Home → Ulasan → Film → Unleashed
Danny the Dog (judul Hong Kong)
http://unleashedmovie.com
Bart (Bob Hoskins) adalah seorang preman, lintah darat, ato loan-shark. Dia minjemin uang dengan bunga tinggi. Orangnya pendek, agak bulat, ga gitu jago berkelahi. Anak buahnya cuma dua, keduanya bego, ga terlalu hebat berkelahi juga ga tepat nembaknya. Singkat cerita Bart hanyalah satu dari puluhan preman di kota. Semua orang takut ama Bart. Kenapa? Soalnya Bart punya jagoan, Danny (Jet Li). Satu kalimat yang selalu dipakai oleh Bart, yang membuat keder semua yang mendengar: "You pay on time I keep the leash on. You don't, I take the leash off." ("Kamu bayar tepat waktu aku biarkan kekang dipakai. Kamu tidak bayar, aku cabut kekangnya.")
Begitu leash dilepas, dengan satu perintah, Danny bisa menghajar semua musuh. Ga peduli lawan satu ato belasan, tangan kosong ato pake senjata, semua pasti abis dibabat. Hanya beberapa menit film mulai kita sudah disuguhi tampilan Danny tanpa leash. Anehnya begitu leash dipasang kembali di leher, dia berubah sama sekali menjadi jinak.
Sekilas kita semua sudah tau kalo ada yang ga beres dengan Danny. Dan menurut gua, inilah pusat cerita dari film ini. Pada awalnya diceritakan bahwa Danny sejak kecil telah dipelihara oleh Bart. Bagaimana awal pertemuan Danny dan Bart akan dijelaskan kemudian.
Dibilang seolah2 seperti anjing tidak benar juga. Danny dapat berpikir sebagaimana layaknya orang biasa. Well ... seperti orang biasa yang sejak kecil telah dikekang. Ga terlalu normal tapi dapat menyadari diri sendiri membedakan antara tindakan manusia dan binatang. Menurut synosis dibilang bahkan Danny bertingkah laku seperti anak kecil. Kesan yang gua dapat adalah dewasa. Banyak hal yang kita anggap normal dan lazim tidak pernah ia ketahui, seperti vanilla ice cream. Pertama kali mengenal hal2 ini ia kaget, seperti layaknya semua orang. Tapi cuma segitu saja. Jalan pikiran masih cukup normal seperti orang biasa.
Setelah dibawa untuk membantu menghajar musuh dan menagih utangan, Danny kembali dikurung seperti layaknya binatang. Baju kusam tidak pernah diganti. Tidak boleh keluar sama sekali. Sehari2 makan makanan kaleng dengan menggunakan tangan kotor. Ga usah ditanya, ga ada playstation buat Danny.
Sejak kecil Danny menyukai musik. Paling tidak, ia menyukai gambar piano yang dilihatnya.
Pada suatu hari, sewaktu ikut Bart menagih utang, mereka pergi ke gudang tempat barang tua. Di dalamnya ada beberapa piano. Di sana pula ia bertemu Sam (Morgan Freeman). Sam yang sedang tuning (membetulkan nada) piano, menemani Danny memasuki dunia musik. Setelah bertahun2, pertama kali Danny dianggap sebagai manusia, dan tidak dibentak ato dipukul.
Unleased, atau Danny the Dog, mungkin bisa dikategorikan sebagai film action. Bisa juga dikategorikan film drama. Tentunya ada adegan baku hantam, hey ini film Jet Li! Namun kesan paling mendalam setelah melihat film ini adalah bagaimana seorang anak yang begitu murni dapat berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Bagaimana kita para manusia yang merasa lebih tinggi derajatnya dari binatang, dapat menyiksa seorang anak kecil, lebih keji dari binatang. Bertahun2 pula.
Sam, menerima Danny sebagai keluarga. Bersama Victoria (Kerry Condon), ia mulai menyembuhkan luka Danny. Perlahan2 Danny mulai pulih (mestinya perlahan2 tapi difilm cuma 5 menit udah beberapa minggu. ). Ia pun mulai bertanya2 siapakah Bart sebenarnya, dan di mana orang tuanya.
Dari segi action memang bagus tapi tidak terlalu banyak. Kalo nonton film ini berharap liat gebuk kiri gebuk kanan dari awal sampe keluar credit, kayanya bakalan kecewa. Koreografi direncanakan oleh Yuen Wo Ping. The Yuen Wo Ping! Jelas bagus dong. Ga ada adegan terbang2. Pemakaian tali juga sangat minimal. Kesannya berantem beneran dan masuk akal. Tapi film ini bukan mutlak action, jadi seperti gua bilang tadi, ga full dari awal sampe akhir.
Bagian lain adalah perjalanan Danny. Proses penemuan kembali jati diri yang hilang. Jet Li, yang memang bukan dari awal ngomong Inggris, cuma dapat bagian dialog minimal. Sebenarnya ini bukan hal terlalu jelek. Action memang top. Drama ... hmm ekspresi muka masih kurang.
Di sini lah Morgan Freeman dan Bob Hoskins masuk untuk membantu. Luc Besson (produser dan penulis cerita) dengan tepat memilih dua peran pembantu yang banyak pengalaman dalam film yang mementingkan karakter. Jet Li pasti hepi sekarang karena maen film ini. Beda dari pengalaman Jackie Chan yang terperangkap masuk Rush Hour 2, The Tuxedo, Shanghai Knights, dan film hollywood parah lainnya. Luc Besson berhasil membawa aktor kawakan untuk peran yang pas bagi mereka masing2. Inilah yang membuat film ini berhasil. Dengan tidak memaksakan karakter seperti yang dilakukan pada Jackie Chan, sampai dia menyerah dan balik ke Hong Kong.
Begitu mendengar nama Jackie Chan pasti mikirnya action comedy. Semua film dipaksakan banyak berantem (rata2 bagus karena Jackie) dan komedi splastik tanpa makna (ga cocok dan menurut gua ga lucu). Mendengar nama Jet Li juga langsung mikir action. Untuknya Luc masih mau menaikkan kualitas film ini lebih tinggi, dengan memberi cerita berisi (biarpun ga terlalu dalam tapi masih ada ceritanya). Bukan cerita cuma buat alasan berantem. Bahkan yang mengejutkan, di Unleashed ga ada "big boss" ato musuh terakhir yang harus dihajar di akhir film.
Sebagai penutup, Unleashed layak ditonton. Karena sudah menyebut Jackie Chan, Unleashed juga dapat disamakan dengan New Police Story. Action dengan drama. Memang ga semuanya berkat Jet Li seorang, Morgan Freeman sangat mendukung di sini.
Nilai | ![]() |
---|---|
Kategori | Film |
Negara | Amerika Serikat |
Tahun | 2005 |
HitCount | 1.405 |