunia ini terbagi menjadi dua: Anatory dan Disith. Bertahun-tahun kedua kerajaan ini berperang dengan adil dan menurut peraturan di bawah pengawasan Guild, pihak ketiga yang memilik teknologi jauh lebih maju. Pertempuran berlangsung di udara dengan kapal-kapal udara besar milik kedua belah beradu tembakan. Baik tembakan cannon kapal maupun tentara biasa yang berjejer di samping saling bertukar peluru.

Selama ini perang terbatas pada adu kekuatan beberapa kapal udara. Pemenang menguasai daerah yang telah ditentukan sebelum dimulai. Akibatnya kerusakan sipil sangat terbatas dan sebagian besar penduduk hidup dengan damai tanpa menyadari adanya perang. Sampai akhirnya Disith melanggar peraturan dan Guild berubah posisi dari netral ikut langsung.

Gambar

Series ini menggunakan gabungan 3-D model dan gambar 2-D dengan hasil indah. Pertempuran digambar dengan computer models hingga berkesan realistis. Untungnya penggunaan special effects dibatasi dan tidak berlembihan. Cannon besar menembak dengan suara keras, diikuti asap mesiu keluar dari lobang, sampai ledakan peluru waktu mengenai sasaran.

Hanya vanship dan kapal perang memakai 3-D models, sisanya seperti karakter, pohon, sungai, rumput dan bangunan digambar biasa.

Musik

Selain mata, telingapun dapat menikmati karena lagu dibuat dengan baik. Sayang tidak banyak dan kadang dapat terkesan diulang-ulang. Keseluruhan berkesan tradisional dengan sentuhan futuristik di beberapa lagu.

Karakter

Dalam hal ini tidak ada kelebihan yang menyolok dibandingkan anime yang lain. Bukan berarti jelek. Pembuatan dan perkembangan karakter cukup bagus dan mendalam, tapi tidak banyak berbeda dengan yang telah ditulis di karya lain.

Bagi yang belom pernah melihat anime dan hanya tau animasi melalu karya disney, ini adalah peningkatan jauh. Mengingat karakter di kartun disney sangat sederhana dan dibuat untuk penonton anak kecil.

Keseluruhan

Perkembangan plot lumayan cepat. Masalah telah muncul sejak episode pertama di mana Disith mengirim armada jauh lebih besar dari persetujuan.

Awal yang ringan dan santai dengan beberapa selingan humor, mulai menjadi berat dan serius di pertengahan. Claus mulai bingung dengan tujuan hidupnya di kapal perang Silvana. Anehnya hampir tiap anime selalu memiliki alur karakter utama yang sama. Di tengah cerita tokoh utama selalu merasa bingung dengan kehidupan dan mulai depresi. Kapan yah ada tokoh utama berjiwa tegar dan ga selalu bingung di saat penting.

Cerita termasuk sederhana dengan sedikit twist. Guild yang seharusnya netral ternyata menginginkan kedua kerajaan berperang sampai keduanya hancur.

Dari segala kekurangan yang ada, Last Exile masih cukup bagus dan menghibur. Gambar menawan, lagu indah, dan dunia yang menarik.

Sedikit tambahan, bagi yang suka maen catur: judul episode memakai istilah catur. Seperti: Transpose, Zugzwang, Isolated Pawn, Sicilian Defense, Promotion, Castling.

Nilai 4 stars
Kategori Animasi
Negara Jepang
Tahun 2003
HitCount 1.370

Belum ada komentar

icon_add Tulis Komentar