PEDANG NESTAPA

HomeBacaanPEDANG NESTAPA

WicaksonoWJ
30 Agustus 2016 jam 3:42pm

PROLOG

Entah dari mana asalnya, tidak diketahui. Bersusah payah menempuh bahaya mendatangi padang pasir Moguicheng atau Kota Iblis, tempat mengerikan dimana terdengar suara gemuruh seram yang menyerupai auman singa, jerit tangis bayi, suara hewan yang sedang disembelih, jeritan wanita sekarat, dan pada akhirnya semua akan berubah menjadi suara teriakan, tangis, dan kemarahan.Suara seram mengiring bersamaan gulungan dinding tebal tinggi nan gelap badai pasir, ganas siap menyapu dan menerjang apa pun yang dilalui.

Dua belas tahun ia mempersiapkan diri untuk bisa datang ke Kota Iblis. Untuk satu tujuan, memenuhi amanat Guru. Amanat ganjil, ia diminta Guru mempelajari dua gerakan sabetan pedang sederhana memotong silang. Dua belas tahun ia berpegang janji, menghabiskan waktu hanya untuk dua sabetan pedang sederhana. Yakin akan kemampuannya menguasai dua sabetan sederhanya, ia pun mendatangi Moguicheng. Tepatnya, bertandang ke Kuburan Pedang, kawasan berupa lembah pada perbukitan cadas kira-kira lima puluh li di utara Kota Iblis.

Kuburan Pedang berupa hamparan tonggak-tonggak ratusan pedang tertancap di tanah. Berderet-deret memenuhi lembah. Di tengah ratusan tonggak pedang, terdapat satu batu besar berukuran dua kali kerbau dewasa. Tujuh pedang tertancap di atasnya hingga bilah masing-masing pedang terlihat hanya setengah. Diapit masing-masing tiga pedang di kiri dan di kanan, Pedang Nestapa menancap tegak pada batu. Sebagaimana perintah Guru, ia datang ke Kuburan Pedang membawa serta bersamanya Pedang Nestapa. Ia membawa Pedang Nestapa, milik Guru, tanpa tahu dimana Guru berada. Hidup atau mati, tidak ada jejak ditinggalkan baginya.

***

“Jīngshén…” Ia membisikkan namanya di depan Pedang Nestapa. “Semangat” begitu arti namanya. Tidak bisa dibilang lagi remaja, Jīngshén menyandang Pedang Nestapa memulai hidup penggembaraan. Menyinggahi kota dan perkampungan yang tidak pernah disinggahi, ia membiarkan diri kakinya membawa pergi. Tanpa tujuan pasti, kecuali di bawah bayang-bayang kilauan tajamnya pedang, di setiap tempat ia berada.

Tidak pernah dibayangkan oleh dirinya, Guru yang membesarkan telah menuliskan sejarah panjang. Begitu kabur ujung pangkalnya. Yang pasti, keberadaan Pedang Nestapa mengiring pengembaraan, menghadapkan Jīngshén dengan perguruan-perguruan besar di Tiongkok Tengah. Pedang Nestapa tidak hanya menuliskan kisah bagi Guru, tetapi juga bagi dirinya.

Anehnya, hidup petualangan yang mengancam dilalui Jīngshén hanya dengan berbekal satu pedang dan dua gerakan sayatan sederhana. Satu Pedang Nestapa, dan dua sayatan sederhana jurus Roh Pedang. Memadukan dirinya, “Sang Semangat”, kejataman Pedang Nestapa dan dua sayatan sederhana Roh Pedang, Jīngshén menantang maut dan memastikan nyawa tetap tinggal di badan.

Note:

Kisah Jīngshén akan mengisi di sela-sela perjalanan Dēng Shàng Jiāo dalam Kekuatan Batu Hitam... Semoga menikmati!

Pengarang WicaksonoWJ
Tamat Tidak
HitCount 3.948
Nilai total

Bab

1 Bab 1 -- KUBURAN PEDANG
WicaksonoWJ 30 Agustus 2016 jam 3:45pm
2 Bab 2 -- WISMA BUNGA KEMUNING
WicaksonoWJ 3 September 2016 jam 3:39pm
3 BAB 3 -- JEJAK KEMUNCULAN PEDANG NESTAPA
WicaksonoWJ 10 September 2016 jam 8:02am
4 BAB 4 -- IKUT ROMBONGAN ASING KE HAIXI
WicaksonoWJ 16 September 2016 jam 1:02am

14 komentar

Baca semua komentar (14) Tulis Komentar

#10
Gadoni 1 September 2016 jam 9:33am  

openingnya lumayan menjanjikan, tapi batu hitamnya jangan digantung ya

#11
reddevilito 2 September 2016 jam 4:18pm  

seru nih...

#12
aabadulah 27 November 2016 jam 4:35am  

mana lanjutanya suhu..

#13
bolenang 11 Februari 2017 jam 9:17pm  

Lanjut

#14
opie 5 April 2017 jam 9:26pm  

ga lanjut ya... :z