Para PejuangWasiat Pendekar 02

Bab oleh padi ditulis 9 jam lalu

Amarah kamu itu amarah cucu cicit Penghulu Keling. amarah kamu itu adalah amarah cucu cicit Wan Empok Wan Melini anak cucu dari Bukit Seguntang Mahameru.

wahai orang2 Melaka. pada malam ini panglima kita telah segak siaga anak cucu cicit Tanjung Keling. anak cucu cicit Hang Li Po dan Panglima Tun Bersih.


Para PejuangWasiat Pendekar 01

Bab oleh padi ditulis 9 jam lalu

'wahai orang-orang Melaka. apabila kamu merasa tidak puas hati atau tidak berkenan akan sesuatu maka hendaklah kamu memberitahu kepada anak isteri kamu, kaum keluarga kamu, sahabat taulan kamu, orang-orang kampung kamu. janganlah hendaknya ada orang yang kamu tidak beritahu akan rasa geram hati kamu itu.

maka hendaklah kamu kumpulkan anak bini


Pendekar Sejati18.72. Balas Dendam Si Dayang Cantik

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

18.72. Balas Dendam Si Dayang Cantik

Maka Liong Thian-hiang menjawab, “Nona Nyo ini adalah tetangga kami waktu masih kecil, aku dan dia juga mengangkat saudara. Paman Bun, bisa jadi waktu kecilnya kau pun pernah melihatnya.”

Samar-samar Bun Yat-hoan masih ingat juga dahulu Liong Pek-giam memang mempunyai sekeluarga tetangga she Nyo. Maka ia


Pendekar Sejati18.71. Janji Masa Lalu Tuan Muda

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

18.71. Janji Masa Lalu Tuan Muda

Kembali hati Giok-kun berdebar, sahutnya perlahan, “Urusan apa?”

“Aku dan Pwe-eng merencanakan menikah tahun depan, sekali ini aku menyesal tak sempat menghadiri pesta kalian, tahun depan hendaklah kalian suami-istri sudi hadir pada pernikahan kami,” kata Siau-hong.

Padahal antara Siau-hong dan Han Pwe-eng sama sekali belum berbicara akan


Pendekar Sejati18.70. Penyelesaian Bijak Cinta Segitiga

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

18.70. Penyelesaian Bijak Cinta Segitiga

Tanpa terasa Giok-kun menjulurkan tangan untuk menutup mulut Sin Liong-sing, serunya dengan suara tertahan dan parau, “Jangan..... jangan kau bicara ngawur!”

“Memangnya kau kira bukan dia?” ujar Liong-sing.

“Orang yang mahir memainkan Jit-siu-kiam-hoat tidak cuma dia seorang saja, anak murid Yim Thian-ngo juga banyak yang dapat,” ujar Giok-kun.


Pendekar Sejati18.69. Kebingungan Calon Pengantin

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

18.69. Kebingungan Calon Pengantin

Baru sekarang Kok Siau-hong sempat bercerita perkenalannya dengan Kong-sun Bok dahulu, lalu bersama menempur Sebun Bok-ya dan Cu Kiu-bok, kemudian bersama mengawal harta karun bagi Kay-pang, tapi di tengah jalan kena dicegat dan dirampas oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan kedua iblis tua itu.

Senang sekali Kheng Ciau


Pendekar Sejati17.68. Tokoh Pejuang Kang-lam Tayhiap

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

17.68. Tokoh Pejuang Kang-lam Tayhiap

Tentu saja Siau-hong sangat gusar, tapi segera pula ia menyadari keadaan, ia pikir Bong Sian sekarang berada bersama Su Hong, tentunya dia juga kemaruk kedudukan dan rela menjadi budak menteri dorna, mana aku boleh anggap dia sebagai Bong Sian yang dulu dan anggap dia sebagai


Pendekar Sejati17.67. Tugas Rahasia Kakek Tua, Pek Tik

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

17.67. Tugas Rahasia Kakek Tua, Pek Tik

Padahal setahu Kok Siau-hong, para maha guru ilmu silat pada zaman ini hanya Han Tay-wi saja, yaitu ayah mertua Siau-hong sendiri, yang memiliki ilmu sakti itu, itupun cuma didengarnya dari cerita ayahnya sendiri dan belum pernah menyaksikan Han Tay-wi menggunakan ilmu sakti itu. Kini


Pendekar Sejati17.66. Tahanan Perdana Menteri Kerajaan Song

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

17.66. Tahanan Perdana Menteri Kerajaan Song

“Ah, Lo-cianpwe terlalu memuji akan diriku,” ujar Siau-hong. “Tadi kalau tidak mendapat bantuan Lo-cianpwe, mungkin jiwaku sudah melayang di tangan kepala bajak itu.”

“Kau mampu bertempur lebih tigapuluh jurus dengan Kiau Sik-kiang, hal ini boleh dikata luar biasa sudah,” ujar Han Kong-sui.

Dalam pada itu perahu mereka


Pendekar Sejati17.65. Hadangan Bajak Laut Kiau Sik-kiang

Bab oleh alysa ditulis 16 jam lalu

17.65. Hadangan Bajak Laut Kiau Sik-kiang

“Tapi, ah, tidak, tidak sanggup aku!” ujar si tukang perahu sambil menggeleng.

“Nanti kuberi persen sebanyak mungkin, aku ada urusan penting, harap seberangkan aku ke sana,” pinta Kok Siau-hong pula.

“Ai, bukan soal persen, tapi keamanan di sini sangat buruk, paling akhir bajak di sungai ini telah


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik