Home → Articles → Indonesia → HERITAGE FOOD in HERITAGE CITY
HERITAGE FOOD in HERITAGE CITY
At Gedung Arsip Nasional RI, Jl. Gajah Mada 111, Jakarta
On Sunday, August 29th 2004
All day long from 10.00 AM to 09.30 PM
This is when you can eat KETUPAT SAMBEL GODOK (not your ordinary ketupat, or rice cake), while enjoying the sounds of the
legendary "CAFRINHO TUGU" keroncong music (descended from the
Portugese settlers in the 1500s). And you can sip some ES SELENDANG
MAYANG (what could it be?) while laughing at wayang golek (wooden
puppet) lenong Betawi performed by BANG TIZAR PURBAYA, one of the country's most renowned dalangs (puppeteers). For your sweet tooth, you can also enjoy POFFERTJES (sounds like Dutch, ja?) while
watching TABLA performances of Indian origin, and observe one of the
original inspirations of modern-day dangdut.
During Maghrib time, you can even pray to the strains of
Arabian "ARRUMINIA" gambus in the background, reminding you of the hot desert sun. And don't forget to drink some BIR PLETOK. Don't
worry about the name. It's non-alcoholic, so you won't get into
trouble.
Doesn't it sound delicious and fun?
So, we invite all of you to bring your families and friends, your
sweethearts, your neighbors and working colleagues, and also your
drivers and maids to come to this rare event:
HERITAGE FOOD in HERITAGE CITY
At Gedung Arsip Nasional RI, Jl. Gajah Mada 111, Jakarta
On Sunday, August 29th 2004
All day long from 10.00 AM to 09.30 PM
Ticket price is Rp 30.000 and can be purchased at the entrance.
5 y.o. and under can enter without payment. And remember, this is an
all-day ticket so if you want to take a break and to go shopping at
Glodok, you can re-enter without paying again.
Jakarta was built by various ethnicities and cultures. Not only from
Betawi itself, and not only from different parts of Nusantara, but
also from those who came from foreign countries with Dutch,
Portugese, Chinese, Indian, and Arabian influences. All of them
played important roles in creating and shaping Jakarta's cultural
identity.
The hosts and organizers of this event, Sahabat Museum and
Jalansutra , are two informal communities that were created based on
their interests in different aspects of Indonesian heritage.
Sahabat Museum loves to learn about history, while Jalansutra loves
to eat. The two groups have collaborated to present Jakarta from
its rich cultural, historical, artistic and culinary perspectives,
and in this event, we celebrate the many ethnicities that make up
Jakarta, past and present.
Come and you can enjoy many types of original Jakartan food and
beverage, including those no longer popular and those difficult to
find, like Sate Manis, Gurame Kuah Pecak, Bubur Dingin and
Onbijtkoek.
And after eating so much food, we will provide you with an
opportunity to work-out! Really, we are concerned about our
visitors' health, so we provide a booth where you can get sweaty.
You know dodol -- the thick, sticky, dark brown-colored snack? You
can take part in MENGADUK DODOL, or dodol beating, where you will
make your own candy. Think big and toned muscles!
Programs you should not miss:
10.00 AM Ondel-Ondel (giant dolls) and Tanjidor (band parade)
10.35 AM Gambang Kromong (Betawian gamelan) dan Wayang Cokek (singer) "Naga Putri"
11.35 AM Keroncong music by "Tugu Cafrinho" – music from the
Portuguese.
12.35 PM Talks: "Food and Eating Places from Old Times"
01.25 PM Cooking Demo by William Wongso and Bondan Winarno
02.25 PM Tabla instruments played by 10 players from
the "Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre"
02.55 PM Barongsai and Liong by "Yayasan Kong Ha Hong"
03.30 PM Talks: "What is Heritage?"
04.20 PM Silat Betawi (martial arts) "Beksi"
04.50 PM Wayang Golek Lenong Betawi (wooden puppet
performance) "Bang Tizar Purbaya"
05.50 PM Gambus music by "Arruminia" – originally from Arab.
06.50 PM Talks: "Old Buildings in Jakarta"
07.40 PM Film showing and discussion "Jakarta Tempo Doeloe tahun
1912"
08.20 PM Betawian Band "Gusrak"
Food and beverage to devour:
Es Selendang Mayang, Bir Pletok, Es Cincao Ijo Gula Aren,
Betawian snacks (Rengginang Ketan, Kembang Goyang, Akar Kelapa,
Brondong Jagung, Brondong Beras, Geplak, Kue Talam, Kue Pepe, Wajik,
Biji Ketapang, Kue Sagu Rangi, Kue Pancong, Kerupuk Opak, Ongol-
Ongol, Cucur, Kueh Bakar, Roti Buaya, Tape Uli). Dutch snacks
(Onbijtkoek, Kattetonk, Ananas Star, Risoles, Kroket, Bitterbalen,
Macaroni Schottel, Huzaren Sla). Ketupat Sambe Godok, Nasi uduk
Betawi, Nasi Ulam, Bubur Dingin, Sate Manis, Laksa Betawi, Rujak
Juhi, Betawian home food (Gurame Kuah Pecak, Gurame Kuah Pucung, Sop
Sapi), Rare fruits: kecapi, kemang, gandaria, gohok, kokosan, buni,
jamblang, menteng, Chinese snacks (Kue Mangkok, Kue Anak Cina, Kue
Ku, Tengten Wijen, Tengteng Kacang, Kue Satu, Somay) Soto Betawi.
Chinese-Melayu infusion: Lontong Cap Go Meh, Nasi Rames Peranakan.
Nasi Kebuli, Soto Tangkar, Asinan Jakarta, Gado-Gado Betawi, Dodol
Betawi, Pindang Bandeng, etc.
There will also be a photo exhibition about Jakarta
Kapan lagi kita bisa makan KETUPAT SAMBEL GODOK (bukan ketupat biasa) sambil merem-melek menikmati alunan musik keroncong "CAFRINHO TUGU" yang legendaris? Atau mengaduk-aduk ES SELENDANG MAYANG (apaan tuh?) sambil ngakak menyaksikan aksi BANG TIZAR PURBAYA dengan wayang golek lenong-nya? Atau bisa juga makan POFFERTJES sambil nonton TABLA yang pastinya punya pengaruh terhadap musik dangdut.
Bahkan bersujud syukur saat Maghrib dengan ditingkahi alunan musik gambus "ARRUMINIA" yang mengingatkan kita pada suasana padang pasir?
Sambil minum BIR PLETOK yang anti-mabok juga boleh. Dijamin nggak bakal ada yang "nyanyiin" deh.
Kedengarannya lezat, dan menyenangkan, bukan?
Makanya, datanglah berduyun-duyun bersama teman dan keluarga, pujaan hati, tetangga dan juga teman kantor, serta supir dan segenap
pembantu Anda ke acara langka yang ini:
HERITAGE FOOD in HERITAGE CITY
di Gedung Arsip Nasional RI, Jl. Gajah Mada 111, Jakarta
Pada hari Minggu tanggal 29 Agustus 2004
Selama seharian penuh dari jam 10.00 hingga 21.30.
Tiket masuk Rp 30.000 bisa dibeli di pintu masuk (di pintu keluar
nggak dijual).
Si buyung yang masih balita boleh gratis. Inga', Anda akan menikmati
pertunjukan seharian penuh-nuh dan ini karcis terusan. Jadi kalau
siangnya Anda mau istirahat dulu dan belanja di Glodok, Anda tak
perlu bayar lagi untuk masuk kembali.
Pada tahu, kan, kalau Jakarta itu dibangun oleh berbagai pengaruh
etnis dan budaya yang tidak hanya dari sudut-sudut Nusantara,
melainkan juga kaum pendatang dari berbagai negara seperti Belanda,
Cina, Arab, India, dan Portugis. Betawi so pasti, tentunya. Mereka
semua ini telah menanamkan akar sejarah yang cukup kental dalam
sejarah pembentukan identitas budaya Jakarta.
Sahabat Museum dan Jalansutra sebagai mandor acara ini adalah dua
komunitas informal tapi asyik yang dibentuk berdasarkan kesamaan
aktivitas dan kegemaran para anggotanya (Sahabat Museum gemar dengan tetek-bengek yang berhubungan dengan sejarah dan seni, sementara Jalansutra gemar makan dan jalan-jalan). Kami berkolaborasi ketika memandang Jakarta dari sisi budaya, sejarah, seni dan makanan.
Kecintaan kami lantas berbuah pada acara yang lain daripada yang
lain. Di acara inilah berbagai etnis mancanegara pendatang di
Jakarta dirayakan.
Pada hari ini, pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan minuman asli Jakarta yang bahkan kini sudah langka sehingga mungkin banyak yang tak pernah mendengarnya, misalnya Sate Manis, Gurame Kuah Pecak, Bubur Dingin dan Onbijtkoek.
Setelah makan banyak, jangan lupa berolahraga! Benar, kami sangat
concern dengan kesehatan pengunjung. Untuk itulah kami akan
tampilkan stand MENGADUK DODOL. Selain untuk "pertunjukan",
pengunjung juga dipersilakan untuk mencobanya. Lumayan... badan
sehat, otot gede.
Rugi bandar kalau nggak datang. Coba tengok jadwal acara yang banyak dan padat di bawah ini.
10.00 Ondel-Ondel dan Tanjidor
10.35 Gambang Kromong dan Wayang Cokek "Naga Putri"
11.35 Keroncong "Tugu Cafrinho"
12.35 Obrolan Santai: "Makanan Djaman Doeloe dan Tempat Makan
Dari Doeloe"
13.25 Demo Masak oleh William Wongso dan Bondan Winarno
14.25 Tabla oleh 10 pemain oleh "Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru"
14.55 Barongsai dan Liong "Yayasan Kong Ha Hong"
15.30 Obrolan Santai: "Apa itu Heritage?"
16.20 Silat Betawi "Beksi"
16.50 Wayang Golek Lenong Betawi "Bang Tizar Purbaya"
17.50 Musik Gambus "Arruminia"
18.50 Obrolan Santai: "Menengok Bangunan Tua di Jakarta"
19.40 Puter film dan Bedah film "Jakarta Tempo Doeloe tahun 1912"
20.20 Band Betawi "Gusrak"
Daftar makanan dan minuman untuk disikat:
Es Selendang Mayang, Bir Pletok, Es Cincao Ijo Gula Aren, Betawian
snacks (Rengginang Ketan, Kembang Goyang, Akar Kelapa, Brondong
Jagung, Brondong Beras, Geplak, Kue Talam, Kue Pepe, Wajik, Biji
Ketapang, Kue Sagu Rangi, Kue Pancong, Kerupuk Opak, Ongol-Ongol,
Cucur, Kueh Bakar, Roti Buaya, Tape Uli). Dutch snacks (Onbijtkoek,
Kattetonk, Ananas Star, Risoles, Kroket, Bitterbalen, Macaroni
Schottel, Huzaren Sla). Ketupat Sambe Godok, Nasi uduk Betawi, Nasi
Ulam, Bubur Dingin, Sate Manis, Laksa Betawi, Rujak Juhi, Betawian
home food (Gurame Kuah Pecak, Gurame Kuah Pucung, Sop Sapi), Rare
fruits: kecapi, kemang, gandaria, gohok, kokosan, buni, jamblang,
menteng, Chinese snacks (Kue Mangkok, Kue Anak Cina, Kue Ku, Tengten Wijen, Tengteng Kacang, Kue Satu, Somay) Soto Betawi. Chinese-Melayu infusion: Lontong Cap Go Meh, Nasi Rames Peranakan. Nasi Kebuli, Soto Tangkar, Asinan Jakarta, Gado-Gado Betawi, Dodol Betawi, Pindang Bandeng, dll.
Selain itu, ada juga pameran fotonya, lho.
| Category | Indonesia |
|---|