Ayat-ayat Cinta 2021. AIR MATA SABINA

Bab oleh Roony ditulis sejam lalu

Acara pertunjukan amal di Royal Mile itu sukses besar. Fahri sendiri tidak menyangka ia bisa menggesek biola cukup baik sore itu. Jika menggesek biola adalah berdosa, semoga Allah mengampuni. Namun Fahri ikut pendapat Ibnu Hazm Al Andalusi yang membolehkan memainkan musik selama tidak untuk maksiat dan tidak berefek maksiat.

Nada Viva


Ayat-ayat Cinta 2020. CIORB DE PE TE

Bab oleh Roony ditulis 23 jam lalu

Tak terasa musim semi telah berlalu. Awal Juni datang menjelang musim panas datang. Daratan Skotlandia terasa lebih hangat, meskipun langit tetap kerap berwarna kelabu. Edinburgh semakin sibuk dibanjiri para pelancong dari pelbagai penjuru dunia.

Pagi itu, usai sarapan Fahri menjenguk nenek Catarina.

“Sudah sarapan, Nek?”

“Sudah.”

“Sabina membuat Ciorb de pe te enak sekali.


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.048

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:41am

Karngantung 08.048

Maka lebih baik ia mengalah saja dari pada Soan Li terus menerus mengamuk. Pada saat sabuk sutera yang lihai di tangan gadis itu menyambar tongkatnya, sengaja Kong Hwat menggunakan gerakan menekan ke bawah dan sebentar saja tongkatnya sudah dibelit oleh sabuk itu.

Soan Li membentak keras membetot kuat tahu-tahu


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.047

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:40am

Karngantung 08.047

“Memang kitab itu adalah kitab pelajaran silat, akan tetapi aku tak pernah mempelajarinya. Can Mama melarangku untuk belajar silat. Can Mama tidak menghendaki aku membalas dendam, makanya sampai sekarang kitab dan pedang ini kusimpan saja... Koko, kalau kau berminat boleh kau coba-coba pelajari kitab ini, barang kali saja berguna


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.046

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:39am

Karngantung 08.046

“Ha ha ha, Sin-kiam-ong Song Tek Hay kau sudah terkenal sebagai Raja Pedang Sakti, mengapa masih penasaran mauin pedang buntung dan kitab, untuk apa?”

“Jangan banyak cerewet, serahkan pedang itu!” Golok di tangan kiri penunggang kuda bercambang bauk menyambar diiringi sinar pedang berkelebat dari tangan kanannya. Meskipun orang tua ini


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.045

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:37am

Karngantung 08.045

“Jangan bunuh dia..... jangan bunuh Tiang Le,” Pei Pei merangkul kaki kakek buntung yang sebelah kanan, akan tetapi begitu kakek ini mendengus, tubuh Pei Pei terlempar jauh dan pingsan!

Mengingat dua orang kakak seperguruannya ini sudah terluka di tangan pemuda buntung ini, kakek rambut putih menjadi sengit bukan main, cepat


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.044

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:36am

Karngantung 08.044

“Makanya aku tadi kepingin tidak memberi ampun kepada mereka, kalau mereka itu sudah berani kepadamu tentu kepada perempuan-perempuan lain juga mereka merajalela,” Tiang Le berkata sengit!

Pei Pei menyentuh lengan pemuda itu dan menariknya masuk.

“Sudahlah koko....... kau lupakanlah itu, mari kita makan, hidangan sudah kusediakan,” Pei Pei tersenyum manis.

Tiang


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 08.043

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:36am

Karngantung 08.043

Bagaikan disentak oleh ular berbisa, Tiang Le melepaskan sepasang tangan itu pada dadanya. Ia mengangkat muka memandang dan pandangannya bertemu dengan sebuah telaga yang jernih airnya meluap membanjir.

Melihat pandangan Pei Pei begitu sayu dan basah, tak tega hati Tiang Le buat menyakitinya. Menyesal ia merenggut sepasang tangan itu.


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 07.042

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:32am

Karngantung 07.042

“Desss!” Tubuh Nyuk In terlempar jauh, pingsan sambil muntah darah segar. Bhong Cu Siang memburu dengan arit di tangan dan mengelebatkan aritnya. Pada saat yang mengancam keselamatan gadis itu, sebuah benda menyambar dan arit Bhong Cu Siang menyeleweng ke samping. Sesosok tubuh berkelebat dengan amat gesitnya menyambar tubuh Nyuk


Pendekar Lengan Buntung ~Karngantung 07.041

Bab oleh andu0396 ditulis kemarin jam 6:31am

Karngantung 07.041

Hebat sekali pukulan jarak jauh hwesio bersorban kuning ini. Bukan saja kipas Nyuk In robek dan hancur berantakan, juga tanpa dapat dicegah lagi tubuh Nyuk In terlempar jauh. Cepat ia bergulinggan berpok-sai turun dari atas genteng. Begitu ia menginjak tanah, terasa dadanya menjadi nyeri dan sakit. Terkejutlah ia!

“Ha ha


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik