Home → Cerita Pendek → Z4 One: PERANG DUNIA 3
Tahun 2021 Perang Dunia 3 meletus. Lebih dari 90% penduduk dunia tewas. Lima benua rata dengan tanah. Gunung-gunung menghilang. Danau dan bendungan tertimbun menjadi daratan. Dalam sekejap lima benua berubah menjadi padang pasir tandus. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan tanah menghitam. Tidak ada pepohonan. Tidak ada kota. Planet bumi telah berubah menjadi planet mati.
Perang Dunia 3 beberapa kali lipat lebih dahsyat dari perang dunia 1 dan 2. Senjata pemusnah massal yang diproduksi negara-negara adi daya telah memusnahkan populasi manusia dan memusnahkan peradabannya. Umat manusia yang lolos dan selamat dari kematian akibat perang harus bertahan di dalam bunker-bunker dan menjalani kehidupan layaknya manusia gua yang hidup di zaman purbakala. Sumber daya alam yang punah, teknologi modern yang musnah dan infrastuktur penunjang kehidupan di zaman canggih yang yang hancur lebur membuat mereka mundur pada kehidupan barbar. Tidak ada listrik, internet, handphone dan prasarana hidup modern lainnya. Semua musnah. Yang tersisa hanyalah alat-alat jadul, manual dan jauh dari kata canggih. Umat manusia yang selamat telah kembali ke zaman kerajaan tempo dulu dimana alat penunjang hidup yang digunakan sangat sederhana.
Umat yang tersisa setelah perang adalah kaum pinggiran, kasta rendah dan orang awam kebanyakan. Hanya sedikit dari mereka orang-orang elit, berpengaruh dan para cendikiawan. Perang Dunia 3 sungguh berbeda dari dua perang dunia sebelumnya. Negara-negara adi daya dan sekutunya yang berperang menerapkan teknik perang "Babat habis" dan bunuh pemimpinnya. Para agen intelejen, mata-mata dan pasukan khusus dengan missi memburu para pemimpin dunia, tokoh penting dan berpengaruh baik di sipil maupun militer dikerahkan untuk memburunya. Teknologi mereka sanggup mengendus dan mengidentifikasi target mereka bahkan ketika target mereka bersembunyi atau berlindung di bunker rahasia dan canggih sekali pun masih bisa ditemukan. Senjata buatan mereka dan para agen rahasianya sanggup menembus pertahanan lawan dan menghancurkan bunker serta menghabisi orang-orang yang menjadi target mereka. Kemana pun target mereka lari, bersembunyi dan berlindung bisa mereka temukan. Alhasil para pemimpin dunia ketiga dan para pemimpin dunia lain binasa di tangan agen-agen negara adidaya dan para sekutunya yang sedang berperang.
Perang Dunia 3 sungguh keji karena para pemimpin negara adi daya dan sekutunya menghabisi dulu para pemimpin dunia ketiga dan negara-negara yang netral dan menolak perang dan enggan bergabung dengan kubu mereka. Hukum internasional dan HAM lumpuh. Saat itu yang ada adalah hukum rimba. Siapa yang kuat maka dia adalah raja. Yang lemah menjadi budak dan tumbal kekuasaan. Disingkirkan dan mati. Pada saat itu nyawa seakan tidak berarti. Bisa menjalani hari esok adalah keajaiban. Bisa bertemu hari berikutnya adalah mimpi. Ketika perang berkecamuk harta kekayaan yang berlimpah, uang, emas intan dan permata bagai sampah tidak berguna. Seorang yang sangat miskin tidak gembira ketika mendapat uang yang sangat banyak dan mendapat harta yang berlimpah karena apalah arti semua itu ketika dirinya tidak yakin esok masih hidup. Ketika perang berkecamuk, satu-satunya benda yang paling berharga adalah nyawa.
Negara pihak ketiga menjadi pembuka perang dunia 3 dan menjadi yang paling pertama musnah dari percaturan dunia. Lenyap dari peta dunia. Berikutnya dua kubu negara adi daya saling menghancurkan. Dalam pandangan mereka, di dunia ini hanya ada satu negara adi daya, bila ada dua maka yang satunya harus musnah. Semua sejalan dengan prinsip, "Di satu gunung hanya ada satu harimau".
Perang dua negara adi daya dan sekutunya hanya sekejap ketika senjata pemusnah massal buatan mereka diluncurkan dan menghantam wilayah musuh. Dua kubu musnah seketika termasuk para pemimpinnya. Bumi dilanda prahara paling dahsyat yang belum ada dalam sejarah sebelumnya. Bila perang dunia 1 dan 2 yang mengalami prahara adalah wilayah yang berperang saja, tidak mencakup seluruh permukaan bumi. Namun perang dunia 3 meluluhlantakan semua permukaan bumi. Gunung hancur, kota-kota yang ada dipermukaan bumi lenyap dan rata dengan tanah. Untuk waktu yang lama permukaan bumi diselimuti api, awan panas dan radiasi tinggi. Setelah itu bumi menjadi kosong. Sepi dan sunyi. Tidak ada makhluk hidup yang terlihat di permukaan bumi. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan tanah kering menghitam bekas terpapar suhu yang sangat panas...
"Hei, apa kau mendengar aku bicara komandan Z4 One?" suara Putri Aurora mengejutkan aku dan membuyarkan lamunanku.
"I... Iya, Tuan Putri," jawabku tergagap.
"Makanlah, dari tadi aku melihat kau melamun saja," kata Putri Aurora sambil menyodorkan semangkuk sup yang terlihat masih berasap.
"Terima kasih," kataku dengan sungkan. Bagaimana pun aku dan dia berbeza kasta. Dia seorang putri. Anak kesayangan Kaisar Quantum. Sedang aku hanya seorang kacung, jongos, pelayan, babu atau apa pun namanya yang jelas strata sosial kami berbeda...
Sekian
Kota Air, 7 Februari 2021.
Pengarang | Nur S |
---|---|
HitCount | 1.295 |
Nilai total | ![]() |