Si Walet Hitam03.08. Penderitaan Si Dewa Arak

Bab oleh alysa ditulis 7 jam lalu

03.08. Penderitaan Si Dewa Arak

Akan tetapi ia diam saja dan menanti ke tiga piauwsu itu menjawab. Lie Kwan melangkah maju dan mengangkat kedua tangan sebagai penghormatan.

“Kim-gan-eng, kami bertiga tak berani mengharapkan bantuan Kong-cianpwe dan saudara kami ini memberanikan diri datang mewakilinya untuk minta kau bermurah hati dan mengembalikan barang-barang yang


Si Walet Hitam03.07. Gadis Kehujanan di Bawah Pohon

Bab oleh alysa ditulis 7 jam lalu

03.07. Gadis Kehujanan di Bawah Pohon

Sekali lagi Bi Moli menerjang dengan pedangnya, akan tetapi sekali memutar pedang menangkis, Bi Mo-li merasa telapak tangannya sakit sekali dan hampir saja pedangnya terlepas! Ia terkejut dan jerih, lalu mundur membiarkan gurunya menghadapi pemuda yang gagah perkasa itu.

Hek Li Suthai tidak tahu bahwa Lo


Si Walet Hitam03.06. Untung ……. Tidak Tertangkap.

Bab oleh alysa ditulis 7 jam lalu

03.06. Untung ……. Tidak Tertangkap.

Sementara itu, mendengar perintah gurunya, Bi Mo-li lalu bergerak dan menyerang hebat dengan gerakan berbareng, yakni dengan pedang di tangan kanan menyabet leher dan kebutan di tangan kiri menotok iga! Tapi, dengan sedikit gerakan tubuh Ang Lian berhasil menghindarkan diri dari serangan ini.

Bi Mo-li maju menyerang


Si Walet Hitam02.05. Dua Musuh Orang Tua

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

02.05. Dua Musuh Orang Tua

Hal ini tidak mengherankan oleh karena jarak antara kepalan Lee Ing dan pundaknya masih jauh, maka tanpa mengelak pun kepalan gadis itu takkan sampai ke pundaknya. Tidak tahunya kelihaian pukulan Gin-san-ciang justeru kalau kepalan tangan yang memukul itu tidak mengenai sasaran, oleh karena pukulan ini dikerahkan


Si Walet Hitam02.04. Kekerasan Hati Ayah dan Anak

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

02.04. Kekerasan Hati Ayah dan Anak

Ketika itu Lee Ing sedang pergi ke rumah keluarga A-kwi yang berada dalam kedukaan besar berhubung dengan kecelakaan yang menimpa diri A-kwi. Dengan hati sangat terharu dan penuh iba, Lee Ing menghibur mereka, bahkan berjanji bahwa dia akan membasmi perampok-perampok yang telah menjatuhkan tangan kejam


Si Walet Hitam02.03. Akal Licik Perwira Tampan

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

02.03. Akal Licik Perwira Tampan

Pada suatu hari, Lian Hwa dan Cin Han duduk di ruang depan dan bercakap-cakap tentang keadaan negara di waktu itu. Mereka membicarakan tentang kekurangajaran suku bangsa Turki yang mengacau di berbagai batas negara dan Cin Han merasa marah sekali mendengar bahwa banyak orang-orang Han telah diculik


Si Walet Hitam01.02. Kerinduan Dua Sahabat

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

01.02. Kerinduan Dua Sahabat

“Suku bangsa Turki makin berani dan kurang ajar,” kata Lui Tik Kong ketika menceritakan keadaan dan bahaya yang mengancam pemerintah Tang, “mereka telah bersekutu dengan banyak suku bangsa, dan kelompok yang tidak mau bersekutu dengan mereka, mereka taklukkan. Kini mereka bahkan telah berani menyerbu dan bergerak masuk


Si Walet Hitam01.01. Anak Perempuan Semata Wayang

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

01.01. Anak Perempuan Semata Wayang

Sang waktu berlalu amat cepatnya, tanpa terasa oleh siapapun juga. Segala sesuatu ikut berputar, dan hanyut dalam aliran waktu, yang terus bergerak maju tanpa ada kekuasaan yang dapat menghentikannya.

Tak terasa, duapuluh tahun telah lewat dan mari kita menjumpai kembali pasangan-pasangan para pendekar perkasa dengan keluarga mereka


Ang Lian Lihiap - TAMAT11.34. Perjalanan Dua Pasang Pendekar - TAMAT

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

11.34. Perjalanan Dua Pasang Pendekar

Dan perempuan tua yang galak itu menggunakan cambuknya menyabet!

“Siancai, siancai!” Beng San Siansu menyebut, tapi tidak berkelit sama sekali.

Sabetan itu hebat sekali dan dengan suara keras, cambuk panjang itu bagaikan ular melilit ke pinggang dan leher Beng San Siansu. Tapi orang tua itu tetap tersenyum


Ang Lian Lihiap - TAMAT11.33. Kesaktian Lan Bwee Niang-niang

Bab oleh alysa ditulis 8 jam lalu

11.33. Kesaktian Lan Bwee Niang-niang

“Jangan tangkis!” Gwat Liang Tojin memberi ingat kawan-kawannya tapi terlambat.

Ong Su dan Ong Bu yang merasa marah sekali melihat kecurangan lawan, menggunakan tombaknya menusuk barang itu yang meledak hebat dan dari dalamnya menyambar puluhan senjata rahasia beracun. Sebenarnya barang hitam itu adalah bungkusan senjata-senjata rahasia


Ulasan

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik