Home → Articles → Indonesia → Inul VS Rhoma
Sering kita dengar cakap banyak orang yang berbunyi "apalah arti
sebuah nama". Sepintas kalimat ini mengandung keindahan puisi.
Disisi lain mengandung perasaan frustasi. Tetapi kalau kita dengan
jernih memandang kedalam, Rasa yang ada didalam sini akan mem-
beritakan bahwa statement "apalah arti sebuah nama" adalah suatu
ungkapan logika yang tanpa didasari oleh iman. Secara sadar dapat
kita gambarkan kalau manusia mengabaikan nama dirinya sendiri.
Maka kuburnya akan sulit dicari. Para kerabat, sejawat, family akan
kesulitan untuk memanjatkan do'a. Mengabai nama sama halnya dengan
merendahkan derajat diri, atau secara extreem sama saja dengan
menghewankan diri.
Mari kita ambil contoh nama tokoh yang sedang populer saat ini.
Misal Inul dan Oma Irama.
Dalam perspektip Sastrajendra kedua nama ini memiliki kekuatan.
INUL tediri dari tiga aksara Ha, Na dan La
Ha diwulu, Na disuku, La dipangku.
OMA IRAMA terdiri dari 3 aksara Ha, Ra dan Ma.
Ha nglegena, Ma nglegena, Ha diwulu , Ra nglegena, Ma nglegena.
Kedua tokoh in sama-sama memiliki aksara Ha didepan, Beda spesifik
kedua nama ini adalah kalau nama Inul semua memiliki sandangan (pakaian),
Sedangkan untuk nama Oma Irama yang bersandangan cuma satu.
Dalam artian 2 aksara tidak bersandangan (tanpa pakaian).
Dalam perspektip sastrajendra, nama Inul mengandung aksara:
• Ha mengandung arti Huripku Cahyaning Allah memilik elemen api sebagai sumber cahaya. Mereka yang memiliki nama yg diawali dengan aksara Ha berbakat sebagai opinion leader, dalam artian berkemampuan mempengaruhi orang lain.
• Na mengandung arti Nur Hurip cahya wewayangan. Memberi cahaya kehidupan, menerangi sekitarnya. Dalam artian berkemampuan untuk membahagian orang disekitar.
• La mengandung arti Lali eling wewatesane. Memiliki potensi untuk lupa pada batas-batas kemampuanya.
Sedangkan untuk Oma Irama
• Ha mengandung arti Huripku Cahyaning Allah memilik elemen api sebagai sumber cahaya. Mereka yang memiliki nama yg diawali dengan aksara Ha berbakat sebagai opinion leader, dalam artian berkemampuan mempengaruhi orang lain.
• Mati mengandung arti Mati bisa bali (tahu jalan untuk pulang). Memiliki kesalehan, rasa cinta kepada sang Khalik. Dalam artian memiliki potensi untuk menjalankan ibadah.
• Ra mengandung arti Rasa kuwasa tetunggaling pangreh (kendali untuk memerintah). Memiliki potensi untuk mampu memberi perintah.
Ada satu hal yang menarik disini, adalah untuk nama Inul tidak terdapat aksara ganda, tetapi untuk nama Oma Irama terdapat dua aksara ganda yaitu Ha dan Ma. Aksara ganda inilah yang berpotensi saling berlawan. Sehingga memiliki kemungkinan berpotensi sulit menciptakan perjalanan sejarah hidup yang bersih. Godaan nafsu kedagingan duniawi sulit untuk dihindari.
Lalu bagaimana dengan Inul ?
Ada satu aksara La yang bisa membuat lupa diri. Lupa dengan batas-batas kemampuanya. Waktu akan membuktikan apakah Inul akan mampu mengendalikan diri, Aksara La yang diberi sandangan pangku (dipangku) bermakna bahwa sastrajendra telah memberikan isyarat bahwa ada satu hal yang harus dipatuhi oleh Inul. Yakni Jangan lupa untuk selalu ingat pada batas-batas kemampuan.
Tentunya kajian ini belum sepenuhnya lengkap. Karena bahasan contoh diatas adalah nama-nama komersial (nama panggung). Bukan nama yang diberikan oleh orangtua. Jadi tidak mewakili seluruh aspek yang mempengaruhi perjalanan hidup. Batasanya adalah aspek yang hanya mempengaruhi kiprahnya di panggung saja. Just wait and see.
| Category | Indonesia |
|---|
0 person have read
| #1 |
hey_sephia
27 May 2004 at 7:22pm
 
Jadi maksudnya kalo kasi nama anak jangan yang beraksara ganda? Berapa aksara ganda yg diperbolehkan? 1 aksara yg sama aja udah bermasalah? Baru aku amat2i, namaku ternyata ada aksara gandanya juga.. *doh* |
|
| #2 |
rmz
28 May 2004 at 2:38pm
 
duh otak gw yg cetek .. yg pasti gw FANTA .. |