Seruling Sakti127 – Merangkai Simpul Kekacauan (1)

Bab oleh Didit ditulis 7 menit lalu

Pekerjaan yang paling mudah dilakukan biasanya tidak pernah terpikirkan, itu yang akhir-akhir ini di rasakan oleh Jaka. Pertarungannya dengan Bhre dan perjumpaannya dengan Adiwasa Diwasanta dan sang kembaran, memberikan banyak inspirasi untuknya. Dan ide baru ini jelas akan disisipkan pada saat berjumpa dengan Sadewa, Kuntareksi dan Kundalini.

Dari tempatnya bertarung


Durjana dan Ksatria - TAMAT21.63. Perjanjian Tujuh Tahun Kedua - Tamat

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

21.63. Perjanjian Tujuh Tahun Kedua

Dua bulan yang lalu ketika bertempur di Thian-san, dengan lwekang golongan Sia-pai inilah dia berhasil menyelamatkan diri di bawah pedang Beng Hoa. Sebenarnya tenaganya baru saja pulih dan tidak cocok untuk menggunakan lwekang jahat ini, namun sekarang ia menghadapi detik yang menentukan mati-hidupnya, jika jiwa saja


Durjana dan Ksatria - TAMAT21.62. Penjara Guha Es

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

21.62. Penjara Guha Es

Jalan di bawah tanah yang gelap itu gemeredep oleh cahaya pedang yang diputar pemuda itu dan bertebaran serupa bintang di langit.

Yang dimainkan adalah Peng-coan-kiam-hoat, meski yang dipakai bukan Peng-pok-han-kong-kiam, hawa dingin yang merasuk tulang dapat juga dirasakan oleh Pek-toh Sancu.

Karena sibuk melayani ilmu pedang lawan,


Durjana dan Ksatria - TAMAT21.61. Siapakah Pemuda ini . . . . ??

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

21.61. Siapakah Pemuda ini . . . . ??

Beng Hoa melancarkan serangan kilat untuk merebut posisi yang lebih baik.

Mendadak gerak pedangnya berubah, ujung pedang serupa diganduli sepotong timbel yang berat, ia menggores lingkaran dengan pelahan, terjadi lingkaran besar. lingkaran kecil, lingkaran besar membungkus lingkaran kecil, setiap lingkaran sama membungkus


Durjana dan Ksatria - TAMAT20.60. Beng Hoa . . . . . ???!!!

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

20.60. Beng Hoa . . . . . ???!!!

Kedelapan anak murid itu mahir menggunakan amgi atau senjata rahasia berbisa, bila Beng Hoa melakukan sesuatu, sekali Pek-toh Sancu memberi tanda, serentak kedelapan murid akan bertindak serentak, hamburan senjata rahasia dari berbagai penjuru itu pasti akan membuat Beng Hoa tak berdaya dan


Durjana dan Ksatria - TAMAT20.59. Kembali Berdamai . . . . .

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

20.59. Kembali Berdamai . . . . .

Keruan pasukan Ting Hian-bu terkejut melihat komandannya ditangkap, belum lagi mereka menyadari apa yang terjadi sudah diterjang oleh pasukan Beng Goan-cau hingga kocar-kacir sehingga sebagian besar sama melarikan diri untuk mencari selamat.

Cuaca sudah terang, perubahan yang tak terduga ini dapat dilihat pasukan


Durjana dan Ksatria - TAMAT20.58. Komandan Pasukan Cadam

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

20.58. Komandan Pasukan Cadam

Ilmu silat Seng Thian-tik tidak dapat menandingi Liong Leng-cu, cuma selisihnya juga tidak jauh. Mestinya ia dapat bertahan untuk sementara dan menunggu datangnya bala bantuan. Tak tersangka Bu Ek bisa dikalahkan secepat itu.

Jeritan We Tiang-jing sebelum ajal itu pun membuat Seng Thian-tik gugup. Maka sekali cambuk


Durjana dan Ksatria - TAMAT19.57. Sandiwara Satu Babak

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

19.57. Sandiwara Satu Babak

Betapa licin dan pengalaman We Tiang-jing melihat sikap Nyo Bok itu segera ia tahu orang kuatir muridnya melaporkan sesuatu, segera ia tutuk lagi hiat-to bisu Nyo Bok, lalu katanya kepada Bin Sing-liong, "Jangan takut, bicaralah yang jelas. Apakah ada sesuatu urusan yang dia rahasiakan padaku?"

"Hamba utang


Durjana dan Ksatria - TAMAT19.56. Pertemuan Tak Terduga

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

19.56. Pertemuan Tak Terduga

Tidak rendah juga pangkat perwira ini, dia memiliki kedudukan ganda, pertama dia adalah ahliwaris Liok-yang-jiu keluarga Nyo di Poting kedudukan yang lain adalah jago pengawal istana kelas satu.

Dia bukan lain daripada ayah Nyo Yam, yaitu Nyo Bok.

Namun kedua tokoh yang dipuja ini sekarang duduk berhadapan


Durjana dan Ksatria - TAMAT19.55. Panglima Perang Boan-jing

Bab oleh andu0396 ditulis 3 jam lalu

19.55. Panglima Perang Boan-jing

Diam-diam Ubun Pok terkesiap, namun tetap bersikap tenang saja, ia berpaling dan tergelak, katanya kepada Toan Kiam-jing, "Betul juga keteranganmu, memang benar masih ada orang lain. Tapi tidak perlu kuatir, ini kan orang kita sendiri. Hehe, jika ada orang datang, tentu kamu akan dibantunya, maka boleh kautunggu


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik