Percayakah anda KARMA ?

HomeForumDebatesPercayakah anda KARMA ?


#21
Azalae 25 Juli 2006 jam 2:07pm  

explain apa? kan dah gua bilang kaya ato miskin blom tentu berarti bahagia ato ga.

#22
ToOn99 25 Juli 2006 jam 2:24pm  

Forget it, I may have misunderstood. Again, I only can blame the strong pill given by Tabib Gila :))

patient gila.

#23
yinyeksin 25 Juli 2006 jam 2:45pm  

hmm...first, sebenarnya pengertian karma itu pertama kali diperkenalkan dalam agama Hindu dan Budha, timbulnya karma karena adanya ajaran tentang samsara (perputaran kelahiran/kelahiran kembali) dan didalam ajaran kedua agama tersebut hanya mengenal satu arti karma dimana karma adalah akibat dari perbuatan seseorang yang akan mempengaruhi takdirnya dikehidupan yang akan datang. jadi sebenarnya karma itu akan didapatkan dalam kehidupan yang akan datang bukan langsung dalam kehidupan yang berlangsung. timbulnya karma karena adanya sebab dan akibat dan karma itu hanya akan diterima oleh orang yang bersangkutan jadi tidak ada hubungan dengan orang lain. misalnya A berbuat jahat maka A akan mendapatkan karma itu dalam kehidupannya yang akan datang bukan pada kehidupannya saat ini dan karma itu tidak akan menimpa keluarganya, apabila anak si A katakanlah si B terbunuh itu bukan karena karma dari perbuatan jahat si A melainkan karena karma dari kehidupan B yang dulu.

Kutip:
as far as I understood, biasanya dalam satu keluarga biasanya berat karma yg mereka bawa dari kehidupan lampau kurang lebih sebanding. Jd mungkin aja, emang karma anak perempuannya yg lagi berbuah. Anyway, having ur daughter getting raped is quite a bad thing too.
yup, lebih kurang makna karma yah seperti itulah :p

sesuai dengan perkembangan jaman maka ajaran agama Hindu dan Budha pun menyebar dan akhirnya kata karma malah ditafsirkan secara umum sebagai akibat dari perbuatan seseorang yang akan dibalaskan pada kehidupannya yang sekarang dan mendatang. padahal arti karma yang sesungguhnya bukanlah seperti itu. karma tidak akan mempengaruhi takdir yang telah ditentukan dalam kehidupan yang sekarang tetapi pada kehidupan yang akan datang. karma bisa juga disebut sebagai takdir hidup seseorang dimasa yang akan datang karena perbuatannya pada masa kehidupannya yang sekarang. karma yang diterima tidak selamanya adalah karma yang jahat tetapi karma baiknya juga diperhitungkan.

Kutip:
selain karam, hukum kecenderungan+ hukum mutasi perlu kita mengerti. Umumnya (sekali lagi umumnya) terjadi kecenderungan bayi yg lahir di keluarga miskin, hidupnya kelak akan jelek, dsb, kalopun ada mutasi (penyimpangan) tidak banyak prosentasenya walaupun itu bukan hal yg mustahi.
Contoh : Si A lahir di keluarga miskin selama 15 tahun tapi sesudahnya si A jaya. Kenapa ini bisa terjadi ? mungkin krn karma si A untuk hidup miskin sudah terbayar, sekarang saatnya ia menangguk karma baiknya.

Intinya walaupun seberapa baiknya/kayanya seseorang, tetap saja ia haru smenaggung karma jelek yg harus ia lunasi shg tidak heran kalo kita liat anak orang kaya, hidupnya berkecukupan tapi mati muda krn di bunuh orang, dll sebab

perlu juga diingat karma itu tidak mempengaruhi status kehidupan seseorang dimasa yang akan datang. contohnya si A melakukan perbuatan baik tentu akan mendapat pahala dikehidupannya yang akan datang berarti dia akan lahir dikeluarga kaya --> bukan ini yang dimaksud dengan karma, bisa jadi si A lahir dikeluarga miskin tapi karena pahalanya dikehidupannya yang dulu mungkin karma A yang diterimanya dalam kehidupannya kini adalah berupa kemudahan atau kebahagiaan hidup. karma seseorang tidak bisa diduga contohnya karma yang diterima seseorang kalo sekarang dia lahir miskin trus nantinya dia menjadi kaya karena karma jahatnya telah dibayar maka sekarang adalah karma baik yang diterimanya --> bukan ini yang dimaksud, karena karma yang diterima itu belum tentu jahat dulu baru baik atau baik dulu baru jahat bisa jadi perpaduan dari kedua karma tersebut atau berjalan beriringan. karma itu akan diterima sepanjang kehidupan maka seringkali karma disebut juga takdir kehidupan. kita tidak bisa menentukan bahwa hasil karma adalah ini dan itu karena karma diperhitungkan dari sepanjang kehidupan kita. contohnya A membunuh orang maka karma A dikehidupan yang akan datang adalah dibunuh orang, bukan hasil seperti ini karma si A dikehidupan yang akan datang tetapi bisa jadi karma yang diterima oleh A setelah dilihat dari sepanjang kehidupannya sekarang adalah mungkin si A dilahirkan sebagai hewan atau juga si A akan menderita sepanjang kehidupannya yang akan datang. INILAH YANG DIMAKSUD DENGAN KARMA OLEH KEDUA AJARAN AGAMA TERSEBUT.

nah kalo ada ajaran yang lain tentang karma sih terus terang me sih kurang tau. me cuma menjelaskan arti karma aja karena kelihatannya dari semua postingan pemahaman terhadap karma itu gak sama semua :p

#24
imanto 25 Juli 2006 jam 3:13pm  

Bukan cobaan dari Tuhan krn gue paling kagak percaya bhw Tuhan segitu repotnya ngurusin hal2 seperti memberi cobaan ciptaan untuk DIA ketahui apakah ciptaannya tsb mematuhi hukum2nya, memberi hukuman tertentu kpd mahluk ciptaannya yg nakal/berbuat dosa, dll. Semuanya itu udah dia atur dlm hukum karma. :))

#25 avatar
andrea7974 25 Juli 2006 jam 5:04pm  

kayaknya pada rancu antara karma dan kualat deh!!

#26
Azalae 25 Juli 2006 jam 5:34pm  

maksud gua tindakan manusia bisa menimbulkan hasil yang sepadan (baik ato buruk). ga dibawa ke kehidupan masa depan. berpengaruh juga ke orang lain apalagi yang dicintai.

perlu kata baru. karmoi? :giggle:

#27 avatar
prameswara 25 Juli 2006 jam 7:05pm  

imanto menulis:
Bukan cobaan dari Tuhan krn gue paling kagak percaya bhw Tuhan segitu repotnya ngurusin hal2 seperti memberi cobaan ciptaan untuk DIA ketahui apakah ciptaannya tsb mematuhi hukum2nya, memberi hukuman tertentu kpd mahluk ciptaannya yg nakal/berbuat dosa, dll. Semuanya itu udah dia atur dlm hukum karma. :))
masak gak percaya..???
bagaimana anda menjelaskan sodom gomorrah..???

#28
imanto 26 Juli 2006 jam 8:20am  

sodom gomorrah ibarat aceh dgn tsunami-nya, merupakan kumpulan karma2 jelek yg akhirnya meledak tapi tentu saja tida semua mati, ada yg cacat, hidup sehat walfiat, dll.

#29 avatar
prameswara 26 Juli 2006 jam 9:34am  

Gue gak sependapat.
Apa kesalahan rakyat aceh di masa lalu hingga anda mengatakan mereka mendapat karma?
Apakah demikian jelek karma rakyah aceh dibanding kita yang dijawa ini yang hanya menguras kekayaan alam mereka?

Tentang Sodom dan Gomorrah, hal yang menyebabkan mereka mendapat hal tersebut sudah dijelaskan secara gamblang dan jelas penyebabnya di dalam alkitab, dan yang pasti bukan karena karma.

#30
Hattrick 26 Juli 2006 jam 9:41am  

G percaya ama karma, dalam artian .. segala perbuatan kita baik atau buruk pasti ada ganjaran di kemudian hari baik selama masi hidup atau dipertanggungjawabkan pada saat kita meninggal...
Cuman gua nga percaya ama dosa turunan artinya gua cuman percaya karma itu dipikul ama diri sendiri ... nga dipikul bareng2 ama anak cucu kita

#31
YangGuo 26 Juli 2006 jam 12:53pm  

imanto menulis:
sodom gomorrah ibarat aceh dgn tsunami-nya, merupakan kumpulan karma2 jelek yg akhirnya meledak tapi tentu saja tida semua mati, ada yg cacat, hidup sehat walfiat, dll.
Sodom ama Gomorrah mah jelas sekalee karena mereka GAY...n ALLAH TIDAK MENYUKAI ITU.

so bisa gw simpulkan kalo mnrt mas, jadi GAY ITU KUMPULAN KARMA JELEK SEPERTI SODOM n GOMORRAH.

tapi di another thread, mas merestui gay jadi bishop??? apa gak mungkin kalo gitu church ato gereja bakalan jadi kumpulan karma jelek juga ato second Sodom and Gomorrah??? wah gw gak mau banget kalo gitu!!!!!!!

#32
imanto 26 Juli 2006 jam 2:47pm  

intinya, kita jangan mendengarkan petuah2 orang lain, boleh didengarkan sbg masukan tapi kata akhir/keputusan, kembalilah ke hati nurani masing2 krn itu adalah suara Allah yg 100%

Selama ini kita terlalu terpaku pada petuah2 tokoh2/nabi, lalu dijabarkan melalui kata-kata yg dianggap sbg firman. Padahal sbg salah satu alat komunikasi antar manusia, kata-kata bukanlah alat pengantr yang terbaik krn memiliki keterbatasan kata. Kita melupakan pengantar komunikasi yg jauh lebih kredibel yaitu PENGALAMAN.

Contoh : kalo kita nonton film baru, ada dua opsi...
1. nonton di vcd bajakan
2. nonton di bioskop

kenyamanan nonton di bioskop, tentu tidak dapat kita ungkapkan dgn kata2 yg benar2 mewakili perasaan kita tsb

atau bila kita jatuh cinta, bisakah kita ungkapkan perasaan kita sepenuhnya melalui kata2? :?

#33
Hattrick 26 Juli 2006 jam 2:53pm  

Amin ...

#34 avatar
andrea7974 26 Juli 2006 jam 3:11pm  

kok gak nyambung seh :o :o :o kamsudnya apa sih?

#35 avatar
prameswara 26 Juli 2006 jam 3:13pm  

imanto heng...sekali lagi kita beda pendapat
justru dengan adanya agama yang diajarkan melalui petuah/nasihat tokoh-tokoh agama
harus kita jadikan standar moral harus kita pegang.
tanpa adanya standar moral kita tidak akan bisa membedakan antara yang baik dan buruk.
Kalau hanya mengandalkan hati nurani, kita tak bakal bisa membedakannya.
karena perbedaan penafsiran tiap orang tentang hal yang baik dan buruk adalah beda.

salam hormat
apoteker_gila

#36
Hattrick 26 Juli 2006 jam 3:14pm  

sama ... g juga nga ngerti .... apa hubungan karma ama nonton film??

kenyamanan nonton di bioskop, tentu tidak dapat kita ungkapkan dgn kata2 yg benar2 mewakili perasaan kita tsb

atau bila kita jatuh cinta, bisakah kita ungkapkan perasaan kita sepenuhnya melalui kata2?

Ini apa hubungan ama diskusi soal karma ?

Suster Gila *wakakakakakakka*

#37
imanto 26 Juli 2006 jam 3:21pm  

maksud gua, misalnya kita mendengarkan ceramah pemimpin agama bersama ratusan orang lainnya. Ada yg menangkap maksudnya, ada yg engga.
Dia yg merasa memahami maksud si pemimpin, lalu dgn penafsirannya tsb menuangkannya dlm kata2. Pemahamannya waktu mendengarkan secara langsung ceramah tsb PASTI TIDAK AKAN SAMA DENGAN penjabaran/ungkapan melalui kata/kalimat krn hal2 tertentu yg tidak bisa diungkapkan dgn kata/kalimat.
Coba, elo kelaparan bebrapa hari hingga mau mati rasanya, tiba2 mengendus daging bakar yg ueeenak sekali. Begitu ditemukan daging tsb, pasti lgs elo makan dgn rakusnya.
Coba elo tuangkan persaan lega tidak kelaparan lagi itu dgn kata/kalimat, apakah orang yg membaca pengalaman elo itu akan dapat merasakannya 100% seperti yg elo alami sendiri. Jawabnya NO! Kenapa No? simple saja krn dia tidak mengalaminya langsung!

Intinya untuk memahami sesuatu kita harus mengalaminya secara langsung tidak boleh mendengarkan/membca pengalamn orang lain. Begitu pula dgn pengalaman kita dengan Tuhan, masing2 berbeda pengalamannya dan pasti tidak akan sama. Jadi sekarang elo membaca/mendengarkan pengalaman orang lain tsb melalui kata2/kalimat, yg tidak 100% akurat menggambarkan pengalaman tersebut, apa yg akan terjadi ? Terjadi penyimpangan/penafsiran atas apa yg dimaksud oleh orang yg pertama kali mengalaminya. begitu terjadi seterusnyaa shg esensinya lama-kelamaan hilang

#38 avatar
andrea7974 26 Juli 2006 jam 3:27pm  

so apa hubungannya sama karma? :o :o

#39
imanto 26 Juli 2006 jam 3:29pm  

wah melenceng ya.., ngaa apa2 deh, he.he..he

#40 avatar
prameswara 26 Juli 2006 jam 3:30pm  

yup betul nih....
gue juga baru nyadar threadnya udah OOT
imanto heng utk diskusi moral ini sebaiknya dibuat aja thread yang baru...

salam hormat
apoteker_gila