Round Robin ngaco

HomeForumBooksRound Robin ngaco


#1
Azalae 23 Agustus 2005 jam 3:52pm  

Tinggi di langit, awan tebal menyelimuti dunia. Sepanjang mata melihat, dari horizon ke horizon, dari ujung ke ujung, segalanya gelap gulita. Sekelebat cahaya melintasi pandangan, halilintar yang diiringi ribuan petir menggelegar. Menari dan membelah angin seolah ribuan tombak putih berkilau menusuk tanpa ampun. Tanah bergetar dan bumi pun bergoncang.

Di antara sekelebat cahaya dari murka langit, terlihat sesosok manusia. Yang berjuang untuk melewati medan pertempuran langit dan bumi. Mulut terbuka lebar berteriak tetapi suara tertelan seluruhnya oleh gemuruh alam.

Eh ternyata gerhana matahari. Beberapa detik kemudian terang lagi deh.

Akhirnya terdengar teriakan sosok tersebut. "Doh, jaoh sialan!"

Dilanjutkan dengan "Doh, cape gua!"

"Doh, kok ga ada taxi!" masih bersungut2.

Dia adalah pangeran Amoi yang bergegas menuju istana. Beberapa jam seblomnya tiba pesan bahwa kondisi sang raja yang memang sudah tua memburuk. Ia dipanggil untuk menerima pesan terakhir.

Di pintu gerbang istana terlihat seorang pengawal sedang sibuk menjual karcis pada para turis. Seorang pegawal lagi sedang membantu sekeluarga turis mengambil foto. Lima pengawal berusaha menarik perhatian seorang cewe berambut panjang yang baru saja lewat. Namun tiba2 ingat ada pekerjaan di tempat lain, begitu menyadari kalo "cewe" ini meskipun mempunyai jiwa kaum hawa tapi sayang dilahirkan di dalam tubuh tidak mendukung.

Setelah lapangan besar di dalam gerbang, sebuah tangga besar nan mewah berputar ke atas beberapa lantai menuju ruang tahta.

Salah satu dari dua pengawal di pintu kamar membukakan pintu begitu melihat pangeran Amoi tiba.

"Doh, lift rusak lagi." Amoi ngomel "Naek tangga berapa lantai."

Duduk di tahta mewah, sang raja dengan badan cukup berbobot yang tertutup bukan oleh otot aktif. Seorang raja harus praktis. Ayah pangeran Amoi amat praktis. Banyak raja, terutama bekas pendekar, mementingkan tubuh fit dan rutin latihan untuk membangun otot sampai badan langsing. Namun hal ini sangat berbahaya.

Karena banyaknya usaha pembunuhan terhadap keluarga istana, terkadang ada satu ato dua yang lolos. Pembunuh dapat mengunakan dagger kecil untuk menusuk seorang raja dan menembus jantung dengan mudah. Ini karena tubuh langsing. Berbeda dengan raja berbobot yang mempunya diameter lebar yang sebagian besar terisi oleh otot "non-aktif".

Penjelasan singkat mengenai otot non-aktif. Tidak ada raja yang suka mendengar, dan tidak ada yang berani bilang, yang berani pun tidak hidup lama -- bahwa tubuhnya terisi lemak. Kedengarannya kurang pas. Raja + Lemak = kurang sexy. Dibilang tubuh yang terbungkus oleh kulit sangat tebal juga kurang pas. Berhubung otot yang kita pake memang otot, dan "yang bukan otot" tidak bisa dibilang lemak ato kulit tebal, istilah lebih pantas bagi raja adalah otot non-aktif.

Kembali ke penjelasan fungsi tubuh berbobot penuh otot non-aktif. Dengan besarnya diameter tubuh, para pembunuh tidak dapat menusuk dan berharap senjatanya dengan mudah menembus organ vital. Karena terlalu banyak hal yang menghalangi, yah otot non-aktif tersebut. Inilah jaket pelindung alamiah.

Raja yang duduk di tahta mempunyai salah satu jaket paling aman di seluruh dunia. Bertaon2 ia menghabiskan waktu untuk menambah ukuran jaket ini. "Amoi!" katanya di antara olah raga menambah ukuran jaket, melahap kue.

"!" kata pangeran. Kemudian berpikir "?" Akhirnya "Saya dapat pesan katanya ... tapi kok ... bukannya udah mau ... kok malah ...?"

"Tenang, seperti kau lihat, aku masih hidup. Hari ini bukan saatnya." kata raja. "Mungkin bukan hari ini tapi aku merasa saatnya sudah dekat. Itulah alasan kau kupanggil."

"Pembagian harta warisan?"

"Bukan!" begitu tersinggungnya sang raja sampe nafsu makannya hilang. Ia mengambil potong kue lebih kecil dari sblomnya.

"Kau kupanggil untuk mempersiapkan diri," lanjut sang raja. "Kerajaan kita memasuki krisis. Lihat aja apa yang terjadi di gerbang istana."

Pangeran Amoi pun sependapat. "Iya pengawal kita berubah jadi agen wisata. Ke mana harga diri mereka. Belasan turis jalan2 masuk istana seenaknya!"

"Benar2 keterlaluan," kata raja. "Padahal aku berharap minggu ini turis bisa mencapai ribuan orang!"

"?" kata pangeran Amoi.

"Belakangan ini jumlah turis yang ingin foto bersama daku pun menurun drastis." Sang raja sedih. "Mungkin daya tarik tubuhku sudah berkurang. Bagaimana menurutmu?"

Beberapa menit berlalu dengan hening.

Akhirnya pangeran membuka mulu "Ada kemungkinan ga buat bahas warisan?"

"Amoi! Kerajaan ini memerlukan perubahan. Sudah kuputuskan kau harus melakukan tindakan luar biasa untuk mendapatkan mahkota dan tahta. Tugas ini kunamakan ... engingeng ... The King's Quest!"

Dengan senyum lebar dan mata berkunang2, sang raja menatap pangeran penuh harap menunggu respon.

Hening lagi, dan lebih lama dari sblomnya.

"Bagaimana dengan warisan?" tanya pangeran.

Melihat kemungkinan semakin tipis untuk mendapat respon yang ia inginkan, sang raja pun terpaksa melanjutkan. "Saat ini juga kau harus pergi meninggalkan kerajaan ini. Jangan kembali sampai dapat melakukan hal mengagumkan!"

"Hah? Sekarang? Hal apa?"

"Terserah pokok harus luar biasa."

Setelah berpikir2 pangeran berusul. "Membunuh naga?"

"Tidak mungkin. Populasi naga sudah sangat sedikit dan hampir punah. Taon ini secara resmi naga masuk daftar hewan dilindungi."

"Hmm menyelamatkan putri yang disekap di menara tinggi oleh naga jahat?"

"Ga boleh ada naga."

"Putri yang disekap di menara tinggi oleh Freddy Krueger?"

"Freddy Krueger sudah didaftar sebagai trademark, cari yang lain."

"Okay putri yang disekap di menara tinggi oleh teroris?"

"Ga terlalu jelek. Tapi ngapain teroris menculik putri ditaroh di menara? Biasanya teroris terbang naik naga buat ditabrakin ke menara. Dengan putri di dalamnya. Ga pake acara sekap-menyekap."

"Putri yang disekap di menara tinggi?"

Karena tampak pangeran sudah berenti, raja bertanya "Trus?"

"Yah begitu aja. Menyelamatkan putri yang disekap di menara tinggi."

"Putrinya diem aja di menara ga mau turun ato pergi?"

"Hmm" pangeran mulai menyadari kekurangan di ide tersebut.

"Sudah, cari yang lain. Cerita tentang putri sudah dipake terlalu banyak."

Setelah beberapa menit berpikir, Pangeran Amoi dengan bangga berusul. "Bagaimana kalo saya masuk universitas, menyamar jadi orang biasa, deketin seorang gadis yang sekilas jelek tapi ternyata cantik sekali, mengatur sedemikian rupa supaya dia tau bahwa saya seorang pangeran, akhirnya masuk berita seorang pangeran menikahi seorang gadis biasa, dan bikin live show?"

"Apanya yang luar biasa?" sang raja bertanya dengan bingung.

"Oohh dapat ide! Pertama saya patahkan pedang saya sendiri. Cari gadis cantik, titipkan pedang ke dia. Cari musuh super kuat tapi berbentuk sebuah mata besar di puncak menara hitam, yang memimpin banyak tentara jelek dan bau. Saya kumpulkan pasukan tapi sangat sedikit, meminta gadis tadi membetulkan pedang, lalu berangkat maju perang. Oh iya, tak lupa sambil mencari sebuah cincin spesial."

Tapi usul inipun ditolak oleh sang raja. "Terlalu rumit dan berbelit2. Juga sayang ngerusak pedang bagus."

Saat ini pangeran sudah cape. "Bagaimana kalo bagi warisan saja?"

Hari itu pangeran meningkalkan kerajaan. Dengan membawa bekal seadanya. Hanya baju, celana, dan sepatu yang dipakai. Tanpa kuda maupun pedang. Hanya beberapa credit card.

Dan dimulailah cerita petualangan Pangeran Amoi dan The King's Quest!

#2
hey_sephia 23 Agustus 2005 jam 4:29pm  

Keringat mengalir berbulir-bulir dari dahi Pangeran Amoi yang mengenakan topi pet. Ia lalu menyandarkan tubuhnya pada pohon terdekat. Dilepaskan topi petnya dan dibuat kipas-kipas.

Ia menengadah ke langit dan mengumpat, "Sialan. Hari pertama koq panas begini. Kalau setiap hari begini, mana tahaaaan???"

Sambil terus kipas-kipas, ia melihat sekeliling. Ada tukang jual ice cream. Begitu melihat tulisan 'ice cream', liur langsung mengumpul di mulutnya. Cepat-cepat ia mendekati tukang jual ice cream.

"Satu ice cream, berapa?" tanya Pangeran Amoi.

Si Bapak menunjuk ke papan daftar harga.

Di situ tertulis:
1 (satu) scoop - 5 tifu (harga musim panas) - 2 tifu (harga musim dingin)
2 (dua) scoop - 9 tifu (harga musim panas) - 7 tifu (harga musim dingin)
3 (tiga) scoop - 12 tifu (harga musim panas) - 10 tifu (harga musim dingin)

*tifu = mata uang di negeri ini.

"Satu scoop deh, Pak. Boleh pakai credit card?" tanya Pangeran Amoi. Air liur makin deras mengalir sampai-sampai ia harus menelan ludah berulang kali.

Si Bapak lalu mengeluarkan mesin credit card portablenya.

"5 tifu", kata si Bapak sambil menekan tombol-tombol di mesin credit cardnya.

Amoi memberikan credit card Bunga-Ringan. Digesek, error. Lalu dikeluarkannya credit card Royal Selalu, sama saja. Dan begitu berturut-turut sampai semua koleksi credit cardnya sudah dikeluarkan.

"Apa yang terjadi?" tanya Amoi dengan muka merah padam. Malu, bingung, marah.

"Kalau gak punya duit jangan beli eskrim!" si Bapak mengambil kembali ice cream yang sudah berada di tangan Amoi.

"Tapi... tapi...!!!"

Ah! Ini pasti ulah Ayahanda yang memblokir semua kartu kreditku!!, Pangeran Amoi semakin merasa kehendak Ayahandanya kali ini benar-benar tidak mengenal kasihan.

"Boleh minta segelas air putih, Pak?" dengan nada dan tampang dibuat sememelas mungkin, ia memohon belas kasih tukang ice cream.

"Minta? Beli dong!" si Bapak pelit rupanya.

"Tapi saya tidak punya duit, Pak..."

Si Bapak melihat pakaian Pangeran Amoi yang bermodel masakini, dan melihat berbagai jenis kartu kredit yang dilihatnya barusan, ia berpikir orang yang gak punya duit ini pasti bukan orang sembarangan. Orang kaya, atau pencuri kartu kredit.

"Begini saja," kata si Bapak kemudian. "Kau bantu aku menjual eskrim, bagaimana? Aku baru saja membuka usaha franchise 'Ice Cream Enak Lho', aku ingin berkeliling mengiklankan usahaku. Kau di sini saja, menjagakan daganganku. Nanti sore aku kembali, kau harus berhasil mendapatkan minimal 100 tifu."

Tanpa berpikir panjang, mendengar akan diberi segerobak ice cream, jelas Pangeran Amoi mengangguk keras.

"Hmm.... ice creammmm..." kata Amoi sesaat setelah si Bapak berlalu.

#3
yinyeksin 24 Agustus 2005 jam 11:11am  

Tanpa pikir panjang, Amoi mencicipi 5 rasa yang ada di dalam tong gerobak dengan sekop eskrim. Sekop demi sekop dinikmatinya sampai es krim di dalam tong tinggal separuh. Ketika akan mengambil sesekop lagi, Amoi kaget karena es krim tinggal separuh dan dia harus mendapatkan minimal 100 tifu.

"Berabe nih, gimana bisa dapat 100 tifu kalo es krim tinggal separuh begini?" keluh Amoi sambil melap keringat dingin yang mengucur deras.

Sambil menoleh ke kanan kiri yang terlihat hanya pohon semua. Tiba-tiba ia menoleh ke atas pohon toge dan tak diduga terdapat papan petunjuk arah.

"Aha! Ada pasar," seru Amoi gembira sambil mulai mendorong gerobak es krim ke arah pasar.

Setibanya di pasar, orang-orang yang berlalu-lalang tidak begitu banyak.

"Doh, kenapa hari ini orang-orang tidak banyak yang keluar rumah?" keluh Amoi sambil mencopot topi petnya dan menggaruk-garuk kepalanya yang ternyata banyak kutunya.

Tiba-tiba muncul seorang saudagar kaya.

"Es krimnya satu!" seru si saudagar yang ilernya sudah di ujung lidah sambil melihat-lihat ke dalam tong gerobak yang berisi es krim.

"Kesempatan nih," pikir si Amoi.

"Rasa apa?" tanya si Amoi kepada saudagar kaya.

"Emangnya situ ada rasa apa?" tanya si saudagar sambil melirik sekilas ke dalam tong gerobak.

"Durian, nangka, jeruk, coklat dan pisang."

"Ok, rasa nangka deh!"

"Harganya 40 tifu," jawab Amoi santai.

"Hah?? 40 tifu? Ini perampokan namanya," bentak si saudagar.

"Hei! Ini es krim elite tau! Gak sembarang rasa, rasa nangka yang khusus untuk orang kaya, coba kau cari di manapun gak akan ketemu rasa yang seperti ini," jawab si Amoi cuek.

"Mana ada es krim elite dan tidak elite, belum pernah dengar tuh. Kamu jangan ngawur yah," amarah si saudagar mulai naik karena ilernya udah mulai menetes.

"Ya sudah, kalau gak mau yah tak dijual," jawab Amoi sambil mulai mendorong gerobaknya.

"Eits...Tunggu!!! Bener nih es krim elite?" tanya si saudagar dengan nada lunak.

"Iya donkkk!!!"

"Ok, rasa nangka satu, kalo rasa durian apakah harganya sama dengan rasa nangka?" tanya si saudagar.

"Oh tidak, kalau durian harganya 60 tifu," jawab Amoi dengan senyum liciknya.

"Hah? 60 tifu?" pikir si saudagar dalam hatinya.

"Nih es krim nangkanya, yang durian gimana, mau tidak?" Amoi menyodorkan es krim nangka sambil menerima selembar uang 100 tifu dari tangan si saudagar.

"Ok, deh yang rasa durian juga deh," jawab si saudagar setelah menimbang sejenak.

Setelah transaksi selesai si saudagar kaya meninggalkan Amoi dengan 2 es krim di mulutnya."Wah, kalo cara berjualan es krim seperti ini bisa cepat kaya nih!" pikir Amoi sambil tersenyum licik. Amoi mengeluarkan HP-nya. Dipencetnya no HP si tukang es krim yang tercetak di gerobaknya.

"Sial! Gak ada sinyal!" keluh Amoi sambil memasukkan kembali HP-nya kembali ke dalam kantongnya. Di dorongnya kembali gerobak ke arah hutan.

#4 avatar
harimoo 24 Agustus 2005 jam 11:49am  

“Hei...tung-du … tunggu dulu” teriak saudagar pembeli es yang barusan pergi.
"Kamu jualan es apa jualan jamu pencahar?" tanyanya dengan nada sengit.
"Barusan dimakan... belum lima menit ... gue udah mampir ke WC tiga kali neh..."
Dah gitu, si sodagar bawa pula sepasang centeng 'Glodok' yang wajahnya sangar sangar.
Gimana neh ... mau diselesaikan baek baek, kekeluargaan ... apa diselesaikan dengan hukum karma dan rimba yang berlaku?" tanya si centeng laki laki.... ini centeng apa preman susah dibedain, kayanya dipanggil Thorian (jadi inget duren :D).
Muka si Amoi yang sudah berseri seri langsung berubah pucet, gimana gak pucet… mau untung malah dipalakin gini….
“Jangan-jangan gue emang dikerjain ni? Tapi yang setengah tong itu kok gak bereaksi diperut gue ya,” komentar Amoi dalem hati.
“Sialan … gue cari saksi sapa ya?”
Udah jaman BBM mahal gini… mau nyogok saksi juga jadi mahal neh.
Apa mendingan kabur aja ya? Gue tinggalin aja ni gerobak es.

“Wah saya cuman jaga gerobak es ini doang mas … yang punya dan yang bikin bukan saya….lagian jangan jangan Mas ini memang musuhnya pemilik gerobak ini.. Tuh dia orangnya.” Seraya menunjuk ke arah belakang mereka.

Dan … “Wuzzzzz” bagaikan Panther… tak terdengar. Si Pangeran udah menghilang ke dalam hutan

#5
Azalae 24 Agustus 2005 jam 2:32pm  

btw udah tau kan kalo boleh bikin karakter sendiri. ga usah pake amoiamoi terus. :D

#6
SoLiDsNaKe 24 Agustus 2005 jam 3:40pm  

ngaco2an kan?


Si saudagar dan centeng2nya menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Amoi. Tampaklah dua orang gadis yang mungkin berwajah lugu sedang melewati jalan itu.

"Berhenti!" seru si saudagar.

Kaget, kedua gadis itu berpegangan tangan dengan ketakutan. Kaki mereka tidak lagi melangkah. Tidak pernah mereka mengalami hal seperti ini dan mungkin tidak akan pernah lagi. mBa Yin dan mBa Mon adalah saudara sepupu dalam keluarga besar mBa yang sudah sejak kecil selalu bersama. Satu berhenti, yang lainnya pasti berhenti.

"Berhenti!" seru centeng si saudagar lebih galak dari majikannya.

Kedua gadis tersebut saling pandang. "Eh, ini juga sudah berhenti." kata mereka sambil memutar-mutar telunjuk ke muka si centeng.

"Hm?" si centeng menggaruk kepalanya.

mBa Yin berkata, "Centeng goblok."

mBa Mon menyambung, "Centeng nekat."

"Eh?"

mBa Yin bilang, "Biar kata centeng, mesti banyak belajar."

mBa Mon nyambung, "Goblok kok dipiara?"

"Tapi?"

mBa Yin teruskan, "Buka tuh mata."

mBa Mon ikutan, "Buka! Bukaaa!"

"Weleh, uwis toh, wedoook!" si centeng emosional dan mencabut golok dari sarungnya dan mengayun-ayunkannya dengan piawai.

"Ahhh," mBa Yin dan mBa Mon berpegangan tangan lagi dengan ketakutan.

Tidak sabaran lagi, si saudagar memotong jerit ketakutan dua gadis lugu tersebut. "Sudah! Diam!"

Kedua gadis itu menahan jerit ketakutan mereka dengan pedih. Menjerit ketakutan semestinya adalah hak asasi bagi yang sedang ketakutan. 'Apalagi untuk cewe imut kaya kita kan?' pikir mBa Yin sambil memandang mBa Mon. mBa Mon mengangguk membenarkan. Nelangsa sekali rasanya.

"Hari ini saya berbaik hati," kata si saudagar, "Karena cuma sakit perut, maka cuma satu dari kalian yang harus ikut denganku sebagai pertanggungjawaban."

"Memangnya... memangnya mau diapain?" tanya mBa Mon memelas.

"Saya jadikan pembantu di istana saya," si saudagar menjawab sambil nyengir. Tampaknya ada maksud tersembunyi dalam kata-katanya.

Kedua gadis yang merasa lugu dan imut tersebut saling pandang dengan sedih. Mereka sudah selalu bersama sejak kecil. Suka duka selalu mereka lalui bersama. Tidak ada yang lebih menyayangi mBa Yin daripada mBa Mon, dan tidak ada yang lebih menyayangi mBa Mon daripada mBa Yin. Lautan apipun akan mereka lalui bersama.

Akhirnya dengan berat hati, mBa Mon maju selangkah dan berdiri di depan membelakangi mBa Yin.

mBa Yin kaget dan bertanya, "Mon, jangan..."

Jawab mBa Mon, "Tidak apa2. Aku rela. Sudah takdir..."

"Mon..." air mata menggenang di pelupuk mata mBa Yin. Ia mulai menangis.

mBa Mon juga turut sesunggukan sejenak. Lalu ia memaksa tangisnya berhenti. Menarik nafas sebentar, lalu dengan lancar berkata pada si saudagar, "Saudariku ini sejak kecil sudah hidup bergelimpahan dengan kekayaan. Ia tidak akan tahan menderita. Tapi sesungguhnya adalah impiannya untuk menjadi pembantu. Ia sudah menyiapkan mental sejak dulu dan berlatih agar bisa menjadi pembantu yang baik. Ia ahli memakai alat pel, ia jago mencuci, ia suka menyeterika dan ia pandai memasak. Sudah takdir ternyata hari ini impiannya bisa terkabul. Saya ucapkan selamat untuk kalian yang bisa bertemu dan saling melengkapi seperti ini. Supaya tidak mengganggu lagi, saya permisi sekarang. Ciao."

mBa Mon berjalan pergi dengan badan lunglai dan kecepatan tinggi. Ia sudah hilang dalam sekejap.

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah beku mBa Yin.

#7
hey_sephia 24 Agustus 2005 jam 4:02pm  

badan lunglai bisa berkecepatan tinggi :o wow hebat mba Mon :p

#8
Jojon 28 Agustus 2005 jam 8:20pm  

Tubuh Mba Yin gemetaran tiada henti, tiada sangka saudari sehidup sematinya dengan teganya oh teganya meninggalkan dia sendiri untuk dimangsa oleh saudagar tengik yg berkumis segiempat.
Tiba2 Mba Yin berkata "Om...om masih sodara sama jojon ya ?"
"Apa !! Kurang ajar ! Pengawal serang dia !" Teriak saudagar itu (kita sebut saja saudagar jojon karena sebenernya tokoh pemerannya sama cuman beda peran).
Kedua orang preman yg sejak tadi berdiam diri di belakang, tiba2 melompat ke depan dengan kecepatan yg tidak bisa diikuti mata.
Tak disangka, ternyata mereka adalah dua hululubalang mongol yg menguasai jurus "Tapak Es" yg melukai Thio Boe Kie. Sejak peran mereka dari film serial To Liong To habis, mereka nganggur, dan terpaksa mencari pekerjaan tambahan sebagai penjual Es Krim. Tiada sangka mata saudagar jojon yang tajam dapat melihat bahwa dua orang penjual es ini bukan penjual es biasa, dan mengangkatnya sebagai pengawal pribadi.
Okay, kembali ke cerita tadi yg masih dipause,kedua orang preman ini segera menerjang ke depan dengan mengeluarkan pukulan yg berdesis desis, apabila terkena pukulan itu, sungguh siallah nasib Mba Yin, dia harus terjun ke jurang dan menemukan kitab kiu yang sinkang untuk menyembuhkan lukanya,atau harus berguru ke perguruan butong , namun hal ini tidak mungkin karena peraturan mereka yang tidak menerima murid cewek.
Kembali ke cerita, ketika tapak mereka berdua hampir mengenai Mba Yin, dia berteriak "Aaaaa..." seperti layaknya di film film silat, namun juga seperti di film film silat, selalu ada pahlawan kesiangan yg akan datang menolongnya.
"Sreeeeng... brett brett" , tiba ada sekilat cahaya seperti sinar laser yg menerjang dan memotong kedua tangan preman tsb.
Mba Yin ternganga, di belakangnya tampaklah seseorang yg mengenakan tudung dan memegang lightsaber sedang memutar mutarkan pedangnya. "Astaga Naga.." ujarnya "Bukankan itu seragam dari ksatria Jeding ?" Hati mbak Yin berdegup degup, dia yg sering melihat film bioskop, tahu bahwa anakin skywalker yg bermain sebagai ksatria jeding berwajah cukup ganteng walaupun perannya jahat. Dia berharap cemas cemas dalam hatinya "Mudah2an ksatria jeding ini berwajah seperti anakin..".
Di satu sisi saudagar jojon juga terperanjat melihat jagoan yang berilmu tinggi itu kalah hanya dalam 2 kali sabet saja, dia berpikir jagoan dari manakah yg sanggup mengalahkan 2 master kungfu yg ternama itu.
Sosok berkerudung itu hanya diam saja memandang saudagar jojon sambil memutar mutarkan lightsabernya. Tiba tiba dia berkata "Jojon, I'm your father.." Hati jojon terkesiap "ah, masakah...?"
Mahluk itu pun membuka kerudungnya, dan tampaklah wajah yang ditakuti oleh para manusia di jaman PD 1 : Hitler !!
Saudagar jojon dan mba yin pun pingsan seketika.

#9 avatar
oeyyong 30 Agustus 2005 jam 7:09am  

:rofl2::rofl2::rofl2: cacad...:lmao:

#10
Azalae 30 Agustus 2005 jam 2:43pm  

bwahahah jadi gado2 dah. btw jon hitler itu PD2 :p percaya diri 2 :giggle:

#11
Jojon 30 Agustus 2005 jam 9:00pm  

Awan yg terbang beriringan di langit, sangat menambah keindahan alam ini.
Air hujan yg mengucur deras, tampak membasahi bumi ini seperti air mata seorang ibunda terkasih.
Ah... betapa indahnya alam semesta ! Begitu nikmatnya memandang...
...
...
<Fast Forward beberapa halaman>
Kita kembali ke adegan saudagar jojon dan mba yin yang pingsan setelah melihat muka tampan tiada tandingan hitler sang penguasa di PD 2.
Ketika siuman saudagar jojon mendapati dirinya berada di sebuah perahu besar yg sedang berlabuh di pinggir danau, permukaan danau yg tenang mendamaikan hatinya yang was was.. Dia berusaha mencari mba Yin, tapi tiada hasil , oh kemanakah kemanakah sang hululubalang berada ?

Sebuah perahu kecil tampak mendekati perahu itu, tampak seorang mbak berbaju merah berbakul jamu sedang mendayung dayung perahunya. Apabila dilihat dari jauh dia tampak seperti wanita jelita, tapi apabila diteliti secara seksama, tampaklah kerut kerut di wajahnya yang telah menua (yg liat dari jauh kayaknya rabun, sorry ya pembaca). Mbak2 itu ternyata adalah mbak Mon2, 30 menit berlalu semenjak prahara di lembah simbah dimana mbak mon2 lari meninggalkan mba yin, semenjak itu pula kosmetik di mukanya luntur sehingga menunjukkan usia yang sebenarnya. Untuk itulah dia tergesa2 menuju perahu ini, karena perahu ini adalah milik seorang tabib ternama yang terkenal dengan acaranya di Tipi "Extreme Makeover", ya dialah tabib Nip bin Tuck dengan julukannya Pan Da Ngo Hiang (Panda suka makan Ngo Hiang).

Apakah yg hendak diinginkan oleh Mbak Mon datang ke tempat Tabib PAnda ? Apakah hendak membuat mukanya dia berubah sehingga tidak dikenali mbak Yin, ato sekedar lulur makeup ? Kenapa saudagar jojon tau tau berada di kapal itu juga ? Apakah benar Hitler adalah bokap jojon adanya...
Para pembaca .......silakan anda meneruskan sendiri ceritanya karena saya sendiri juga bingung :p

#12
Azalae 10 November 2005 jam 3:26pm  

loh ini kok ga ada yang lanjutin. kok berenti sembarangan di tengah jalan. emang mo ditilang? :p

#13
SoLiDsNaKe 24 Februari 2006 jam 3:19pm  

Setelah perahu merapat, mBa Mon langsung mengangkat kain kebayanya dan 'Hop!' melompat ke perahu besar itu. Karena si mBa melompat ga pake timbang perasaan lagi, maka perahunya langsung terombang-ambing oleh berat badan yang tidak seimbang dengan penampilannya.

"Awas!" saudagar jojon berteriak. Sejak bertemu dengan ayahandanya untuk pertama kali, jojon jadi sering uring-uringan. Sesekali juga ditambah dengan pusing-pusing. Kadang ada juga sampe panas dalam dan mual-mual.

MBa Mon kaget melihat musuh besarnya ini. Karena kaget, ia tidak bisa menjaga keseimbangan, akibat goyangan perahu ia terlempar ke arah jojon. Melihat datangnya cewe yang tiba-tiba seperti ini jojon segera membuka tangannya lebar-lebar, senyumnya selebar pantai laut selatan.

mBa Mon kaget dan matanya membelalak lebar, tapi mata jojon tiba-tiba jadi lebih lebar lagi. Saudagar itu tanpa diduga melompat ke arah lain.
"Ahh!" mBa Mon berteriak sekali, lalu sekali lagi, "Eeek!" yaitu ketika lemari besar di belakangnya yang ikut terlempar jatuh menimpanya.

Biarpun jojon berusaha menjaga keseimbangan perahu besar itu tapi karena perbandingannya tidak sepadan ( berat badan mBa Mon + lemari = manhattan VS berat badan jojon = kampung melayu) maka perahunya oleng dan akhirnya terbalik.

Setelah perahu terbalik, dengan susah payah akhirnya jojon dan mBa Mon berhasil bersandar di dasar perahu yang kini mengambang di atas. Kemarahan tampak di mata keduanya, wajah mereka juga merah padam, air di sekeliling mereka tampak mendidih dan akhirnya seekor ikan putih abu2 besar mengambang terbalik. Jojon dan mBa Mon saling pandang "Sup hisit?"

Sebelum mereka sempat menyantap hidangan tersebut, tiba-tiba sesosok bayangan putih hitam besar sudah menggerayangi ikan besar tadi dan makan dengan lahap. Jojon dan mBa Mon membelalak melihatnya. Panda? Makhluk tersebut memandang mereka tanpa berhenti makan, lalu mengangkat sebuah papan bertuliskan "Panda Ngo Hiang at your service"

"Jadi... jadi... tabib Panda Ngo Hiang itu betulan panda?" mBa Mon menggigil.

Sebuah papan muncul lagi, tulisannya "Ngga lah bo. Ini cuma karena berendam air hangat."

"Memang lain kalau air dingin?" tanya jojon.

Papannya bertulisan "Kalau air dingin Moi akan kembali jadi perempuan cantik."

"Hmm.. kalau di air sirup?"

"Gwarrrr!" merasa dilecehkan dengan pertanyaan itu, tabib Panda Ngo Hiang marah, naik ke atas perahu terbalik dan memukul-mukul dadanya seperti kingkong. Jojon dan mBa Mon menggigil ketakutan.

---
lanjutin ..

#14
eeyore 24 Februari 2006 jam 7:15pm  

Sementara itu Pangeran Amoi berhasil melarikan diri dari sang saudagar dan centeng2nya. Dia bersembunyi didalam gerobak yg mengangkut ayam2 dalam keranjang. Ada kira2 50 ekor ayam didalam gerobak yg ditutupi dengan trampolin.

“Sempurna sekali, bisa sembunyi dan ikut kemana gerobak ini pergi,” pikir Amoi.

Setelah berjalan beberapa saat, dia perhatikan ayam2 didalam gerobak bertingkah aneh sekali. Mata ayam2 tersebut merah dan mereka menghempas2kan diri ke dinding keranjang, beberapa malahan menghempaskan tubuh ke sesama mereka.

“Kenapa yah ini ayam2? Weaallaaahhh… jangan2 kena flu burung yg lagi marak di daerah ayahanda ini,” pikir Amoi ketakutan.

Kegiatan ayam2 tersebut makin lama makin intensif, beberapa menghempaskan diri kearah Amoi berjongkok. Amoi sudah hampir mati rasa kesemutan karena berjongkok selama itu, maklum pangeran, mana pernah jongkok, apalagi jongkok lama2. Dia sangat ketakutan melihat ayam2 ini.

“Sial bangeeett!!!! Lewat dari golok masuk ke kandang ayam gila, masak nanti kena virus flu burung…. Duh gara2 ayahanda ini semua, punya ide aneh2 geeeeneee.. gggrrrrr……,” keluh kesah Amoi dalam hati.

Tiba2 ayam2 tersebut berkelojotan dan menggeletak di dasar keranjang mereka. Suasana tiba2 menjadi sunyi senyap.

“Gubrakkkk!!!,” tiba2 saja gerobak berhenti dengan mendadak.

“Ada apa lagi neh, hm, mendingan aku turun sekarang, lama2 disini tambah parah nanti,” karena sudah mati rasa, dia perlu waktu 2-3 menit untuk merambat turun gerobak.

Sekeluarnya dia dari gerobak, dia melihat pemandangan aneh sekali. Seekor panda sedang memukul2 kan dadanya seperti gaya kingkong dan ada dua orang yg setengah berjongkok dan menggunakan tangan mereka untuk melindungi kepala mereka.

“Apa ini, topeng monyet ta?” pikir Amoi.

Karena lama berada di dalam gerobak, Amoi menghentak2an kaki tangannya untuk melancarkan peredaran darahnya. Tiba2 sepatunya sebelah kanan terbang ke arah sang panda.

“Dasar siall!!!!!,” teriak Amoi seraya melihat sepatu nya terbang mengenai sang panda tepat di ubun2 nya.

---

Jayus man :p