Diasajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 14 : RAJA IBLIS TULANG PUTIH
BAGIAN : BAB – 14.3
„PEDANG .......HALILINTAR ....... ?" Pek-kut Mo-kun menyurut mundur tiga langkah.
„Ya...., Thian-lui-koay-kiam atau Pedang Halilintar aneh. Ilmu pedang yang khusus untuk melenyapkan kaum durjana dan siluman!"
Seketika berobahlah wajah Pek-kut
Diasajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 14 : RAJA IBLIS TULANG PUTIH
BAGIAN : BAB – 14.2
„HEH..., HEH...., HEH ....." terdengar orang misterius yang bersembunyi di atas pohon itu tertawa mengejek dan menukas pembicaraan Gak Lui. „Gak Lui, engkau memang anak yang pandai. Tetapi
Diasajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 14 : RAJA IBLIS TULANG PUTIH
BAGIAN : BAB – 14.1
LEMBAH GUNUNG Pek-wan-san sunyi senyap. Tetapi, hutan belantara gunung itu tampak hiruk-pikuk dengan margasatwa yang terbang berseliweran. Suatu tanda bahwa mereka tertejut karena kedatangan manusia.
Dan memang pada jalan
ILMU PEDANG PENGEJAR ROH
Karya: Mong Long
Sumber: lavilla
Ebook: Dewi KZ
Bagian-12
Obat sudah mendidih, Li Hao membereskan semuanya, pada saat keluar dari sana wajahnya terlihat sinis dan licik.
Lu Yue-juan tidak bertanya persiapan membangun kantor Biao sampai ditahap apa, Li Hao semakin sering keluar rumah, pagi pergi pulang malam, malah sudah dua hari ini
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 13 : MAHARAJA
BAGIAN : BAB - 13.3
AKHIRNYA Gak Lui menurut. Bertanyalah ia kepada Gan Ke-ik: „Kalau kutanyakan tentang hal2 yang akan datang, apakah juga manjur....?"
„Sudah tentu manjur juga. Tetapi bayang2 pada cermin itu, mungkin saat itu sukar
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 13 : MAHARAJA
BAGIAN : BAB - 13.2
PADA SAAT Gak Lui sedang terbenam dalam keheranan, makhluk aneh itu sudah tiba. Ternyata tubuh makhluk aneh itu mengeluarkan semacam hawa. Dan hawa itupun bergulung-gulung melanda kearah Gak Lui. Seketika Gak
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 13 : MAHARAJA
BAGIAN : BAB - 13.1
SE BUN GIOK pun menyusul tiba. Dia terbeliak kaget juga, serunya: „Apakah bukan ketua partai Bu-tong-pay?"
Gak Lui dan Se Bun Giok cepat melesat ke samping pohon. Tampak separoh tubuh Ceng Suan
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 11 : HENG SAN PAY
BAGIAN : BAB - 12.3
CEPAT sekali sosok tubuh itu telah meluncur turun. Kira2 masih kurang 20-an tombak dari tanah, tiba2 orang itu mengembangkan sesosok payung sehingga luncur tubuhnya tertahan, Tak berapa lama iapun
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 11 : HENG SAN PAY
BAGIAN : BAB - 12.2
„GAK LUI maju tiga langkah, berseru nyaring: „Siapakah gelaran dari kuil-taysu? "
„Aku Hwat Hong ketua perguruan Heng-san-pay .......... ,"
„Oh..., kiranya Hwat Hong taysu, maaf.... aku berlaku kurang hormat:
Disajikan Oleh : T.A.H.
Sumber : Buku Cersil
“PEDANG KUNANG-KUNANG”
Karya : S.D. LIONG
JILID 06
BAB 11 : HENG SAN PAY
BAGIAN : BAB - 12.1
DIAM DIAM GAK LUI GELI. Segera ia melolos pedang Pelangi. Ditimpah oleh sinar matahari, pedang yang hanya dua inci panjangnya itu, memancarkan sinar hijau bening. Lebih jernih dari air