Home → Bacaan → DIÀNYUÃN SHà HÄ’I (TENAGA BATU HITAM)
Prolog
Tiongkok berada di tangan Li Yuan yang menyatakan diri sebagai Kaisar Gao Zu, penegak Dinasti Tang, berkuasa di ibukota Chang’an. Di bawah Kaisar Gao Zu, Dinasti Tang berhasil menaklukkan pemimpin pemberontak dan suku-suku barbar di Tiongkok utara. Mereka ditaklukkan oleh dua putera kaisar, Li Jian Cheng dan Li Shi Min, serta Li Ping Yang, seorang puteri Kaisar Gao Zu. Kepahlawanan tiga keturunan Kaisar Gao Zu tidak hanya bergaung di tanah Tiongkok tetapi juga menjangkau jauh ke luar Tiongkok hingga Manchuria di timur laut dan Koguryo di barat daya.
“Mereka akan memainkan musik militer, dulu sang putri sendiri pernah menabuh genderang perang dan memimpin pemberontakan atas nama kebenaran untuk membantu saya mendirikan dinasti ini, bagaimana mungkin ia bisa diperlakukan seperti wanita biasa?†Di tahun kelima berkuasa Kaisar Gao Zu kehilangan Li Ping Yang yang berperang dengan bangsa pengembara suku Turki.
Kaisar Gao Zu hanyalah putera langit yang harus tunduk pada kehendak langit. Apa yang telah diraihnya pun terancam oleh perpecahan di antara dua pahlawan Dinasti Tang, Li Jian Cheng dan Li Shi Min. Sekalipun, Kaisar Gao Zu telang mengangkat Li Jian Cheng, putera sulung sebagai putera mahkota sekaligus telah membuktikan diri sebagai seorang ksatria di medan perang, namun ia kalah bersaing dengan Li Shi Min.
Di penghujung masa kekuasaan Kaisar Gao Zu, perseteruan antara dua darah daging Li Yuan memuncak dan telah menarik kekuatan-kekuatan, tidak hanya di kalangan istana tetapi juga di luar istana. Dua kekuatan berhimpun pada dua kutub. Satu merapat bernaung pada Wisma Menjangan Emas di tenggara Chang’an, yang lain menyokong Wisma Istana Angin di utara Chang’an.
***
"Legenda Batu Hitam merupakan bagian dari Legenda Dewi NÇšwÄ yang telah menciptakan manusia memenuhi bumi. Dengan melecutkan tali itu ke permukaan bumi, ia mengubah butir-butir lumpur Sungai Kuning menjadi manusia. Ia pun menjaga manusia berkembang generasi demi generasi dan bertambah jumlahnya dari hari ke hari. Dewi NÇšwÄ sangat mencintai manusia dan selalu melindungi dari bencana yang menimpa dengan menyurutkan banjir dan memusnahkan binatang buas, sehingga manusia bisa hidup aman dan tenteram. Bahkan, Dewi NÇšwÄ pun menahan dan menambal langit yang mau roboh. Untuk menahan langit, ia memotong empat kaki kura-kura raksasa untuk mengantikan empat pilar penahan langit. Ia pun memilih dan mengambil serta mengisi dengan kekuatannya tiga puluh enam ribu lima ratus satu batu-batuan untuk dilebur menambal lubang pada langit. Dari tiga puluh enam ribu lima ratus satu batu-batuan, Dewi NÇšwÄ hanya meleburkan tiga puluh enam ribu lima ratus batu, tersisa satu yang tidak dipakai. Batu Hitam adalah batu yang tidak terpakai oleh Dewi NÇšwÄ untuk menambal langit.â€
“Dunia persilatan menyakini Batu Hitam adalah batu yang telah berisi kekuatan Dewi NÇšwÄ. Seperti batu-batu lain memiliki kekuatan menambal langit, demikian juga Batu Hitam diyakini mengandung kekuatan yang sama.†Roda Dunia berdiri dan menghadap ke barat laut di mana Gunung Li ShÄn kokoh berdiri menjulang. Ia pun melanjutkan, “Batu Hitam yang tidak dipergunakan menambal lagit, selanjutnya dikenakan Dewi NÇšwÄ sebagai batu hiasan di keningnya. Batu Hitam pun selalu terbawa di mana pun Dewi NÇšwÄ berada. Sudah dikenal luas bahwa Dewi NÇšwÄ berdiam dan bersemayam di puncak Li ShÄn. Demikian juga dengan Batu Hitam ada di puncak Li ShÄn bersama Dewi NÇšwÄ. Kaum dunia pesilatan mempercayai Dewi NÇšwÄ selalu memperlihatkan Batu Hitam setiap tujuh tahun sekali. Oleh karena itu, setiap tujuh tahun sekali kaum pesilatan mendaki puncak Li ShÄn berharap melihat, dan sebisa mungkin, mendapatkan Batu Hitam milik Dewi NÇšwÄ saat muncul di puncak Li ShÄn. Kekuatan Batu Hitam diyakini dapat meleburkan Gunung Hoa San atau mengeringkan Sungai Wei He di Chang’an." Ratusan bahkan ribuan pendekar telah mendaki gunung-gunung untuk memburu dan memperebutkan mustika Batu Hitam.
Di tengah perseteruan dua penerus utama Li Yuang atas tahta kekaisaran Dinasti Tang, juga berlangsung perebutan Batu Hitam. Enam perguruan utama terpaksa mengutus murid-murid tingkat pertama, bahu membahu dan bekerja sama mendapatkan Batu Hitam agar tidak terjatuh ke tangan orang yang salah. Tidak terelakkan, persaingan memperebutkan Batu Hitam pun terpilin menyatu dengan perseteruan dua darah daging Li Yuan menapak tahta Dinasti Tang. Mungkin, Batu Hitam hanya sekedar kabar burung… kabar burung yang telah mengguncang tanah Tiongkok di tengah perebutan kuasa Dinasti Tang.
Pengarang | Henang WWJ |
---|---|
Tamat | Tidak |
HitCount | 44.895 |
Nilai total | ![]() |
Baca semua komentar (38)
Tulis Komentar
#34 | ![]() |
syalom
21 Agustus 2016 jam 8:33pm
 
Mantap Bung....Akhirnya lanjutan muncul juga.... Kami tunggu kelanjutannya... |
#35 | ![]() |
sontrot
22 Agustus 2016 jam 10:26pm
 
asssyyiikk, rutin apdet. thanks suhu... |
#36 | ![]() |
maling007
24 Agustus 2016 jam 3:20pm
 
Makin mantap ceritanya, makash suhu. |
#37 | ![]() |
Ridlo
10 September 2016 jam 12:47pm
 
alurnya santai ceritanya mulai rumit. siiip... |
#38 | ![]() |
atjil
27 Agustus 2018 jam 9:50pm
 
lanjutin ceritanya |