Home → Articles → Indonesia → Prihatin Bencana Alam di Aceh
Jakarta, KCM
BENCANA alam kembali melanda Indonesia. Wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Minggu (26/12), dilanda gempa disertai gelombang tsunami. Paling tidak lebih dari 800 orang dinyatakan tewas akibat gelombang tsunami serta gempa tektonik berkekuatan 8,9 pada Skala Richter yang episentrumnya terletak di lepas pantai 149 kilometer arah selatan Meulaboh.
Seperti dikemukakan pihak Departemen Sosial semalam, korban tewas sebagian besar berasal dari Kabupaten Bierun, Pidie, Lhokseumawe (Aceh Timur) dan Kabupaten Nias (Sumatera Utara). Saat ini ribuan orang di NAD dan Nias mengungsi di daerah yang dianggap aman guna menghindari gempa bumi susulan.
Bupati Bireun, Mustofa Gelanggang, menyebutkan korban tewas di daerahnya telah mencapai 49 orang. Menurut Mustofa, kemungkinan korban tewas akibat tersapu gelombang setinggi 10 meter itu akan terus bertambah. Gelombang tsunami menerjang pemukiman di pesisir pantai dan menyapu serta menghancurkan rumah-rumah yang ada. Bahkan, beberapa daerah terendam air berketinggian dua sampai tiga meter selama hampir dua jam.
BENCANA alam yang menimpa masyarakat Aceh itu sungguh membuat kita sedih dan prihatin. Tidak hanya melanda Aceh saja, gelombang tsunami dari Samudera Hindia juga melanda Provinsi Sumut serta negara Sri Lanka, India dan Thailand.
Kejadian ini sekaligus menambah lagi jumlah daerah di Tanah Air yang mengalami bencana dahsyat. Belum lenyap dalam ingatan kita gempa berkekuatan 6 Skala Richter pada 12 November 2004 melanda Kabupaten Alor, NTT. Tatkala perhatian pemerintah ke Alor untuk menyalurkan bantuan, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter kembali memporak-porandakan Nabire, Papua.
Bagi Nabire, gempa kali ini merupakan gempa ketiga setelah tanggal 6 Februari dan 10 April 2004. Gempa terakhir, selain menimbulkan korban tewas dan luka-luka juga memutuskan aliran listrik, menimbulkan kebakaran, merusakkan rumah ibadah, rumah penduduk, dermaga hingga bandara.
PEMERINTAH menyatakan gempa disertai gelombang tsunami di NAD sebagai bencana nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu di Jayapura, setelah mengunjungi Nabire pasca-gempa. Wapres Jusuf Kalla ditunjuk Presiden sebagai kepala badan koordinasi nasional penanggulangan bencana nasional dan pengungsi, sedangkan kota Medan ditetapkan sebagai posko utama.
Sekali lagi, kita prihatin atas bencana alam yang menimpa Aceh. Bencana alam yang dialami saudara kita Aceh, juga Alor dan Nabire jelas membuat rakyat Indonesia sedih dan semoga tersentuh hatinya untuk mengulurkan bantuan mengurangi penderitaan korban. Kita berharap bantuan yang disalurkan pemerintah secepatnya sampai di lokasi dan dirasakan manfaatnya bagi korban bencana alam di Aceh. (**)
Berita terkait lainnya:
27/12/2004, 05:07 wib
• Tim SAR Sumut Suplai Makanan dan Obat-Obatan Untuk Nias Selatan
28/12/2004, 01:22 wib
• Pasca Tsunami Ratusan Polisi dan Keluarganya Hilang
28/12/2004, 00:35 wib
• Puluhan Ribu Orang Tewas Akibat Tsunami, Cucu Raja Thailand Ikut Jadi Korban
| Category | Indonesia |
|---|---|
| Source | Kompas Cyber Media |