Dewata Raya (ep21-30)Bab 1

Bab oleh padi ditulis 2 jam lalu

mata Guruh Angkasa tepat memandang ke atas gua itu. dia dapat melihat jernihnya air. dan di balik air itu kelihatan beberapa orang manusia sedang berdiri. mereka adalah Banchan Lama dan teman2 nya.

'ah itu Sasi. tentu dia sedang mencari aku. aku harus cepat2 mencari jalan keluar dan meninggalkan gua ini'

'tetapi kita


Dewata Raya (ep21-30)Mata Angkasa

Bab oleh padi ditulis 2 jam lalu

Setelah Guruh Angkasa mengangkat lampu itu, tiba2 semua lampu yang ada di dalam gua itu pun meletup. Rama-rama amat terkejut dengan keadaan itu. sejurus selepas itu lampu yang dipegang oleh Guruh Angkasa mula memberi reaksinya. api yang menyala mula berputar putar mengelilingi kedua lengan Guruh Angkasa. lampu itu telah hancur,


SUMPAH BERDARAHBab Delapan

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 6 jam lalu

DELAPAN

DI kamar mandi, Sukri benar-benar tampak kehabisan tenaga. Jangankan menggerakkan tangan atau kaki. Menggerakkan leher pun susah. Zuraida terpaksa membantu suaminya menanggalkan pakaian. Dan ketika ia lihat Iutut suaminya gemetar, Zuraida sampai tertawa sendiri.

"Sudah. Duduk saja di lantai. Biar aku yang memandikan Akang," katanya.

Sukri menurut dengan patuh. Tanpa berkata apa-apa.


Dewata Raya (ep21-30)Bab 4

Bab oleh padi ditulis 8 jam lalu

Nyatalah Guruh Perang mempunyai daya tempur yang lebih tinggi daripada Dewa Durjana. dalam keadaan kelam kabut Dewa Durjana mengelak serangan Guruh Perang, tiba2 Guruh Perang melancarkan Meriam Uranium Rantaian. serangan itu membentuk aura tumbukan yang bertubi tubi ke arah Dewa Durjana. manakala Dewa Durjana pula kelihatan sulit sekali untuk melancarkan


Dewata Raya (ep21-30)Bab 3

Bab oleh padi ditulis 8 jam lalu

'he he kau memang sengaja mencari maut'

tiba2 Guruh Perang pun mengaktifkan aura di dalam tubuhnya. akibatnya Ninja Seribu Paras terkejut dan cuba berundur ke belakang, tetapi tangannya telah dicengkam oleh Guruh Perang.

'ha ha ha kau akan menyesal sekarang'

setelah habis bicara, Guruh Perang pun membentuk Bebola Cahaya Uranium nya. Ninja Seribu


SUMPAH BERDARAHBab Tujuh

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 11 jam lalu

TUJUH

GUNTUR menggelegar lagi.

Disusul ledakan petir yang seakan membelah langit dengan terjangan liar. Membuat bumi sempat menggelepar. Dan di tempat yang berjauhan, dua orang anak manusia terkesiap, cemas. Di bidang dinding gunung yang menganga terbuka itu, Suparti duduk resah menghadapi perapian di sebuah gubuk kecil yang kumuh dan reot. Sekumuh dan


SUMPAH BERDARAHBab Enam

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis 12 jam lalu

ENAM

Zuraida ragu-ragu turun ke bawah, sewaktu ia lihat siapa yang masih berada di pancuran. Mak Isah sih tak ada masalah. lstri jurutulis desa itu orangnya baik, suka berteman dan sering jadi pendorong moril teman bicara yang mengeluhkan sesuatu.

Tetapi Saodah, perempuan satunya lagi, wah!

Bimbang untuk terus ke pancuran atau naik lagi


Menertawakan Dunia Persilatan(130 - tamat) Hari Bahagia

Bab oleh antapurwa ditulis 13 jam lalu

Linghu Chong lantas mengundang Mahabiksu Fangzheng dan Pendeta Chongxu masuk ke Biara Wuse untuk beristirahat di dalam Aula Guanyin. Ketiganya pun duduk di atas kasur samadi dengan kesibukan masing-masing. Mahabiksu Fangzheng tampak membalik-balik halaman Kitab Jinkang yang berbahasa Sanskerta itu, sementara Pendeta Chongxu membaca Kitab Taiji Quan sambil sesekali meraba


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)37b

Bab oleh Roony ditulis kemarin jam 3:56am

Maka sambil memaki dan mengumpat tiada habisnya, kakek tersebut berusaha melemparkan kakinya yang tidak bisa digerakkan itu ke atas. Lalu dengan meminjam daya lemparannya tersebut, Put-ceng-li Lo-jin melesat pergi menjauhkan diri. "Monyet! Anjing ! Babi........! Hei........ilmu apa ini?" ketua Bing-kauw itu berseru dengan kaki terpincang-pincang. Segores luka tampak menganga di


Pendekar Penyebar Maut (Lanjutan Darah Pendekar)37a

Bab oleh Roony ditulis kemarin jam 3:56am

Jilid 37 SOUW THIAN HAI cepat menatap Souw Lian Cu kembali, yang kini berdiri di depannya dengan mata yang juga terbuka lebar serta wajah yang pucat pasi pula seperti dirinya. Dan Souw Thian Hai yang sangat takut bila ia harus kehilangan puteri yang amat disayanginya itu cepat-cepat menurunkan tubuh Chu


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik