Home → Articles → Indonesia → Legalitas Premarital Agreement
*** Legalitas Premarital Agreement ***
Apakah persetujuan pranikah akan selalu diikuti isinya oleh seorang
hakim pada saat terjadi perceraian? Jawabannya, mungkin. Mungkin
seluruh isinya dianggap sah sehingga semuanya akan berlaku, tapi bisa
juga ada ketentuan-ketentuan tertentu yang nggak dapat diterima.
Semuanya tergantung hakim yang menangani kasus perceraian kamu di
pengadilan.
Jangan kesal dulu. Ada saran-saran yang dapat kamu ikuti sehingga
kemungkinan persetujuan kamu dianggap sah semuanya itu cukup besar
pada saat perceraian :
Pastikan adanya perwakilan hukum bagi kedua belah pihak :
Walaupun nggak diharuskan, sebaiknya kamu meminta bantuan pengacara
yang memahami seluk-beluk hukum pernikahan dalam usaha kamu untuk
membuat persetujuan dengan pasangan kamu. Ingat, pasangan kamu juga
harus diwakili oleh pengacara, dan pengacara yang mewakilinya harus
berbeda dengan pengacara kamu, supaya nggak ada conflict of interests
(maksud yang berlawanan).
Berilah jangka waktu yang cukup :
Persetujuan pranikah sebaiknya dibuat jauh-jauh hari sebelum hari
pernikahan kamu untuk menghindari pengambilan keputusan yang tergesa-
gesa dan situasi yang menekan. Disarankan, paling sedikit 6 bulan
sebelum menikah. Semakin panjang jangka waktunya, semakin besar
kemungkinan persetujuan kamu untuk diikuti oleh pengadilan jika
terjadi perceraian.
Hindari ketentuan yang berat sebelah :
Cewek-cewek mungkin sudah dari halaman pertama menyangka bahwa
persetujuan semacam ini hanya menguntungkan bagi cowok. Hei, dasar
Cannot Understand Normal Thinking! Ketentuan yang berat sebelah kecil
sekali kemungkinannya untuk diterima oleh pengadilan.
Hindari ketentuan yang terlalu detail/spesifik :
Kebanyakan orang cenderung untuk membuat ketentuan yang terlalu
spesifik sifatnya. Walaupun kedengarannya bagus, sebenarnya ketentuan
semacam ini dapat merugikan. Mengapa begitu? Karena kalau ternyata
ketentuan ini merugikan bagi kamu pada saat perceraian, kamu nggak
bisa lagi mengeluarkan argumentasi untuk mencegah diikutinya
ketentuan yang detail ini oleh hakim.
Berterusteranglah dalam soal keuangan :
Untuk menentukan harta milik kamu yang telah kamu miliki sebelum
menikah, kamu akan perlu memberi perincian detail mengenai apa yang
kamu miliki. Pasangan kamu pun sama kewajibannya. Sayangnya, ada saja
orang yang cenderung berbohong dan menyembunyikan harta atau hal
tertentu yang dimilikinya. Kalau pada saat perceraian semua ini
terungkap, besar sekali kemungkinannya kebohongan kamu itu untuk
menjadi senjata makan tuan.
[6] Rundingkan isi persetujuan sematang-matangnya :
Sebelum kamu memulai apa-apa, sebaiknya kamu rundingkan dulu isi
persetujuan pranikah kamu dengan pasangan kamu. Perundingan di depan
pengacara biasanya mengganggu privacy kamu berdua dan dapat
mengakibatkan disetujuinya hal yang sebenarnya nggak kamu inginkan
berdua.
[7] Kalau perlu, carilah dua orang saksi :
Walaupun orang tua atau saudara kamu bisa menjadi saksi, sebaiknya
kamu cari saksi yang nggak punya hubungan darah. Misalnya, teman
kamu. Sebagai pihak ketiga, saksi ini akan berguna sekali untuk
memperkuat bukti bahwa persetujuan pranikah kamu dibuat tanpa unsur
paksaan ketika kedua belah pihak berada dalam kondisi kesehatan jiwa
yang normal. Kalau kamu berniat punya dua orang saksi, satu berasal
dari pihak kamu dan satunya lagi dari pihak pasangan kamu.
Mengapa kami mengusulkan kamu untuk memiliki persetujuan pranikah
walaupun legalitas dari persetujuan itu belum tentu diakui oleh
pengadilan pada saat perceraian? Kalau sampai terjadi perceraian,
apakah kamu mau membiarkan segala yang akan terjadi itu ada di luar
kontrol kamu? Atau, apakah kamu lebih ingin akibat dari perceraian
kamu itu paling nggak sudah kamu ketahui lebih dahulu?
Tanpa persetujuan pranikah, semua ini bukan ada di tangan kamu,
tetapi ada di tangan pengadilan dan hakim yang menangani kasus kamu.
| Category | Indonesia |
|---|
0 person have read