PROLOG ~ 1
Istana Ikuba ~ Edo, Jepang
Jam 2 pagi, 15 Agustus
Samurai Gongoro Benkai berjalan ke jendela istana, melangkah ke kiri dan menghilang dikegelapan malam. Dengan jeli matanya melirik ke sana ke mari. Tak terdenger bunyi jangkrik di celah-celah dinding benteng. Tangan kanannya menggenggam katana Muramasanya (pedang yang panjang).
Begitu sepi... ini yang membuatnya curiga. Tapi tak ada angsa yang memekikkan suaranya yang nyaring. Katak pun tak berhenti bernyanyi. Pertanda tak ada penjahat yang mencoba menyeberangi jembatan istana.
Pedangnya yang panjang tetap dalam sarung. Pedang yang sudah tertarik mempunyai hak untuk minum darah. Pedang tak boleh disarungkan tak terpakai! (memalukan!) Di mana ksatrianya dapat menyembunyikan wajahnya? la tak akan bisa disebut pahlawan lagi.
Pedang adalah simbol dewa. Dahulu seorang dewa mencelupkan pedangnya ke dalam lautan, kemudian diacungkan di bawah sinar matahari. Tetes-tetes air laut yang berjatuhan membentuk pulau-pulau Jepang sekarang ini.
Pedang adalah jiwa samurai... Sebagai seorang samurai Benkai tergolong orang yang berkedudukan, sehingga diijinkan membawa dai-sho, pedang panjang dan pedang pendek, disisipkan di pinggang dengan bagian tajam ke atas.
Pegangan pedang itu ditutupi dengan enamel dan emas dihiasi dengan enam butir permata kecil. Panjangnya 36 inci (90cm), agak melengkung dan sisi yang tajam diperoleh dengan menyatukan duapuluh lapis baja setipis kertas dengan kekerasan yang berbeda-beda.
Alhasil diperoleh pedang yang bukan saja indah dan berseni, tetapi mampu menebas besi bagaikan buah semangka saja. Dengan pedang ini Benkai sudah membunuh 36 orang.
Hujan baru berhenti dan kabut yang samar-samar meliputi kegelapan malam, sedangkan di sana-sini tampak lampu kelap-kelip dari pondok petani miskin di sisi sungai Sumida, dan perkampungan orang kaya di tengah ladang buah pir dan kersen.
Benkai melatih diri di 'ruang latihan pedang', juga tengah malam ini. Seribu kali babatan dan dua ratus lima puluh kali tusukan.
Dojo, pemusik yang buta, memberanikan diri untuk berlutut di depan pintu masuk. Kepalanya ditundukkan sampai mengenai lantai. Begitu takutnya dia! Setiap samurai memang berhak untuk membunuh siapa pun di tempat, tanpa perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya... hak kirisute gomen.
"Yang mulia Lord Benkai... mistress (selir)ku. Saga... memohon Anda untuk datang... segera. la mengetahui komplotan yang bersekongkol untuk membunuh paduka kita. Lord Saburo... Menurut Mistress hanya anda yang dapat dipercaya sebagai pelindung daimyo (yang dipertuan)."
Karena ia buta tak dilihatnya mata Benkai menyipit. Kalau kabar Dojo benar, berarti kehormatan Benkailah yang sedang dipertanyakan. la harus membela atasannya tanpa pamrih. Dalam kemenangan ataupun kekalahan.
Karena kesetiaan dan keahliannya berpedang itulah ia diangkat menjadi Lord Saburo.
Gongoro Benkai berusia limapuluh tahun, berjenggot, berotot kekar, dengan rambut hitamnya terikat gaya samurai... dililit dan diminyaki kemudian diatur ke depan di atas kepalanya yang dicukur klimis itu. Matanya berkilau bagaikan mata srigala. Dialah yang disebut orang putra Shinigama, Dewa Kematian yang mempunyai bentuk srigala.
Tapi yang lebih ditakuti daripada keinginannya untuk membunuh adalah kecepatan ke luarnya Iki-ryo dari dalam benak Benkai.
Memang orang gemetar membayangkan Shi-ryo, jiwa-jiwa yang gentayangan tanpa mempunyai tempat beristirahat. Tetapi yang paling ditakuti adalah Iki-ryo, setan yang mengambil bentuknya dari pikiran jahat manusia... marah, benci, balas dendam, haus darah... semua yang kalau menyatu akan menciptakan Iki-ryo, mengeluarkannya dari pikiran manusia ke dunia yang nyata untuk menghancurkan makhluk hidup.
Saat ini Benkai tampak tegang. Dalam perang ia tak pernah segelisah ini. la yang dikatakan memiliki Iki-ryo. Kalau tidak, bagaimana mungkin ia dapat membunuh duabelas orang sekaligus?
Jangkrik berhenti mengerik.
Benkai meneliti lagi pertahanan istana. Sisi istana ditumbuhi daun cemara yang lebat, memungkinkan tentara penjaga hilir mudik tanpa dilihat. Dinding ter-buat dari.'batu seratus orang', disebut demikian karena satu batu perlu diangkat oleh seratus orang bersa-ma-sama. Tidak, konon yang paling besar pun tak akan menembusi dinding ini.
Benkai sendiri yang memilih pemanah dan menempatkannya di yagura, menara-menara sudut. Mereka ini akan mendapat jatah beras tiga kali lipat untuk setiap musuh yang terbunuh.
Dibagian dalam benteng selalu dipatroli oleh tentara bersenjata siap dengan anjing buldog yang terlatih. Parit berair di sekeliling istana dalam dan lebar, sedangkan jembatan terbuat dari besi.
Sungguh, ini cukup kuat... hai! (ya)
Tetapi kebanyakan istana bukan diserang dari luar tapi dari dalam. Karena itulah selalu ada lorong-lorong rahasia menuju tempat yang aman di luar, kalau-kalau daimyo terpaksa harus melarikan diri.
Lord Takemori Saburo memang membutuhkan sarana pertahanan yang kuat dan penjaga seperti Benkai. Prilakunya yang licik telah menimbulkan amarah Toyotomi Hideyoshi, dan tak ada lawan yang lebih berbahaya daripada dia.
Memang Jepang memiliki kekaisaran dan pemerintahannya sendiri di Kyoto. Tetapi secara praktis seluruh negara diatur oleh Hideyoshi.
Tiga tahun yang lalu ia masih berfungsi sebagai jenderal di bawah Shogun, diktator militer Oda Nobunaga. Didampingi dengan kebijaksanaan Hideyoshi-lah diktator ini berhasil menumpas habis para panglima pemberontak yang puluhan jumlahnya.
Sesudah pembunuhan Nobunaga ia bersumpah pada diri sendiri untuk menggantikan junjungannya, menjadi orang yang terbesar.
"Akan kusatukan Jepang. Tiongkok dan Korea..." demikian ia sesumbar. "Semudah menggulung tikar dan mengangkatnya dengan sebelah tanganku
la mulai dengan Jepang.
Mereka yang tak berhasil ditumpas dimenangkannya dengan taktik. la memang seorang pemimpin hebat, mampu menarik kepercayaan orang lain. Karena itulah ia mendapat julukan 'Monyet Bermahkota".
Bahkan mereka yang menyebut dirinya musuh bebuyutan akhirnya terbujuk juga oleh Hideyoshi yang mempunyai karisma ini.
Memang harus diakui... dialah yang mengubah gaya Jepang berperang! la mempunyai bala tentara, mata-mata yang tak terhitung jumlahnya, dikirim ke segala penjuru, segala pelosok.
Setiap agen juga mengawasi agen yang lain dan setiap laporan selalu disamakan. Hideyoshi merupakan pemuka pertama dalam taktik militer. la mengumpulkan segala macam data... mengenai panen dan perikanan, mengenai tentara dan moralnya, mengenai cuaca dan persediaan pangan. Dan setiap data juga dimanfaatkannya.
la juga menyiapkan taktik kejiwaan terhadap semua jenderal-jenderal di Jepang. Hideyoshi adalah pahlawan yang berani dan pandai menilai orang lain, juga memiliki dua sifat unggul... kesabaran dan kejelian untuk memilih 'waktu' yang tepat.
Dan 'Monyet Bermahkota' ini memiliki segalanya yang tak dimiliki oleh Lord Saburo, seorang lelaki gemuk empatpuluh tahun.
"Kurang ajar..." demikian katanya pada Benkai. "Aku diminta membuka istanaku untuk dia? Dan pajakku dinaikkan berlipat-lipat! Hai! la hendak menghancurkan aku..."
Benkai mengangguk.
"Tapi ia tak bisa dikalahkan dengan kekuatan..." katanya dengan bijaksana. "Begitu banyak yang bersumpah setia padanya, seperti aku bersumpah setia padamu..."
Benkai tahu bahwa orang-orang seperti Nobunaga dan Hideyoshi-lah yang berhasil menghentikan perang saudara di Jepang yang sudah berkecamuk selama tiga ratus tahun.
Benkai menghormati Hideyoshi sebagai panglima perang. Tapi karena ia adalah musuh Saburo, maka ia adalah musuh Benkai. Karma telah menentukan ia sebagai pengikut Saburo yang setia dan ia tak mau melawan karma Setiap orang harus meneguk anggur yang sudah disediakan baginya.
Jangkrik berhenti mengerik.
Benkai menatap wanita yang duduk berlutut di lantai itu, mengaduk teh yang dimasak di atas hibachi (anglo) dengan kayu bambu.
Wanita ini tinggal di rumah yang indah, penuh dengan patung kayu dan lukisan. Di sini karpet diganti setiap hari, Benkai tidak betah dalam lingkungan seperti ini. la orang yang sederhana.
Wanita itu bernama Saga... seorang selir berumur tujuhbelas tahun yang dua tahun yang lalu dihadiahkan pada Saburo oleh seorang tuan tanah, sobat sekongkol Saburo.
Wanita ini elegan dan eksotis, langsing dengan gigi dihitamkan sebagaimana modenya saat itu, alis tercukur habis, dan bedak putih di wajahnya.
Benkai berlutut di sisinya, bertumpu pada pergelangan kaki, telapak tangan di atas paha. Sesudah beberapa detik diterimanya juga cangkir teh yang dijulurkan padanya, tapi tidak diminumnya.
"Tuliskan nama-nama orang yang berkhianat itu..." katanya dengan tenang.
"Hai..."
Saga berdiri dan pergi mengambil alat-alat tulisnya yang disimpan di balik tirai berlukiskan naga.
la memilih kertas kuning dan kwas yang baru.
"Orang-orang ini penting... masing-masing berkedudukan dan mereka senang bahwa Lord Saburo sudah mendapatkan kesayangan baru..."
Benkai hampir saja tersenyum. Malam ini Saburo memang menikmati anak lelaki duabelas tahun itu pandai menari dan menyanyi. Kalau saja tidak didahului oleh daimyo pasti Benkai sendiri akan melahapnya.
"Bagaimana kau tahu nama orang-orang ini?" "Ichiro mendengar mereka berbisik-bisik di kandang kuda..."
"Mengapa tak kau sampaikan sendiri pada tuanmu?"
Saga menunduk.
"Aku sudah bukan lagi kekasihnya. Aku hanya perempuan cemburu, tidak lebih dari itu. Apakah perempuan seperti ini tak akan berusaha merebut kembali kasih tuannya? Tidak, lebih baik kau yang menyampaikan kabar ini padanya..."
"Perempuan seperti itu bisa berdusta..."
... Bersambung ke PROLOG ~ 2
Pengarang | Marc Olden |
---|---|
Tamat | Ya |
HitCount | 6.495 |
Nilai total | ![]() |
1 | ![]() |
DAISHO
t0t0 9 November 2012 jam 4:05pm |
2 | ![]() |
SATU ~ 1
t0t0 15 November 2012 jam 10:10am |
3 | ![]() |
SATU ~ 2
t0t0 15 November 2012 jam 10:12am |
4 | ![]() |
SATU ~ 3
t0t0 15 November 2012 jam 10:15am |
5 | ![]() |
SATU ~ 4
t0t0 15 November 2012 jam 10:18am |
6 | ![]() |
SATU ~ 5
t0t0 21 November 2012 jam 9:20pm |
7 | ![]() |
DUA ~ 1
t0t0 21 November 2012 jam 9:22pm |
8 | ![]() |
DUA ~ 2
t0t0 21 November 2012 jam 9:23pm |
9 | ![]() |
DUA ~ 3
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:17pm |
10 | ![]() |
DUA ~ 4
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:19pm |
11 | ![]() |
DUA ~ 5
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:21pm |
12 | ![]() |
TIGA ~ 1
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:23pm |
13 | ![]() |
TIGA ~ 2
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:26pm |
14 | ![]() |
TIGA ~ 3
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:28pm |
15 | ![]() |
TIGA ~ 4
t0t0 4 Februari 2013 jam 12:30pm |
16 | ![]() |
03 ~ 5
t0t0 19 Maret 2013 jam 6:46pm |
17 | ![]() |
04 ~ 1
t0t0 19 Maret 2013 jam 6:51pm |
18 | ![]() |
04 ~ 2
t0t0 19 Maret 2013 jam 6:54pm |
19 | ![]() |
04 ~ 3
t0t0 19 Maret 2013 jam 6:59pm |
20 | ![]() |
04 ~ 4
t0t0 19 Maret 2013 jam 7:03pm |
21 | ![]() |
04 ~ 5
t0t0 20 Maret 2013 jam 12:51am |
22 | ![]() |
05 ~ 1
t0t0 21 Maret 2013 jam 4:01am |
23 | ![]() |
05 ~ 2
t0t0 21 Maret 2013 jam 4:04am |
24 | ![]() |
05 ~ 3
t0t0 21 Maret 2013 jam 4:07am |
25 | ![]() |
05 ~ 4
t0t0 21 Maret 2013 jam 4:09am |
26 | ![]() |
05 ~ 5
t0t0 21 Maret 2013 jam 6:15am |
27 | ![]() |
06 ~ 1
t0t0 21 Maret 2013 jam 6:19am |
28 | ![]() |
06 ~ 2
t0t0 21 Maret 2013 jam 6:25am |
29 | ![]() |
06 ~ 3
t0t0 21 Maret 2013 jam 6:33am |
30 | ![]() |
Epilog ~ End.
t0t0 21 Maret 2013 jam 6:42am |
Baca semua komentar (6)
Tulis Komentar
#2 | ![]() |
mohjaeni
19 November 2012 jam 2:19pm
 
Mana lanjutanya gan... |
#3 | ![]() |
t0t0
20 November 2012 jam 1:21am
 
mohjaeni menulis: ![]() Maaf Bos... novelnya rada2 kusut dan ter-potong2, banyak di edit dan dibaca berulang kali supaya nyambung, dan ditambah kata2 yang tidak ada. So... maaf kalo updatenya sangat lambat. ![]() |
#4 | ![]() |
t0t0
2 Desember 2012 jam 2:42pm
 
Maaf.... |
#5 | ![]() |
kyoshiro
2 Desember 2012 jam 8:41pm
 
Yah yang penting tamat suhu. Biarpun lambat. Karya yg bagus. |
#6 | ![]() |
Barlinsamboja
22 Maret 2013 jam 11:37am
 
Selesai........ |