Cerita silat yang dibuat secara round robin
Original Author: Marga T
Original Title: Tesa
Translation by eeyore & shiro.
Prolog
Kebanyakan cerita tentang kiamat atau masa-masa menjelang akhir dunia, menggambarkan datangnya masa itu dengan tiba-tiba. Digambarkan, hanya sebagian kecil dari umat manusia yang menyadarinya, entah lewat teknologi atau nubuatan dari agama yang mereka anut.
Bagian yang kedua mungkin benar, tapi bagian yang pertama tidaklah tepat. Kedatangan masa-masa yang akhir itu,
Malam yang dingin itu, Galin masih saja asyik memperhatikan monitor computer kerjanya. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Memang malam itu ia mendapat giliran kerja malam dari perusahaannya untuk memonitor pengolahan pabrik. Matanya sudah cukup lelah menahan kantuk. tetapi mau gimana lagi. Ia harus tetap fit karena tugas
Kisah ini terjadi pada masa Dinasti Qin ( æ¸…æœ Chao Qing, 221SM-206SM ).
Ada seorang tua bernama Meng ( åŸ meng ) yang hidup bersama istrinya di Negara bagian selatan Tiongkok.
Pada musim semi, Meng menabur biji benih labu di halaman rumahnya. Labu tumbuh sedikit demi sedikit, merambat sampai dinding
note: cersil Amanat Marga/HanBuKong (Hu Hoa Ling) karya Gu Long yang saya baca ternyata tamatnya hanya sampai "Lamkiong Peng dan Yap Man-jing berpegangan tangan". kasihan nasib si Kim-soat. ![]()
Tapi kemudian waktu saya baca versi English nya (The Flower Guarding Bells), ternyata masih ada sedikit lanjutannya yang mengakhiri cerita ini
Siang itu matahari sangat cerah di pinggir jalan menuju kota perbatasan ada kedai arak yang bertempat di persimpangan jalan dekat hutan bambu,
seorang sastrawan dekil duduk di pojok kedai smbil sesekli melhat ke hutan bambu, seprti ad yg sedang ia tunggu tiba2 dri jauh ad suara berkomandang ,sepertinya ini suara bersal
Chapter Two
I PERCH MY ARMS ON THE COLD WINDOWSILL AND watch the snowflakes fall from the dark sky and settle
on the side of the mountain, which is dotted with pine, cork oak, and beech trees, with patches of
craggy rock mixed throughout. The snow hasn’t let up all day, and they