Pinjar

HomeUlasanFilmPinjar

hey_sephia
20 Maret 2004 jam 8:03pm

Sinopsis:
Film yang berdasarkan novel karangan Amrita Pritam ini mengambil latar belakang kekacauan karena pecahnya daerah Punjab menjadi India dan Pakistan, di tahun 1946.

Pinjar (yang berarti "skeleton") menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Puro (Urmila Matondkar) yang berasal dari keluarga Hindu Punjabi yang harmonis di Amritsar. Dengan tujuan menikahkan Puro dengan Ramchand (Sanjay Suri), mereka sekeluarga kembali ke kampung halamannya, Chatwal. Ternyata keluarga Ramchand pun bermaksud menikahkan adik Ramchand, Lajo (Sandali Sinha) dengan Trilok (Priyanshu Chatterjee) kakak laki-laki Puro. Lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Rencana dan impian yang Puro sempurna ini hancur berkeping-keping sebelum hari perkawinannya, karena seorang Muslim bernama Rashid (Manoj Bajpai) menculiknya untuk membayar "hutang" turun-temurun. Keluarga mereka ternyata adalah musuh bebuyutan.

Setelah lima belas hari, akhirnya Puro berhasil melarikan diri dari Rashid, yang ternyata sangat mencintainya dan ingin menikahinya. Puro yang trauma jelas menolak dan bertekad untuk melarikan diri. Suatu malam, Puro berhasil melarikan diri kembali ke rumah orang tuanya, hanya untuk menemukan takdir yang kejam. Orang tuanya tak mau lagi mengakuinya sebagai anak karena dianggap sudah mencemarkan nama baik keluarganya. Setelah diusir dari rumah orang tuanya, tak ada tempat lain bagi Puro selain kembali ke rumah Rashid. Rashid lalu menikahi Puro setelah Puro beralih ke Islam dan merubah nama Puro menjadi Hamida.

Pergulatan Puro tidak selesai sampai di situ. Sebagai istri, Puro tidak bisa 100% membenci Rashid karena telah menghancurkan hidupnya. Perpecahan antara Hindu dan Muslim pun memuncak dan Puro terus menerus dihadapkan pada dua pilihan yang emosional. Keluarga yang pernah mencampakkannya, atau Rashid, suami yang menyayanginya.

Opini:
Alur cerita yang lain dari cerita-cerita klise Bollywood pada umumnya. Benar-benar layak untuk ditonton. Urmila bermain bagus sebagai Puro yang periang dan sebagai Hamida yang pemurung. Bukan film Bollywood kalau tanpa lagu-lagu. Lagu-lagu di film ini cukup bagus, musik dan lirik sesuai dengan temanya, walaupun kadang-kadang karena emosi dicerminkan dalam lagu, jadi kurang mengena. Menurutku film ini lebih bagus kalau dikurangi sedikit jumlah lagunya.
Durasi film 3 jam lebih, seperti film-film India biasanya.
Yang perlu diacungi jempol di sini adalah cinematografi dan kostum yang membuat penonton seperti sungguh melihat alam tahun 40'an.

Nilai 3 stars
Kategori Film
Negara India
Tahun 2003
HitCount 1.054

Belum ada komentar

icon_add Tulis Komentar