| #101 |
 |
turut berduka cita marshall hehehe...moga2 tetep semangat
|
| #102 |
 |
Bingung nih...jadi melebar kemana2...tambah panjang aja ceritanya...padahal fokus saja di tionggoan ngga usah ke jawadwipa segala..hehehe
Saya bersemangat baca sampai terakhir ttg pendeta dari jawa itu masih OK..tapi pas nyeritain ttg sriwijaya dll...jadi males bacanya..hehe
ntar nunggu aja sampai selesai sriwijaya / jawadwipa atau apalah namanya dan fokus di Tionggoan lagi baru baca lagi...
|
| #103 |
 |
Didik78:
Thx untuk apresiasinya.
Untung sampe 13 sudah ditulis kembali.
Meski susah banget
Marshall
terima kasih banyk neh atas kerja kerasnya ,ceritanya bagus banget,maju terus ya
di tunggu nih lanjutannya
|
| #104 |
 |
Tenang bro, dah selesai lagi.
Tapi menyita banyak waktu dan energi tuch
Marshall
turut berduka cita marshall hehehe...moga2 tetep semangat
|
| #105 |
 |
Ones,
Bagian ini memang "wajib" bagi saya untuk diceritakan.
Karena memang, cerita ini akan sangat panjang.
Tapi panjangnya itu, jadi dibuat-buat kalo episode ini
tidak diceritakan disini. Pada saatnya, patokan waktu
yang anda baca, akan muncul kembali pada judul lanjutan cerita ini.
Saat beberapa tokoh kembali ke Sriwijaya dan Jawadwipa
pada tahun-tahun 1060 an. Jadi, bukan tanpa maksud menghadirkan
episode ini. Lagian, urutan dan penyebutan tahun di atas
memang terkonfirmasi dalam sejarah dimana hubungan antara
India Selatan (Colamandala), Tiongkok dan Sriwijaya serta Jawadwipa
termasuk intens.
Jadi, hahahaha, tunggu saja.
Di Episode 14, sudah kembali ke Tionggoan.
Tapi akan lepas, karena banyak tokoh yang akan muncul kemudian
yang jejaknya ditemukan sejak episode 10-13 ini.
Anyway, thx buat kritiknya. Tetap diperhatikan, meski tidak semua kan
harus dipuaskan ......
Marshall
ones menulis: Bingung nih...jadi melebar kemana2...tambah panjang aja ceritanya...padahal fokus saja di tionggoan ngga usah ke jawadwipa segala..hehehe
Saya bersemangat baca sampai terakhir ttg pendeta dari jawa itu masih OK..tapi pas nyeritain ttg sriwijaya dll...jadi males bacanya..hehe
ntar nunggu aja sampai selesai sriwijaya / jawadwipa atau apalah namanya dan fokus di Tionggoan lagi baru baca lagi...
|
| #106 |
|
Cepetan udah gak sabaran lagi nih Marsal- suheng????????????????
Seru broooooooooooooooooo
|
| #107 |
 |
Hi hi hi... Bung Marshal ini bisa aja bikin nama orang. 'Dahi itu dlm bahasa Sabu artinya badai gelombang samudera. Org Sabu jarang ato mungkin tidak pernah pake nama 'Dahi. Lalu penamaannya sama dg org Jawa, org Arab, atau org Yahudi. Jd kalo namanya Kaho 'Dahi, itu artinya Kaho bin 'Dahi.
Eh masih perlu tambahan informasi ttg apalagi, yaa...
Wassalam,
Rani
|
| #108 |
 |
Rani,
AKu nanya-nanya dulu ke kawan-kawan NTT
buat cari nama itu. Searching dulu baru naruh.
Ech, masih ada salah lagi ya ..... tapi katanya
gak terlalu pengaruh. Ya sudah, aku lanjut saja.
Ok, aku kirim berapa pertanyaan nanti ya
moga bisa dibantu!
Marshall
Rani menulis: Hi hi hi... Bung Marshal ini bisa aja bikin nama orang. 'Dahi itu dlm bahasa Sabu artinya badai gelombang samudera. Org Sabu jarang ato mungkin tidak pernah pake nama 'Dahi. Lalu penamaannya sama dg org Jawa, org Arab, atau org Yahudi. Jd kalo namanya Kaho 'Dahi, itu artinya Kaho bin 'Dahi.
Eh masih perlu tambahan informasi ttg apalagi, yaa...
Wassalam,
Rani
|
| #109 |
 |
Ok Bro Marshal. Via indozone ini aja... OK?
Wassalam,
Rani
|
| #110 |
 |
Ehmm udah beberapa jilid ini tak ada di baca2 lagi sungguh sungguh membosankan,
tak tau buat apa di ceritakan panjang lebar ini itu.
terlalu banyak diceritakan malahan jadi membosankan.
semoga cepat kembali ke cerita awal.
sorry tak sabaran
|
| #111 |
 |
Oshinhito,
Mungkin anda kurang cocok dengan gaya pelan-pelan ya.
Tapi gak apa, tidak semua kan harus dipuaskan.
Karena banyak yg ngasih pesan pribadi lanjut.
Sabar dech, karena semua yang ditulis ada gunanya kelak.
Bukan asal taruh. Suatu saat cerita itu akan jadi satu.
Sorry ya ....
Marshall
oshinhito menulis: Ehmm udah beberapa jilid ini tak ada di baca2 lagi sungguh sungguh membosankan,
tak tau buat apa di ceritakan panjang lebar ini itu.
terlalu banyak diceritakan malahan jadi membosankan.
semoga cepat kembali ke cerita awal.
sorry tak sabaran
|
| #112 |
 |
Cerita bagus, tetapi ada kontradiksi yang mungkin perlu diterangkan lebih lanjut.
Bagaimana mungkin Chola dapat mengirimkan bantuannya sedemikian banyak, tanpa melalui lautan yang sudah dikuasai oleh Sriwijaya? Bukankah seharusnya sudah dihancurkan sebelum mendarat, karena satu2nya akses hanya melalui lautan.
|
| #113 |
 |
Cerita Kerajaan Cola masuk lewat darat sebenarnya rekaan saja.
Kekuatan Armada Laut Rajendra Cola I termasuk hebat, sementara
Sriwijaya sedang mengalami masa surut. Kekuatan Sriwijaya yang merosot
itu, masih harus dibagi untuk mengawal Selat Malaka. Kontroversi soal kedudukan
Keddah (kelak menjadi pusat administrasi Sriwijaya pasca penaklukan Kerajaan Cola),
apakah di Jambi atau di Aceh, juga menyisakan soal.
Nach, dalam masa surut itu, ceritanya di interpretasikan bebas oleh penulis.
Ketika Selat Malaka sedang kisruh, maka alur Pantai Barat terbengkalai.
Apalagi Armada Laut Sriwijaya sedang sibuk berperang di jalur utama, yakni Selat Malaka yang menjadi entry point ke SUngai Musi.
Singkatnya, penyusupan dan upaya spy (mata-mata) tokoh-tokoh India
salah satunya mengenali karakter Bumi Sriwijya (Atau Pulau Swarnadwipa),
dan memanfaatkan kesibukan armada Laut Sriwijaya untuk mendarat di Pantai Barat
(seputaran Sumatera Barat - Padang, kira-kira).
Thx, buat komentar dan kritiknya.
Cukup detail kiranya mengikuti alur cerita ini.
peace-Marshall
Cerita bagus, tetapi ada kontradiksi yang mungkin perlu diterangkan lebih lanjut.
Bagaimana mungkin Chola dapat mengirimkan bantuannya sedemikian banyak, tanpa melalui lautan yang sudah dikuasai oleh Sriwijaya? Bukankah seharusnya sudah dihancurkan sebelum mendarat, karena satu2nya akses hanya melalui lautan.
|
| #114 |
 |
Rani,
hahahaha, bisa aja kamu ya.
mengikuti SH Mintardja memang lambat, tapi nikmat.
Tulisan eyang Mintardja memang rata-rata demikian,
butuh kesabaran untuk bisa menikmatinya.
Bahkan untuk Api di Bukit Menoreh yang nyaris 400 jilid
dengan lakon yang "lambat" tapi terus maju.
Menirunya sulit rasanya, butuh waktu panjang.
Hal-hal yang diduga terlalu detil disini,
padahal akan menjadi background buat pengembangan
cerita selanjutnya. Jika tidak diikuti, akan repot
mengikuti cerita selanjutnya, bahkan hingga ke lanjutan
kisah ini, pasca generasi Ceng Liong.
Selebihnya, soal skip banyak paragraf memang biasa.
Tapi bagi penikmat, yang begini juga biasa.
Jadi, nikmati saja dulu
hahahaha
peace -
Marshal
Rani menulis:
oshinhito menulis: Ehmm udah beberapa jilid ini tak ada di baca2 lagi sungguh sungguh membosankan,
tak tau buat apa di ceritakan panjang lebar ini itu.
terlalu banyak diceritakan malahan jadi membosankan.
semoga cepat kembali ke cerita awal.
sorry tak sabaran Bro Marshal ini muridnya Eyang SH Mintardja. So, maklumlah kalo cenderung mendetil. Api Di Bukit Manoreh karya sang Guru, malah lbh lambat lagi jalan ceritanya. Akibatnya, buat kita yg berkarakter "buru-buru", jd males dan suka skip banyak paragraf.
Harap Bro Marshal bisa maklum. He he
Wassalam,
Laki
|
| #115 |
 |
Ayo, makin cepet updatenya pls ....... 
|
| #116 |
 |
cepetan pls 
|
| #117 |
 |
senangnya bung marshall dah rajin upload lagi. thanks.
|
| #118 |
 |
Setelah beberapa jilid mengambil 'gaya' eyang mintarja yang alurnya lambat, bung marshall sudah kembali lagi ke 'gaya' suhu kho ping ho yang banyak pertarungan dengan detil pengeluaran jurus yang memukau. Sipp lah makin rame aja kayanya.
|
| #119 |
 |
ini baru tidak membosankan...hemm...tegang lagi yess...
jadi teringat ilmu gelap ngamparnya pasingsingan, brajamusti nya sultan demak bintoro, sultan trenggana
saya nggak tahu jika cerita ini dihadirkan ilmu sasra birawanya mahesa jenar dan kebo kanigara yang sudah mencapai tataran sempurna, atau ilmu garuda angkasa nya radite dan anggara (the real pasingsingan) ato bahkan sang empu ilmu itu sendiri yaitu panembahan ismaya, hemmm...
begitu dahsyat aji gelap ngampar digambarkan disini, keren sungguh bagus!
apalagi aji lembu sekilannya mas karebet/jaka tingkir, yang konon pada masa pemerintahan sultan trenggana, sudah ampir punah, karena ilmu itu dikabarkan hilang dengan muksanya sang empu ilmu tersebut (PATIH GAJAHMADA).
jika ditilik dari "umur" sebuah ilmu maka "gelap ngampar" yang lahir pada pertengahan hingga akhir brawijaya, yang muncul jauhh setelah GAJAHMADA muksa, maka lembu sekilan adalah ilmu yang secara umur dan empu nya adalah sangat sangat sempurna. hebat sekali
kalo lah gelap ngampar sudah di gambarkan oleh marshal heng dengan segini sempurnanya, apalagi ilmu-ilmu lain yang setataran, seperti "cunda manik" nya ki ageng pandan alas, ato "lebu saketi" nya ki ageng sora dipayana, ato mungkin sasra birawa nya kebo kanigara/mahesa jenar yang sudah sempurna karena mesu raga mereka??
wahhh semakin seru. ternyata ilmu gelap ngampar menjadi ilmu yang sangat top di tionggoan karena digambarkan hanya segelitir orang saja yang sanggup menahan dan menguasainya ceng liong dan kakek tua misterius...
entah lagi kalo digabung dengan ilmu nya pangeran semono (patih lowo ijo), di guratan keris tunggul manik, dan sebuah bende, yaitu bende mataram...cerita ini akan semakin memukau saja...fuihhh butuh pemikiran yang cemerlang untuk meramu ini semua dengan alur cerita yang tidak kehilangan cerita inti, salut..salut buat marshal heng
|
| #120 |
 |
maaf saya menjadi tidak bisa menahan hasrat untuk tidak melepaskan keinginan hati menulis tentang pengertihan saya yang cuman segelintir mengenai babad tanah jawa ini.
dulu saya sangat kagum dengan raja airlangga (raja kahuripan) yang merupakan cikal bakal kerajaan tanah jawa (maaf, mungkin sebelum kahuripan sudah ada kerajaan, namun yang saya tahu masih kahuripan).
berikut urutan2 kerajaan menurut yang saya tahu selama ini:
I. Kahuripan (raja airlangga, patih narasoma)
pecah menjadi dua, dibagi pada pangeran anom dan pangeran sepuh
panjalu dan jenggala (daha/kediri merupakan ibu kota kerajaan dari salah satu 2 kerajaan tersebut), baca (badai laut selatannya kho ping ho, atau sebelum nya Nur Seta satria .. saya lupa judulnya, atau keris megantara)
II. Kerajaan Kediri bertahan, hingga
III.Kerajaan Singosari
IV. Pemberontakan raja gelang2 (raja kecil di kediri) pada Raja Sri Maharaja Kertanegara (baca: SENOPATI PAMUNGKAS, dengan UPASARA WULUNGnya, disini arswendo menjelaskan betapa setelah MAJAPAHIT berdiri, nama sang MAHARAJA SRI Keternegara, digambarkan begitu agungnya, hingga panglima2 beliau yang baru pulang dari campa pun menangis tatkala SINGASARI TELAH RUNTUH)
V. Kerajaan Majapahit
(baca : SENOPATI PAMUNGKAS, sebagai awal perjalanan GAJAHMADA yang diawali sebagai seorang bekel, kemudian baca PANGERAN WIJAYAKUSUMA (patih lawa ijo), karya herman pratikto, digambarkan awal muasalnya intrik perang paregrek, karena masalah putri jawa bara)
VI. Kerajaan DEMAK BINTARA
(baca : NAGASASRA-SABUKINTEN, disini dikisahkan asal muasalanya mas karebet dan kedahsyatan ilmu seorang MAHESA JENAR yaitu SASRA BIRAWA)
VII.Kerajaan PAJANG
(baca : BENDE MATARAM, disini disinggung sekelimut kisah perang antara MAS KAREBET (sudah menjadi sultan pajang, dengan ARYA PENANGSANG, yang sangat sakti, yang akhirnya dapat dibunuh oleh SUTOWIJAYA. di buku bende mataram ini, disinggung kenapa SUTOWIJAYA dapat membunuh ARYA PENANGSANG padahal MAS KAREBET tidak kalah saktinya, malah beliau adalah seorang yang punya bakit gaib secara alam dari dirinya sendiri, sehingga beliau dapat menciptakan aji ROG-ROG ASEM di masa remaja. ternyata SUTOWIJAYA mendapat ilham dari PANGERAN SEMONO, mengenai ilmu yang terdapat pada gurutan KERIS TUNGGULMANIK DAN BENDE MATARAM)
VIII.KERAJAAN MATARAM ISLAM (sampai level ini saya tidak tahu lagi, apa kelanjutan kerajaan ini).
bersambung...
|