DEWA KIPAS vs PUTRI IRENE (TAMAT)

HomeCerita PendekDEWA KIPAS vs PUTRI IRENE (TAMAT)

Nurslamet
25 Maret 2021 jam 11:48am

Pertandingan ketiga dimulai. Seperti pada pertandingan kedua, Dewa Kipas tidak konsen. Hasilnya tambah parah. Putri Irene menang telak. Dewa Kipas dihujani cemo'ohan dan kebanjiran hujatan. Kini hanya tersisa satu pertandingan.

Meski dua kali kalah telak berturut-turut namun nama Dewa Kipas makin berkibar dan semakin naik daun. Popularitasnya mengalahkan beberapa tokoh yang sempat viral di medsos sebelum dirinya.

Di kampung kelahirannya Dewa Kipas dielu-elukan bak pahlawan. Para tetangga merasa bangga punya tetangga menjadi selebriti. Satu kampung bersuka ria ada warganya yang viral dan menghebohkan satu negeri. Terlepas dari pro dan kontra, mereka tetap bangga pada Dewa Kipas.

Di pihak lain, para pembuat iklan, sinetron dan pemilik produk melihat potensi lain dari ketenaran Dewa Kipas. Mereka berencana menjadikan Dewa Kipas sebagai model iklannya. Beberapa produser film pun tertarik untuk menjadikan Dewa Kipas aktor dan menjadi bintang utama di film yang akan mereka garap. Walhasil, terlepas dari kalah atau menang melawan Putri Irene Dewa Kipas tetap diuntungkan. Bisa diprediksi setelah pertandingannya usai dengan Putri Irene dirinya akan menjadi selebriti sungguhan. Menjadi bintang iklan dan aktor film.

Pertandingan ke empat cukup simple namun menentukan pemenangnya. Dewa Kipas dan Putri Irene hanya mengadu selendang yang menyerupai panah. Untuk hal itu selendang mereka dipotong menjadi dua bagian sama panjang. Satu berfungsi sebagai busur dan satunya sebagai anak panah. Mereka berdiri berhadapan namun terpisah jarak sekitar 100 meter.

"Siap... Bersedia..." suara wasit memberi aba-aba.

Dewa Kipas menggenggam dua potongan selendang di kedua tangannya. Perlahan Dewa Kipas mengangkat tangan kirinya. Secara ajaib potongan selendang yang dipegang tepat di tengah-tengahnya menjadi keras dan melengkung menyerupai busur. Tangan kanan Dewa Kipas terangkat dan potongan selendang yang dipegang ujungnya pun terlihat mengeras dan bentuknya menyerupai anak panah.

Di tempat lain Putri Irene melakukan hal yang sama. Selendangnya mengeras dan melengkung mirip busur dan yang satunya mengeras menyerupai anak panah. Bedanya busur dan anak panah ciptaan dari selendang Putri Irene terlihat menyala dan mengeluarkan api.

"Mulai!"

Putri Irene dan Dewa Kipas bersamaan melepas anak panah ciptaan. Potongan selendang yang menyerupai anak panah melesat membelah ruang. Anak panah Putri Irene berubah menjadi panah api. Panah Dewa Kipas berubah menjadi panah es. Udara di sekitar dua anak panah berubah drastis. Panas menyengat dan dingin membekukan. Dua anak panah melesat bagai meteor dan bertabrakan tepat di tengah lapangan. Ledakan membahana mengguncang arena. Panah Putri Irene terbelah dan hancur. Panah es Dewa Kipas terus melesat ke arah Putri Irene. Kali ini disertai angin puting beliung yang menyapu apa saja yang dilaluinya. Putri Irene yang terkejut tidak sempat menghindar. Panah angin puting beliung sudah di depan mata.

Di saat kritis Nini Kedasih yang dari awal terpana dan menyadari kekuatan Dewa Kipas meningkat drastis segera melesat dan mengkibaskan selendang pusakanya memapas anak panah es Dewa Kipas. Ujung selendang pusaka Nini Kedasih menebar api berwarna biru. Itu adalah puncak kekuatan yang dimiliki Nini Kedasih.

Ledakan dahsyat kembali menggema. Selendang pusaka Nini Kedasih hancur. Tubuh guru Putri Irene itu terlempar dan menabrak panggung. Jatuh ke tanah dalam kondisi terluka parah. Pingsan. Putri Irene terselamatkan namun gurunya menjadi korban.

"Guru!" pekik Putri Irene dan murid-murid Nini Kedasih bersamaan. Mereka segera berlari dan menolong gurunya.

Semua hadirin terpana. Kekuatan yang dimiliki Dewa Kipas di luar dugaan mereka. Nini Kedasih tokoh pendekar tua yang sangat dihormati dan disegani karena ketinggian ilmunya kalah begitu saja. Padahal semua yakin Nini Kedasih sudah mengeluarkan level tenaga dalam tertinggi yang dimilikinya. Namun tetap kalah. Semua hadirin sepakat Dewa Kipas lebih unggul dari Nini Kedasih dan Putri Irene...

TAMAT

.

Pengarang Nur S
HitCount 105
Nilai total rating_0

Belum ada komentar

icon_add Tulis Komentar