Post 66 dari 66 dalam Alien Vairus Coronama Adventure (1)
Home → Forum → Komentar Cerita Pendek → Alien Vairus Coronama Adventure (1) → Post-91647
#66 | ![]() |
Nurslamet
2 Agustus 2020 jam 4:20pm
 
Alien Vairus Coronama Adventure (29) Master Bayangan benar-benar berada dalam situasi sulit yang membahayakan jiwanya. Dirinya tidak punya banyak pilihan. Pilihan yang tersedia hanya dua, kabur dan meledakan diri. Kabur adalah pilihan yang beresiko tinggi. Energi yang digunakan untuk melarikan diri bisa memicu luka dalamnya tambah parah dan bila tidak ada pertolongan dari pihak lain, dirinya akan tewas. Meledakan diri adalah pilihan ekstrem untuk mengakhiri semua problema yang sedang dialaminya. Itu juga berarti dirinya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mati dengan cara seperti itu adalah sebuah spekulasi. Meledakan diri adalah cara umum di dunia persilatan. Itu adalah langkah terakhir bila sudah tidak ada cara lain atau semua jalan buntu. Teknik itu adalah dengan cara melipatgandakan semua energi murni yang dimiliki ke ambang di luar batas kemampuan tubuh untuk menampungnya. Ketika tubuh sudah tidak mampu lagi membendung energi yang meluap, maka tubuh akan meledak. Berdasar beberapa catatan atau literature umum yang diketahui para pendekar, disaat tubuh meledak maka energi murni yang berlipat ganda akan terlempar ke segala arah dengan kecepatan cahaya dan daya yang cukup besar. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada benda-benda yang terpapar. Parahnya kerusakan yang ditimbulkan tergantung seberapa kuat energi murni yang dimiliki sang pendekar. Semakin kuat dan sakti maka kerusakan yang ditimbulkan semakin parah. Energi murni yang terlempar ke segala arah itulah yang menjadi pertimbangan para pendekar untuk meledakan diri. Cara itu membuat dirinya mati. Namun kematiannya bukanlah kematian konyol karena seperti yang dijelaskan di atas, lemparan energinya yang terlontar dan menyebar ke segala arah akan menghantam benda apa saja yang ada di sekitarnya atau berada dalam radius jangkauannya. Dan itu termasuk musuh-musuhnya yang berada di dekatnya. Bila kemampuan musuhnya di bawah kesaktiannya maka hampir bisa dipastikan musuhnya akan tewas. Bila bisa bertahan maka akan mengalami cidera serius atau luka parah yang pada akhirnya akan merenggut jiwanya. Master Bayangan sudah membulatkan tekad untuk 'harakiri'. Situasi dan kondisi yang dialaminya saat ini memaksanya untuk melakukan pilihan fatal itu. Musuh-musuh yang dihadapinya kemampuannya diluar prakiraannya. Dua dari lima anak remaja itu, maksudnya Edi dan Edison, membuatnya terkejut. Awalnya dia mengira akan bisa menghadapi kelima anak remaja itu dan bisa membunuhnya, bila ada perkecualian maka itu adalah Al. Tapi nyatanya Al bisa dengan mudah tertipu oleh badan palsunya, begitu juga kedua remaja putri yang bersamanya. Edi dan Edison yang tidak diperhitungkan malah membuatnya terluka parah. Kedua anak remaja itu tidak tertipu oleh badan palsunya dan dengan mudah menemukan dirinya yang akan bersembunyi di dimensi bayangannya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Edison bisa memanfaatkan kelengahannya dengan menyerangnya ketika dia melompat masuk kedalam dimensi persembunyiannya. Serangan Edison lebih cepat dari celah persembunyiannya yang akan menutup. Ketika dirinya mendarat di dalam ruang dimensi persembunyiannya, seberkas sinar hijau dari ujung pedang Mustika Kumala menembus tubuhnya. Dan ketika celah dimensi persembunyiannya tertutup, Master Bayangan melihat Edi meninju dimensi tempatnya bersembunyi. Dari dalam dimensi persembunyian orang bisa melihat apa saja yang ada di sekitarnya, seperti orang dan lain sebagainya, tetapi orang yang berada di luar tidak bisa melihat dimensi persembunyian apalagi melihat apa yang ada di dalamnya. Ketika celah tertutup maka secara otomatis dimensi persembunyian hilang dari pandangan dan aura orang yang ada di dalamnya pun tidak terdeteksi oleh orang-orang di sekitarnya. Secara teori dan apa yang dipahami oleh Master Bayangan, mestinya Edison dan Edi tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaannya. Namun teori itu dimentahkan ketika tiba-tiba Edi meninju dimensi persembunyiannya dan tepat mengenai sasarannya. Tinju Edi menghantam dimensi persembunyian dan menyebabkan guncangan dahsyat yang menyebabkan tubuh Master Bayang bagai dibanting-banting atau bisa digambarkan seperti cairan kuning telur yang masih berada di dalam telur yang berputar karena telurnya berputar dengan kecepatan ekstrem. Cairan kuning telur ikut berputar bagai di kocok mixer. Begitulah yang terjadi dengan tubuh Master Bayangan yang berada di dalam dimensi persembunyian. Selain itu, tinju Edi juga menyebabkan semua sistem dimensi persembunyian menjadi error yang berujung dengan meledaknya dimensi persembunyian Master Bayangan. Tinju Edi yang bisa menghantam dimensi persembunyian yang telah hilang secara visual bagai menghantam benda terlihat atau benda nyata adalah suatu penyimpangan teori yang dipahami semua pendekar di planet Mubi. Dimensi persembunyian yang telah menghilang maka 'mode siluman'nya aktif dan berubah menjadi bayang-bayang. Seperti yang telah dibahas pada chapter sebelumnya, benda apapun yang mengenainya maka akan bablas dan melewatinya. Berdasar teori itu, maka adegan asli yang seharusnya terjadi adalah tinju Edi bagai menghantam angin alias tidak berpengaruh apapun pada dimensi persembunyian Master Bayangan. Itu yang seharusnya terjadi. Tetapi teori itu menjadi error karena entah sebab apa atau karena faktor X (eks) yang tidak diketahui dan dipahami Master Bayangan hingga tinju Edi bisa mengenai dimensi persembunyiannya bagai menghantam benda nyata. |