Troy

HomeUlasanFilmTroy

Azalae
17 Mei 2004 jam 3:54pm

Sejarah

Trojan War seperti layaknya kisah yunani kuno merupakan campuran sejarah dan legenda. Menurut ahli sejarah, perang disebabkan oleh gandum. Yunani harus berlayar melalui Hellespont (atau Dardenelles) untuk memperoleh gandum di daerah sekitar. Karena angin sering tidak mendukung mereka harus berhenti di Troy, di mana dikenai pajak tinggi.

Sedang menurut legenda semuanya disebabkan oleh pernikahan Peleus dan Thetis. Eris, dewi perselisihan, marah karena tidak diundang. Ia datang dan melempar apel emas. Berkata akan memberi apel tersebut pada mahluk terindah. Hera, Athena dan Aphrodite berebut. Zeus melerai dan menunjuk Paris, pangeran dari Troy yang terkenal paling tampan di seluruh dunia, untuk memutuskan siapa yang berhak.

Hera menjanjikan kekuasaan, Athena menawarkan kekayaan, Aphrodite memberi wanita tercantik di bumi. Paris memenangkan Aphrodite yang berjanji Helen, yang telah menikah dengan Menelaus, akan menjadi istrinya.

Sampai sekarang blom diketemukan letak Troy. Sumber 'sejarah' adalah dua puisi ciptaan Homer: Iliad dan Odyssey.

Adaptasi

Hollywood terkenal suka mengganti adaptasi cerita dari sumber. Banyak orang protes dan tidak suka dengan trend tersebut tapi yang salah penonton sendiri. Waktu saya sendiri nonton, ada penonton lain yang protes: 'Ceritanya nyebelin amat sih. Kok mati semua bikin bete.' Waduh padahal ini kan 'sejarah', cerita aslinya malah lebih menyedihkan.

Apalagi kalo tau Achilles, yang dimainkan Brad Pitt, mestinya mencintai Patroclus (Garrett Hedlund) bukan Briseis (Rose Byrne) pasti cewe pada ribut.

Berhubung cerita asli banyak didasarkan pada fiksi dan bukan fakta, faktor ini tidak saya ikutkan dalam penilaian.

Cerita di film

Versi di film sangatlah sederhana dan mengikuti pengetahuan umum. Sutradara dan penulis juga berupaya membuat alur realistis dan mengurangi kesan mistis: tidak ada dewa dewi yang terlibat dan alur mengikuti politik bukan ramalan.

Cerita dimulai dengan larinya Helen dengan Paris menuju Troy. Menelaus marah dan memohon pada sodaranya Agamemnon yang telah menyatukan Yunani untuk menolongnya. Yunani mengirim seribu kapal, inilah awal gelar: 'Helen, wajah yang meluncurkan seribu kapal'. Agamemnon dengan berat hati membawa Achilles yang tak terkalahkan.

Selanjutnya, seperti kita semua ketahui, perang berlangsung dan diakhiri dengan jatuhnya Troy. Dalam waktu 14 hari! Padahal menurut 'sejarah', perang ini memakan waktu bertahun-tahun.

Pemeran

Tiga aktor paling berkesan. Terbaik adalah Peter O'Toole yang terkenal dari 'Lawrence of Arabia'. O'Toole, yang telah memulai karir sejak 1950an, dengan meyakinkan memerankan Priam raja Troy. Keinginannya mencapai damai dengan Yunani hancur oleh ulah tak bertanggung jawab Paris. Tetapi masih ia mendukung anaknya. Sampai hancurnya hati melihat kematian Hector anak tertua.

Eric Bana aktor dari Australia cukup bagus memerankan Hector. Sang pangeran dan pahlawan Troy terpojok memilih negara atau adiknya Paris. Ia melihat kehancuran Troy dalam perang yang tidak dapat dimenangkan. Semua hanya disebabkan oleh tingkah Paris.

Ketiga adalah Brad Pitt sang idola para cewe, yang merupakan sebuah anomali (lumayan bisa acting! :o). Achilles di film ini terperangkap nasib sebagai prajurit bayaran. Dia tidak memilih tapi dilahirkan sebagai pembawa maut. Ingin namanya terjantum dalam sejarah tapi memimpikan hidup tenang.

Dua peran pembantu yang dapat disebut adalah Sean Bean dan Orlando Bloom. Sean Bean termasuk veteran tetapi tidak pernah mendapat peran bagus. Dalam film ini juga meskipun ia mendapat perang penting sebagai Odysseus yang berjasa memenangkan perang, hanya mendapat sedikit waktu muncul.

Orlando Boom idola baru para wanita. Sayang sekali, seperti di Lord Of The Rings, actingnya biasa saja. Untuk adilnya harus mengingat kurangnya pengalaman dari aktor yang baru saja lulus dari sekolah drama. Mungkin di masa depan kemampuannya akan meningkat. Ato akan menemani Keanu Reeves. ;)

Koregrafi

Kalo disuruh memilih faktor apa yang paling saya sukai dari film ini, jawabannya adalah koreografi. Gerakan tombak dan ayunan pedang Achilles sungguh luar biasa. Seperti melihat tarian maut. Seolah-olah menggunakan jurus layaknya cerita silat, berbeda dengan film Gladiator yang main hempas aja tanpa seni.

Hollywood telah banyak belajar dari perfilman silat Asia dan mengikuti keinginan penonton. Studio di Asia harus berhati-hati atau akan tersaingi dalam bidang utama mereka sendiri.

Pendapat

Seblom nonton saya mengira film ini hanyalah adu pedang, permainan special effects, pertunjukan kostum dibumbui cerita romantis dengan budget tinggi. Hasilnya ternyata ... adu pedang, special effects, kostum dan cinta abg.

Apakah film ini jelek? Tidak juga.

Film ini cukup menghibur. Dalam hal akurasi sejarah memang sangat kurang. Tapi sejarah juga berdasarkan fakta yang mana? Sumber terbesar adalan dua puisi, dan sisanya adalah legenda. Juga tidak banyak yang dapat dibahas karena jalan cerita sudah diketahui umum.

Untuk 'action flick' hasilnya luar biasa, bahkan lebih mengena di hati daripada Gladiator, Matrix, dan The Last Samurai.

Jadi kesimpulannya: nonton deh ga akan rugi. Asal jangan berharap ceritanya mengikuti buku. ;)

Nilai 4 stars
Kategori Film
Negara Amerika Serikat
Tahun 2004
HitCount 3.561

Satu komentar

icon_comment Baca semua komentar (1) icon_add Tulis Komentar

#1 avatar
ririn 24 Desember 2005 jam 7:52pm  

setelah g nonton ceritanya ternyata beda dengan yang pernah g baca, tapi menurut g keseluruhan filmnya bagus, terutama g sih seneng ngeliat achilesnya :>