Mibu Gishi Den

HomeUlasanFilmMibu Gishi Den

Azalae
24 September 2004 jam 4:42pm

English title: When the Last Sword is Drawn

Sisi lain seorang samurai. Bukan sebagai deadly warrior dan bukan bawahan yang setia. Melainkan pilihan seorang ayah dan suami untuk mempertahankan kehidupan keluarganya. Bukan memerangi ratusan musuh tapi kelaparan.

Background adalah Meiji Restoration (akhir 1800an) di mana southwestern clan memberontak terhadap Tokugawa shogunate (pemerintahan jaman itu). Rasanya orang umum sudah tau apa yang terjadi jaman itu jadi ga perlu lagi diulas di sini pelajar sejarah di sekolah (hayo di kelas dengerin ga? :p).

Film ini sendiri diceritakan melalui second person perpective (pandangan orang kedua?). Dimulai dengan seorang kakek membawa cucunya ke klinik, di malam hari di tengah salju taon 1899. Di sana ia melihat foto seseorang yang ia kenal, Yoshimura Kanichiro. Mulailah ia mengenang masa lalu. Kemudian berdua ia dan si dokter ngobrol berbagi pandangan menceritakan apa yang mereka tau mengenai Yoshimura.

Kakek tersebut tidak lain adalah Saito Hajime. Tokoh Saito Hajime memang ada dalam sejarah, salah seorang ketua pasukan Shinsen Gumi. Bagi yang blom tau, Shinsen Gumi adalah para-military police force yang berasal dari Roshi Gumi (pelindung tokyo), setia pada Tokugawa shogunate dan memiliki hukum ketat.

Untuk nilai bonus, film ini begitu akurat dalam detil, hingga bukan hanya nama tokoh penting ditulis dengan benar tapi juga penampilan dan kebiasaan. Seperti contohnya, Saito Hajime ditunjukkan jago pedang dan memakai tangan kiri, seperti sejarah. Nahhh bagi pembuat film bisa meniru kebiasaan baik ini. Kalo bikin film sejarah, belajar dong sejarah. :p

Pertama kali bertemu Yoshimura, Saito langsung tidak menyukai, bahkan mencoba membunuhnya. Menurut dia Yoshimura adalah samurai desa yang kotor. Lebih dari itu, Yoshimura suka uang dan melupakan segalanya demi uang, termasuk harga diri. Ia tidak segan membunuh teman seperjuangan bahkan tidak malu meminta kenaikan imbalan untuk melakukannya. Yoshimura juga meninggalkan clan asalnya. Hal memalukan bagi seorang samurai karena dianggap mengkhianati kepercayaan ketua. Tidak lebih dari mercenary tanpa kehormatan yang masuk Shinsen Gumi bukan untuk membela kebenaran tapi cuma demi upah.

Apakah Yoshimura Kanichiro memang demikian? Tidak juga. Bahkan dari character Yoshimura diperlihatkan mempunyai sikap kalem dan bijaksana. Tidak pernah menyombong dan hanya senyum kalo dihina. Jadi penonton susah untuk membenci dan udah menyangka ga mungkin jahat.

Ternyata benar. Makin lama di jalan cerita kita melihat bagaimana keluarganya hidup amat miskin dan kelaparan. Karena tidak punya pilihan lain dan tau pada musim dingin yang makin dekat istri, dua anak dan seorang bayinya tidak mungkin bisa hidup, ia memutuskan memilih keluarga daripada kehormatan. Keadaan terlalu parah memaksanya meninggalkan clan dan menuju pusat untuk mencari nafkah. Akibatnya nama tercemar dan keluarga dikucilkan.

Yoshimura hidup amat sangat sederhana. Tidak pernah berganti baju biarpun sudah hitam dan kotor. Katana (pedang) yang sudah tua, dipenuhi goresan, mulai tumpul pun tidak diganti. Katana dan Wakizashi (pasangan ini disebut daisho) adalah lambang samurai. Alat untuk mereka mampu melaksanakan tugas atasan. Mempertahankan katana tua mungkin di jaman ini sama seperti ngotot bertahan tetap naik sepeda usang di pertemuan para pejabat, sangat memalukan dan bahan gosip.

Mibu Gishi Den adalah film karakter. Jangan salah, film ini masih termasuk jidai-geki (period drama) ato kadang dikenal sebagai chambara -- gampangnya adalah 'cerita samurai'. Tentunya harus ada adu pedang. Dari segi action juga tidak mengecewakan. Permainan adu ilmu sangat cepat, tajam, dan brutal.

Kekuatan film ini tetapi berpusat pada tokoh. Penonton diajak mengikuti suka duka mereka. Sampe mengerti faktor dan keadaan yang memaksa hingga akhirnya menyetujui tidakan masing2 karakter. Tema dan plot sebenarnya sederhana. Apa yang akan terjadi mudah ditebak, tidak ada kejutan. Malah karena itu malah makin tegang. Kita semua tau Tokugawa shogunate runtuh dan Shinsen Gumi hancur tapi tetap berharap somehow tokoh yang kita dukung bisa selamat.

Oiya, Yoshiwara Kanichiro memang ada dalam sejarah dan bukan tokoh fiksi. :)

(Image:http://film.intertain.dk/pub/images/docs/intertain/film/reviews/lastsword-1-360.jpg)

(Image:http://film.intertain.dk/pub/images/docs/intertain/film/reviews/lastsword-2-360.jpg)

(Image:http://film.intertain.dk/pub/images/docs/intertain/film/reviews/lastsword-3-360.jpg)

Nilai 5 stars
Kategori Film
Negara Jepang
Tahun 2003
HitCount 1.536

Belum ada komentar

icon_add Tulis Komentar