Gay Bishop - Agree or disagree?

HomeForumDebatesGay Bishop - Agree or disagree?


Halaman 1 2 3 sesudah
#1
eeyore 19 Oktober 2004 jam 6:26pm  

Kutipan ayat Alkitab - 1 Korintus 6:9,10 (terjemahan LAI)

Kutip:
Atau tidak tahukan kamu, bahwa orang2 yg tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Keajaan Allah?
Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit*, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
* bbrp terjemahan english bible sebut kata ini sebagai 'homosexuals'.

Kutipan dari www.smh.com.au

Kutip:
Anglicans demand apology from US
By Linda Morris and Peter Fray in London
October 19, 2004

The liberal American Episcopal Church should apologise for ordaining an openly gay bishop and endangering the unity of the 77 million-strong Anglican Church, an international inquiry into its future has found.

The 93-page report of the Lambeth Commission, set up by the Archbishop of Canterbury, Dr Rowan Williams, calls for a moratorium on the ordination of openly gay bishops and same-sex blessings and an end to interference by one member church in the internal affairs of another.

But the Anglican commission stops short of calling for the expulsion of the Episcopal Church or demanding the resignation of New Hampshire's openly gay bishop, Gene Robinson, ordained last November.

The Dean of Southwark Cathedral in London, Colin Slee, said the report's call for Anglican bishops to keep their noses out of other dioceses was a clear criticism of Sydney.

"There's a strong slap on the wrist for bishops who have cruised casually around the world interfering in other dioceses," he said.

The findings come as the Sydney Anglican diocese yesterday backed away from its radical proposal to let church elders preside over Holy Communion in the face of strident opposition from Australian Anglicans and the worldwide church.

This month, the Australian General Synod refused to condone lay presidency, reflecting the widely held view that priests or bishops should have the exclusive right to preside over the Eucharist.

The Sydney diocese had risked the wrath of high-ranking Anglicans. Dr Williams was thought not to support the practice.

The Archbishop of Sydney, Peter Jensen, conceded yesterday that the diocese had to do more to argue its case for senior lay people and deacons to preside over Holy Communion and prove its usefulness to expanded church missions.

The Sydney Synod, the diocese's parliament, was to consider a declaration that ministers who permitted the practice in their parishes would not be disciplined.

But on the opening day, the principal of Moore Theological College, Dr John Woodhouse, withdrew the motion, which he said had been misunderstood and too quickly put together, deferring debate for another year.

Dr Jensen told 850 synod members that lay presidency, like female bishops, was still an agenda item for the national and worldwide church.

The Anglican commission into church unity, headed by Robin Eames, the Archbishop of Armagh, in Northern Ireland, was convened to settle the widening rift over homosexuality.

Archbishop Eames said the report made no judgement of homosexuality as a lifestyle, and stressed several times that homophobia had no place in the Anglican Church.

"We may disagree in the church about sexuality issues, but we must reinforce that we are all made in the image of the one God," he said.

But the commission's attempts to find common ground and avoid schism may not placate some African, Asian and South American clergy who preside over two-thirds of the world's Anglicans, who are threatening to split from the church.

American bishops have threatened to cut off funds from the Anglican church in Africa if they are disciplined for supporting the election of Bishop Robinson.

While ignoring calls for expulsion, the commission suggests the US church leaders who took part in Bishop Robinson's consecration should consider withdrawing from the 10-yearly Lambeth Conference and the annual meetings of the primates to "create the space necessary for to enable the healing of the communion".

Dr Williams is urged to effectively suspend Bishop Robinson from councils of Communion. But the commission draws no direct conclusion about sexual morality and only criticises the US church and its leaders for their lack of consultation and failure to use the church structures.

Granted, ga semua di gereja setuju dengan keputusan The liberal American Episcopal Church dalam masalah ini. Menurut kalian bagaimana keputusan gereja tsb yg jelas2 bertentangan dengan Alkitab? bisa diterima ato nggak sama kalian secara pribadi?

Klu aku, sama sekali tidak setuju dengan alasan yg jelas. Jelas2 bertentangan dengan apa yg dikatakan Alkitab. Mereka seharusnya pemimpin agama tapi membiarkan diri melanggar Alkitab sebaliknya memberi teladan.

#2
Jojon 19 Oktober 2004 jam 7:46pm  

Susah yah namanya juga biarpun pemimpin agama kan tetep manusia juga, punya emosi,dan kelemahan dan sebagainya :)
Di sini juga ada pemimpin gereja yg ketauan menggelapkan uang gereja buat dipake investment, beli property rumah, dsb..
Tinggal gimana kita aja ngeliat yg mana pemimpin agama yg bener, yg mana yg salah, dan jangan terpatok hanya pada pemimpin agama, tapi pada ajaran agamanya :)

#3
Azalae 19 Oktober 2004 jam 9:24pm  

sama sekali ga setuju. mungkin gua kolot dan ga toleransi tapi kan nanya pendapat jujur. jawabnya amat sangat tidak setuju.

gimana2 ga normal lah homosexual itu. calon presiden ketauan gay aja pasti ga mungkin kepilih kok malah bishop doh.

#4 avatar
pepe haliwell 20 Oktober 2004 jam 1:26am  

Normally, I don't have any opinion on homosexuality. The things that two consenting adults do are none of my business.

A person who teaches and preaches morality, however, must be held to a higher standard, and a bishop is both a teacher and a leader. To be a good leader, one must preach "do as I do" as well teach "do as I say". If that is not the case, then he's not a good leader; however, if such is the case, then I am not comfortable with his leadership by example.

#5
hey_sephia 20 Oktober 2004 jam 2:44am  

eeyore menulis:
Kutipan ayat Alkitab - 1 Korintus 6:9,10 (terjemahan LAI)

Kutip:
Atau tidak tahukan kamu, bahwa orang2 yg tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Keajaan Allah?
Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit*, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
* bbrp terjemahan english bible sebut kata ini sebagai 'homosexuals'.
*baru tau kalo "pemburit" = homosexual. Ini bhs Indonesia EYD? *

Yang aku heran adalah orang homonya yang mau jadi bishop. Dia gay itu kan berarti ngga sesuai sama imannya, karena dilarang menurut ajaran agama tsb. Nah kenapa masih tetep nekad? Mau memperbarui ajaran agama? Apa di dalam hatinya ngga pernah terbersit bahwa hidup yang dijalaninya itu bertentangan dengan ajaran agamanya? Lantas karena bertentangan dengannya, berarti ajaran itu salah, dan harus diperbarui. Enak sekali jadi manusia yah. Agama pun bisa disesuaikan dengan keinginan pribadi. Yang enak diambil, yang ga enak dibikin gimana caranya supaya jadi enak. Ini agama untuk manusia apa manusia untuk agama?
Kalau gitu kenapa ngga bikin aliran agama aja sendiri? Sekarang toh sudah banyak aliran yang ngga mainstream.

Sebetulnya kasus seperti ini juga sudah pernah terjadi dulu, waktu Henry VIII (eh bener yah?) mo merit ama Anne Boleyn. Istrinya yang pertama belum mati, jadi sama Pope ga boleh merit lagi. Trus dia ga setuju, lantas dirikan gereja sendiri, dengan dirinya sebagai kepala gereja, instead of the Pope. How convinient, eh?

Rasanya situasinya ga gitu beda sama sekarang. Potayto-potahto.
Kalo gini terus lama2 tiap orang memeluk agama satu2.
Pemeluk agama A: "Aku ga seluruhnya setuju sama A jadi aku dirikan B, yang masih berdasarkan A, tapi ada pengecualian bla bla bla."
Pemeluk agama B: "Aku ga seluruhnya setuju sama B, jadi aku dirikan A, yang masih berdasarkan B, tapi ada pengecualian bla bla bla..."
dst, sampe pemeluk agama ZZZZZZZ, yang akhirnya bertentangan sama sekali dengan ajaran A.

#6
shiro 20 Oktober 2004 jam 8:32am  

Gua sih pernah liat di US emang ada tuh gereja2 yg ajarannya bilang kalo gay-ness itu kan bukan kemauannya gay people. Mereka jadi gay gara2 emang dikasih dari sono nya kaya gitu, makanya mereka tuh yg living gay life benernya ga dosa since itu bukan kemauan mereka... so pendetanya juga jadinya ga pa pa bless gay union, biarpun secara hukum belon legal. Mungkin itu bishop2 juga mikir hal yg sama kali?

#7 avatar
andrea7974 20 Oktober 2004 jam 8:48am  

eeyore menulis:
Kutipan ayat Alkitab - 1 Korintus 6:9,10 (terjemahan LAI)

Kutip:
Atau tidak tahukan kamu, bahwa orang2 yg tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Keajaan Allah?
Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit*, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

* bbrp terjemahan english bible sebut kata ini sebagai 'homosexuals'.

TIDAK SETUJU.

Jelas disebutkan di sana kalau orang banci dan pemburit tdk akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
Kerajaan Allah tdk selalu mutlak harus diartikan sbg 'surga'. Menjadi bagian dari 'pelayan Allah" (jadi pendeta, bishop, apapun namanya) berarti sdh terlibat dalam apa yg namanya Kerajaan Allah di bumi ini.

Kalau emang dia bishop, mestinya dia tahu dong aturan mainnya tertulis di dalam Alkitab. Kalau gay jadi presiden...honestly I don't care. Tapi kalau gay jadi bishop, itu benar2 pelecehan. Itu seperti melegalkan seorang pembunuh menjadi hakim pidana, atau seorang koruptor kelas kakap menjadi hakim di perkara korupsi. Sudah jelas2 di 'buku panduan' tertulis tidak boleh kok malah seakan2 diexpose utk dilanggar.

*** Pemburit berasal dari kata buritan, yang artinya kurang lebih adalah 'bagian belakang' Artinya dlm bhs Indonesia adalah org yg melakukan sodomi (bukan hanya gay)

#8
ToOn99 20 Oktober 2004 jam 9:45am  

They didn't choose their sexuality when they were born, so I guess it is unfair to judge someone based on their sexuality. Perhaps a long time ago when woman had not had their credibility like they have nowadays, no one would feel comfortable being taught by a woman. However over the time, people start to loosen up their fanatical belief, and became more open minded.
Why this thing can't happen again to Gay, if straight man who molested, abused children can be accepted as a bishop (no offense here just giving an example in real life), why a gay who actually never harass their student, give good example, and passionate in teaching the good nature of life can't be a bishop.
In the end, what is written down in the bible was interpreted by so many people in the past, and we can't deny they were all human not an angel or god/es. Surely, their interpretation would be based on morale value during their living time which is way in the past. So, the authenticity of what is written down should be in question. (again no offense)

#9
eeyore 20 Oktober 2004 jam 10:38am  

OT: Actually in the bible there are verses mention that "women keep silence in the churches: for it is not permitted unto them to speak".

The purpose of God's words written for the human kind so they have guidance in leading their life. We can say that the Bible is human kind’s User Guide book. It will be the same when we bought certain tools and we interpret it as we like because the ‘era’ is change, what will it become with the tools? Same thing with how human lead their life and their so-called choice of life off from the Bible, they will never gained what they looking for, the real and true happiness (I assume this is what most normal people in this world search for) But, hey, likewise the same “User Guide” book also advise us not to judge people because to God all judgment belong.

perhaps, what I mention is more for those who called them selves Christian, so if you are not, please don't take any offense.

Keep in rolling guys.. interesting opinions. ;)

#10
Azalae 20 Oktober 2004 jam 12:03pm  

pake alasan: "dilahirkan gay ya udah berarti ga salah emang dari sononya udah gay" trus idup kaya gitu" repot dong. wah saya dilahirkan suka mencuri barang orang lain berarti ga salah dong. orang satu lagi bilang wah saya dilahirkan miskin ngapain kerja keras kan emang dari takdir kaya gini.

itu cuma alasan. kita dilahirkan sebagai apa emang ga bisa dirubah. tapi tindakan kita sehari2 itu dari kita sendiri. anak yang dilahirkan buta tuli aja kalo berusaha bisa baca tulis kok.

anyway, bishop kan mestinya ga boleh kawin dan ga boleh berhubungan sex. kok bisa ketauan gay? berarti pernah ketemu dia pas lagi praktek? wahh lebih parah lagi.

#11
ToOn99 20 Oktober 2004 jam 12:52pm  

Azalae menulis:
pake alasan: "dilahirkan gay ya udah berarti ga salah emang dari sononya udah gay" trus idup kaya gitu" repot dong. wah saya dilahirkan suka mencuri barang orang lain berarti ga salah dong. orang satu lagi bilang wah saya dilahirkan miskin ngapain kerja keras kan emang dari takdir kaya gini.

itu cuma alasan. kita dilahirkan sebagai apa emang ga bisa dirubah. tapi tindakan kita sehari2 itu dari kita sendiri. anak yang dilahirkan buta tuli aja kalo berusaha bisa baca tulis kok.

anyway, bishop kan mestinya ga boleh kawin dan ga boleh berhubungan sex. kok bisa ketauan gay? berarti pernah ketemu dia pas lagi praktek? wahh lebih parah lagi.

* gimana kalo jadi gay karena pengaruh genetic. Pernah baca buku kalo tiap orang punya tendency untuk jadi gay. Kalo sudah karena factor genetic, mo diapain coba, mo di GM dibilang nyalahin kode etik, mo dipertahankan dibilang gay dosa. Kalo gay disebabkan trauma laen lagi ceritanya. Yang pasti, nggak ada bayi yang baru lahir langsung mencuri barang, nggak ada bayi yang lahir langsung jadi rapist. Factor genetic bukan sesuatu yang bisa di ubah dengan usaha keras kayak buta, tuli, ato pincang, itu merupakan bawaan internal.

* Bisa dibalik juga keadaannya, gimana bisa tau kalo bishopnya bener2 straight, berarti pernah ketemu saat dia lagi "anu" ? wah ini kan juga parah :D. Gimana kalo seperti kasus elthon john, yang ngaku sendiri kalo dirinya Gay kan lebih make sense.

#12
Azalae 20 Oktober 2004 jam 1:30pm  

alasan yang dipake homosexuals dari dulu emang itu: dilahirkan homo jadi yah mau diapain lagi. menurut gua itu alasan dipake karena convenient aja.

gua ga bilang itu dosa tapi emang tidak normal kan. masa sekarang gay dibilang normal? orang umum mau kawin pasang gay yah gua sendiri ga ribut2 lemparin batu segala. masalahnya ini bishop bukan orang umum.

balik ke masalah genetic, memang mungkin (blom pasti loh) ada unsur yang bisa mendorong ke homosexual. unsur mendorong itu seperti cowo punya sifat feminim dan cari lawan jenis yang maskulin. ga ada unsur kaya binary switch straight or homosexual. jadi bukan berarti 100% pasti jadi homosexual. lingkungan dan pengalaman bisa mendorong ato menghalangi. juga orang straight bisa akhirnya ikutan homo kenapa sebaliknya tidak mungkin?

faktor paling besar adalah usaha dan tindakan. orang yang dilahirkan punya suara jelek kalo latihan keras bisa jadi penyanyi bagus. sakit2an bisa jadi atlet dunia.

btw, setau gua binatang ga ada yang homosexual. hmm aneh kan kenapa anomali ini cuma ada pada manusia.

okay sekarang balik ke pokok utama. kita bukan bahas apakah homosexual itu benar apa salah. ga bahas juga apakah bisa dihindari ato ga. (gua juga ga kasih pendapat dosa ato ga, cuma emang ga normal.)

nah yang kita bahas apakah setuju ama gay bishop.

gua ga setuju. dipikir kaya gimana juga emang ga normal. bishop sebagai panutan banyak orang harus bisa dihargai dan dipanut.

kalo semua dimaklumi dengan berbagai alasan convenient, lama2 diangkat pope suka maen ce (or co, or binatang :p) punya harem ribuan, suka bunuh orang, agak gila gimana hayo. masa ntar alasan yah emang dilahirkan kaya gitu, dan orang gila juga masih termasuk manusia dan bukankah Tuhan mencintai semua manusia. wahhh kacau lah.

#13
ToOn99 20 Oktober 2004 jam 2:17pm  

gua ga bilang itu dosa tapi emang tidak normal kan. masa sekarang gay dibilang normal?
- sebenarnya apa sih yang kita anggap normal ? Yg kita anggap normal adalah semua yang diterima oleh byk orang. Berhubung jaman sekarang, nilai2 moral masih berpegang kalo gay itu salah/dosa, maka jadilah gay abnormal. supposed, 300-400 thn akan datang populasi gay = 1/3 populasi bumi, mungkin saja gay dibilang normal and jenis kelamin bakal dibagi 3, laki, perempuan, plus gay.

balik ke masalah genetic, memang mungkin (blom pasti loh) ada unsur yang bisa mendorong ke homosexual. unsur mendorong itu seperti cowo punya sifat feminim dan cari lawan jenis yang maskulin. ga ada unsur kaya binary switch straight or homosexual. jadi bukan berarti 100% pasti jadi homosexual. lingkungan dan pengalaman bisa mendorong ato menghalangi. juga orang straight bisa akhirnya ikutan homo kenapa sebaliknya tidak mungkin?
- orang yg straight bisa jadi homo terjadi karena proses trauma atau sejenisnya, dan terjadinya proses itu bukan karena dia berusaha biar dia jadi trauma dan jadi homo pada akhirnya. Gitu juga gay, kalo seandainya dia bisa jadi straight, perlu sesuatu extraordinary coincidence in his/her life buat dia jadi straight, sesuatu yang mungkin tidak bisa di simulate kayak physiotherapy.

faktor paling besar adalah usaha dan tindakan. orang yang dilahirkan punya suara jelek kalo latihan keras bisa jadi penyanyi bagus. sakit2an bisa jadi atlet dunia.
- se logic2 nya orang percaya kalo nasibnya ditangan diri sendiri, tidak dapat dipungkiri kalo tidak selamanya usaha yang giat paid off seperti yang kita harapkan. Kadang kala faktor luck/nasib juga berpengaruh. anyway, nggak ada hubungannya dengan topic,cuman pingin point out aja.

btw, setau gua binatang ga ada yang homosexual. hmm aneh kan kenapa anomali ini cuma ada pada manusia.
- nggak 100% yakin kan kalo binatang nggak ada yang gay ? gimana mo tau kalo binatang gay apa nggak, mereka nggak bisa teriak kayak manusia kalo mereka gay, perlu diperlakukan sama dengan mahluk bukan gay.

gua ga setuju. dipikir kaya gimana juga emang ga normal. bishop sebagai panutan banyak orang harus bisa dihargai dan dipanut.
- satu-satunya point yang gue setuju, karena jadi panutan makanya bishop harus looks perfect from outside. Tapi kebanyakan kasus yang terjadi, bishopnya baru ketahuan gay setelah dia sudah mengabdi selama puluhan tahun tanpa cela, sudah banyak membantu umat, pokoknya udah byk bantu orang deh, and akhirnya semua pengabdian yang dikerjakannya langsung nggak berarti setelah dia ngaku kalo dirinya gay. is it fair ? ( disini gue liatnya dari sisi kemanusiaan, bukan sebagai penganut agama)

kalo semua dimaklumi dengan berbagai alasan convenient, lama2 diangkat pope suka maen ce (or co, or binatang :p) punya harem ribuan, suka bunuh orang, agak gila gimana hayo. masa ntar alasan yah emang dilahirkan kaya gitu, dan orang gila juga masih termasuk manusia dan bukankah Tuhan mencintai semua manusia. wahhh kacau lah.
- Oh come on, nggak mungkin bakal se extreme itu, kalo seandainya hal itu bener2 terjadi, berarti beastiality, gang bang or whatever they say, or any twisted thingy u mention above udah diterima secara umum dan dianggap normal. mungkin didaerah pedalaman afrika membunuh suku laen dan makan dagingnya dianggap normal, Jadi nggak heran donk kalo pemimpinnya juga pembunuh dan kanibal. Jadi semuanya tergantung nilai2 yang diterima masyarakat luas, jadi pada dasarnya nggak ada kebenaran yang mutlak, yang ada yang banyak yang menang.

#14
hey_sephia 20 Oktober 2004 jam 2:34pm  

ToOn99 menulis:
btw, setau gua binatang ga ada yang homosexual. hmm aneh kan kenapa anomali ini cuma ada pada manusia.
- nggak 100% yakin kan kalo binatang nggak ada yang gay ? gimana mo tau kalo binatang gay apa nggak, mereka nggak bisa teriak kayak manusia kalo mereka gay, perlu diperlakukan sama dengan mahluk bukan gay.
Menurutku, semua animal itu bekerja berdasarkan instinct. Lagian mereka kan ngga ada "pedoman" seperti manusia (apalah bible, al-quran, morality, dll), jadi kalo mereka emang punya gay tendency, pasti akan mereka lakukan tanpa ragu-ragu. Lagipula most animal (i say most, soalnya ada pengecualian) have sex only for reproduction purpose. Jadi emang udah secara natural begitu. Not for pleasure.

ToOn99 menulis:
gua ga setuju. dipikir kaya gimana juga emang ga normal. bishop sebagai panutan banyak orang harus bisa dihargai dan dipanut.
- satu-satunya point yang gue setuju, karena jadi panutan makanya bishop harus looks perfect from outside. Tapi kebanyakan kasus yang terjadi, bishopnya baru ketahuan gay setelah dia sudah mengabdi selama puluhan tahun tanpa cela, sudah banyak membantu umat, pokoknya udah byk bantu orang deh, and akhirnya semua pengabdian yang dikerjakannya langsung nggak berarti setelah dia ngaku kalo dirinya gay. is it fair ? ( disini gue liatnya dari sisi kemanusiaan, bukan sebagai penganut agama)
Lah kalo ini justru lebih parah dong? Kalo emang dia bishop yang baik, whether he's gay or not, does it really matter? Why does he have to reveal it? Toh dia ngga bakal have sex with other gay men or other women.
Waittt.... On a second thought. We're talking about Anglican church - enlighten me, are these bishops / priests allowed to get married?

#15 avatar
andrea7974 20 Oktober 2004 jam 3:46pm  

ToOn99 menulis:
gua ga bilang itu dosa tapi emang tidak normal kan. masa sekarang gay dibilang normal?
- sebenarnya apa sih yang kita anggap normal ? Yg kita anggap normal adalah semua yang diterima oleh byk orang. Berhubung jaman sekarang, nilai2 moral masih berpegang kalo gay itu salah/dosa, maka jadilah gay abnormal. supposed, 300-400 thn akan datang populasi gay = 1/3 populasi bumi, mungkin saja gay dibilang normal and jenis kelamin bakal dibagi 3, laki, perempuan, plus gay.
itulah dia kalau yg dipakai sbg patokan adalah sesuatu yang 'benar' menurut kebanyakan orang. Bukan 'kebenaran mutlak' yang sejati.

Kalau memang standard yg dipakai adalah nilai2 yg dianggap normal oleh org kebanyakan orang...maka mungkin saja benar skg homosexuality tdk normal, beberapa ratus thn yg akan datang itu adalah justru yg normal, sementara mungkin saja pd waktu beberapa ratus tahun yad, justru org straight yang tidak normal.

Tapi dalam kasus ini yg dibicarakan adalah a GAY BISHOP.
Kalau dalam agama Kristiani, apapun namanya, kebenaran mutlak adalah terletak pada apa yg tertulis di dalam holy bible. Dan kalau the holy bible sdh bilang kalau org gay adalah suatu hal yg dosa dan tidak bisa ditoleransi, maka tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan.

Kalau si Bishop yang gay tadi tdk percaya bible sebagai kebenaran mutlak..ya he's free to be a gay..tp lebih baik dia tdk jadi bishop lagi deh!

#16
Azalae 20 Oktober 2004 jam 5:08pm  

diliat normal bukan dari pandangan sosial tapi dari organ reproduksi. netral aja secara natural, ga usah dari moral ato ajaran agama. butuh co + ce bukan co + co ato ce + ce. dari sini dengan jelas kita bisa liat kalo dimaksudkan manusia dipasangkan co + ce.

mana bisa jenis kelamin jadi tiga? hermaphrodite? asexual? :?

binatang ga perlu ngomong preferencenya apa kan kita bisa saksikan sendiri. sampe sekarang ga ada orang yang pernah liat binatang have sex ama sesama gender.

kehancuran moralitas suatu komunitas dimulai dari penerimaan dan toleransi hal yang merusak. misal mencuri ditoleransi lama2 semua orang jadi pencuri. terus terang gua ga bisa memandang homosexuals sebagai normal. mau dikucilkan juga kasian sih makanya gua juga ga jelek2in mereka. tapi ini hal penting posisi bishop. kaya seorang ce jatuh cinta ama bekas napi yah asal mereka saling cinta ga ngeganggu gua sih ga masalah. tapi kalo napi ini pengen jadi presiden wahhh nanti dulu.

#17 avatar
andrea7974 20 Oktober 2004 jam 5:19pm  

Azalae menulis:
kehancuran moralitas suatu komunitas dimulai dari penerimaan dan toleransi hal yang merusak..
Betul sekali. Dengan didengungkannya kebebasan, yang ada semakin hari orang semakin cenderung utk toleransi terhadap apa saja, termasuk hal2 yang merusak.

Azalae menulis:
misal mencuri ditoleransi lama2 semua orang jadi pencuri. terus terang gua ga bisa memandang homosexuals sebagai normal. mau dikucilkan juga kasian sih makanya gua juga ga jelek2in mereka. tapi ini hal penting posisi bishop. kaya seorang ce jatuh cinta ama bekas napi yah asal mereka saling cinta ga ngeganggu gua sih ga masalah. tapi kalo napi ini pengen jadi presiden wahhh nanti dulu.
:clap: :clap:

#18
Jojon 20 Oktober 2004 jam 8:55pm  

Menurut gue biarpun dia bekas napi, as long as dia bisa jadi presiden yg baik, ya why not ? Daripada yg bukan napi tapi jadi presiden yg ngaco ? :D
So having a gay bishop, selama dia melakukan tugasnya dengan baik, dan ngga pernah melakukan hal aneh2, kenapa mesti diungkit2 masalah kalo dia gay ? Itu kan urusan pribadi dia , kecuali kalo dia melakukan hal yg pelecehan, nah itu laen perkara :) Buktinya skrg banyak kan priest yg biarpun ngga gay tapi melakukan pelecehan seksual ? Which one do you prefer ?

#19 avatar
pepe haliwell 20 Oktober 2004 jam 11:12pm  

But..... the problem is that this bishop is a moral teacher. Now, if there is a conflict in his belief and what he practices, which one will he teach? Is he going to preach to his pulpit that it is ok to be gay and follow his leads? Is he going to say that the Bible is wrong in condemning homosexuality? What consequence will this one man's action bring to the whole congregation? Will there be a schizm in the congregation? If we were to accept a gay bishop, will a gay (Cardinal, Pope, Grand Mufthi, Ayatollah, KH, ... ) be next in the acceptable list? Does equality worth all that in the spiritual world? I don't think so.

A priest molester doesn't belong in the pulpit. He belongs in prison and should burn in hell for eternity.

#20
eeyore 21 Oktober 2004 jam 5:40am  

Secara praktek, ada orang2 tertentu yg memberikan dampak kepada kehidupan kita, langsung maupun tidak. Misalnya orang yg kerja disebelah kantor kita, tidak akan terlalu kita perdulikan sebab tidak ada hubungan langsung dengan kita, apakah dia gay ato straigth, bermoral ato tidak, istri 2 ato 5, tidak ada urusan dan tidak ada pengaruh dengan kita.

Sebaliknya, pemimpin agama dimana mana harus memiliki standard yg lebih tinggi sebab mereka memang bertujuan untuk dijadikan teladan dan panutan bagi umatNya. Sebagai perbandingan, Musa ketika memimpin bangsa Israel kuno, sekali waktu gagal menunjukkan kemulian kepada Allah ketika Allah memberikan mukjizat air yg keluar dari gunung batu kepada bangsa Israel. Musa menjadi tinggi hati dan karena itu dia gagal untuk memasuki tanah perjanjian walau pun jasa yg dia miliki bukan kecil dalam membawa bangsa Israel keliling padang gurun selama 40 thn. Atau para malaikat yg memilih untuk menikahi perempuan2 dibumi sebelum jaman Nuh, mereka pada akhirnya tidak lagi mendapat bagian di Kerajaan Surga karena pelanggaran tsb.

Skrg, seorang pemimpin agama yg memilih gaya hidup yang tidak normal (kota Sodom dan Gomorah di hancurkan oleh Allah karena gaya hidup orang2 disana. Perhatikan asal mula kata sodomi berasal dari kota ini) apakah dia bisa diterima oleh Allah yg ia bilang ia layani? Apakah Allah yg konstant dalam segala hal (refer ke perputaran bintang, gaya gravitasi dan sebagainya di alam semesta) akan menurunkan standard nya demi orang2 mau pergi ke gereja dan memenuhi tempat ibadatnya? Pernah di katakan di Alkitab, jika orang2 tidak mau memuji Allah, Dia bisa membuat batu2 berbicara.

Prinsipnya, yg dilanggar bukan oleh pemimpin agama yg gay dan diakui oleh gereja bukanlah aturan manusia, tp kata2 Allah sendiri.

Halaman 1 2 3 sesudah