Artikel » Indonesia » JALAN PEDANG: Tinjauan dari kacamata film the Hero (Ying Xiong)
| User | danivn |
|---|---|
| Time | 8 June 2007 |
| Category | Indonesia |
| Views | 10,417x |

Musim gugur.
Angin dingin berhembus memberi tanda pada dedaunan guna mengucap selamat tinggal pada ranting dan dahan agar memberi tempatnya pada tunas kehidupan baru.
Dedaunan menguning. Dan seluruh muka bumi pun menguning.
Di tengah kuningnya alam rerontokan dedaunan, Moon (Zang Zi Yi) memburu Flying Snow (Maggie Cheung).
Dingin, Flying Snow mengibas pedang, menangkis serangan Moon.
Di antara bumi menguning dedaunan gugur itu berkelebat setitik merah. Merahnya jubah wanita itu. Dan pedang pun menghujam tubuh Moon.
Seiring ajal yang menjemputnya luruhlah kuning menjadi merah.
Pun seluruh layar memerah.
Dedaunan gugur terus menumpuk, membentuk karpet alam menutupi permukaan bumi nan empuk. Ke sanalah tubuh Moon terjatuh dalam gerak lamban yang anggun.
(visualisasi literal atas film Zhang Yimou, The Hero)
***
Nyatakah kematian Moon di tangan Flying Snow di hamparan semesta yang sepenuhnya menguning dedaunan musim gugur itu?
King of Qin (Chen Daoming) meragukan cerita Nameless (Jet Li).
Sang Kaisar melihat realitas yang lain: adanya konspirasi dimana beberapa orang rela mengorbankan nyawa demi melahirkan kemungkinan satu pendekar bisa mencapai ruang kerajaan hingga 10 langkah di hadapannya untuk melaksanakan misi yang sebenarnya: membunuh sang Kaisar.
Maka, sang Kaisar pun bersabda dalam dialognya tentang Jalan Pedang.
***
Dialog itu jika diringkas kurang lebih menggambarkan empat tahap pencapaian Jalan Pedang yang dimulai dari jenjang nol: jenjang tanpa jenjang.
Jenjang nol, jenjang ketrampilan teknis, yakni tahap ketika segala yang fisik dan peristiwa kasat matalah yang menjadi daya tarik dan pesonanya. Pada tahap ini, jenjang jago pedang itu masih di taraf ”kulit”, di permukaan pada level inderawi, teknis semata alias jenjang pemula, tahapan yang masih “hijau” dan belum bisa mencapai taraf ”esensi”.
Jenjang pertama, penyatuan antara diri dengan pedang. Inilah tahapan sesungguhnya. Tahap di mana pedang adalah diri dan diri adalah pedang. Keterampilan teknis pada jenjang nol (pemula) telah dilalui dan terkuasai dengan baik. Pada tahap ini bahkan sehelai rumput di tangan pun bisa menjadi senjata mematikan.
Jenjang kedua, menghilangkan pedang dari tangan, pada level abstraksi. Pedang hanya ada di hati. Dengan pedang di hati, musuh yang berada jauh sekalipun bisa dikalahkan dengan mudah, bukan secara fisik, melainkan secara mental: psikologis.
Jenjang ketiga, pencapaian tertinggi dari ilmu pedang, yakni menghilangkan pedang baik di tangan maupun di hati. Tidak ada lagi musuh yang harus dikalahkan karena tidak ada lagi yang dianggap sebagai musuh. Penyerahan diri total, mengakui ada persoalan yang jauh lebih besar dari kepentingan diri sendiri. Dan inilah hakikat dari ilmu pedang dan semua ilmu yang lain: suatu jalan untuk mencapai derajat kemanusiaan tertinggi.
Begitulah pentahapan Jalan Pedang yang bisa disimpulkan dari dialog Shihuang Ti dengan Wuming dalam Ying Xiong, sebuah film garapan Zhang Yimou.
Entah menurut Anda?