PENDEKAR CINTA - Cersil Khusus Dewasa

HomeForumKomentar BacaanPENDEKAR CINTA - Cersil Khusus Dewasa

Komentar untuk PENDEKAR CINTA - Cersil Khusus Dewasa


#41
Duangsa 2 Agustus 2006 jam 2:05pm  

Om Imanto, thanks for the update.
Sedikit saran bung, pendeskripsian tempat seperti di bab 7 (Rahasia Lukisan Kuno) tol dikurangi saja. Cukup 1 paragraf sajalah. Terlalu banyak justru tdk minat bacanya. Seperti mo belajar geografi saja. Pusing otak ini jadinya dah. Salam

#42
Salanare 6 Agustus 2006 jam 7:46pm  

Saluuut buat tabib, sebg pasien baru (dan seterusnya) yg kerasukan cersil masih memerlukan resep2 update dr tabib agr tetp terjaga, lagian kalu bs tambh ginsex yg lbh hot br sueger!

#43
fajarmuhasan 9 Agustus 2006 jam 2:05pm  

LANJUUUUUUUUUUUTTTTTTT

#44
danniel_son 11 Agustus 2006 jam 10:29am  

:) Wah...wah... Mas Imanto, gimana caranya kalau pesan buku cetaknya dari Amrik? Bisa kirim dan berapa harga dan ongkosnya?

#45
Kadirjelek 11 Agustus 2006 jam 10:47am  

Bung Imanto, bila ini memang karya tulisan anda saya ucapkan selamat. Tulisan anda cukup menarik.

Saran dari saya:

Saya baca dalam bab ini (bangkitnya partai Mo-Kau) anda sajikan dalam bentuk narasi. Rasanya sayang sekali, sebab ini kisah cukup panjang dan dengan kejutan Penyajian terbaik dalam bab ini (bangkitnya partai Mo-Kau) bukanlah dengan narasi.

Latar belakang pertempuran Mo-Kau vs 7 Partai, bisa anda sajikan dibelakangan. Dan sebaiknya tidak dalam format narasi, mungkin diceritakan oleh tokoh tua atau ketua partai terdahulu.

Mestinya Hok-Ceng sebagai anak dari Tiong-Cin Tojin dapat kamu sajikan sebagai kejutan ditengah-tengah kisah. Biarlah para pembaca menduga-duga siapa Hok-Ceng ini. Sebab tokoh ini bisa menjadi lawan potensial sang jagoan.

Plot cerita yang disarankan:

1. Kisahkan keadaan cabang mo-kau yang diketuai oleh kakek luar Hok-Ceng, entah itu dalam suasana rapat atau suasana berlatih atau bahkan suasana konflik kecil dengan perkumpulan lain.
2. Kedatangan Hok-Ceng yang patut dicurigai, misalnya dalam rapat tanpa sengaja mencuri dengar atau kedatangannya tepat saat sang ketua dalam puncak latihan yang tidak boleh diganggu atau dicurigai sebagai musuh dalam konflik dengan perkumpulan lain.
3. Dan akhirnya terjadi pertemuan antara sang kakek dengan cucu luar. Tentang jadi diri siapa sebenarnya Hok-Ceng dapat anda tutupi dengan misalnya percakapan itu dilakukan di dalam ruangan dan tidak diketahui siapapun. Misalnya saat Hok-Ceng menunjukan lukisan kuno... nah ini saat yang tepat untuk masuk ruang rahasia dan pembaca tahunya begitu keluar sudah jadi cucu.
4. Peran Hok-Ceng selanjutnya bisa menjadi mata-mata lagi, tentu saja di Bu Tong dengan membawa-bawa nama gurunya, tentu saja dengan kedok sikap yang sangat baik, patuh dan berbudi luhur sehingga menarik perhatian sang kakek guru sehingga mewarisi ilmu-ilmu yang lebih tinggi... bahkan bisa menjadi tokoh penting di bu-tong.
5. dlsb.....

Tentang Mo-Kau pusat

Pemberitahuan soal ini kepada pembaca di awal-awal kisah dalam bentuk narasi rasanya tidak tepat. Kisah ini bisa anda sampaikan ditengah-tengah cerita. Karena menurut pandangan saya, ambisi Mo-Kau inilah yang menjadi inti cerita. Sang ketua mestinya keperkenalkan kepada publik belakangan setelah para bawahannya dikenal.

Awalnya biarlah publik mengenal kakek luar Hok-Ceng, terus pembantu-pembantu sang kakek luar yang membantu gerakan Hok-Ceng. Baru para utusan Mo-Kau pusat.... Anggota inti Mo-Kau pusat (para murid sang ketua, para tetua) dan sang ketua. Contoh yang paling bagus adalah Pendekar Hina Kenala, dimana sampai pertengahan lebih publik penasaran dengan Tonghong Put-pay.

Dan rencana Mo-Kau diketahui oleh pembaca melalui sang jagoan kita - Li Kun Liong. Tidak dengan mudah, dengan penyelidikan yang sangat rumit, melelahkan dan menegangkan oleh sang jagoan.

Dengan plot-plot yang seperti ini, sang pembaca akan tetap merasa betah membaca sebab sebuah kisah tidak terlalu mudah untuk ditebak. Ada kesan penasaran untuk selalu menunggu dan menunggu.

Apapun juga, saya salut atas karya anda. Selamat berkarya!

Salam,
Ugly Kadir

#46
serdtje 2 Oktober 2006 jam 11:13am  

wah ada unsur dari novelnya Jin Yong, nanti pak Jin Yong marah lagi kalo tokohnya di masukin ke cerita silat bokep :))

#47
taruna 13 Oktober 2006 jam 11:12am  

Menarik sekali membaca cerita bung imanto. Untung baru 'nemu' sekarang, jadi bisa baca sampai tamat tanpa nunggu2 up datenya tiap saat...:p Kenapa yang seri III nya gak dishare sekalian bung? Sedikit masukan, walaupun saya sangat2 menghargai usaha anda mencari literatur untuk menlengkapi tulisan anda, seperti sejarah, geografi, dll. Tapi terkadang agak kepanjangan bung. Sekali lagi bravo buat anda. Ditunggu terus karya2nya.

taruna

#48
Kiki_Tim 5 November 2006 jam 6:26am  

Hallo Mas Imanto,

gimana buat pesanan dari Europa, khususnya dari Jerman. apakah juga dikirim? Mendingan dikirim peremail saja deh. Setuju ngak? Kalo mau, nanti cayhe transfer uangnya. Kasih tau ok.....

#49
awambharata 7 Januari 2007 jam 3:25pm  

Lumayan si critanya. Romantis, puitis, sayang penulisnya kurang mahir BERHITUNG! klo 17 + 5 jadi 20 kan aneh?

#50
tabib_gila 9 Januari 2007 jam 4:05pm  

awanbrata-heng, maksudnya apa yach 17+5=20? kayaknya cayhe engga pernah menulis rumus-rumus matematika dalam cersil :))

#51
pangeran007 6 Maret 2007 jam 4:53pm  

Bravo...Keren dan Ciamik Banget.
Sayang ada bagian-bagian tertentu yang disensor :(( :(( , kita-2 yang merasa cukup dewasa "agak dirugikan" nih bung ha ha ha :)) :)) . Bisa gak bagian-2 yang dihilangkan itu di kirimkan ke email aja he he he :p :p
Tetapi secara keseluruhan ceritanya lumayan meyakinkan, Bravo Bung teruskan perjuangan anda.

#52
taufik_82 27 Maret 2007 jam 1:01pm  

kalo bagian serunya disensor udah gak menarik lagi lain kali jgn pake sensor2 sgala....

#53
kolor 21 Mei 2007 jam 1:54pm  

kok pakai di sesor yach kan gak seru :(( , terus kalo mo dapet yang gak di sensor gimna caranya?

#54
kolor 21 Mei 2007 jam 2:07pm  

prend gimana ya caranya biar bisa dapet yang gak disensor,
maklum aku aja ikut jadi anggota, mohon bantuanya yach..

#55
jokowaluyo 22 Mei 2007 jam 5:49am  

wah, sayang di sensor. padahal yang suka baca kaya gini umumnya yg udah dewasa. kalo <17th paling bacanya sincan.

#56
nein 1 Juni 2007 jam 8:02pm  

Kelihatannya harus beli nih! :o

#57
Enika 8 Juni 2007 jam 6:22am  

Halo tabib gila,

Mohon ijin nama-nama jurusnya di munculkan di cersil Pendekar Asmara Tangan Dingin.
Apa aja nama-nama jurus andalan Li Kun Liong yang paling sakti?

Thanks banget ya...

#58
tabib_gila 8 Juni 2007 jam 1:33pm  

Pake aja sesukanya :) itu juga asal nyomot sana-sini -campur aduk. Cayhe sendiri udah lupa apa nama jurus2nya, mungkin bisa di baca satu persatu babnya

#59
marshall 14 Juni 2007 jam 9:19am  

Hi Tabib Gila ....

Cerita-cerita anda memang termasuk "liar",
dan hehehe, menarik untuk terus disimak.

Tidak salah lagi, meski konsumen cersil
diragukan oleh sebuah majalah, tapi pertumbuhannya
saat ini justru semakin signifkan. Setidaknya
bagi yang berkarya dan menulis, justru semakin bertambah.

Terus berkarya .....
maaf jarang on line sekarang,
paling nengok-nengok perkembangan Indozone
dan untuk upload lanjutan Kisah Para Naga.

Ditunggu kelanjutan cerita ini.
Memang perlu yang "wild" dan penuh "fantasi"
semacam Nein.
Sungguh berwarna jika begitu kan?

Salam Damai - Marshall

#60
beniesalabi 31 Oktober 2007 jam 7:14am  

Udah ada yg punya pdfnya? bagi donk ...
lewat email hi hi hi ... :p