Cerita Pendek oleh ully27

HomeCerita PendekCerita Pendek oleh ully27


Penantian chapter 4

Hati Dila kembali goyah.Matanya memanas,air mata menggenang."Maaf,udah meninggalkanmu."
Runtuh sudah pertahanan Dila.Ia menangis,bahunya bergetar hebat.
Fadil melihat bahu Dila bergetar lalu memeluknya.Hangat.Dila merasakannya.5 tahun yang lalu ia terakhir merasakan pelukan tersebut.
"Sudahlah."Fadil mengusap punggung Dila.Dila meremas baju Fadil,membasahinya dengan air mata.
Setelah sekian menit,Dila berhenti menangis.Melepaskan pelukan,mata mereka saling mengunci.
"Aku mencintaimu"ucap


Penantian chapter 3

Dila yang baru saja membuka mata,menegang ditempat.
Fadil yang merasakan tubuh Dila lalu menatap wajah Dila,mata mereka bersibobrok.
"Dila""Fadil" ucap mereka berbarengan.
"Lo,baring dulu aja"kata Fadil.
"..."hening.
"Gue mau duduk"mendengar ucapan Dila,Fadilpun membantu."minum"sambung Dila.Fadil lalu mengambil air diatas nakas dan memberikannya pada Dila.
Meminumnya sedikit lalu memengangnya dipangkuannya.Fadil mengubah duduknya menjadi disamping ranjang.
"Maaf"kata Fadil


Penantian chapter 2

Terus memandang wajah tersebut.Ingin menggengam tangan tersebut,tapi rasa bersalah menggerogoti hatinya.Sakit.Setelah 5 tahun ,ia meninggalkanya. Terus mengenggelamkan dirinya dengan kesibukannya,membiarkan sang gadis menangis.Benar,gadis yang sedang tak sadarkan diri tersebut gadis yang tadi pingsan.Namanya Dila.
"Bangun,Dil.Gue disini."lirih sang pemuda,Fadil.
Menggenggam jemari kecil tersebut.
.
Merasa cahaya terang,matanya mengerjap beberapa kali.Tangan kirinya terasa digengam seseorang.


Penantian chapter 1

Terlihat sorang gadis sedang memandang lurus ke depan.Menanti seseorang yang Ia cintai,berharap suatu hari sang pemuda kembali.Angin yang bertiup semakin kencang membuatnya merapatkan jaketnya.Pusing tiba-tiba menyerang kepalanya,tubuhnya terjatuh dan matanya perlahan menutup.Pandangan yang ia lihat terakhir adalah siluet sosok gelap berjalan kearahnya.Dan iapun kehilangan kesadarannya.
.
Suara pintu terbuka memperlihatkan sorang pemuda,berjalan