Gui Zhang Fu (Misteri Perkawinan) - Chiung Yao

HomeUlasanNovelGui Zhang Fu (Misteri Perkawinan) - Chiung Yao

Rei-chan
26 Februari 2004 jam 8:49pm

Benang merah perjodohan Lemei dan Chihsuan telah digariskan sejak orangtua Chihsuan menolong ibu Lemei yang akan melahirkan di tengah perjalanan. Namun dalam suatu hura-hara melawan gerombolan perampok, ayah Chihsuan tanpa sengaja membunuh ayah Lemei. Sejak itu keluarga Lemei memutus hubungan dengan keluarga Chihsuan dan hidup dalam dendam membara. Tak diduga, delapan belas tahun kemudian Lemei dan Chihsuan untuk pertama kalinya bertemu dalam suatu pesta rakyat dan keduanya saling jatuh cinta. Tak mudah meluluhkan hati keluarga Lemei, terutama ibunya, untuk menerima kehadiran Chihsuan. Setelah melalui berbagai rintangan berat sampai akhirnya hubungan mereka disetujui, badai kembali menerjang. Menjelang pernikahan, suatu kebakaran besar meluluh-lantakkan kediaman keluarga Chihsuan dan menghancurkan wajahnya yang tampan. Tak rela calon istrinya yang jelita bersanding dengan seorang yang cacat, Chihsuan menyuruh keluarganya bersandiwara dan mengatakan kepada Lemei bahwa ia telah tewas dalam musibah kebakaran. Hati Lemei hancur berkeping-keping, namun ia tetap bersikeras meneruskan pernikahannya, meski harus menikah dengan papan arwah Chihsuan. Lewat Lao Ke, ia berhasil berhubungan dengan "hantu" Chihsuan dan dengan kesungguhan cintanya, Lemei tak peduli jika ia harus menyandang status istri yang bersuami hantu.

Tokoh:
Yuan Lemei --> mutiara keluarga Yuan dan Han. Sejak kecil ia dibesarkan ibunya dalam keluarga Han. Sifatnya lembut, penurut, penyayang, berperasaan halus, namun sewaktu-waktu bisa juga nekat dan keras kepala. Ia jatuh cinta pada Chihsuan, tapi patah hati begitu tahu keluarga mereka punya dendam lama. Meski sering bersumpah kepada ibunya takkan menemui Chihsuan, Lemei tak bisa mengingkari hatinya yang telah telanjur diberikannya pada Chihsuan. Kesetiannya sangat besar sampai bersedia menikah dengan papan arwah Chihsuan dan menjadi menantu keluarga Ke.

Ke Chihsuan--> pemuda yang humoris dan periang, anak dan cucu kebanggaan keluarga Ke. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Lemei dan berhasrat menyunting Lemei. Tahu bahwa keluarga Lemei sangat mendendam pada keluarganya, ia memakai nama samaran saat mendekati Lemei. Namun sejak kebakaran hebat yang membuat wajahnya cacat dan kakinya pincang ia menjadi seorang yang penyendiri, paranoid, rendah diri dan mudah marah. Ia membiarkan Lemei masuk dalam keluarganya dengan harapan suatu hari nanti cinta Lemei akan pudar ditelan waktu dan gadis itu dapat kembali meneruskan hidupnya. Tetapi karena tak kuasa menahan rasa rindunya pada Lemei, ia memakai topeng dan menyamar sebagai Lao Ke, tukang kebun keluarga Ke yang menjadi penghubung antara dunia fana dan baka.

Yinghsue --> sejak kematian suaminya yang tragis, ia memendam kebencian kepada keluarga Ke dan berperan sebagai seorang single mother yang tabah. Ia mendidik Lemei dengan keras dan konservatif. Orangnya keukeuh dan sulit diajak kompromi, tapi kasih sayangnya pada Lemei tak perlu diragukan. Ketika tahu Lemei berhubungan dengan anak musuh keluarganya, ia amat murka dan menyuruh Lemei berlutut di hadapan altar mendiang suaminya.

Shipeng & Yanfang --> orangtua Chihsuan yang penuh pengertian dan sabar. Berulang kali mencoba minta maaf kepada keluarga Lemei atas kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya ayah Lemei, tapi tak digubris oleh Yinghsue. Mereka sangat mendukung usaha Chihsuan mendapatkan Lemei dan merekatkan kembali tali persahabatan kedua keluarga yang terputus.

Han Hungta --> kakak sepupu Lemei yang emosional namun baik hati dan jujur. Ia menyukai Lemei tapi mengalah begitu tahu Lemei mencintai Chihsuan. Beberapa kali ia menjadi kurir yang membawa pesan Lemei kepada Chihsuan.

Pochao & Shupin --> orangtua Hungta yang amat menyayangi Lemei dan sudah menganggap gadis itu anak mereka sendiri. Pochao orangnya keras dan tegas sementara Shupin lembut dan keibuan.

Yang Wanli --> sahabat karib Chihsuan yang menguasai ilmu pengobatan. Penampilan luarnya kasar, galak dan tak sabaran tapi hatinya lembut. Otaknya cerdik dan sangat setia kawan. Sama seperti Hungta, ia juga menyukai Lemei, tapi mundur karena tahu Chihsuan dan Lemei saling mencintai. Ia malah membantu Chihsuan berhubungan dengan Lemei. Wanli jugalah yang merawat luka bakar Chihsuan bersama Tzeyan hingga lama-kelamaan kedekatan mereka menimbulkan benih-benih cinta.

Fang Tzeyan --> gadis misterius yang menyusup masuk menjadi pelayan dalam keluarga Ke. Tujuannya satu: membalas dendam kepada Nyonya Tua Ke, yang tak lain adalah nenek Chihsuan. Tzeyan memiliki masa lalu yang getir. Ibunya yang pernah menjadi pelayan kesayangan Nyonya Tua Ke dinodai oleh kemenakan nenek Chihsuan. Ketika hamil ia diusir oleh Nyonya Tua Ke dan tersesat ke rumah bordil sampai akhirnya menjadi gila dan mati mengenaskan. Dengan sikapnya yang manis dan cekatan, Tzeyan berhasil mengambil hati dan mendapat kepercayaan Nyonya Tua Ke, namun akhirnya tak sampai hati membunuh nenek Chihsuan. Ia sama sekali tak menyangka api yang disulutnya di gudang harta keluarga Ke bisa menjalar habis ke kediaman keluarga Ke dan hampir merenggut nyawa Chihsuan. Ia menebus dosanya dengan mengabdikan diri merawat Chihsuan bersama Wanli dan berusaha sekuat tenaga menyatukan kembali hubungan Chihsuan dengan Lemei.

Nyonya Tua Ke --> kepala keluarga Ke yang berwibawa dan kolot. Ia amat menyayangi cucunya dan begitu terpukul ketika tahu bahwa Chihsuan menjadi korban dari kesalahannya di masa lalu.

Hsiopei --> pelayan Lemei yang konyol dan agak telmi, tapi ia amat setia pada majikannya dan beberapa kali menjadi kurir penyampai pesan antara Lemei dan Chihsuan.

Adegan yang berkesan, a.l:
* Pertemuan pertama kali antara Chihsuan dan Lemei di pesta topeng desa Wushan.
* Lemei tak sengaja terpanah saat melepaskan rubah putih yang akan dikorbankan dalam perayaan adat.
* Saat Chihsuan melihat tanda lahir berupa bunga meihua di pergelangan tangan Lemei dan menyadari bahwa gadis itu tunangannya sejak kecil.
* Chihsuan membelikan hiasan sulaman rubah putih untuk Lemei.
* Surat Chihsuan yang bertuliskan "Aku menunggumu, hari ini, besok, setiap hari" ketika Lemei tak mau menemuinya.
* Ketika untuk pertama kalinya Chihsuan memeluk dan mengecup Lemei di bukit kecil.
* Saat Lemei diusir ibunya dan jatuh ke jurang dalam perjalanan mencari Chihsuan.
* Ketika Chihsuan dengan setia menunggui Lemei yang sedang kritis di sisinya.
* Kebakaran besar yang membuat Chihsuan menjadi cacat.
* Pengabdian Tzeyan dalam merawat Chihsuan.
* Saat Lemei hampir bunuh diri di depan batu nisan Chihsuan sementara Chihsuan memandang dengan hati hancur di kejauhan.
* Keputusan Lemei untuk menikah dengan papan arwah Chihsuan.
* Cara komunikasi Lemei dengan Chihsuan melalui Lao Ke.
* Pengakuan Tzeyan bahwa ia yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
* Lemei yang hampir membutakan matanya demi menunjukkan kesungguhan cintanya pada Chihsuan.

Komentar:
tak banyak cerita yang sebagus novelnya ketika diangkat ke layar kaca, tapi ini pengecualian. Saya menyukai novelnya dan jatuh cinta ketika melihat filmnya. Chiung Yao membuktikan kepiawaiannya mengaduk-aduk emosi pembaca. Ia bisa menggambarkan adegan dalam novelnya secara mendetail hingga kita ikut larut dalam percintaan Chihsuan dan Lemei yang mengharu-biru. Novel ini cocok untuk mereka yang senang cerita-cerita romantis. Like me, I just can't put it down.

Nilai 4 stars
Kategori Novel
Negara Taiwan
Tahun 1993
HitCount 3.273

Belum ada komentar

icon_add Tulis Komentar