7 hours ago by dino
SB Chandra
Kucing Suruhan
Bab 13
MALAM itu Tong A Su mengambil seorang pramuria dari
hampir seratus orang yang memajang diri menanti peminat.
Tetapi berbeda dengan malam-malam lainnya ia kurang
memperhatikan teman duduknya. Kalau biasanya duduk di box
yang "aman" dari pemandangan tamu-tamu lain, sehingga
bebas pegang sana, raba sini, malam itu ia duduk di meja
paling depan. Untuk dapat melihat si penyanyi sasaran lebih
jelas. Kattebelle-tje berisi rekomendasi boss-nya sampai ke
tangan si penyanyi ex-Taiwan melalui seorang pelayan wanita
yang diberi tip tidak kurang dari lima ribu sekedar
menyampaikan kertas berharga itu. Dan malam itu Tong A Su
menerima si cantik bersuara merdu di kamar sebuah hotel
kelas satu. Tetapi celaka benar, baru saja [..]
7 hours ago by dino
SH Mintardja
Pelangi Di Langit Singosari
Jilid 16
BARULAH DI GARDU pertama kedua prajurit itu dapat meyakinkan diri mereka. Dari pemimpin prajurit yang bertugas di regol, kedua prajurit itu mendapat beberapa penjelasan tentang kedatangan Mahisa Agni. Diberitahukannya pula bahwa Mahisa Agni datang bersama dua orang prajurit yang sudah mereka kenal dan yang mereka ketahui tugas-tugasnya pula.
“Maafkan kami” berkata kedua prajurit itu, “kami bertugas di dalam halaman istana sehingga kami tidak mengetahui kehadiran Tuan. Apabila demikian, marilah Tuan kami antarkan ke serambi belakang istana di samping regol itu tadi. Namun terpaksa Tuan masih harus menunggu, sampai Tuan mendapatkan izin masuk ke [..]
9 hours ago by dino
SH Mintardja
Pelangi Di Langit Songosari
Jilid 15
TERNYATA SENTUHAN batu kecil itu benar-benar tidak di duganya. Tenaga dorongnya telah mampu menggetarkan tongkatnya. Karena itu, maka dengan demikian segera Empu Sada mengetahui bahwa kekuatan orang yang melemparkan batu itu benar-benar kekuatan yang tidak dapat dianggap ringan.
Kini ia telah dapat meyakini, bahwa sebenarnya memang bukan salah seorang anak-anak Panawijen itulah yang melemparkan batu itu. Ketika ia sedang menghadap kepada ketiga anak itu dan memandangi mereka, maka dilihatnya batu itu melontar dari gerumbul di belakang anak-anak yang membeku itu. Dengan demikian maka segera Empu Sada mengetahuinya, bahwa seorang telah bersembunyi di balik [..]
9 hours ago by dino
SH Mintardja
Pelangi Di Langit Songosari
Jilid 14
MAHISA AGNI memandangi wajah Ken Arok tajam-tajam. Tetapi ia tidak melihat kesan apapun dari wajah itu. Ken Arok itu ternyata berkata demikian saja tanpa ungkapan yang mendalam, sehingga Mahisa Agni pun tidak dapat menangkap perasaan lain daripada kekecewaan itu.
“Kenapa kau kecewa” bertanya Mahisa Agni.
“Aku ingin mengembalikan kepadamu untuk menebus kebodohanku. Aku sama sekali tidak mencoba menghalangi perbuatan Tunggul Ametung dan Kuda Sempana, pada saat mereka mengambil gadis itu. Ternyata sikap Witantra jauh lebih baik dariku. Tetapi kini ternyata Witantra menyetujui sikap Tunggul Ametung, meskipun alasannya dapat aku mengerti. Maksudnya adalah, untuk [..]
9 hours ago by dino
SH Mintardja
Pelangi Di Langit Songosari
Jilid 13
Ki BUYUT PANAWIJEN mengangguk-anggukkan kepalanya. Meskipun ia masih juga bersedih atas bendungan yang pecah itu, tetapi ia berbesar hati pula, bahwa anak-anak muda di
padukuhannya kini telah bangkit untuk menyelamatkan padukuhannya.
Maka sejenak kemudian. Orang-orang Panawijen yang berdiri mengitari Mahisa Agni itu pun semakin lama semakin susut.
Satu demi satu mereka meninggalkan tepian dan bendungan yang telah pecah itu. Sekali-sekali mereka berpaling, dan sekali-sekali mereka masih juga tergetar hatinya. Bendungan yang selama ini memberi mereka air sebagai sumber hidup mereka. Kini Panawijen itu benar akan menjadi kering, seperti kutuk yang telah diucapkan oleh [..]
9 hours ago by dino
SH Mintardja
Pelangi Di Langit Songosari
Jilid 12
EMBAN ITU TERKEJUT. Tersentak ia mengangkat wajahnya dan dilihatnya Nyai Puroni berdiri di sampingnya.
“Aku akan ke belakang sebentar emban” berkata Nyai Puroni, “tunggulah kau di dalam, mengawani Angger Ken Dedes. Tetapi ingat semua pesan-pesanku”
“Baik Nyai” sahut Madri yang kemudian melangkah memasuki sentong tengen mengawani Ken Dedes.
Dalam pada itu, di ruang yang lain Akuwu Tunggul Ametung sudah siap menerima Witantra dan Ken Arok. Ketika kemudian seorang pelayan menyampaikan kepada Tunggul Ametung bahwa kedua orang itu telah berada di halaman belakang, maka segera mereka berdua dipanggilnya menghadap.
Setelah ditanyakan oleh Akuwu Tunggul Ametung [..]
19 hours ago by lovecan
BAB 5
Kepalan Wo Shi Shui dan Kail Shen Tai Gong
Tapi sewaktu Ge La Tu akan menggunakan ilmu hipnotis, dia yakin dalam satu jurus saja bisa menguasai Ning Zhi Qiu, kemenangan sudah terbayang di depan matanya. Tidak disangka
mendadak kakinya dicengkram oleh Hu Shang Ge hingga terpaksa dia menendang raksasa itu jauh-jauh. Karena gangguan itu dia menjadi tidak bisa berkonsentrasi, membuat Ning Zhi Qiu mengambil kesempatan ini melepaskan diri, Ge La Tu sadar atas kesalahannya, diapun melompat menjauh!
Hu Shang Ke masih ditarik berjalan mundur oleh Shen Tai Gong dan lewat di depan Ge LaTu. Melihat Shen Tai Gong, [..]
19 hours ago by lovecan
BAB 4
Dua sempoa
Pejabat kota Xia Guan, Long Jian (Pedang naga) yang bernama Ning Zhi Qiu, memiliki 4 orang murid dan juga anak buah yang setia. Mereka sedang berpatroli melewati gang-gang kecil dan memasuki jalan raya. Selesai berpatroli di dekat rumahnya, dia melihat ada beberapa orang yang berdiri di sana.
Setelah melihat dengan jelas Ning Zhi Qiu mengetahui jumlah mereka ada 7 orang, dan dia sudah mengerti maksud kedatangan mereka. Kabar datang dengan sangat cepat! Lebih cepat dibandingkan dengan kedatangan tujuh pembunuh itu. Tapi bila jujur dikatakan, gerakan ketujuh orang itu memang cepat, tadi sewaktu dia sedang berpatroli dia [..]
19 hours ago by lovecan
BAB 3
Tiga pisau sakti
Dikota Wu Hu.
Di Huai Bei bila di rumah seseorang berani menggantungkan papan dengan huruf 'Huai Bei Shi Jia' berarti pemilik rumah itu sangat dihormati orang-orang, kalau tidak mempunyai ilmu hebat, mungkin dalam waktu dua jam papan itu akan diturunkan dan akan langsung dihancurkan oleh orang-orang.
Tapi ada sebuah papan yang ditulis dengan huruf emas itu,
sekarang warna papan itu sudah pudar menjadi kekuningan. Papan itu sudah tergantung selama 20 tahun lamanya, tapi tidak ada seorangpun yang berani menurunkannya. Malah orang-orang merasa papan yang bertuliskan huruf 'Huai Bei Shi Jia' ini terlalu sedikit, maka orang-orangpun [..]
19 hours ago by lovecan
BAB 2
Sekali pukul langsung mati
Xi Wu Hou tampak sangat senang. Sambil tertawa dia menunjuk orang Qi Dan itu dan berkata, "Beliau adalah seorang jenderal besar dan nama beliau adalah Xia Hou Lie dari kerajaan Jin. Gerakan beliau tadi hanya memperagakan sedikit ilmu yang dimilikinya, supaya kalian, orang-orang yang pantas dikasihani, bisa terbuka matanya lebar-lebar!"
Semua orang merasa marah mendengar perkataan Xi Wu Hou, sebenarnya Xi Wu Hou adalah orang Song mengapa dia mau saja menjadi kaki tangan negara lain? Tapi mereka pun takut pada wibawa Xia Hou Lie, karena itu mereka tidak berani bersuara.
Li Long Da terdiam. [..]
12,068 members, latest registered is jember (13 hours ago). 234 articles. 208 reviews. 626 literatures, with 10,381 chapters. 659 production information in catalog. 2,352 forum threads, with 54,859 posts.