Bacaan oleh andu

HomeBacaanBacaan oleh andu


Kasih Diantara Remaja (Tamat)

Berdebar jantung Han Sin. Dia merasai ketakutan dan kegelisahan seperti gadis itu. Pikirannya masih terang maka keadaan begini tentu saja menimbulkan perasaan yang tidak karuan dalam hatinya. Memang pada dasarnya Han Sin adalah seorang pemuda romantis, mungkin darah ayahnya menurun kepadanya. Maka ketika merasa betapa gadis itu mendekapnya, ia jadi

Pengarang Kho Ping Hoo • 43 bab • Diperbarui 18 Mei 2008 jam 9:20am

Shan-tung Koay-hiap (Tamat)

Tiong San teringat akan keadaan orang-orang yang menganggap diri sendiri “waras” dan nampak olehnya betapa banyak sekali kepalsuan dan keburukan terdapat pada orang-orang yang tidak gila ini. Seperti dia sendiri, ia bersenang selagi hatinya murung, selagi banyak sekali hal mengganggu ketentraman jiwanya, tentang kegagalan mendapat pangkat, tentang keadaan ibunya yang

Pengarang Kho Ping Hoo • 18 bab • Diperbarui 8 Maret 2008 jam 3:21pm

Iblis dan Bidadari (tamat)

DENGAN muka merah, Hwe-thian Mo-li menudingkan telunjuknya ke arah hidung nona penari itu sambil berkata ketus, “Siapakah kau yang sombong dan lancang ini? Mengapa kau berani mati sekali mendahului aku yang hendak memenggal leher binatang Liok Kong? Lekas katakan apa alasanmu. Kalau tidak jangan harap aku Hwe-thian Mo-li dapat mengampuni

Pengarang Kho Ping Hoo • 10 bab • Diperbarui 6 Februari 2008 jam 9:57pm

Kang-lam Tjiu-Hiap (Tamat)

Kemudian tiba-tiba pemuda itu membentak keras dan dari mulutnya tersemburlah arak yang diminumnya tadi dan para penjaga kini bengong dan memandang dengan mata terbelalak karena terdengar pekik kesakitan dan lima orang di antara tujuh pengeroyok itu segera melemparkan pedangnya atau goloknya dan menggunakan tangan untuk menutupi muka mereka sambil merintih-rintih

Pengarang Kho Ping Hoo • 36 bab • Diperbarui 26 Januari 2008 jam 7:56pm

Pedang Keramat Thian Hong Kiam (Tamat)

Kaisar Tang melarikan diri dan pasukan petani memasuki ibukota Cang-an, disambut oleh penduduk dengan gembira dan penuh harapan.Pada waktu itu, Liu Mo Kong mengajak puterinya pergi meninggalkan istana. Biarpun dia menjadi kepala bagian bendahara raja, namun ia tidak mau membawa barang-barang istana, kecuali sebatang pedang, karena menurut kepercayaan keturunan raja-raja

Pengarang Kho Ping Hoo • 7 bab • Diperbarui 8 November 2007 jam 6:10pm