ARYA SOMA KSATRIA NAGA

HomeBacaanARYA SOMA KSATRIA NAGA

maviza
20 April 2016 jam 4:25pm

Setelah meninggalnya suaminya yaitu raden wira kusuma, gusti ayu retno wulandari lebih senang tinggal dikediaman ayahnya yang seorang resi di padepokan glagah arum.raden wira kusuma adalah adik dari gusti prabu wirabumi yang sekarang ini menjadi raja di kerajaan karangbuana.sejak kecil mendiang raden wira kusuma sudah menunjukan ketertarikannya dengan dunia olah kanuragandankesaktian,kebiasaannya yang pergi dari istana secara sembunyi sembunyi merepotkan hampir seluruh istana.hal inilah yang akhirnya membuat gusti prabu kameswara ayah raden wira kusuma menitipkannya kepada resi wanayasa dipadepokan glagah arum.
Seiring berjalannnya waktu raden wira kusuma semakin dewasa,keakrabannya dengan putrid dari resi yang juga gurunya menumbuhkan bibit bibit cinta diantara mereka.hal ini sepenuhnya diketahui oleh resi wanayasa dengan,namun sang resi tidak melarangnya mungkin karena memang resi memiliki pemikiran tersendiri.disamping memang kepribadian raden wira kusuma yang baik jujur dan watak ksatrianya.
Tak disangka ajal begitu cepat memanggil mantu satu satunya yang dia kasihi.namun kesedihan ini sedikit terobati dengan kehadiran putra satu satunya dari mendiang yang dia beri nama Arya Soma.matanya,senyumnya benar2 mewarisi almarhum ayahnya.dan sejak itulah keceriaan padepokan glagah arum kini muncul kembali.
“soma…dimana kamu nak…”panggil gusti ayu retno sambil kebingungan mencari anaknya.
“ada apa putriku…kenapa kamu nampak kebiungungan..”Tanya resi
“romo…arya soma tidak ada dipondokan sejak tadi pagi…apakah romo tau dimana…”balas gusti ayu.
“tenanglah putriku…putramu tidak kemana mana,sebentar lagi dia akan pulang…”jawab resi.
“tapi romo,matahri sudah sepenggal dia belum juga pulang.apalagi dia belum mkan sejak pagi”pukas gusti ayu dengan penuh cemas.
“sudah sudah…tenangkan dirimu,putramu pasti kembali…”perintah resi

Ditempat lain nan jauh tepatnya dibukit naga tampak seoarng kakek duduk sambil sebentar sebentar mengelus ngelus jenggotnya yang panjang.wajahnya terlihat sangar dengan guratan wajahnya sisa sisa kegagahannya masih nampak jelas.orang orang memanggilnya Gunadarma si dewa naga,seorang pendekar sakti pengusa bukit naga yang dahulu menggemparkan dunia persilatan.pendekar sakti yang sulit dicari lawan tandingnya.
“hmmm…sudah lama aku tak berkunjung ketempat kakang wanayasa..”gumamnya.
“apa aku ketempatnya saja sekarang,,,baiklah…aku sebaiknya kesana saja disini kepalaku pening…”katanya membatin.
Dengan sekali hentakan tubuhnya bergerak cepat berlalu meninggalkan bukit naga.gerakannya sungguh cepat bagaikan kilat,ilmu meringankan tubuhnya benar benar sempurna.maka tak sampai lama dia sudah berada disekitaran padepokan glagah arum.
“hmmmm…siapa anak kecil ini…”fikirnya sambil menghampiri anak kecil
“hai bocah siapa kamu…”tanyanya
“kakek siapa,aku belum pernah melihat kakek sebelumnya..”balasnya
“hhehehehhee….”kekehnya
“bukankah aku tadi bertanya padamu kenapa kamu malah bertanya balik…”ujarnya
“namaku arya soma…putra romo wira kusuma dengan ibu ayu wulandari cucu eyang wanayasa…”jawabnya.
“hhaahhhhh…!!!kakang resi punya cucu…????”Tanyanya tak percaya.
“kau benar cucu kakang wanayasa..?”tanyanya lagi
“benar…lalau siapa kakek ini..”tanyanya
“hahhahahaha…..aku senang…aku senang….rupanya disinilah aku temukan jawaban dari kegelisahanku selama ini….”suara membahana
“kakang wanayasa…terima kasih…”ucapnya lagi
“kakek…kenapa berterima kasih..kakek belum menjawab pertanyaanku..”arya
“hmmm…soma cucuku…sebelum kakek menjawab pertanyaanmu sebaiknya ayo kita temui eyangmu..”jawabnya…
“kakek kenal dengan eyang resi…”tanyanya lagi
“hhheeee,,,sudah ayo lekas kita temui eyangmu…nanti kau juga akan tau siapa kakek…”timpalnya
Dengan wajah penasaran arya akhirnya menuruti ajakan dewa naga.mereka berjalan menyusuri jakan setapak kearah padepokan.tak lama mereka sudah sampai didepan gapura padepokan glagah arum.didepan pintu nampak seorang perempuan berjalan mondar mandir kesana kemari,raut mukanya nampak kecemasan.
“ibuuuu….”suara bocah tak lain adalah arya
“soma….kemana saja kau nak,ibu cemas memikirkanmu…”Tanya gusti ayu
“soma tidak kemana mana bu…soma hanya berlatih di luar padepokan di atas bukit…”jawabnya
“siapa dia nak…”gusti ayu
“kakek ini namanya…soma juga belum tau namanya ibu,tapi kakek ini mengenal eyang..”jawabnya polos
“anakku…kaulupakah siapa aku…?”dewa naga.
“saat kecil kau sering menarik narik jenggot ini…?”ucapnya
Setengah kaget dan serasa tak percaya dengan siapa yang dihadapannya.
“benarkah ini paman gunadarma…???”Tanya gustu ayu
Yang ditanya hanya manggut manggut tanda mengiyakan memnbenarkan pertanyaan.
“maafkan atas ketidak sopanan saya paman,sungguh saya benar2 tidak menegetahui jika ini adalah paman…”jawabnya dengan hormat
“hahahahaha….sudah lama paman tidak berkunjung ketempat romomu,sudah lama pula paman mengembara.bahkan saat pernikahanmu dulu paman juga tak dapat memenuhi undangan romomu.”ujar dewa naga.
“iya paman…ehh..mari paman kita masuk dulu biar saya memeberitahu kedatangan paman kepada romo dulu..”ucapanya mempersilahkan masuk
Dengan berjalan masuk kepondokan diiringi arya soma,dewa naga masih memperlihatkan wajah sumringah yang tak bisa dia sembunyika lagi.sepanjang dia bertemu arya soma disaat diamnya dia seperti orang linglung tersenyum senyum sendiri.

“kek…kenapa kakek daritadi senyum senyum terus..”Tanya soma
Yang ditanya belum menyahut masih dengan senyum sendirinya.
“kek…!!!
“Aahh…iya ada apa soma…?”jawabnya kaget
“kenapa kakek senyum terus daritadi…???soma
“hahahhaha….karena kakek benar2 bahagia sekali”jawab dewa naga
Suara langkah memasuki ruang depan pondokan terdengar pelan.rupanya resi wanayasa dan gusti ayu wulandari kiranya yang dating.
“hohohoho…rupanya adi gunadarma masih mengingatku sehingga dating kepondokan reot ini…”suara resi
“hahahhaa…kakang resi…”kekehnya
“maafkan kalau aku baru kali ini bisa dating berkunjung ketempat kakang…”gunadarma membela diri.
“sudahlah rayi…kau tak perlu sungkan…aku tau dan mengenalmu dengan baik.jadi kau tak perlu merasa canggung begitu…hahahhaa…”resi
“ahh kakang resi…kakang benarkah ini cucu kakang…?tanya gunadarma
Dengan sedikit senyum resi wanayasa menjawab dengan anggukan…
“dia adalah putra dari mendiang raden wira kusuma…”tegasnya

Pengarang Maviza
Tamat Tidak
HitCount 2.113
Nilai total

Bab

1 Darah Biru
maviza 20 April 2016 jam 4:33pm
2 BAB II MENUJU LEMBAH NAGA
maviza 21 April 2016 jam 7:17am

12 komentar

Baca semua komentar (12) Tulis Komentar

#8
echo2612 21 April 2016 jam 10:41am  

Nambah satu cerita silat....

Sekilas ceritanya cukup memikat, namun sedikit masukan untuk lebih diperhatikan tanda bacanya SUHU, misal spasi, huruf kapital, dll.

Trus itu bab Inya sepertinya mengulang dengan prolognya? isi sama, tapi dipotong di tengah2. Mending prolognya dijadikan bab I aja SUHU...

Keep posting :)

#9
maviza 21 April 2016 jam 11:36am  

echo2612 menulis:
Nambah satu cerita silat....

Sekilas ceritanya cukup memikat, namun sedikit masukan untuk lebih diperhatikan tanda bacanya SUHU, misal spasi, huruf kapital, dll.

Trus itu bab Inya sepertinya mengulang dengan prolognya? isi sama, tapi dipotong di tengah2. Mending prolognya dijadikan bab I aja SUHU...

Keep posting :)

Terima kasih atas saran dan kritiknya...akan saya jadikan pegangan buat kedepan...
tentang prolog itu kemarin kesalahn saya waktu post...maklum amatiran hehehe...
untuk berikutnya akan lebih dibenahi lagi...
trima kasih... :)

#10
Yamada 29 April 2016 jam 9:41am  

lanjut Bung Marviza
cerita sudah bagus, cuma ada sedikit yang mengganggu,kenapa prolog sama bab awal diulang lagi.
Dan bab 2 kayak gak ada awalannya!
maaf kalau menyinggung

#11
reddevilito 3 Juni 2016 jam 11:00am  

seru nih...di lanjut suhu..
:money:
:popcorn:

#12
gendhis 14 Mei 2018 jam 1:35pm  

Mantep nie... lanjut lg ceritanya ya