Home → Cerita Pendek → Telusuri
"Yo, Is, karena lu berdua sudah sampai ke kampung halaman dengan selamat dan tidak kurang satu apapun, gue pamit. Gue hanya mengantar saja dan gak menginap," kata Panji pamitan.
"Gak makan dulu, Gusti?" tanya Euis.
"Makasih, Is. Gue masih ada keperluan lain. Salam aja buat abah," kata Panji sambil bangkit dan pamitan
"Tahun kemarin dilarang mudik, tahun ini juga dilarang. Istri gue sudah kangen abah emaknya di kampung. Rencananya gue dan istri gue akan mudik tahun ini. Tapi kayaknya mesti tertunda lagi," keluh Aryo dengan wajah muram.
"Tujuan pemerintah baik, Yo. Mencegah naiknya kembali angka penularan covid 19. Jadi bersabarlah," hibur Panji.
"Gue sih
Cerita ini hanya fiktif. Murni khayalan pengarang. Bila ada nama, tempat dan peristiwa yang sama itu hanya kebetulan.
Pengantar cerita
Para ahli strategi, siasat dan taktik di setiap kubu, organisaasi dan badan rahasia yang ada di setiap negara hanya bisa menyusun rencana, drama dan skenario untuk berbagai tujuan dan efek yang diinginkan
Viral. Tenar. Basi. Dilupakan. Sungguh akhir yang menyedihkan. Bahagia diawal namun menderita diakhir. Itulah fase kehidupan artis dadakan. Selebriti instan. Tenar mendadak. Dilupakannya pun cepat. Berbeda dengan artis yang meniti karir dari bawah. Dari nol. Jatuh bangun dan menelan pahit getirnya dunia entertainmen untuk waktu yang lama. Merangkak pelan menuju
"Gue enggak setuju sama konsep pelakor karena laki-laki bukan sebuah objek yang bisa direbut. Selingkuh itu terjadi karena adanya mutual feeling (mau sama mau). Perselingkuhan enggak akan terjadi bila kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan) tidak saling merespon. Ibarat memasukan benang jahit ke lubang jarum. Bila tangan kiri dan tangan
Pertandingan ketiga dimulai. Seperti pada pertandingan kedua, Dewa Kipas tidak konsen. Hasilnya tambah parah. Putri Irene menang telak. Dewa Kipas dihujani cemo'ohan dan kebanjiran hujatan. Kini hanya tersisa satu pertandingan.
Meski dua kali kalah telak berturut-turut namun nama Dewa Kipas makin berkibar dan semakin naik daun. Popularitasnya mengalahkan beberapa tokoh yang
"Fokus, bro. Jangan hiraukan suara-suara sumbang. Kalah dan menang hal biasa dalam pertandingan. Tugas kamu adalah berusaha untuk tidak kalah. Minimal kembali seri," suara menggema di dalam diri Dewa Kipas. "Bila kamu sudah berusaha dengan segenap kemampuan untuk tidak kalah tapi masih kalah, itu sudah diluar kemampuanmu. Kalah setelah bertanding
Di dunia nyata, pertandingan sudah berakhir. Namun dalam cerita fiksi karya Nur S ini pertandingan masih berlangsung.
Pertandingan sesi kedua dipadati penonton. Kabar Dewa Kipas bisa mengimbangi skill Putri Irene dan bermain seri mengundang rasa penasaran semua orang. Mereka berbondong-bondong datang dari segenap penjuru untuk melihat langsung sepak terjang Dewa Kipas
Di sebuah pos ronda...
"Menurut lu siapa yang akan menang, Dewa Kipas atau Putri Irene?"
"Kalo gua pegang Dewa Kipas. Gua yakin Dewa Kipas menang...."
"Jangan terlalu yakin, sob. Dewa Kipas hebat di dunia maya saja. Di dunia nyata belum tentu. Lagi pula lawan yang dihadapinya bukan kelas pos ronda macam kita. Ini
"Aku curiga Dewa Kipas cheater. Pakai cheat atau bot engine," bisik Nini Kedasih pada Putri Irene. Kabar Dewa Kipas yang bisa mengimbangi skill Putri Irene menyebar dengan kecepatan cahaya. Semua warga di negeri itu sudah mendengar dan sontak saja nama Dewa Kipas menjadi viral dan jadi trending topik di medsos