Home → Articles → Indonesia → Yang tersisa, setelah pemilu...
Sejumlah Caleg di Sumsel Masuk ke Rumah Sakit Jiwa
indosiar.com, Sumsel - Sejumlah calon anggota legislatif di Sumatera Selatan dilaporkan menjalani pemeriksaan jiwa, karena menderita stress setelah gagal meraih kursi di legislatif. Data di rumah sakit jiwa setempat mencacat sejak masa kampanye hingga saat ini, jumlah pasien mengalami peningkatan hingga 10%.
--------
Benny: Sakit Jiwa Seperti Malaria
Caleg Tak Jadi Jangan Frustasi
Pontianak,- Untuk jadi Caleg mulai mendaftar ke Parpol sampai kampanye yang menelan biaya begitu besar, kalau tak jadi dimungkinkan ada yang terkena stres bahkan depresi.
“Tidak sesuainya antara harapan dan kenyataan bila tidak mampu menjaga keseimbangan jiwa akan membuat Caleg stres atau malah depresi, bahkan siapa tahu bisa gila,” ungkap Pontianak Dr Benny Ardjil Sp KJ, saat ditemui EQUATOR di Wisma Sirih, Jumat (23/4), kemarin.
Menurut Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pontianak ini, ketika para Caleg yang tidak jadi itu berubah fungsi kehidupannya dari keseharian, maka harus waspada. Misalnya, jika dulunya rajin bekerja sekarang malas, sebelumnya ramah dan selalu akrab lantas mulai suka marah-marah dan cepat tersinggung, itu indikasi terserang frustasi dan atau depresi.
--------
Medan (SIB)
Praktisi jasa sumber daya manusia (SDM) di Medan seperti Dr Polin LR Pospos dari YP Atmatera Medan dan Richard EM Lingga SE dari Himpunan Sarjana Pakpak Indonesia (HSPI), secara terpisah juga membenarkan indikasi akan banyaknya orang-orang stres bahkan yang sakit jiwa karena tak ‘lulus’ jadi Caleg pasca Pemilu 2004 ini. Polin Pospos yang juga calon anggota DPD ini mencontohkan sejumlah rekan atau kenalannya Caleg DPRD Propinsi yang ‘sibuk’ lalu ‘stres’ setelah mendengar jumlah perolehan suaranya di TPS Dapemnya tak sesuai dengan ‘jumlah yang ditargetkan’ karena banyak suara batal dan mengancam posisi quota minimalnya.
“Sekarang saja sudah nampak tanda-tanda akan banyak orang atau oknum Caleg yang akan masuk rumah sakit jiwa. Masih mendengar jumlah suara di TPSnya pun dia sudah stress, belum lagi hasil final dari semua Dapemnya,” ujar Richard EM Lingga.
--------
Dokter Diteror agar ''Sehatkan'' Caleg
SEMARANG- Sejumlah dokter di Semarang yang melakukan tes kesehatan terhadap para caleg merasa diteror oleh para calon wakil rakyat itu. Para dokter tersebut, antara lain dr Ismed Yusuf SpKJ, dr Agus Suryanto, dan dr Ashadi, yang sehari-hari bertugas di RS Dr Kariadi dan RS Jiwa Semarang.
Berapa jumlah caleg yang berkecenderungan tidak sehat rohani? Dia menyatakan, banyak caleg yang mengidap kecenderungan penyakit jiwa. ''Yang jelas sangat ada dan tidak layak menjadi caleg. Mereka di antaranya mengidap paranoid, kekanak-kanakan, pembawaannya selalu curiga, dan sering depresi,'' tutur dia yang enggan menjelaskan lebih jauh jumlah caleg yang mengidap kecenderungan penyakit jiwa itu.
Sementara itu, dr Ashadi, dokter jiwa di RS Jiwa Semarang menambahkan, tidak sedikit caleg yang kaget setelah menerima hasil pemeriksaan kejiwaannya. Mereka tak menyangka kalau mengidap kecenderungan sakit jiwa. ''Mereka pun lalu menekan agar disehatkan,'' ujarnya. Perilaku ini yang tidak disukai oleh dokter itu. ''Kalau memang kurang sehat ya sudah. Eggak usah minta disehatkan. Kalau permintaan itu diluluskan, apa jadinya kalau mereka sudah duduk sebagai wakil rakyat. KPU bisa kena imbasnya, yakni menjadi tong sampah. Negara pun bisa menjadi rusak,'' ujar dokter tersebut. (G17-58i)
--------
Caleg Idap Kelainan Jiwa, Ketua PDI-P Berang
BOYOLALI - Ketua DPC PDI-P Kabupaten Boyolali, Probo Suhartono berang atas kemunculan tujuh calon anggota legislatif (caleg) yang dinyatakan tidak lolos dalam kesehatan jiwa.
--------
Usai Pelaksanaan Pemilu 2004
anen, Dokter Syaraf dan Psikiater
Padangekspress - Mereka stress dan dapat serangan Stroke. Setidaknya sukar tidur lelap dan ketawa-ketawa sendiri. Bagi yang pernah dapat penyakit kulit exeem bisa kambuh lagi akibat zeunuwreactie (reaksi pikiran yang galau). Mereka calon anggota legislatif (caleg) yang gagal. Entah untuk daerah kabupaten/kota, tingkat provinsi, tingkat pusat ataupun calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk duduk di Senayan. Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih, mereka tidak berhasil mengumpul suara yang memenuhi ketentuan untuk duduk di atas kursi “yang terhormat”, di empat lembaga legislatif (DPRD-II, DPRD-I, DPR dan MPR).
--------
Hasil Pemeriksaan Dokter Ahli Kejiwaan
Sebagian Besar Caleg Purwakarta tak Layak
PURWAKARTA, (PR).- Setelah sejumlah partai dilanda kekisruhan masalah penempatan nomor urut, kini masalah baru muncul ke permukaan soal kualitas anggota legislatif. Hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan dokter ahli menyimpulkan, sebagian besar caleg yang diajukan masing-masing partai di Kabupaten Purwakatra tidak memenuhi kriteria sebagai calon wakil rakyat.
--------
Serambi Indonesia
Aceh : Banyak caleg yang telah mengeluarkan uang tapi tak terpilih, dikabarkan stres
--------
oh.. oh oh.... ohhhh astaga...... ![]()
| Category | Indonesia |
|---|---|
| Source | googling |