Satria WilwatiktaEpisode 20 (Sumpah Sang Amangku Bumi 1)

Bab oleh amur ditulis sejam lalu

Satu purnama telah berlalu dari peristiwa Sadeng dan Keta. Keadaan Bumi Majapahit telah membaik, daerah-daerah yang dulunya kurang percaya dengan kepemimpinan Prabu Ratu Tribhuawana kini telah menyadari sepenuhnya bahwa pantaslah Ratu tersebut memimpin Wilwatikta untuk menjadi lebih besar kedepannya.
Kerjasama dengan Negeri tetangga terjalin dengan baik, bahkan hubungan dengan Negeri


IBUNDA DARI SEORANG PAHLAWAN BELIA

Cerita Pendek oleh kurniawan73 ditulis 3 jam lalu

Dalam Shifatus Shofwah oleh Ibnul Jauzi dan Masyaraqiul Asywaq oleh Ibnu Nahhas dikisahkan seorang yang salih bernama Abu Qudamah Asy-Syami.

Abu Qudamah adalah seorang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tak pernah ia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali ia


DRAGONS OF TANG DYNASTY (Da Tang Xuang Long Zhuan)Vol 5 - BAB 12. PERTIKAIAN DUA SUKU

Bab oleh holistik ditulis 4 jam lalu

Xiang Yushan mengatur mereka bertiga tidur di palka lantai dua. Kamar mereka dikelilingi tiga ruangan lainnya. Ke-tiga kamar masing-masing ditempati oleh Kakak Xiao dan Xiang Yushan. Sedangkan sisa satu kamar lainnya, Xiang Yushan sama sekali tidak menjelaskan siapa yang menempatinya.
Setelah mengalami penderitaan fisik dan mental, Su Su yang sudah kelelahan,


Menertawakan Dunia Persilatan(116) Pesan Terakhir Sang Ibu

Bab oleh antapurwa ditulis 19 jam lalu

Tanpa pikir panjang Linghu Chong lantas membuang pedangnya dan bergegas menghampiri Ren Yingying. Di luar dugaan, tiba-tiba Yue Buqun berseru sekali, kemudian pedangnya menyambar secepat kilat mengarah ke pinggang kiri pemuda itu.

Tempat yang diincar ini sungguh berbahaya. Dalam keadaan terkejut Linghu Chong bermaksud segera memungut kembali pedangnya namun sudah terlambat.


Menertawakan Dunia Persilatan(115) Pertemuan Dua Ilmu Pedang

Bab oleh antapurwa ditulis 19 jam lalu

Linghu Chong sangat terkejut mendengar orang yang ditawan oleh para anggota Sekte Iblis itu ternyata ibu-gurunya sendiri. Ia bermaksud menerjang keluar untuk menolong, tapi segera teringat bahwa dirinya sedang tidak membawa pedang. Tanpa pedang di tangan jelas kepandaiannya tidak cukup untuk menandingi tokoh-tokoh semacam Tetua Ge dan Tetua Du itu.


Satria WilwatiktaEpisode 19 (2 Dilema Hati 2/2)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 8:27am

Suasana di Padepokan Sekar Wangi di sibukan dengan kedatangan prajurit Majapahit bersama Gajah Enggon. Terlihat para cantrik dan murid berlalu lalang mempersiapkan segala sesuatunya.

Matahari pun telah condong ke arah barat, awan hitam bergulung di atasnya, sepertinya akan turun hujan. Mungkin hujan itu sengaja turun membasahi bumi membersihkan darah yang mengering


Satria WilwatiktaEpisode 19 ( Dilema Hati 1)

Bab oleh amur ditulis kemarin jam 10:27pm

Raut malam menapaki ujungnya, dengan semeringah sang mentari menyembul di ufuk timur. Dia datang mengabarkan sebuah harapan baru dan suasana yang baru dari hari kemarin.
Dedaunan nampak begitu segar di terpa sinar mentari yang berhasil mengeringkan embun yang telah membasahi sekujur kulit deduanan itu. Sang Elang pun menukik tajam mencari ayam


BABI NGEPET1 C

Bab oleh Tjareuh_Boelan ditulis kemarin jam 4:54pm

SETELAH tamu-tamunya pulang, Primo lama terdiam di tempat duduknya.

Kepada isterinya yang kemudian muncul ia berkata agar jangan mengusik ketenangannya.

"Pergilah tidur. Temani anak-anak..." katanya.

Kemudian ia memasang sebatang rokok lagi di mulut, dan segera menyulutnya dengan mancis gas di tangannya yang lain. Terngiang-ngiang kembali di telinganya suara Nyi Imas ketika ia bawa


DEWATA ABHIRAMA SATRIYA15 -- MENUMPAS GUNUNG ANGKASA DI ANJUKLADANG

Bab oleh onomarp ditulis Senin jam 10:29am

“Sudah malam, sebaiknya kita segera kembali ke Gunung Angkasa. Eyang Resi Astramayabadi pasti mencemaskanmu.” Duduk di samping Rara Apsarianung, Tanja Balwana mengajak kembali pulang. Cukup lama mereka duduk bersisihan di tepi Kedung Widas. Sesekali Rara Apsarianung mencium rambut. Ia masih merasakan bau sangit yang belum hilang dari rambutnya yang terbakar.


DIÀNYUÁN SHÍ HĒI (TENAGA BATU HITAM)21 -- BATU HITAM MULAI MERICUHKAN

Bab oleh WicaksonoWJ ditulis Senin jam 10:26am

Kabut baru saja tersapu buyar bersama dengan mengeringnya embun oleh sinar matahari. Sejuk segar angin menyapu lereng barat Li Shān. Kupu-kupu dan kumbang sudah berebut menyerbu bunga-bunga liar yang tumbuh di sela-sela bebatuan. Duduk di pondok dengan kitab di tangan, Dēng Shàng Jiāo menenggelamkan pikiran. Aksara-aksara membawa pikirannya bekerja. Sesekali


Resensi

Bacaan

Cerita Pendek

Statistik