Home → Ulasan → Komik → Imadoki!
Judul: Imadoki! (yang artinya kurang lebih: Jaman sekarang)
Mangaka: Yuu Watase
Volume: Lima
Genre: Shoujo, drama percintaan, komedi
Salah satu dari sedikit (banget!) shoujo manga yang bisa gue nikmati tanpa terenek-enek. Sejauh ini, gue anggap sebagai karya terbaik Yuu Watase. Dia berhasil mengemas cerita cinta yang ringan dengan bumbu humor dalam 5 jilid, tuntas, plus bonus 2 cerita lainnya. (Satu prequel Imadoki!, satu cerita lepas)
Alur ceritanya hampir sama dengan Hana Yori Dango, tentang seorang cewek miskin yang masuk ke sekolah elit, alhasil dikeroyok sana sini dan akhirnya malah dapat primadono sekolahan. Tapi beda dengan Makino Tsukushi yang bertabiat mengerikan dan ngajak berantem melulu (nggak heran jadi dimusuhi satu sekolahan, udah miskin jutek pula) Yamazaki Tanpopo –tokoh utama Imadoki!- adalah gadis kampung yang humble, lugu, polos dan tidak pernah punya prasangka buruk pada siapa pun. Dia datang dari kampung kepulauan Hokkaido, dibesarkan kakek neneknya dan selepas SMP dapat beasiswa masuk Meio School, SMU paling elit dan canggih di Tokyo. Tanpopo berangkat ke Tokyo dengan satu tekad: dapat teman sebanyak-banyaknya di Meio School.
Sesampainya di sana, dia disambut kenyataan yang jauh dari harapannya: Meio School adalah sekolah yang sangat dingin dan artificial (bahkan tumbuh-tumbuhan di sana juga palsu), sepenuhnya tergantung dengan sistem komputerisasi, dan diperparah dengan hubungan saling menjilat antar para murid dan guru. Kehadiran satu benda yang aneh sendiri (baca: Tanpopo) jelas tidak diterima murid-murid Meio, terutama teman-teman sekelas Tanpopo. Tapi Tanpopo dengan segala keluguannya (atau boleh dibilang lemot?) terus maju dan membuat berbagai “terobosan” yang membuat seisi sekolah tercengang, khususnya waktu dia membuat komite pengurus kebun sekolah.
Tanpopo bisa mati ditindas teman-temannya kalau saja diam-diam tidak dibela Kugyou Kouki, cowok dingin yang merupakan putra pemilik Meio School. Meski sikap Kugyou sangat ketus, Tanpopo yakin dia cowok yang bertabiat lembut, karena pernah memergokinya mengurus tanaman di sudut sekolah dengan penuh kasih sayang. Atas dukungan Kugyou pula, Tanpopo berhasil membentuk komite pengurus kebun, dan perlahan-lahan mulai merangkul teman-teman baru.
Teman-teman yang ia dapat tak kalah aneh dari dia ^^; Mulai dari Saionji Tsukiko si cewek matre dan penuh perhitungan, Kyougoku Aoki si maniak komputer (dan sukses mengacau sistem komputer sekolah, yeaaah!!! ^0^ ), juga Uchimura Arisa, ganguro pecinta dugem yang nyaris aborsi karena dihamili ketua OSIS. Kekompakan perkumpulan manusia unik ini teruji dalam berbagai cobaan, sampai akhirnya diakui oleh pihak sekolah. Tapi komite ini nyaris berantakan dengan kehadiran Youji (kakak Kugyou) dan Erika (tunangan Kugyou) yang membuat Tanpopo akhirnya berkemas pulang ke Hokkaido.
Kisah ditutup dengan sebuah adegan yang sangat manis, di padang bunga tanpopo (tanpopo artinya dandelion) di Hokkaido. Moral of the story: Cinta tak mesti harus (segera) bersatu.
My comments: Cerita bagus, sangat menghibur, meski jadi agak-agak telenovela di jilid 4. Artwork matang, sangat detil, dapat empat jempol. Sense of humour Yuu Watase terlihat jelas di kisah ini (sebetulnya mangaka ini memang punya selera humor yang cocok banget sama gue, tapi selalu ketutupan sama faktor-faktor annoying yang selama ini jadi trade marknya: tokoh utama cewek bebal yang nyusahin, nggak punya sikap dan mau sama semua cowok di sekitarnya. Aaargh...) Cerita yang pekat dengan rasa persahabatan ini bisa jadi hadiah bagus buat teman baikmu
Nilai | ![]() |
---|---|
Kategori | Komik |
Negara | Jepang |
Tahun | 2002 |
HitCount | 1.995 |
Baca semua komentar (1)
Tulis Komentar
#1 | ![]() |
Sina
23 Maret 2009 jam 1:13pm
 
ehm.. aku dah pernah baca tuh komik kok.. bagiku sih emang bagus karena selain ada beberapa humor seperti insiden yng dilakukan Kyogoku Aoi.. di lain hal.. tokoh Tanpopo yg selalu tabah itulah yg juga menarik. |