Home → Forum → Debates → Gay Bishop - Agree or disagree?
#1 | ![]() |
eeyore
19 Oktober 2004 jam 6:26pm
 
Kutipan ayat Alkitab - 1 Korintus 6:9,10 (terjemahan LAI) Kutip:* bbrp terjemahan english bible sebut kata ini sebagai 'homosexuals'. Kutipan dari www.smh.com.au Kutip:Granted, ga semua di gereja setuju dengan keputusan The liberal American Episcopal Church dalam masalah ini. Menurut kalian bagaimana keputusan gereja tsb yg jelas2 bertentangan dengan Alkitab? bisa diterima ato nggak sama kalian secara pribadi? Klu aku, sama sekali tidak setuju dengan alasan yg jelas. Jelas2 bertentangan dengan apa yg dikatakan Alkitab. Mereka seharusnya pemimpin agama tapi membiarkan diri melanggar Alkitab sebaliknya memberi teladan. |
#2 | ![]() |
Jojon
19 Oktober 2004 jam 7:46pm
 
Susah yah namanya juga biarpun pemimpin agama kan tetep manusia juga, punya emosi,dan kelemahan dan sebagainya |
#3 | ![]() |
Azalae
19 Oktober 2004 jam 9:24pm
 
sama sekali ga setuju. mungkin gua kolot dan ga toleransi tapi kan nanya pendapat jujur. jawabnya amat sangat tidak setuju. gimana2 ga normal lah homosexual itu. calon presiden ketauan gay aja pasti ga mungkin kepilih kok malah bishop doh. |
#4 | ![]() |
pepe haliwell
20 Oktober 2004 jam 1:26am
 
Normally, I don't have any opinion on homosexuality. The things that two consenting adults do are none of my business. A person who teaches and preaches morality, however, must be held to a higher standard, and a bishop is both a teacher and a leader. To be a good leader, one must preach "do as I do" as well teach "do as I say". If that is not the case, then he's not a good leader; however, if such is the case, then I am not comfortable with his leadership by example. |
#5 | ![]() |
hey_sephia
20 Oktober 2004 jam 2:44am
 
eeyore menulis:*baru tau kalo "pemburit" = homosexual. Ini bhs Indonesia EYD? * Yang aku heran adalah orang homonya yang mau jadi bishop. Dia gay itu kan berarti ngga sesuai sama imannya, karena dilarang menurut ajaran agama tsb. Nah kenapa masih tetep nekad? Mau memperbarui ajaran agama? Apa di dalam hatinya ngga pernah terbersit bahwa hidup yang dijalaninya itu bertentangan dengan ajaran agamanya? Lantas karena bertentangan dengannya, berarti ajaran itu salah, dan harus diperbarui. Enak sekali jadi manusia yah. Agama pun bisa disesuaikan dengan keinginan pribadi. Yang enak diambil, yang ga enak dibikin gimana caranya supaya jadi enak. Ini agama untuk manusia apa manusia untuk agama? Sebetulnya kasus seperti ini juga sudah pernah terjadi dulu, waktu Henry VIII (eh bener yah?) mo merit ama Anne Boleyn. Istrinya yang pertama belum mati, jadi sama Pope ga boleh merit lagi. Trus dia ga setuju, lantas dirikan gereja sendiri, dengan dirinya sebagai kepala gereja, instead of the Pope. How convinient, eh? Rasanya situasinya ga gitu beda sama sekarang. Potayto-potahto. |
#6 | ![]() |
shiro
20 Oktober 2004 jam 8:32am
 
Gua sih pernah liat di US emang ada tuh gereja2 yg ajarannya bilang kalo gay-ness itu kan bukan kemauannya gay people. Mereka jadi gay gara2 emang dikasih dari sono nya kaya gitu, makanya mereka tuh yg living gay life benernya ga dosa since itu bukan kemauan mereka... so pendetanya juga jadinya ga pa pa bless gay union, biarpun secara hukum belon legal. Mungkin itu bishop2 juga mikir hal yg sama kali? |
#7 | ![]() |
andrea7974
20 Oktober 2004 jam 8:48am
 
eeyore menulis: |
#8 | ![]() |
ToOn99
20 Oktober 2004 jam 9:45am
 
They didn't choose their sexuality when they were born, so I guess it is unfair to judge someone based on their sexuality. Perhaps a long time ago when woman had not had their credibility like they have nowadays, no one would feel comfortable being taught by a woman. However over the time, people start to loosen up their fanatical belief, and became more open minded. |
#9 | ![]() |
eeyore
20 Oktober 2004 jam 10:38am
 
OT: Actually in the bible there are verses mention that "women keep silence in the churches: for it is not permitted unto them to speak". The purpose of God's words written for the human kind so they have guidance in leading their life. We can say that the Bible is human kind’s User Guide book. It will be the same when we bought certain tools and we interpret it as we like because the ‘era’ is change, what will it become with the tools? Same thing with how human lead their life and their so-called choice of life off from the Bible, they will never gained what they looking for, the real and true happiness (I assume this is what most normal people in this world search for) But, hey, likewise the same “User Guide” book also advise us not to judge people because to God all judgment belong. perhaps, what I mention is more for those who called them selves Christian, so if you are not, please don't take any offense. Keep in rolling guys.. interesting opinions. |
#10 | ![]() |
Azalae
20 Oktober 2004 jam 12:03pm
 
pake alasan: "dilahirkan gay ya udah berarti ga salah emang dari sononya udah gay" trus idup kaya gitu" repot dong. wah saya dilahirkan suka mencuri barang orang lain berarti ga salah dong. orang satu lagi bilang wah saya dilahirkan miskin ngapain kerja keras kan emang dari takdir kaya gini. itu cuma alasan. kita dilahirkan sebagai apa emang ga bisa dirubah. tapi tindakan kita sehari2 itu dari kita sendiri. anak yang dilahirkan buta tuli aja kalo berusaha bisa baca tulis kok. anyway, bishop kan mestinya ga boleh kawin dan ga boleh berhubungan sex. kok bisa ketauan gay? berarti pernah ketemu dia pas lagi praktek? wahh lebih parah lagi. |
#11 | ![]() |
ToOn99
20 Oktober 2004 jam 12:52pm
 
Azalae menulis:* gimana kalo jadi gay karena pengaruh genetic. Pernah baca buku kalo tiap orang punya tendency untuk jadi gay. Kalo sudah karena factor genetic, mo diapain coba, mo di GM dibilang nyalahin kode etik, mo dipertahankan dibilang gay dosa. Kalo gay disebabkan trauma laen lagi ceritanya. Yang pasti, nggak ada bayi yang baru lahir langsung mencuri barang, nggak ada bayi yang lahir langsung jadi rapist. Factor genetic bukan sesuatu yang bisa di ubah dengan usaha keras kayak buta, tuli, ato pincang, itu merupakan bawaan internal. * Bisa dibalik juga keadaannya, gimana bisa tau kalo bishopnya bener2 straight, berarti pernah ketemu saat dia lagi "anu" ? wah ini kan juga parah |
#12 | ![]() |
Azalae
20 Oktober 2004 jam 1:30pm
 
alasan yang dipake homosexuals dari dulu emang itu: dilahirkan homo jadi yah mau diapain lagi. menurut gua itu alasan dipake karena convenient aja. gua ga bilang itu dosa tapi emang tidak normal kan. masa sekarang gay dibilang normal? orang umum mau kawin pasang gay yah gua sendiri ga ribut2 lemparin batu segala. masalahnya ini bishop bukan orang umum. balik ke masalah genetic, memang mungkin (blom pasti loh) ada unsur yang bisa mendorong ke homosexual. unsur mendorong itu seperti cowo punya sifat feminim dan cari lawan jenis yang maskulin. ga ada unsur kaya binary switch straight or homosexual. jadi bukan berarti 100% pasti jadi homosexual. lingkungan dan pengalaman bisa mendorong ato menghalangi. juga orang straight bisa akhirnya ikutan homo kenapa sebaliknya tidak mungkin? faktor paling besar adalah usaha dan tindakan. orang yang dilahirkan punya suara jelek kalo latihan keras bisa jadi penyanyi bagus. sakit2an bisa jadi atlet dunia. btw, setau gua binatang ga ada yang homosexual. hmm aneh kan kenapa anomali ini cuma ada pada manusia. okay sekarang balik ke pokok utama. kita bukan bahas apakah homosexual itu benar apa salah. ga bahas juga apakah bisa dihindari ato ga. (gua juga ga kasih pendapat dosa ato ga, cuma emang ga normal.) nah yang kita bahas apakah setuju ama gay bishop. gua ga setuju. dipikir kaya gimana juga emang ga normal. bishop sebagai panutan banyak orang harus bisa dihargai dan dipanut. kalo semua dimaklumi dengan berbagai alasan convenient, lama2 diangkat pope suka maen ce (or co, or binatang |
#13 | ![]() |
ToOn99
20 Oktober 2004 jam 2:17pm
 
gua ga bilang itu dosa tapi emang tidak normal kan. masa sekarang gay dibilang normal? balik ke masalah genetic, memang mungkin (blom pasti loh) ada unsur yang bisa mendorong ke homosexual. unsur mendorong itu seperti cowo punya sifat feminim dan cari lawan jenis yang maskulin. ga ada unsur kaya binary switch straight or homosexual. jadi bukan berarti 100% pasti jadi homosexual. lingkungan dan pengalaman bisa mendorong ato menghalangi. juga orang straight bisa akhirnya ikutan homo kenapa sebaliknya tidak mungkin? faktor paling besar adalah usaha dan tindakan. orang yang dilahirkan punya suara jelek kalo latihan keras bisa jadi penyanyi bagus. sakit2an bisa jadi atlet dunia. btw, setau gua binatang ga ada yang homosexual. hmm aneh kan kenapa anomali ini cuma ada pada manusia. gua ga setuju. dipikir kaya gimana juga emang ga normal. bishop sebagai panutan banyak orang harus bisa dihargai dan dipanut. kalo semua dimaklumi dengan berbagai alasan convenient, lama2 diangkat pope suka maen ce (or co, or binatang |
#14 | ![]() |
hey_sephia
20 Oktober 2004 jam 2:34pm
 
ToOn99 menulis:Menurutku, semua animal itu bekerja berdasarkan instinct. Lagian mereka kan ngga ada "pedoman" seperti manusia (apalah bible, al-quran, morality, dll), jadi kalo mereka emang punya gay tendency, pasti akan mereka lakukan tanpa ragu-ragu. Lagipula most animal (i say most, soalnya ada pengecualian) have sex only for reproduction purpose. Jadi emang udah secara natural begitu. Not for pleasure. ToOn99 menulis:Lah kalo ini justru lebih parah dong? Kalo emang dia bishop yang baik, whether he's gay or not, does it really matter? Why does he have to reveal it? Toh dia ngga bakal have sex with other gay men or other women. Waittt.... On a second thought. We're talking about Anglican church - enlighten me, are these bishops / priests allowed to get married? |
#15 | ![]() |
andrea7974
20 Oktober 2004 jam 3:46pm
 
ToOn99 menulis:itulah dia kalau yg dipakai sbg patokan adalah sesuatu yang 'benar' menurut kebanyakan orang. Bukan 'kebenaran mutlak' yang sejati. Kalau memang standard yg dipakai adalah nilai2 yg dianggap normal oleh org kebanyakan orang...maka mungkin saja benar skg homosexuality tdk normal, beberapa ratus thn yg akan datang itu adalah justru yg normal, sementara mungkin saja pd waktu beberapa ratus tahun yad, justru org straight yang tidak normal. Tapi dalam kasus ini yg dibicarakan adalah a GAY BISHOP. Kalau si Bishop yang gay tadi tdk percaya bible sebagai kebenaran mutlak..ya he's free to be a gay..tp lebih baik dia tdk jadi bishop lagi deh! |
#16 | ![]() |
Azalae
20 Oktober 2004 jam 5:08pm
 
diliat normal bukan dari pandangan sosial tapi dari organ reproduksi. netral aja secara natural, ga usah dari moral ato ajaran agama. butuh co + ce bukan co + co ato ce + ce. dari sini dengan jelas kita bisa liat kalo dimaksudkan manusia dipasangkan co + ce. mana bisa jenis kelamin jadi tiga? hermaphrodite? asexual? binatang ga perlu ngomong preferencenya apa kan kita bisa saksikan sendiri. sampe sekarang ga ada orang yang pernah liat binatang have sex ama sesama gender. kehancuran moralitas suatu komunitas dimulai dari penerimaan dan toleransi hal yang merusak. misal mencuri ditoleransi lama2 semua orang jadi pencuri. terus terang gua ga bisa memandang homosexuals sebagai normal. mau dikucilkan juga kasian sih makanya gua juga ga jelek2in mereka. tapi ini hal penting posisi bishop. kaya seorang ce jatuh cinta ama bekas napi yah asal mereka saling cinta ga ngeganggu gua sih ga masalah. tapi kalo napi ini pengen jadi presiden wahhh nanti dulu. |
#17 | ![]() |
andrea7974
20 Oktober 2004 jam 5:19pm
 
Azalae menulis:Betul sekali. Dengan didengungkannya kebebasan, yang ada semakin hari orang semakin cenderung utk toleransi terhadap apa saja, termasuk hal2 yang merusak. Azalae menulis: ![]() ![]() |
#18 | ![]() |
Jojon
20 Oktober 2004 jam 8:55pm
 
Menurut gue biarpun dia bekas napi, as long as dia bisa jadi presiden yg baik, ya why not ? Daripada yg bukan napi tapi jadi presiden yg ngaco ? |
#19 | ![]() |
pepe haliwell
20 Oktober 2004 jam 11:12pm
 
But..... the problem is that this bishop is a moral teacher. Now, if there is a conflict in his belief and what he practices, which one will he teach? Is he going to preach to his pulpit that it is ok to be gay and follow his leads? Is he going to say that the Bible is wrong in condemning homosexuality? What consequence will this one man's action bring to the whole congregation? Will there be a schizm in the congregation? If we were to accept a gay bishop, will a gay (Cardinal, Pope, Grand Mufthi, Ayatollah, KH, ... ) be next in the acceptable list? Does equality worth all that in the spiritual world? I don't think so. A priest molester doesn't belong in the pulpit. He belongs in prison and should burn in hell for eternity. |
#20 | ![]() |
eeyore
21 Oktober 2004 jam 5:40am
 
Secara praktek, ada orang2 tertentu yg memberikan dampak kepada kehidupan kita, langsung maupun tidak. Misalnya orang yg kerja disebelah kantor kita, tidak akan terlalu kita perdulikan sebab tidak ada hubungan langsung dengan kita, apakah dia gay ato straigth, bermoral ato tidak, istri 2 ato 5, tidak ada urusan dan tidak ada pengaruh dengan kita. Sebaliknya, pemimpin agama dimana mana harus memiliki standard yg lebih tinggi sebab mereka memang bertujuan untuk dijadikan teladan dan panutan bagi umatNya. Sebagai perbandingan, Musa ketika memimpin bangsa Israel kuno, sekali waktu gagal menunjukkan kemulian kepada Allah ketika Allah memberikan mukjizat air yg keluar dari gunung batu kepada bangsa Israel. Musa menjadi tinggi hati dan karena itu dia gagal untuk memasuki tanah perjanjian walau pun jasa yg dia miliki bukan kecil dalam membawa bangsa Israel keliling padang gurun selama 40 thn. Atau para malaikat yg memilih untuk menikahi perempuan2 dibumi sebelum jaman Nuh, mereka pada akhirnya tidak lagi mendapat bagian di Kerajaan Surga karena pelanggaran tsb. Skrg, seorang pemimpin agama yg memilih gaya hidup yang tidak normal (kota Sodom dan Gomorah di hancurkan oleh Allah karena gaya hidup orang2 disana. Perhatikan asal mula kata sodomi berasal dari kota ini) apakah dia bisa diterima oleh Allah yg ia bilang ia layani? Apakah Allah yg konstant dalam segala hal (refer ke perputaran bintang, gaya gravitasi dan sebagainya di alam semesta) akan menurunkan standard nya demi orang2 mau pergi ke gereja dan memenuhi tempat ibadatnya? Pernah di katakan di Alkitab, jika orang2 tidak mau memuji Allah, Dia bisa membuat batu2 berbicara. Prinsipnya, yg dilanggar bukan oleh pemimpin agama yg gay dan diakui oleh gereja bukanlah aturan manusia, tp kata2 Allah sendiri. |