Home → Ulasan → Novel → Apakah Pandangan Penulis China Terhadap Indonesia?
Salam hormat para suhu dan senior di Indozone,
Harap jangan menganggap tulisan saya ini untuk memojokan atau penebar ujaran kebencian terhadap penulis novel china, karena terus terang saya sangat menyukai novel online china dan masih membacanya sampai saat ini, terus terang saya memulai menulis ini hanya untuk curhat terhadap para suhu dan senior yang suka membaca novel, apalagi terhadap novel china.
Saya mulai menyukai membaca novel kependekaran dari Indozene, dari karya lokal sampai kebeberan keluar negeri china "Novel Online" untuk memuaskan keinginan baca karena penulis lokal sendiri terlalu sedikit, sering macet dan tidak bisa dibandingkan dengan karya china yang sudah memiliki ratusan ribu atau jutaan penulis dari berbagai macam kategori. Ini bukan penyepelakan penulis Indonesia tapi kenyataannya memang seperti itu, mohon dimaafkan kalau tersinggung.
Namun dari sekian BANYAK (tidak terhitung karena saya mulai baca dari tahun 2009 sampai sekarang) karya china yang saya baca dari "URBAN, SIN, HISTORY, FANTASY, DLL", terkadang saya merasa risih ketika membaca karya china karena "PANDANGAN" penulis china terhadap Indonesia , bagaimana tidak kalau didalam karya itu sudah berhubungan dengan orang Indonesia terlihat sangat jelas "KEBENCIAN" penulis terhadap orang Indonesia dan "TOTAL NO RESPECT" dibandingkan negara lain bukan cuman satu karya saja yang saya temukan tapi "BUANYAK" malahan saya sampai-sampai berpikir apakah "ujaran kebencian terhadap orang Indonesia" ada didalam buku pelajaran sekolah mereka???. Apakah penulis china menjadikannya "CURICULUM" untuk menulis???
+++++++++++++++++
Mari kita pikirkan bersama "PANDANGAN" dari sekian banyak novel tersebut yang dibaca oleh kaum anak, muda-mudi, dan tua, dari sekian populasi china yang notabene suangat banyak dibandingkan Indonesia "DAN NOVEL ONLINE" di china itu merupakan "TREND" yang bisa mempekerjakan ratusan ribu penulis, jadi tidak heran jika pembacanya itu mungkin bisa sampai ratusan juta atau miliaran (saya tidak melakukan statistik pembaca online novel di china) jadi saya tidak heran jika novel online bagi mereka seperti makanan sehari-hari bila dibandingkan di Indonesia.
Mari kita bersama pikirkan dari sekian banyak pembaca dan sekian banyak karya "UJARAN KEBENCIAN".
Kutip:terus terang saya sangat ingin tahu, bagimanapun juga saya sering nongkrong di novel online china (bing translate).
"Bagaimanakah pandangan masyarakat china disana kepada orang Indonesia setelah membaca karya-karya tersebut???"
Dari sekian banyak karya china yang saya baca, terdapat kesamaan alasan mengapa mereka mengujar "KEBENCIAN" yaitu "PEMBANTAIAN TERHADAP ETNIC CHINA di Indonesia" yang terjadi di JAKARTA ketika zaman Presiden Suharto, padahal jika dibandingkan dengan pembantaian yang dilakukan negara EROPA dan Jepang terhadap mereka pada saat kerajaan QING dan KEMERDEKAAN itu tidak seberapa, apalagi di zaman Kerajaan Yuan dan Mancu yang sampai menganggap mereka kambing berkaki dua(bayangkan keadaan masyarakat china disaat zaman itu)
saya kadang merasa pandangan itu sangat konstras terhadap Indonesia entah itu perasaan aku saja atau tidak, entah itu benar atau tidak yang jelas saya merasa penulis china seperti menjadikannya "BASIC COURSE" dengan alasan "PEMBANTAIAN TERHADAP ETNIC CHINA di Indonesia".
Sekian, Jika terdapat kata-kata yang tidak mengenang di hati mohon di Maafkan, dan di mengerti sebagai sesama pembaca novel.
berikut salah satu referensi "Novel Online Kebencian" :
https://www.uukanshu.com/b/70641/163687.html
Nilai | ![]() |
---|---|
Kategori | Novel |
Negara | Indonesia |
Tahun | 2018 |
HitCount | 128 |
Baca semua komentar (5)
Tulis Komentar
#1 | ![]() |
Mahesa_wong
21 November 2018 jam 6:11am
Topiknya berat pak Bos, menurut saya gak tepat mbahas hal ginian di Indozone. |
#2 | ![]() |
ardi4n
23 November 2018 jam 9:21pm
harus di katakan fantasi anda terlalu hebat, cerita itu tidak menyinggung sedikitpun tentang Indonesia. |
#3 | ![]() |
Han1977
10 Desember 2018 jam 9:08am
Makanya dukung penulis2 Indonesia supaya bisa berkarya dan menyampaikan gambaran Indonesia yang baik kepada dunia. Penulis online China bisa upload karyanya kadang2 sampai 2 bab/hari, tapi itu karena mereka bisa cari makan dari situ. Bayangkan penulis di Indozone, utk kerja sehari2 saja sdh 8-10 jam (Jam kerja + perjalanan), sampai di rumah harus meluangkan waktu utk keluarga, terutama yang sdh punya anak. Alhasil untuk menulis harus potong jam tidurnya. Tanpa hasil pula. Masih diomelin istri juga, "Aduh, koh/mas/bang, depan komputer melulu, ngapain sih? Ngimpi jadi penulis? Duit ga gablek aja mau jadi penulis." wkwkwkwk. Habis upload, kena semprot pula sama pembacanya. |
#4 | ![]() |
kurniawan73
2 Februari 2019 jam 7:20am
Saya juga pembaca novel cina,benar Kata penulis jika ada jalan cerita dikaitkan dengan orang Indonesia pasti karakter yang buruk,bangsa bodohlah,negara miskinlah,bangsa perampoklah,seakan akan ada pesan untuk pembaca novel,seperti itulah orang Indonesia. |
#5 | ![]() |
Adi_Kristi
9 Februari 2019 jam 6:54pm
Kalau soal memandang rendah Indonesia .. itu image yg sudah lama dipotret oleh banyak orang luar, bukan hanya Cina (saya sendiri blm baca itu novel2 china online (ini dlm bhs inggris atau bhs china?). Yg saya tahu, setidaknya dulu, bangsa2 lain selain China seperti Malaysia, Arab, dan mungkin masih banyak yg lain, juga demikian. Film2 hollywood juga banyak yg memandang rendah Indonesia. Tapi menurut saya pandangan spt itu salah satunya disebabkan karena memang Indonesia banyak dikenal sbg negara berkembang, negara miskin, negara pembantu rumah tangga, dan sejenisnya. Kalau soal orang2 Cina 'benci' (bukan sekedar memandang rendah) .. itu menurut saya memang bagian dari sejarah. Di kalangan orang2 Indonesia sendiri juga tidak sedikit yg punya pandangan negatif thd orang2 Cina dan cenderung membenci mereka, atau mengkambing-hitamkan mereka ketika terjadi krisis. Menurut saya image2 buruk ttg Indonesia secara berangsur-angsur sudah banyak berkurang. Selain karena pengaruh globalisasi yg membuat kita bisa lebih mudah lebih mengenal orang lain, yg membawa nilai2 kemanusian, serta prestasi Indonesia di dunia internasional yg makin marak ... saya melihat bangsa2 lain tidak lagi merendahkan Indonesia (setidaknya banyak berkurang), apalagi di kalangan milenial, mereka pikirannya lebih global, tidak gampang terkotak-kotak dan pergaulannya lebih membaur. Soal kerenggangan Cina dan pribumi di Indonesia ... menurut saya terus terang masih ada, tapi kerenggangan itu jauh berkurang di kalangan milenial. Ini pe-er kita bersama. Buang dulu itu berbagai prasangka2 buruk terhadap kelompok lain .. wong kenal juga boleh dibilang belum kita sudah main kesimpulan aja bahwa mereka nggak bener .... jangan gampang percaya pada omongan2 yg tidak jelas sumbernya, kenali dulu orang lain sebelum mengambil kesimpulan ttg baik atau buruk. Lagian, apa perlunya juga menilai orang lain sbg baik atau buruk ... urusi diri sendiri dulu, benerin diri sendiri dulu. Mari kurangi kecenderungan2 yg sifatnya menghakimi orang lain. Sbl menghakimi orang lain, mari menghakimi diri sendiri dulu .. sbl menghina orang lain, mari periksa diri sendiri dulu udah bener belum. Wallahu a'lam. Tabik. |