Home → Ulasan → Film → Flightplan
Directed by: Robert Schwentke
Actors: Jodie Foster, Peter Sarsgaard, Sean Bean, Marlene Lawston, Erika Christensen
Synopsis:
Seorang ibu muda yang baru saja kehilangan suaminya karena kecelakaan jatuh dari gedung bertingkat, kini harus menghadapi kenyataan kehilangan putri tunggalnya di sebuah pesawat terbang. Tidak menyerah dengan semua situasi yang melawannya, ibu muda ini berusaha tanpa henti untuk menemukan putrinya.
Storyline/Scenario and Review:
untuk Story
Sebelum menonton film ini, kita sudah lebih dahulu tahu reputasi Jodie Foster, dan tentu saja (untuk yang sudah menonton) ingat dengan Panic Room. Harap-harap cemas yang dibawa sebelum menonton film ini kemudian berakhir dan Flightplan ternyata memiliki cerita yang tidak kalah menariknya. Kesalahan-kesalahan yang ada dalam cerita ini kebanyakan sudah direvisi terlebih dahulu oleh penulisnya. Ini dikarenakan cerita Flightplan telah ditulis bertahun-tahun lamanya dan sudah mengalami perombakan cukup banyak. Sekedar catatan saja, cerita orisinalnya menyajikan seorang duda sebagai protagonis utama tapi, seperti yang kita tahu, ini kemudian diganti dengan karakter yang ditulis spesial untuk seorang Jodie Foster.
Bila kita berusaha mencari kelemahan dalam sebuah cerita thriller/horror/misteri maka hampir selalu kita akan bisa muncul dengan pertanyaan "kenapa berbuat begini?" dan pernyataan "itu tidak masuk akal" dan sebagainya. Jarang ada thriller yang bisa lolos dari celaan seperti itu, biarpun ceritanya sudah direvisi berkali-kali untuk menutupi celah-celah yang ada. Flightplan juga termasuk kategori ini. Beberapa bagian dari film ini dengan mudah bisa mengundang debat seperti misalnya saat Kyle Pratt (Jodie Foster) secara seenaknya menuduh salah satu penumpang secara sembarangan dan berakhir dengan penumpang lain berasumsi Arabian = Terorists.
Overall, ini adalah cerita yang solid dan ditata dengan serapi mungkin. Meski menurut saya masih tidak sebaik Panic Room, tapi itu adalah karena preferensial pribadi.
Karakterisasi:
Apalagi yang mau dikatakan? Jodie Foster kembali menampilkan permainan yang apik. Dan sebagai karakter utamanya, ia sendirian berhasil mengangkat sebuah film dengan cerita yang lumayan menjadi lebih baik. Bukan berarti pemain lainnya bermain dengan buruk. Sean Bean juga menampilkan performance yang tidak kalah seriusnya. Sayangnya ini tidak diikuti oleh para pemain lainnya. Dan akhirnya tetap harus diakui bahwa Jodie sendirilah yang jadi penopang kekuatan film ini.
Picture/Graphic:
Mungkin cuma bayangan saya saja, tapi tampaknya beberapa adegan memakai koridor pesawat yang sama, padahal mestinya berbeda? Di luar itu, ini tidak berbeda dengan film-film yang mengambil setting di dalam pesawat lainnya.
Music dan Sound:
Rasanya ada yang kurang dalam hal ini tapi agak sukar untuk menggambarkannya. Mungkin bisa dikatakan bahwa musik cukup mendukung tapi masih terasa kurang untuk membantu mengangkat suasananya. Suasana diangkat oleh kekuatan akting Jodie sendirian.
Kesimpulan:
Menarik untuk mengetahui bagaimana ending dari sebuah cerita tentang seorang ibu yang mencari anaknya yang hilang di dalam pesawat, meskipun mungkin sebagian dari kita sudah bisa menebak endingnya. Direkomendasikan untuk ditonton sebagai salah satu film action yang menghibur (karena menurut saya ini bukan sepenuhnya thriller/misteri).
Nilai | ![]() |
---|---|
Kategori | Film |
Negara | Amerika Serikat |
Tahun | 2005 |
HitCount | 1.528 |