Apakah Pandangan Penulis China Terhadap Indonesia?

HomeForumKomentar ReviewApakah Pandangan Penulis China Terhadap Indonesia?

Komentar untuk Apakah Pandangan Penulis China Terhadap Indonesia?


#1 avatar
Mahesa_wong 21 November 2018 jam 6:11am  

Topiknya berat pak Bos, menurut saya gak tepat mbahas hal ginian di Indozone.

#2
ardi4n 23 November 2018 jam 9:21pm  

harus di katakan fantasi anda terlalu hebat, cerita itu tidak menyinggung sedikitpun tentang Indonesia.

#3
Han1977 10 Desember 2018 jam 9:08am  

Makanya dukung penulis2 Indonesia supaya bisa berkarya dan menyampaikan gambaran Indonesia yang baik kepada dunia.

Penulis online China bisa upload karyanya kadang2 sampai 2 bab/hari, tapi itu karena mereka bisa cari makan dari situ. Bayangkan penulis di Indozone, utk kerja sehari2 saja sdh 8-10 jam (Jam kerja + perjalanan), sampai di rumah harus meluangkan waktu utk keluarga, terutama yang sdh punya anak.

Alhasil untuk menulis harus potong jam tidurnya. Tanpa hasil pula. Masih diomelin istri juga, "Aduh, koh/mas/bang, depan komputer melulu, ngapain sih? Ngimpi jadi penulis? Duit ga gablek aja mau jadi penulis." wkwkwkwk.

Habis upload, kena semprot pula sama pembacanya. :))

#4 avatar
kurniawan73 2 Februari 2019 jam 7:20am  

Saya juga pembaca novel cina,benar Kata penulis jika ada jalan cerita dikaitkan dengan orang Indonesia pasti karakter yang buruk,bangsa bodohlah,negara miskinlah,bangsa perampoklah,seakan akan ada pesan untuk pembaca novel,seperti itulah orang Indonesia.

#5 avatar
Adi_Kristi 9 Februari 2019 jam 6:54pm  

Kalau soal memandang rendah Indonesia .. itu image yg sudah lama dipotret oleh banyak orang luar, bukan hanya Cina (saya sendiri blm baca itu novel2 china online (ini dlm bhs inggris atau bhs china?). Yg saya tahu, setidaknya dulu, bangsa2 lain selain China seperti Malaysia, Arab, dan mungkin masih banyak yg lain, juga demikian. Film2 hollywood juga banyak yg memandang rendah Indonesia. Tapi menurut saya pandangan spt itu salah satunya disebabkan karena memang Indonesia banyak dikenal sbg negara berkembang, negara miskin, negara pembantu rumah tangga, dan sejenisnya. Kalau soal orang2 Cina 'benci' (bukan sekedar memandang rendah) .. itu menurut saya memang bagian dari sejarah. Di kalangan orang2 Indonesia sendiri juga tidak sedikit yg punya pandangan negatif thd orang2 Cina dan cenderung membenci mereka, atau mengkambing-hitamkan mereka ketika terjadi krisis. Menurut saya image2 buruk ttg Indonesia secara berangsur-angsur sudah banyak berkurang. Selain karena pengaruh globalisasi yg membuat kita bisa lebih mudah lebih mengenal orang lain, yg membawa nilai2 kemanusian, serta prestasi Indonesia di dunia internasional yg makin marak ... saya melihat bangsa2 lain tidak lagi merendahkan Indonesia (setidaknya banyak berkurang), apalagi di kalangan milenial, mereka pikirannya lebih global, tidak gampang terkotak-kotak dan pergaulannya lebih membaur. Soal kerenggangan Cina dan pribumi di Indonesia ... menurut saya terus terang masih ada, tapi kerenggangan itu jauh berkurang di kalangan milenial. Ini pe-er kita bersama. Buang dulu itu berbagai prasangka2 buruk terhadap kelompok lain .. wong kenal juga boleh dibilang belum kita sudah main kesimpulan aja bahwa mereka nggak bener .... jangan gampang percaya pada omongan2 yg tidak jelas sumbernya, kenali dulu orang lain sebelum mengambil kesimpulan ttg baik atau buruk. Lagian, apa perlunya juga menilai orang lain sbg baik atau buruk ... urusi diri sendiri dulu, benerin diri sendiri dulu. Mari kurangi kecenderungan2 yg sifatnya menghakimi orang lain. Sbl menghakimi orang lain, mari menghakimi diri sendiri dulu .. sbl menghina orang lain, mari periksa diri sendiri dulu udah bener belum. Wallahu a'lam. Tabik.