Post 34 dari 53 dalam THE DA VINCI CODE -- what do you think?
Home → Forum → Debates → THE DA VINCI CODE -- what do you think? → Post-29108
#34 | ![]() |
andrea7974
2 Juni 2006 jam 9:15am
 
Azalae menulis:Injil yang diterima oleh gereja, yaitu kitab Injil dan kitab perjanjian baru yang kita kenal sekarang, adalah kodex atau kumpulan gulungan kertas yang dijilid seperti buku, yang sudah dikompilasi, dikenal dan diterima secara umum oleh orang-orang kristiani awal sejak tahun 150 M. Sedangkan apa yang kemudian disebut-sebut sebagai Injil Gnostik, adalah kitab-kitab yang berasal dr sekitar abad 3-5 M. di antaranya ada Injil Thomas, Injil Maria Magdalena, Injil FIlipus dan Injil Yudas. Pada umumnya, kitab Injil atau kitab perjanjian baru ditulis dalam bahasa Yunani. Sementara kitab-kitab Gnostik, memakai bahasa Koptik Mesir. Kitab Gnostik sendiri berkembang luas hanya di sekitar daerah Mesir dan Timur Tengah. Dan merupakan ajaran yang cukup populer di Mesir waktu itu. Tetapi ajaran ini tidak pernah dan tidak dikenal oleh orang-orang Kristen di Roma, dll. Ajaran Gnostik sendiri cuma bertahan antara thn 300-500 M. setelah itu ajaran Gnostik seolah-olah lenyap karena tidak ada lagi penganutnya. Ajaran Gnostik muncul lagi sekitar thn 1960an setelah ditemukannya codex kitab-kitab Gnostik di Nag Hamadi. Isi dari kitab-kitab Gnostik itu sendiri saling bertentangan satu sama lain. Seperti misalnya di Injil Maria Magdalena, di situ seakan-akan ditulis bahwa Maria Magdalena adalah salah satu rasul Yesus. Tetapi di Injil FIlipus, ditulis ttg perkataan yesus yang mengatakan kalau Maria Magdalena tidak mungkin bisa menjadi murid kecuali jika Maria Magdalena jiwanya bisa berubah menjadi pria dulu. aku pernah membaca kitab-kitab Gnostik beberapa tahun yg lalu. dan yang pasti, sebagai orang awam saja saya bisa menilai ketidak konsistenan dlm penulisan kitab ini. jangankan antara kitab yang satu dengan yang lain. dalam satu kitab aja bisa tidak konsisten. gaya bahasanya juga aneh menurutku. Membaca kitab gnostik seakan-akan membaca tulisan orang awam yang baru membaca buku jurnal kedokteran, dan kemudian mencoba menulis lagi apa yang ia baru baca ke dalam sebuah tulisan. alias: isinya dangkal, banyak yang tidak sinkron, dan sometimes terkesan murahan banget tulisan filosofi yang di sana. dalam injil spt yang sekarang, malah sebenarnya kita tidak pernah menemukan tulisan yang filosofis. tapi kalau di dalam kitab-kitab Gnostik justru banyak. hal itu terjadi karena salah satu pendiri ajaran Gnostic, adalah Arianus yang merupakan seorang filsuf yang mendalami filsafat Plato, kemudian ia menganut "kristiani" tapi kemudian ia mendirikan ajarannya sendiri sesuai dengan injil yang ia pahami dan filsafat yang ia kuasai. Tentang Konsili Nicea, itu konsili memang diadakan untuk membahas ajaran dari Arianus yang dianggap waktu itu cukup meresahkan, karena ajaran Arianus adalah ajaran baru yang dianggap menyimpang dari tradisi lama. Sehingga salah kalau Dan Brown ngomong Konsili Nicea justru diadakan untuk mensahkan konsep Yesus sebagai Tuhan. Yang benar mengenai Konsili Nicea adalah: gereja mula-mula (sebelum abad 3, sebelum ajaran Gnostik dan sebelum jaman Arianus), percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. (baca aja Injil Yohanes yg ditulis sebelum abad 3 ttg klaim bahwa Yesus sebagai Tuhan). Tetapi karena munculnya ajaran Arianus yang mengatakan bahwa Yesus cuma manusia biasa, yang merupakan ciptaan utama (demigod), maka uskup-uskup di daerah Mesir dan sekitarnya perlu mengadakan yang namanya Konsili untuk membahas mengenai ini. Dan kemudian hasil keputusan dari Konsili itu adalah...Gereja tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan bukan hanya manusia biasa (demigod) menurut pandangan Arianus. |