Home → Articles → Entertainment → KISAH KE-8 PENDEKAR HARUM DAN MENILAI GL

Dia, seorang tabib penjual obat tradisional yang buta, meraba jalan dengan sebatang tongkat putih, melangkah memasuki kota kecil tenang dan damai.
Lalu dia mulai menabuh gembreng kuningan kecil.
Tapi, tanpa diduga...
*
Begitulah bab pembuka Wu Ye Lan Hua (WYLH), kisah ke-8 Pendekar Harum.
Gu Long pada bagian pengantar buku ini mengakui bahwa setiap pengarang dalam menulis naskah bisa saja mengalami perubahan.
Gayanya berubah, kalimatnya berubah, pemikiranya berubah, ketenarannya berubah, bahkan honor kepengaranganya pun bisa berubah.
Membaca WYLH kita akan merasa perubahan itu.
*
Angin menderu-deru, bertiup dari barat.
Derunya seperti setan mengayun cambuk, melecut hati yang ingin pulang. Juga melecut arwah para musafir.
Mujur di sini tidak ada yang pulang, juga tidak ada musafir yang ingin lewat.
Di sini hampa. Segalanya tidak ada.
Di jalan tidak ada keledai. Tidak ada kuda. Tidak ada kereta atau tandu. Di tungku tidak ada abu sisa api nyala baru. Di dalam kuali tidak ada nasi atau lauk. Di dalam kamar juga tidak terdengar desah bisik perayu, tidak tercium bau, juga tidak terlihat warna gincu.
Karena di sini tidak ada orang.
Tidak ada lagi orang yang masih hidup.
*
Pengarang yang mampu bertahan hidup hanya mereka yang bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zamannya, merekalah yang terus hidup.
Gu Long menyadari ini. Maka, ia menyatakan, “’Baru’ itu berarti berubah.”
Lebih jauh GL bilang, “Ketika saya menulis kisah ‘baru’ Chu Liu Xiang (Coh Liu Hiang) sudah barang tentu harus ada yang berubah. Tapi, ketika menulis kisah baru Chu Li Xiang, saya tetap menceritakan Chu Liu Xiang yang lama.”
*
Suasana hening. Sepi. Mati.
Entah sejak kapan angin mendadak berhenti.
Jalan itu begitu lurus dan panjang. Di atas jalan panjang itu mendadak melintas anjing putih mencawat ekor.
Seseorang berada di belakang anjing itu.
Seorang yang buta.
*
Namun Chu Liu Xiang berbeda dengan Li Xun Huan si Pisau Terbang.
Ia tidak punya rasa rindu dan sakit, juga tidak memiliki kemasgulan sebagaimana Li Xun Huan.
Bagi Chu Liu Xiang, tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa dipecahkan.
Maka, tidak ada masalah yang benar-benar bisa membuatnya masgul.
*
Malam.
Malam ini.
Malam ini ada bulan.
Bukan hanya bulan, tapi juga lampu.
Malam ini, entah apa penyebabnya, kota kecil yang sehari-hari mati mendadak bisa hidup kembali.
Jalan-jalan panjang yang gelap dan mati mendadak bergerak kembali, benderang seperti siang hari.
*
Sejak awal suasana buku yang terbangun adalah sendu, senyap dan mati.
Dalam satu kesempatan, GL bilang, “Sekali ini saya mau membuat Chu Liu Xiang mati.”
Benarkah GL mau membunuh Chu Liu Xiang? Sadarkah GL bahwa ia bisa dicaci para pecinta Pendekar Harum?
“Setiap orang harus mati. Pendekar juga tidak terkecuali,” kata GL sambil tertawa.
Tawa yang sangat misterius.
*
Chu Liu Xiang dalam “cerita baru” ini masih tetap menceritakan teman-temannya. Hanya saja langgam dan gayanya sudah berbeda.
Secara pribadi, saya menyukai setiap kata yang keluar dari pena GL di buku ini. Namun dari plot cerita, saya harus geleng kepala.
Perubahan yang bagus dari gaya bertutur tapi lemah dalam cerita.
Saya memang tidak memuja GL, yang saya puja hanya karya-karyanya yang memang bernilai baik.
Sebagai penutup, ada baiknya saya kutip puisi di akhir buku ini sebagai petunjuk bagi yang ingin membaca WYLH:
Di depan cun tersedia gelas
Dalam gelas ada araknya
Dalam rumah jabatan ada orang terkenal,
Orang terkenal ada kepalanya
Nov'08
| Category | Entertainment |
|---|
| #3 |
toan_ie
28 November 2008 at 5:37pm
 
menurut gw cerita Anggrek Tengah Malam ini benar2 bikin pusing & gak tahu arah ceritanya apa...aneh uiiii |
|
| #4 |
danivn
28 November 2008 at 5:52pm
 
toan_ie wrote:Setujuuuu... he he... GL cuman asik bermain kata-kata indah, tapi ceritanya bikin geleng2 kepala: apa ya maunya GL? Ada yang setuju? Ada yang gak setuju? Lantas, bagaimana dengan seri ke-7 Pendekar Harum? Juga seri ke-6 nya? |
|
| #5 |
siklus
17 January 2010 at 11:18pm
 
karya gu long yang dari bagian pertama sampai bagian terakhir saya ga ngerti |
|
| #6 |
nabilah
6 September 2010 at 1:13pm
 
mo nanya nih.... film pendekar harum th 1995 yg maen adam cheng dan cyntia khan itu seri yg keberapa ya.... ?????? |
|
| #7 |
budiyono00
16 June 2011 at 11:22am
 
|