. . .
Jalanan sepi dan basah, kawan.
Lampu-lampu jalanan kiranya masih menyala kala itu, sehingga paras pucat perempuan itu sempat tertangkap meski tidak terlalu jelas lantaran cahaya lampu terhalang ranting akasia.
Ia mengutuk peristiwa demi peristiwa yang dialaminya.
Pandangannya terus menyorot ke kanan sampai lehernya pegal.
Ia memejamkan matanya, berusaha membebaskan diri impitan ingatannya.
Malam sudah melewati separuh perjalanannya.
Hujan turun lagi.....
Pengarang | Aris Kurniawan |
---|---|
Tamat | Ya |
HitCount | 206 |
Nilai total | ![]() |
1 | ![]() |
Jalan Sepi
t0t0 13 Desember 2012 jam 9:17pm |
Baca semua komentar (2)
Tulis Komentar
#1 | ![]() |
kurotagusu
8 Februari 2013 jam 11:34pm
 
siapapum pasti sakit hati kalau disakiti |
#2 | ![]() |
Borjak88
1 Mei 2013 jam 11:27am
 
Ironi sekali, |